Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 10: Kehidupan baru


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Setelah kejadian di Mall, Clara tak pernah ke Bar. Dia tinggal bersama Gibran. Pria itu begitu lembut padanya, tidak pernah membiarkan nya seorang diri. Gibran selalu mengajak Clara kemanapun dia pergi.


Bahkan Gibran memperkenalkan nya pada semua orang, sebagai calon istri. Sejak saat itu Clara tak lagi menolak Gibran. Pria itu berkali-kali mengatakan cinta, hingga dia menerima.


Clara tak lagi melakukan hubungan ranjang dengan banyak pria. Dia hanya melakukan dengan Gibran seorang.


Dan sejauh ini Clara puas, dia merasa lebih baik melakukan seperti ini.


"Sayang, berhentilah menyuntik KB. Aku ingin kau segera hamil," ucap Gibran serius dia tidak sabar menanti buah hati mereka.


"Gibran, aku belum siap hamil. Aku tidak siap memiliki anak," jujur Clara, saat ini mereka sedang olahraga ranjang.


"Mau sampai kapan sayang? aku tidak mau hubungan kita seperti ini terus," terang Gibran dia ingin hubungan yang memiliki status jelas. Meski sekarang Clara berada di pelukan nya, dia takut seseorang merebutnya.


Gibran dan Clara sudah tidak tinggal di Negara X. Setelah kejadian di Mall, satu minggu nya, Gibran mengajak Clara tinggal bersama nya di Negara B. Karena kantor pusat Gibran berada di sana.


"Ak-"


"Kita akan menikah bulan depan. Aku tidak mau terus seperti ini sayang. Jangan membantah lagi. Setelah masa KB habis jangan melakukan lagi," tegas Gibran tidak mau di bantah.


Hubungan mereka sudah terjalin di negera B selama enam bulan. Clara wanita tidak banyak nuntut, jadi Gibran begitu menyayangi nya. Dia tidak mau kehilangan Clara.


"Iya, tapi kau harus berjanji setia padaku, jangan berani selingkuh," kata Clara. Dia sudah mulai mencoba membuka hati untuk Gibran.


"Iya sayang. Itu pasti. Aku mencintaimu, bagaimana bisa aku selingkuh jika aku sudah memiliki yang sempurna," ucap Gibran tersenyum bahagia.


"Hmmm, apa hari ini kita tidak ke kantor?" tanya Clara mengganti topik. Tangan Gibran terus membelai pipi Clara.


"Tidak, hari ini di sini saja. Aku ingin memuaskan mu," jawab Gibran.


"Hahaha.... kau tiap hari sudah memuaskan ku, bahkan kau membuatku tidak bisa berjalan," cemberut Clara mengingat Gibran begitu hot. Dia terus kewalahan hingga kalah.

__ADS_1


"Itu, karena kau begitu nikmat sayang. Jangan salahkan aku jika tidak ku biarkan kau istirahat," ucap Gibran.


"Auwh... sakit Gibran... Kau seperti vampir saja," ringis Clara.


"Panggil aku sayang," pinta Gibran.


"Ayolah sayang, mulai lah terbiasa memanggil ku sama dengan mu," bujuk Gibran dan Clara mendengar itu tak bisa menolak. Dia memang sudah nyaman dengan Gibran.


"Iya sayang, kau senang sekarang?" tanya Clara menurut.


"Terimakasih sayang. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu," ungkap Gibran tidak bosan mengatakan perasaannya pada Clara.


Mereka melakukan dengan tempo cepat, Gibran benar-benar serius kali ini dia membuat Clara tak berdaya. Tubuh Clara terasa remuk sekarang.


Dia tak bisa mengimbangi permainan Gibran sekarang. Dia membiarkan Gibran menjajah tubuh nya sepuasnya.


Sekarang tubuh nya milik Gibran sepenuhnya. Dia percaya Gibran memang di takdir untuk nya.


"Kamu lelah sayang?" tanya Gibran menatap Clara lemas di bawah nya.


"Kau selalu seperti ini, aku beruntung bisa memiliki mu sayang. Aku tidak sabar menunggu bulan depan," ucap Gibran tersenyum. Meski semua rekan kerjanya sudah tau siapa Clara. Dia ingin mereka juga tau status barunya nanti.


"Bersabarlah sayang. Aku sekarang milik mu. Aku tidak akan berpaling pada siapa pun. Aku tidak suka mengingkari janji ku, jadi kau jangan takut," sahut Clara menyakinkan Gibran. Dia mencium bibir Gibran sekilas.


"Aku percaya padamu sayang, tapi aku tidak percaya pada pria di luar sana. Mereka masih saja mencari mu. Apa kau tidak masalah pernikahan kita di adakan di Kantor sipil, setelah itu kita bagikan di seluruh dunia baru kita adakan resepsi?" kata Gibran. Dia cemas Clara masih di incar banyak pria nakal yang pernah menemani ranjang meraka.


Enam bulan meninggalkan negara X. Orang-orang yang menyukai Clara, tidak berhenti mencari. Gibran bahkan harus bertindak cepat. Tidak sedetikpun dia meninggalkan Clara, karena itu sangat bahaya.


"Terserah kau saja. Aku ikut mana yang terbaik bagimu," sahut Clara tidak mempermasalahkan apapun.


"Sayang, kau wanita terbaik yang di ciptakan Tuhan untuk ku. Aku mencintaimu mu. Aku janji akan membahagiakan mu," ucap Gibran sungguh.


Sehari ini mereka menghabiskan waktu di atas ranjang. Gibran tak membiarkan Clara turun, dia semua yang melakukan apapun yang di butuh kan Clara.


"Aku sudah kencang, jangan memaksa ku lagi Gib," ucap Clara. Gibran tidak henti menyuapi nya makan.

__ADS_1


"Sayang, ini belum habis. Tenaga mu banyak terkuras sejak tadi," sahut Gibran tidak mau wanitanya kenapa-napa.


"Aaaa," Gibran tak menuruti perkataan Clara, dia kembali menyuapi nya.


"Gibran," panggil Clara penuh mohon tidak mau lagi.


"Makan sayang, atau perlu aku pakai cara biasa? ancam Gibran. Clara mendengar itu tak peduli dia sudah sangat kencang sekarang.


"Ak-"


Hmmpttt....


Gibran membungkam bibir Clara memindahkan makanan di mulut nya ke mulut Clara.


"Enak?" tanya Gibran. Dia sering melakukan ini pada Clara. Dan Clara tak bisa menolak.


Baginya melakukan hal seperti ini sangat romantis. Gibran yang tidak pernah berbicara kasar maupun yang lain pada Clara, membuat Clara selalu bergantung pada Gibran dari hal kecil hingga besar.


"Hmmm."


Gibran tersenyum, wajah Clara yang cemberut sangat lucu.


15 menit menyuapi Clara dengan mulut nya sebagai sendok. Akhirnya habis. Clara berbaring tiduran di dada bidang Gibran.


"Kenapa, hmmm?" tanya Gibran lembut membelai pipi Clara.


"Bagaimana keluarga mu? apa mereka sudah merestui hubungan kita?" tanya Clara. Ada ketakutan di hatinya. Hubungan mereka saat ini belum juga di restui Mama Gibran.


"Tidak usah pikirkan mereka sayang. Aku akan tetap memilih mu. Aku sudah dewasa, aku bebas memilih siapa yang pantas mendampingi ku atau tidak. Jika mereka tidak merestui kita, itu urusan mereka. Keputusan ku tidak akan pernah berubah, kamu adalah hidup ku berarti urusan ku," jawab Gibran serius, menyakinkan Clara.


"Terimakasih sudah memiliki ku," ucap Clara bahagia. Dia merasa hidup nya sudah sempurna.


Bersama Gibran, dia banyak belajar tentang hidup yang sesungguhnya. Gibran tak pernah meninggikan suara nya, saat dia melakukan kesalahan. Melainkan pria itu berbicara dengan lembut menjelaskan padanya mengenai kesalahan nya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2