
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Kenapa Honey?" tanya Rey santai seolah tidak tau apa yang membuat Clara gugup.
"Aku sedang hamil Rey, jangan aneh-aneh. Aku juga belum sembuh total," jawab Clara. Dia berusaha tenang, Rey semakin dekat, tidak mendengarkan perkataan nya yang hanya alasan.
"Hamil bukan berarti tidak bisa honey, aku sudah tanya pada dokter. Semua baik-baik saja asal lembut," seru Rey, wajah nya kini sudah bersentuhan dengan Clara.
"Tapi ak-"
"Belum siap? kau sudah hamil anak ku honey. Jadi tidak ada alasan lagi menolak ku. Kau tau aku sudah tidak tahan tidak menyentuh mu, kau candu ku honey. Aku bisa menuruti apapun perkataan mu, tapi tidak dengan ini," ucap Rey jujur. Clara adalah godaan terbesar untuk pusaka nya.
"Tapi tidak di sini Rey, aku janji akan memberi hak mu kapan pun kamu inginkan. Asal kau tahan sampai kita pulang dari rumah sakit," janji Clara. Sekarang tidak ada alasan untuk dia menolak Rey. Dia akan berusaha menerima semua ini sesuai permintaan Gibran dalam mimpinya.
Clara tidak mau Gibran sedih, jika dia masih belum bisa membuka hati dan terus memikirkan nya.
"Kau serius?" Rey memicingkan mata menatap Clara mencari keseriusan yang baru di katakan ini.
"Serius," janji Clara menyakinkan Rey.
"Baiklah, aku akan menahan hingga kita balik nanti," ucap Rey berpikir tidak masalah puasa nya harus kembali tertunda, karena sebentar lagi dia akan buka puasa dengan banyak menu yang nikmat.
"Hmmm, aku istirahat sekarang," ucap Clara segera menutup mata.
Rey gemas melihat Clara begitu takut di terkam nya, sungguh lucu. Padahal Clara sudah biasa melakukan kenapa harus malu, aneh.
"Kau membuat ku bingung Clara. Kau susah untuk ku tebak. Kau bisa menjadi lembut, kau juga bisa menjadi kasar. Aku seperti nya belum memahami mu," batin Rey menatap Clara.
"Tapi tidak masalah, aku akan berusaha. Sekarang ada anak di antara kita, aku yakin semua akan baik. Masa lalu mu pasti tidak tega untuk mu membuat anak kita kekurangan kasih sayang," sambung Rey begitu yakin, Clara tidak sejahat itu.
...----------------...
Tiga hari kemudian...
Clara sudah di perbolehkan pulang, wajahnya tampak bahagia. Berada di rumah sakit seperti terkurung di penjara.
__ADS_1
Apalagi saat Rey pergi bekerja, dia akan sendiri. Hal itu membuat nya bosan.
Clara tidak menyalahkan Rey, karena sibuk dengan kerjaan, dia mengerti tugas Rey sebagai abdi negara.
"Rey, apa kerjaan mu tidak banyak? aku tidak mau karena menjemput ku kau meninggalkan kerjaan mu," ucap Clara tidak mau merepotkan Rey.
"Tidak Honey, kerjaan ku hari ini tidak banyak jadi aku bisa menjemput mu. Aku suami mu, apapun yang penting, jauh lebih penting kau di mata ku," sahut Rey tidak suka Clara berbicara seolah mengganggap nya beban.
"Terimakasih, sudah mengganggap ku penting," senyum Clara bahagia.
"Iya, sekarang ayo kita pulang," ajak Rey menggandeng Clara pergi.
Selama perjalanan pulang, Clara memandang luar kaca mobil dalam diam, tak ada obrolan menemani mereka .
Rey pun sama diam, membiarkan keheningan tercipta di mobil dalam perjalanan pulang. Mereka akan tinggal di asrama, Rey khawatir Clara masih di incar pria yang pernah menjadi klien di masa lalunya.
Berusaha keras, Rey melindungi Clara, dia tidak memperdulikan semua kehidupan di masa lalu Clara, terpenting di masa sekarang Clara tidaklah sama.
Beberapa menit kemudian...
Mereka telah tiba di asrama TNI. Rey membantu Clara keluar dari mobil.
"Sama-sama, ayo," Rey menggandeng Clara ke rumah asrama nya.
Mata Clara terbelalak kaget melihat tempat yang akan mereka tinggalin ukuran nya jauh berbeda dengan tempat tinggalnya sebelumnya.
"Rey, apa kau serius kita tinggal di sini?" Clara menatap tak percaya, mimpi apa semalam tempat yang akan di tempati ruangannya sama besar dengan satu kamar hotel.
"Kenapa? ayo masuk," ajak Rey, dia mengerti apa yang membuat Clara seperti sekarang ini.
"Tapi Rey i-"
"Kau harus istirahat jadi cepat masuk," potong Rey cepat, dan langsung menggendong Clara ala brydel.
"Rey, apa yang kau lakukan?" kaget Clara dengan tindakan Rey tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Biar lebih cepat honey," jawab Rey santai dan Clara mendengar itu tak bisa protes banyak pasang mata rekan kerja Rey memperhatikan mereka.
__ADS_1
Clara tidak malu dengan semua tindakan Rey, dia bisa saja memarahi Rey, tapi dia tidak mau rekan kerjanya memandang rendah Rey jika itu terjadi.
"Tenang Clara, ini hanya sementara," batin Clara tinggal di asrama mengingatkan nya pada tempat tinggal lamanya, meski asrama lebih layak, tapi masalahnya ruangan sama kecil dan Clara rasanya tidak bisa tinggal seperti ini lagi.
"Rey, aku ti-"
"Duduk lah, aku akan mengambil mu minum honey," Rey menurunkan Clara di kursi dan berjalan pergi.
"Rey, aku belum selesai bicara," kesal Clara sejak tadi Rey terus memotong perkataan nya.
Clara merasa Rey seperti sengaja melakukan ini padanya, dia tidak suka di perlakukan seperti ini. Kehidupan yang ingin di ubah sekarang kembali lagi dan semua itu karena Rey.
"Aku tidak bisa seperti ini, mengertilah. Kau menipu ku, kalau aku tau asrama mu seperti ini aku tidak mau ikut," protes Clara beranjak dari kursi menghampiri Rey yang berada di dapur.
Clara tidak bisa diam, melihat santai nya Rey kepalanya ingin pecah.
"Honey aku tidak berkata apapun yang membohongi mu. Bagaimana kau bisa berkata aku menipu?" tanya Rey berbalik mendekati Clara menyerahkan segelas minum.
"Tidak, aku tidak mau minum Rey. Aku ingin pindah dari sini. Aku tidak bisa berada di sini mengerti lah," mohon Clara, dia mengikuti Rey dan duduk.
"Kenapa tidak bisa? ini layak untuk di tinggal honey," sahut Rey. Clara mendengar itu kesal.
"Ya layak, tapi aku tidak mau di sini, jika kau mau di sini silakan, aku tidak mau," putus Clara bukan tidak mensyukuri tapi dia sudah terbiasa hidup mewah beberapa tahun kemarin.
Clara bangun dan ingin pergi, namun langkah nya terhenti tangan Rey menariknya hingga terjatuh di pangkuan.
"Jangan mencoba pergi Honey. Ingat kemana pun aku tinggal kau harus ikut. Tugas istri menemani suami kemana pun pergi nya," ucap Rey melingkari tangan di perut Clara dan menghirup lehernya.
"Tinggal di sini aku tidak bisa ikut, a-"
"Ahk.... Rey... "
"Mulai lah terbiasa honey, kau akan menikmati nya nanti," bisik Rey. Tangan nya bergerak turun membuat Clara tak tahan.
"Ahk.... Rey... hentikan, jangan seperti ini," Clara tak tahan, Rey bermain di area sen**** nya dengan jarinya begitu cepat.
"Tentu aku akan berhenti asal tidak ada protes lagi. Kau harus menerima tinggal di sini," syarat Rey sengaja agar Clara tidak bisa menolak.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...