
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Hari menjelang malam, seperti perkataan Clara dia akan pulang malam.
Dante senang akhirnya bisa bertemu Daddy nya, sejak kedatangan Rey bocah kecil tersebut tidak pernah ingin jauh. Dan Rey bahagia putra nya sangat mirip dengan nya.
"Daddy jangan pergi lagi, kasihan Mommy kerja sampai untuk beliin Dante permainan," aduh Dante di pangkuan Rey.
"Apa Mommy pulang malam tiap hari?" tanya Rey penasaran sebab dia belum mengetahui apapun mengenai kehidupan Clara selama ini.
Sampai detik ini hati nya masih untuk Clara, meski sekarang hati Clara tidak jelas untuk siapa.
"Tidak, Mommy akan pulang malam bersama Grandpa, tapi hari ini Grandpa tidak ikut," jawab Dante mengingat jelas.
Rey mendengar itu menoleh pada Uncle Asher, dia ingin tau kehidupan Clara wanita yang masih mengisi hatinya selama 7 tahun tanpa tergantikan.
"Perusahaan yang Clara tangani sering terkena masalah dan serangan itu dari pria di kehidupan masa lalu Clara, sejak pindah ke sini banyak teror yang di alami Clara karena keputusan yang di ambil untuk bertobat membuat mereka tidak terima, hingga perusahaan dan kehidupan sehari-hari terkena imbasnya, tapi semua itu tidak membuat nya menyerah, semakin besar guncangan yang di dapatkan semakin besar semangat untuk mengalahkan mereka," cerita Asher pada mantan menantunya.
"Maafkan aku Clara, jika saja saat itu kita masih bersama, kau tidak akan mengalami semua itu," batin Rey menyesal.
Cerita masa lalu yang di alami Clara, hati terasa sakit mendengar itu, Rey merasa kesalahan yang di perbuat pada Clara semakin banyak.
"Jangan pernah menyalahkan diri mu Rey. Uncle tau apa yang sedang kau pikirkan sekarang. Semua yang terjadi sudah jalan takdir kita tidak bisa menghindari selain menerima menjalani," sambung nya lagi seolah tau yang di pikirkan Rey yang terdiam setelah mendengar cerita nya.
"Benar yang di katakan Uncle, Rey. Aunty pun merasa sama, semua sudah kehendak yang di atas jadi jangan pernah kita sesali semua yang telah terjadi," timpal Sesya membenarkan perkataan suaminya.
"Iya Aunty. Apa Rey boleh mengatakan sesuatu?" tanya Rey yang mendadak memasang wajah serius.
__ADS_1
"Katakan saja, Aunty dan yang lain akan mendengarkan," jawab Sesya melihat keseriusan Rey seketika membuat nya penasaran.
Namun sebelum mengatakan apa yang ingin di katakan Rey menoleh pada putra kecil yang berada di pangkuan nya.
"Boy, bisakah ambilkan segelas air untuk Daddy?" Rey menatap putra kecilnya.
Mereka yang berada di sana melihat itu mengangguk mengerti apa yang Rey lakukan.
"Boleh Daddy. Tunggu sebentar Dante akan ambilkan," semangat Dante lalu turun dari pangkuan Rey dan pergi.
Melihat Dante sudah menjauh, Rey mulai mengatakan. Dia tidak ingin obrolan orang dewasa di dengar anak kecil apalagi putra nya sendiri. Dante tidak mengetahui apapun mengenai hubungan nya dan Clara jadi tidak bagus kalau Dante tau.
"Apa yang ingin kau katakan Rey? sekarang Dante sudah pergi," Sesya tidak sabar, perkataan Rey seperti nya sangat serius, dan dia yakin semua ini pasti ada sangkut paut dengan Clara. Jika tidak, tidak mungkin harus membuat Dante pergi terlebih dahulu.
"Uncle, Aunty, Pa, Ma, Kak. Hari ini Rey ingin minta restu dari kalian, Rey ingin kembali pada Clara. Jujur selama 7 tahun ini Rey tidak bisa melupakan Clara, Rey mencintainya," ungkap Rey mengenai perasaan yang di rasakan.
"Kami semua sudah tau itu Nak. Kau masih mencintai Clara. Tapi yang menjadi masalah nya sekarang adalah apakah Clara sama memiliki perasaan dengan mu?" ucap Bery tida bermaksud membuat putra nya sedih tapi cinta tidak bisa di paksa dan dia tidak mau Rey memaksa Clara membalas cinta nya.
Bery tak tau harus berkata apa, dia menoleh pada Sesya sahabat nya.
"Rey, Aunty menghargai perasaan mu. Aunty dan Uncle sebagai orang tua Clara kita akan merestui kalian. Kita percaya kau bisa membahagiakan Clara, tapi bagaimana juga keputusan akhir ada pada Clara, kejarlah Clara jika kau benar mencintai," putus Sesya mendukung Rey.
"Jangan kau buat Clara menjatuhkan air mata Rey. Clara putri satu-satu yang kami miliki, bahagiakan dia, pentingkan Clara dari apapun yang kau anggap penting di dunia," nasehat Asher, tidak ada alasan untuk nyaman tidak menerima Rey.
Rey pria yang baik dan bertanggung-jawab mereka mengetahui kepribadian Rey seperti apa, jadi tidak ada keraguan untuk Clara bersama Rey.
"Iya Uncle saya janji. Terimakasih sudah memberi restu. Mulai sekarang saya akan mengejar Clara," Rey terlihat bahagia tidak menyangka akan mendapat lampu hijau.
Satu jam......
__ADS_1
Obrolan kecil penuh kebahagiaan masih berlangsung, hingga seorang wanita pulang.
"Mommy," panggil Dante turun dari pangkuan Rey berlari memeluk Clara.
"Kenapa pulangnya lama? biasanya jam 8, apa kerjaan Mommy sangat banyak? sudah biarkan Daddy yang mengerjakan, sekarang Daddy sudah kembali, Mommy bisa istirahat," ucap Dante lalu melepaskan pelukan dan menarik Clara duduk di dekat Rey.
Clara tak bisa menolak, sejam kecil dia merawat dan mendidik Dante dengan penuh kasih sayang. Clara tak pernah meninggikan suara pada Dante meski kesalahan besar apapun yang di lakukan.
Dia begitu menyayangi Dante, Dante adalah hidup nya.
"Mommy hari ini Dante mau tidur bersama Mommy dan Daddy, boleh kan?" pinta Dante di pangkuan Clara.
"Kenapa mendadak?" kaget Clara secepatnya mengubah ekspresi nya itu. Dia bingung dengan permintaan Dante.
"Dante ingin seperti teman-teman yang lain. Mereka selalu bercerita tidur di tengah mommy dan daddy. Dan sekarang Dante juga mau rasakan itu biar bisa ceritakan pada teman-teman," ungkap Dante polos.
Clara yang mendengar itu merasa sedih, dia tau seperti apa perasaan Dante saat teman-teman nya memamerkan kedekatan dengan kedua orang tua. Karena dia di besarkan tanpa sosok orang tua.
"Boy jangan sedih, hari ini Daddy dan Mommy akan tidur bersamamu," ucap Rey dan Clara yang masih diam mendengar jawaban sepihak Rey tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan nya kaget.
"Yeah... terimakasih Daddy, terimakasih Mommy, Dante sayang kalian," bahagia Dante memeluk erat Clara.
Keceriaan di wajah Dante membuat Clara tidak tega mengatakan yang sebenarnya. Hingga mau tidak mau dia menerima.
"Sayang, Mommy ke kamar dulu mau bersih-bersih. Nanti kalau sudah ngantuk naik saja ke atas, oke," ucap Clara, dia engan berbicara dengan Rey, semua yang mereka lakukan untuk Dante.
Pertemuan di resto saat itu, Clara masih beranggapan Rey sudah memiliki seseorang di sisiNya. Dan dia tidak mau merusak hubungan siapapun itu.
"Mom, Dad, Aunty, Uncle, saya ke kamar dulu. Senang bisa berjumpa kalian lagi," sopan Clara tersenyum, tanpa menyapa Emely, Ronal dan Rey.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...