Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 18: Sabar menunggu


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Cantik, teruslah seperti ini tersenyum. Aku ingin melihat setiap hari," ucap Rey bahagia melihat senyuman manis Clara.


"Kau tidak seperti Rey dulu yang pernah ku temui pertama kali. Kau yang sekarang begitu baik padaku," kata Clara menatap lekat wajah Rey, dari di dekat dia terlihat tampan.


"Maaf, aku sudah begitu menyakiti mu dulu, sekarang tidak lagi. Aku akan menebus semua," janji Rey.


"Hmmm, apa kita tidak akan pergi?" tanya Clara gugup segera mengganti topik. Rey begitu dalam menatapnya, bahkan wajahnya semakin dekat.


Clara belum siap membuka hatinya sekarang. Dia akan memberikan hidup nya pada seseorang, jika hatinya sudah siap.


"Aku akan menunggu mu siap menerima ku, Clara. Sepertinya aku sudah menyukai mu," batin Rey tersenyum melihat Clara gugup.


"Kita pergi sekarang," sahut Rey, kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


Clara bingung dengan sikap Rey sekarang. Pria itu sejak obrolan mereka tadi terus menggenggam tangan nya.


Clara tidak tau harus apa, selain membiarkan. Rey senang, Clara tak menolak. Satu hal lagi yang dia ketahui tentang Clara. Wanita tersebut tidak banyak nuntut, dan penurut, pantas jika semua pria yang dia layani menyukai Clara, ternyata satu hal ini.


Tidak ada pria yang tidak suka pada wanita penurut tidak banyak nuntut. Karena itu sesuatu yang mustahil.


Tak lama kemudian, mereka tiba di apartemen. Rey menggandeng tangan Clara mengajak masuk ke dalam apartemen nya yang berarti apartemen Clara.


"Kita akan tinggal di sini, ini kamar mu dan kamar ku ada di samping mu," jelas Rey dan Clara mengerti.


"Istirahatlah sebentar sebelum kita pergi," ucap Rey lagi. Dia membawa Clara duduk di ranjang.


"Apapun nanti yang akan terjadi hari ini, percayalah semua terbaik."


"Maksud mu apa? kenapa bicara seperti itu?" penasaran Clara bingung. Rey mengelus pipi Clara lembut, dia bisa melihat wanita di depan nya bingung.


"Kau akan tau nanti. Apa mau ku temani di sini?" senyum Rey menggoda Clara menepuk ranjang empuk seperti nya akan nikmat jika bercumbu.

__ADS_1


"Tidak, kau pergi lah istirahat. Kau pasti lelah sudah merawat ku selama ini," ucap Clara lembut.


"Kau benar-benar sempurna, wanita manapun mendengar godaan pasti akan marah, tapi kau masih bisa bersikap lembut dalam menolak. Kau sebenarnya wanita seperti apa Clara," batin Rey bertanya-tanya.


"Aku akan kembali, setelah melihat mu tidur," sahut Rey.


"Baiklah, aku akan tidur, tapi bisakah kau melepaskan tangan ku terlebih dahulu?" Clara menatap tangannya masih di genggam Rey.


"Kenapa? tidur lah, aku akan melepaskan saat kau tidur," jawab Rey enggan melepaskan.


"Aku akan tidur, tapi aku harus membuka soflen ku, Rey. Jadi lepaskan dulu," terang Clara tidak biasa tidur masih memakai soflen.


"Baiklah," Rey melepaskan, dia penasaran seperti apa warna asli mata Clara.


Mendengar cerita keluarga nya. Dia ingin melihat langsung, karena selama mereka bertemu Clara tidak pernah menunjukkan itu.


Clara berjalan mendekati meja rias dan duduk di kursi, dengan pelan dia membuka soflen, menunjukkan warna asli matanya.


Setelah selesai melepaskan, dia kembali ke ranjang. Pandangan Rey tak lepas dari mata hazel Clara sangat indah. Dia sekali lagi terpanah pada warna mata Clara begitu indah seperti air laut.


"Kau sangat cantik," puji Rey spontan menarik tangan Clara, hingga terjatuh di pangkuan nya.


"Rey, apa yang kau lakukan?" kaget Clara dengan sikap Rey mendadak.


"Maaf, aku tidak bermaksud lain. Aku tau saat ini kau belum mau melakukan apapun, tapi kau harus bisa menerima semua, hidup masih terus berjalan. Aku tidak memaksa mu, tapi ijinkan aku melakukan ini, kita jalani semua seperti air yang mengalir," ucap Rey, dia ingin Clara tidak lama menutup diri. Dia tau pasti berat menerima kenyataan, tapi mau bagaimana lagi, orang yang telah tiada tidak bisa kembali lagi.


Menutup diri terlalu lama itu hanya menyakiti diri sendiri, apa salahnya membuka biarkan seseorang masuk mengisinya.


Clara tidak tau harus menjawab apa, dia diam, rasanya aneh dengan keadaan seperti ini.


"Aku janji padamu, tidak mengecewakan mu, ijinkan aku di dekat mu seperti ini, tidak masalah kalau kau belum siap melakukan dengan ku, aku akan sabar menunggu mu," ucap Rey lagi melihat Clara diam. Tangannya terangkat menyentuh bibir Clara lembut.


Clara kaget, Rey berani melakukan itu.


"Hanya menyentuh tidak lebih," lanjut nya lagi tau apa yang di pikirkan Clara dari ekspresi wajah sudah terlihat jelas.

__ADS_1


"Rey jangan lakukan lebih dari ini ku mohon, aku memang murahan, tapi suamiku baru pergi beberapa hari yang lalu, tanah kuburnya masih basah. Aku harap kau mengerti," ucap Clara memberitahu Rey tidak lebih dari sekarang.


"Aku mengerti, aku janji tidak akan melakukan lebih dari ini. Tidur lah," sahut Rey.


"Hmmm," Clara bangun bersamaan dengan Rey, tapi langkah mereka terhenti dan terjatuh di bawa ranjang, karena rambut Clara tersangkut di kancing kemeja baju Rey. Tarikan dorongan kedua yang tadi ingin pindah posisi malah membuat mereka terjebak semakin intim.


Kedua sama-sama diam, saling pandang. Rey tenggelam dalam kedua bola mata Clara begitu indah. Wajahnya semakin dekat, Clara belum sadar dia seperti terhipnotis. Entah apa yang di pikirkan, dia bergeming dan Rey semakin dekat. Hingga hidung mereka bersentuhan.


Hembusan nafas Clara terdengar jelas, harum tubuh nya dapat Rey hirup. Lebih dekat seperti ini membuat nya ingin menerkam Clara.


"Aku bisa melakukan sekarang, tapi aku tidak mau membuat mu marah. Aku akan menahan diri kali ini. Tidak di hari kedepan nya, aku tidak janji, kau begitu indah untuk di sia-siakan," batin Rey, pusaka nya sudah menegang. Dan Clara dapat merasakan sesuatu yang menonjol di bawah, seketika itu dia sadar.


"Rey, aku tidak melakukan ini," ucap Clara. Kamar nya terasa panas sekarang. Rey berusaha tenang. Keadaan saat ini sangat menyiksa nya terutama untuk pusaka nya.


"Iya, aku tidak akan memaksa mu saat ini. Tenang lah, jangan bergerak atau aku tidak bisa menahan ini," sahut Rey.


"Lalu bagaimana sekarang? ak-"


"Tutup mata mu dan cobalah tidur," potong Rey cepat menyakinkan Clara.


"Tapi, apa itu tidak lebih menyiksa mu?" tanya Clara, dia cukup banyak tau hal seperti ini, Karena Gibran pernah mengatakan padanya.


"Emangnya kau siap melakukan sekarang?" tanya balik Rey tanpa menjawab.


"Ak-"


"Tidur lah. Aku tidak akan memaksa," ucap Rey cepat tidak mau Clara banyak berpikir.


"Maaf, aku tidak bisa membantu," seru Clara belum bisa melakukan hubungan.


"Hmmm, tutup mata mu sekarang," ucap Rey dan Clara pun tak ada alasan untuk tidak menurut, dia perlahan memejamkan mata.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2