Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 9: Labrak


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


"Sayang kau sangat cantik," puji Edwin menyukai Clara.


"Terimakasih," ucap Clara tersenyum.


"Kau membuat ku ingin memakan mu sayang," kata Edwin menarik Clara mendekat.


"Ed," tegur Clara, dia tau Edwin selalu nakal tidak pernah tidak melakukan setiap di dekatnya.


"Kita pergi sekarang, aku akan membeli banyak dress seperti ini," ajak Edwin.


"Hmmm," Clara hanya balas berdeham.


Mereka pun mulai meninggalkan Bar. Sepanjang perjalanan Edwin terus menggoda Clara. Tangannya meraba paha mulus Clara dengan lembut.


Clara membiarkan Edwin melakukan sepuasnya. Sekali murahan akan tetap murahan, jadi untuk apa menolak. Tubuh nya sudah seperti barang dagangan, siapa yang memiliki banyak uang, dia lah yang bisa mendapatkan nya.


"Ed, mulai besok aku akan pindah di apartemen Gibran, aku memiliki kerjaan di sana. Jika kau membutuhkan ku, hubungi aku," ucap Clara membuka obrolan memberitahu kepindahan nya..


"Kenapa dadakan sayang?" kaget Edwin, menoleh sekilas Clara.


"Maaf, aku baru sempat memberitahu mu. Kau tidak masalah kan?"


"Tidak, tapi kau akan tetap menemani ku, kan?"


"Tentu Ed."


"Pintar. Lalu bagaimana dengan seminggu? apa kau juga... "


"Iya, maaf," ucap Clara. Dia tau apa di tanyakan Edwin.


"Tidak apa-apa. Kita masih bisa menghabiskan waktu bersama tiap hari nanti," sahut Edwin tidak bisa marah pada Clara. Cinta nya menjadikan dia kalah di hadapan wanitanya.


30 menit...


Mereka tiba di bangunan besar. Clara berjalan bergandengan dengan Edwin. Sepanjang perjalanan semua mata menatap kagum pada Clara, para staff yang bekerja di Mall sudah mengenal Clara, karena wanita itu aktif berbelanja. Bahkan kecantikan nya membuat mereka tak bosan memandang.

__ADS_1


Clara menyadari semua tatapan orang di sekitar nya, tapi dia bersikap santai. Hingga seseorang datang menghampiri nya menyiram air ke wajah nya.


Bush...


"Dasar pelakor! saya bersyukur kita bisa bertemu. Kau pikir setelah kejadian satu bulan yang lalu, kau bisa hidup tenang tanpa menebus kesalahan? tidak, karena kau Ronal lebih jarang pulang. Apa yang kau lakukan padanya?" marah Emely tidak peduli jika saat ini tindakan nya membuat semua mata tertuju pada mereka.


Emely sudah mengetahui semua, setelah kejadian saat itu Rey menceritakan dan menunjukkan bukti yang di kumpulkan rekan kerjanya. Emely begitu marah saat mengetahui itu. Dia mencari Clara, dia ingin memberi pelajaran pada wanita penggoda suaminya, tapi sayang tak pernah ketemu, hingga takdir mempertemukan mereka tanpa dia harus mencari.


"Sayang kau tidak apa-apa?" cemas Edwin melihat Clara basah, karena ulah wanita sialan itu.


"Siapa lagi pria ini? apa dia mangsa baru mu? dasar ja**** kau seharusnya mati saat itu, tapi Ronal malah menyelamatkan mu," seru Emely marah, dia membenci Clara.


"Ada apa ini?" suara seseorang bertanya berjalan mendekat. Melihat kerumunan dan ada Emely di sana dia menghampiri.


"Kau!" ucap pria itu menatap benci pada Clara.


"Rey, lakukan sesuatu. Karena dia Ronal seperti sekarang. Dia harus nya mati," ucap Emely tidak terima Ronal berubah semenjak perselingkuhan nya terbongkar.


"Ed, kita pergi dari sini," ajak Clara. Dia malas meladeni mereka, saat ini semua mata pengunjung tertuju pada mereka.


"Tapi mereka sudah menghina mu sayang," tidak terima Edwin di ajak pergi. Hinaan wanita gila ini harus dibungkam agar tidak asal bicara.


Clara maunya menonjok wajah Emely. Tapi dia sadar tindakan nya itu akan terlihat buruk, apalagi di tempat umum.


"Baiklah, ayo."


"Siapa yang mengijinkan kau pergi? masalah kita belum selesai," ucap Rey menghentikan Clara. Dia mencengkeram tangan Nya.


Melihat sikap acuh Clara, Rey muak makin jijik. Dia ingin membunuh Clara saat ini.


"Lepaskan! apa masalah anda? urusan kita sudah selesai? apa lagi yang harus di selesaikan?" marah Clara tidak tahan melihat sikap orang yang di benci seenaknya mengatainya.


"Selesai? tidak. Masalah ini tidak akan selesai jika kau belum mati!"


"Ck, kalian sangat memalukan! selalu tidak terima dengan keadaan yang menimpa kehidupan kalian," ejek Clara tidak peduli amarah Rey saat ini.


Dia sadar, Rey pria kejam yang tidak segan menyakiti siapapun, seperti saat itu Rey tidak takut mencekik nya.


Plak!

__ADS_1


"Tutup mulut mu Ja****. Sebelum kau hadir hidup keluarga kami baik-baik saja. Datang nya kau itu membuat semua rusak," marah Rey menampar Clara dengan keras.


"Hei, kau!" geram Edwin tidak terima Clara di tampar, hingga ujung bibir nya berdarah.


"Tinggalkan ja**** ini atau semua yang kau miliki hancur hari ini," ancam Rey serius, melirik Emely segera bertindak.


"Siapa kau berani mengancam saya?" marah Edwin tidak suka tingkah sombong Rey.


"Tidak penting untuk kau tau. Yang harus kau lakukan turuti perkataan saya."


"Sudah, kak?" tanya Rey menoleh Emely yang saat ini mengotak-atik ponsel.


"Sudah," jawab Emely tersenyum dan ponsel Edwin mendadak berdering.


Dia menatap nama penelepon di sebrang sana di layar ponsel dan beralih menatap kedua orang di depan nya.


πŸ“ž:"Hallo, ada apa?" tanya Edwin. Dia begitu khawatir saat ini.


πŸ“ž:....


πŸ“ž:"Bagaimana bisa? apa yang terjadi sebenarnya?" kaget Edwin tidak percaya. Dia menatap tanya siapa orang di depannya sekarang. Kenapa dalam sekejap bisa menghancurkan semua usaha nya.


πŸ“ž:....


"Sial, jadi mereka dari keluarga Burton, pantas bisa melakukan ini. Maafkan aku Clara, aku tidak bisa membantu mu, mereka bukan tandingan ku," batin Edwin takut. Dia akan melakukan seperti yang di inginkan Rey.


Tut.


"Saya akan meninggalkan Clara, seperti keinginan anda," putus Edwin tidak memiliki pilihan lain. Clara mendengar itu tidak percaya.


"Ed, kau serius? apa yang terjadi?" tanya Clara yakin terjadi sesuatu, tidak mungkin Edwin memutuskan tanpa alasan.


"Maaf Clara. Perusahaan dan Bar ku bisa benar hancur, jika masih bersama mu," jawab Edwin.


"Hahaha... Sungguh lucu, harta selalu menjadi yang terpenting dalam kehidupan. Baiklah aku terima keputusan mu," senyum paksa Clara. Dia kecewa, Edwin yang selalu berada di sisi nya selama 3 tahun kini meninggalkan nya.


"Ini belum seberapa. Saya akan membuat orang di sekitar mu perlahan pergi, hingga kau tidak tahan untuk hidup dan memilih mati," janji Rey. Dia sangat membenci Clara, karena wanita itu sudah membuat hubungan nya dengan Ronal rusak, bahkan bukan dengan nya, tapi juga dengan Emely.


"Ya, lakukan saja. Saya tidak takut. Dan kau wanita gila. Jangan menyalahkan ku karena tindakan suami mu, jika kau ingin dia kembali gunakanlah cara elegan untuk membawa nya kembali, bukan seperti ini. Ronal sangat mencintai mu, dan saya bukan selingkuhan nya," ucap Clara beralih menatap Emely.

__ADS_1


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2