Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 21: Hotel


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Rey tersenyum lebar kini Clara telah resmi menjadi istri nya. Kedua telah pulang dari kantor sipil, menuju hotel.


Hari ini Rey akan mengajak Clara bertemu orang tua kandung nya yang artinya mertua nya.


Sepanjang perjalanan Clara diam, dia masih tidak menyangka hidup nya akan seperti ini. Belum sampai dua minggu kepergian Gibran dia sudah menikah lagi.


Tangan Rey seperti biasa tidak melepaskan genggaman tangannya. Rey begitu bahagia, senyuman tak juga luntur sejak keluar dari kantor sipil.


"Honey," panggil Rey menoleh Clara. Clara tak mengerti siapa yang di panggil Rey mengerut kening, di sini tidak ada orang lain lagi selain dirinya.


"Aku memanggil mu, Honey. Kau tidak keberatan, kan?" Rey melihat wajah Clara sedikit bingung.


"Tidak, terserah mu saja," jawab Clara tidak pernah mempermasalah nama panggilan seseorang untuk nya.


"Hmmm, besok kita pulang dengan jet pribadi Daddy ku, kau tidak apa-apakan?" tanya Rey takut Clara tidak setuju.


"Rey, bisakah tidak bersama mereka? aku tidak mau gabung," tolak Clara sesuai dugaan Rey yang di pikirkan.


"Apa kau takut mereka tau hubungan kita?" tanya Rey.


"Tidak, aku hanya tidak mau bertemu Ronal," jujur Clara mengatakan.


"Apa Kak Ronal masih menganggu mu, setelah kejadian di apartemen?" penasaran Rey ingin tau. Clara begitu tidak mau bertemu Ronal pasti sudah terjadi sesuatu.


Clara diam bingung mengatakan apa, dia malas mengatakan semua di masa lalu, semua sudah berlalu, lebih baik di lupakan.


"Honey, suami bertanya itu di jawab bukan diam, itu tidak baik," ucap Rey mengingat Clara tidak baik mendiamkan suami yang sedang bertanya.


"Maaf, Rey. Tapi aku tidak mau membahas itu lagi, mengerti lah," sahut Clara.


"Apa Kak Ronal memaksa mu?" Rey tidak puas tetap bertanya.


"Iya. Sekarang kau sudah tau, jadi berhentilah bertanya," jawab Clara. Rey mendengar itu tidak percaya, kaget. Kakak nya masih saja tidak berubah. Rey jadi cemas kalau Ronal bersikap tidak sopan pada Clara.


"Baiklah, besok kita akan pergi terpisah dengan orang tua ku," putus Rey tidak mau Clara kepikiran.

__ADS_1


"Hmmm," Clara balas berdeham.


Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah hotel terbesar di negara B.


Rey mengajak Clara masuk, dia menggandeng tangan Clara mesra. Wanita tersebut tidak menolak, dia membiarkan. Rey memiliki hak penuh atas dirinya sekarang.


"Kenapa membawa ku kesini, Rey?" tanya Clara bingung.


"Kau akan tau nanti, honey," jawab Rey tidak memberitahu alasan nya.


"Rey, aku belum siap sekarang," ucap Clara takut, pikiran nya mengarah pada pertempuran ranjang. Sekarang mereka sudah resmi menikah pasti Rey ingin melakukan.


"Siapa yang mau meminta sekarang, honey? aku mengajak mu kesini bukan untuk bermain, buang jauh-jauh pikiran kotor mu itu," sahut Rey menggeleng kepala, bagaimana Clara bisa seperti itu.


"Lalu, untuk apa mengajak ku kesini kalau bukan untuk itu?" tanya Clara makin kesini jawaban Rey membuatnya pusing memikirkan.


"Kejutan, Honey. Kau akan tau nanti, bersabarlah," jawab Rey. Clara mendengar itu tidak lagi bertanya, percuma bertanya jika jawaban nya sama saja.


"Rey, apa yang kau lakukan?" kaget Clara, Rey memeluk nya mesra.


"Memeluk istri ku, honey," jawab Rey santai.


"Jangan, Rey. Kontrol dirimu," ucap nya lagi. Rey makin gencar dengan aksi nakal nya.


Clara tidak tau harus berkata apa. Dia merasa makin kesini Rey sama dengan Gibran begitu gila akan tubuh nya. Tapi sekarang keadaan nya berbeda. Dia membiarkan Gibran melakukan apapun yang di suka dimana pun, karena dia mencintai Gibran.


Tapi tidak dengan Rey, dia tidak mencintai. Dia bingung harus bersikap seperti apa, menolak rasanya berdosa, Rey suaminya sekarang.


"Sedikit honey," bisik Rey. Dress Clara yang pendek dan terekspos jelas buah da** membuat nya tak bisa menahan diri.


Rey tidak melarang pakaian yang di kenakan Clara begitu seksi, karena Clara nyaman apalagi mendengar Gibran tak pernah melarang, Rey sadar kepercayaan suami sebelumnya Clara begitu besar.


"Ahhh... Rey jangan di gigit," desaah Clara. Rey menurunkan dress nya kebawah, hingga menampakkan gunung kembar nya, dan di gigit kecil pu****.


Clara tidak mengenakan B*, karena dia jarang memakai benda itu. Dia terbiasa sejak masuk dunia malam, melayani banyak klien membuat nya memutuskan mencari simpel saat bercinta.


"Ahh... ahh... Rey..." Clara lelah, Rey menghimpit nya ke sudut semakin gencar.


"Ini nikmat honey, pas di mulut ku," senyum Rey puas mendengar indah nya nyanyian merdu dari bibir Clara.

__ADS_1


Rey kembali merapikan dress Clara, menaikan ke atas. Dia senang dress yang di pakai Clara memudahkan nya saat menginginkan.


"Kita lanjutkan nanti," ucap Rey, mencium bibir Clara singkat.


Clara tidak menjawab, dia benar-benar di buat lelah oleh Rey. Pria itu seperti sengaja melakukan ini memancing dirinya.


"Kau begitu licik. Lihat saja aku akan membalas mu nanti," batin Clara menyadari Rey terus mencoba membangkitkan gairah nya.


Ting!


Pintu lift terbuka, Rey kembali menggandeng Clara pergi, mereka berjalan hingga tiba di depan pintu kamar hotel.


"Siapa yang ingin kau temui, Rey?" tanya Clara penasaran. Rey menekan bel di samping pintu.


"Kau akan tau nanti," jawab Rey. Clara mendengar itu lagi menjadi cemberut.


"Honey, jangan seperti itu. Aku jadi ingin lagi kalau begini," goda Rey gemas melihat wajah Clara seperti sekarang.


"Lakukan saja kau juga tak pernah mendengarkan ku, kan," ucap Clara sebal. Rey terkekeh mendengar perkataan Clara.


"Ya sudah lain kali aku mendengarkan mu, tapi saat kau siap untuk ku miliki," sahut Rey senang melihat wajah Clara seperti ini.


"Ck, jangan harap," ketus Clara, sudah habis kesabaran nya meladeni Rey makin menyebalkan.


"Hahaha, honey. Kau begitu menggemaskan," Rey tidak tahan mencium bibir mungil Clara.


Bersamaan dengan itu, pintu di buka seseorang dari dalam. Emely terkejut melihat adik iparnya mencium Clara tepat di hadapannya, dan itu di bibir.


"Rey," panggil Emely, sulit di percaya dengan apa yang di lihat barusan.


Apa sekarang Rey melakukan sama Clara, seperti suaminya ronal lakukan dulu. Emely benar-benar bingung, pertanyaan di benak nya semakin banyak.


Sedangkan orang yang di panggil namanya tersenyum.


"Tidak usah pikir aneh-aneh Kak. Clara bukan wanita mainan ku. Dia istri ku sekarang, karena kakak sudah melihat aku tidak mau Clara di anggap buruk. Dan rahasia ini terlebih dahulu, baru kakak yang tau," ungkap Rey tidak ingin Clara di katai. Dan Clara mendengar itu tidak terlalu peduli. Berhadapan dengan masa lalu nya membuat nya berubah sikap.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2