Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 20: Tinggal bersama


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Menikah lah dengan ku, maka kau bisa bersamaku," ucap Rey enteng. Dia mengatakan serius, meski belum ada Clara untuk nya tidak masalah, dia sudah mencintai.


Rey tidak keberatan jika pernikahan mereka, Clara belum siap berhubungan.


"Tidak. Aku baru kehilangan suamiku, bagaimana mau menikah lagi, dan itu dengan pria yang tidak ku cintai, aku tidak bisa, Rey," tolak Clara, ajakan Rey sungguh gila.


"Jika kau menolak, orang-orang di luar sana akan muda menemukan mu, kau pasti tau tentang ini, bukan?" tanya Rey.


"Iya, aku tau itu Rey," jawab Clara membenarkan, karena Gibran pernah mengatakan ini padanya.


"Sekarang keputusan ada di tangan mu, jika kau tidak ingin pernikahan kita di ketahui orang-orang tidak apa-apa, kita bisa rahasiakan bersama. Karena yang aku perlukan buku nikah untuk menunjukkan pada atasan ku agar kau bisa tinggal bersama ku," ucap Rey tidak bermaksud memaksa Clara.


Clara diam memikirkan semua yang di katakan nya ada benarnya. Jika dia berada di lingkungan luar tidak aman. Sedangkan di lingkungan asrama TNI dia aman, tidak sembarang orang bisa masuk di sana, jadi tidak ada yang perlu takut kan.


"Ini hanya sebuah status, tidak masalah. Gibran, ijinkan aku menikah lagi. Kau jangan khawatir, aku masih mencintaimu," batin Clara.


"Baiklah aku setuju," putus Clara tidak masalah jika status nya harus berubah secepat ini.


Entahlah apa yang akan di kata orang nanti kalau tau dia menikah lagi, padahal suaminya belum lama pergi. Bodoh, Clara tidak peduli, sekarang yang penting bisa mengembangkan perusahaan suaminya sesuai amanah nya. Jika dia masih status canda, pria gila di luar sana akan mengejar nya, tapi kalau sudah berubah menjadi istri semua pria gila akan mundur, karena Rey yang berstatus TNI.


"Bersiaplah, kita akan ke kantor sipil sekarang, setelah itu aku akan mengajak mu ke suatu tempat, karena besok kita sudah harus kembali. Tugas ku tidak bisa di tinggal lama," ucap Rey dan Clara kaget mendengar itu.


"Kau serius? bagaimana dengan semua berkas? aku belum mengurus surat kematian gibran da-"


"Semua muda, sekarang bersiaplah, aku akan bersiap di kamar ku," potong Rey cepat menyakinkan Clara.


"Hmmm, bangunlah aku akan bersiap sekarang," ucap Clara.


Rey segera bangun, memakai kembali pakaian nya dan pergi. Kepergian Rey, Clara bangun menuju kamar mandi membersihkan diri.


Selama berendam di bathtub, pikiran Clara tak bisa tenang. Hari ini dia akan menikah dengan pria yang sama sekali tak di cinta. Entahlah Clara bingung, apa pernikahan ini baik untuk mereka lakukan atau pilihannya salah.


Clara menghela nafas panjang, dia takut semua keputusan nya membuat dia berada di dalam masalah.


"Gibran, semoga keputusan yang ku ambil ini tidak pernah ku sesali. Doakan aku selalu," ucap Clara.

__ADS_1


30 menit...


"Kau sudah siap?" tanya Rey melihat Clara menghampiri nya.


"Iya, tapi aku lapar sekarang," ucap Clara memengang perut nya.


"Maaf, aku melupakan itu, kemari lah aku akan memasak untuk mu sebelum kita pergi," ajak Rey menggandeng tangan Clara menuju dapur.


"Kau bisa memasak Rey?" tanya Clara tak percaya.


"Ya, aku seorang prajurit TNI, kami terbiasa makan masakan sendiri," jawab Rey dan mempersilakan Clara duduk di kursi.


"Tidak Rey, aku mau membantu mu memasak," tolak Clara tidak mau duduk nonton, Rey memasak.


Dia menarik tangan Rey segera mulai memasak, Clara memakaikan Rey celemek begitu pun sebaliknya dengan Rey melakukan hal sama pada Clara.


"Kau mau makan apa?" Rey menoleh Clara di sampingnya.


"Terserah mu saja, aku pemakan semua makanan," jawab Clara tidak pilih-pilih makanan.


"Baiklah kita masak Lancashire Hot Pot, kau suka?" tanya Rey menarik Clara mendekat padanya.


"Tentu, kalau tidak untuk apa aku menawarkan padamu," Rey menggeleng kepala melihat ekspresi lucu Clara.


"Hehehe... ajarkan aku cara memasak nya, aku ingin tau bisa masak, jadi saat aku ingin makan aku bisa langsung masak," ucap Clara antusias.


Rey mendengar itu memeluk Clara, dia tidak kenapa di dekat Clara rasanya begitu bahagia. Setelah mengenal Clara dalam, dia menyukai sifat Clara.


"Ada apa Rey?" bingung Clara mendadak di peluk.


"Tidak, aku hanya ingin memeluk calon istriku," jawab Rey kedua tangan nya melingkar di perut Clara.


"Semoga tadi pagi ada hasil di perut nya," batin Rey doa penuh harap.


"Jangan seperti ini Rey," ucap Clara khawatir Rey tidak tahan dan itu akan menyiksa dirinya sendiri.


"Kau sangat harum, aku suka aroma tubuhmu," seru Rey menghirup tengkuk leher Clara.


Clara tidak menghentikan Rey, dia membiarkan Rey melakukan yang di suka asal tidak melakukan lebih.

__ADS_1


Rey tersenyum. Clara terbaik dia menyukai itu.


"Apa yang kau lakukan Rey, ini tidak benar... " ucap Clara, Rey mere*** gunung kembar nya.


"Aku tidak melakukan hal aneh, jadi ini sah-sah saja, honey," ucap Rey santai, dia menyukai suara Clara begitu merdu di telinga nya.


"Rey.... ku mohon... hentikan... "


"Nikmati honey, aku akan menjaga batasan ku," Rey menyukai semua yang di lakukan, dia sadar Clara tidak tahan, tapi itu bagus. Dari hubungan ranjang yang sering pasti akan timbul cinta, itu pasti.


"Kau bisa lakukan nanti Rey, aku lapar," Clara mencoba menahan gejolak nya, jika di biarkan dia akan kalah. Dan mereka kembali melakukan.


"Baiklah," ucap Rey setuju, karena menikmati kegiatan nya dia melupakan Clara yang lapar.


Rey mulai memasak dan Clara sesekali membantu. Kebanyakan Rey yang bekerja, dia tidak mau tangan Clara terluka memengang pisau.


Clara yang di perlakukan seperti anak kecil, tersenyum. Rey sama dengan Gibran, lebay.


"Rey, kalau seperti ini aku tidak akan bisa masak," protes Clara, sejak tadi dia diam. Rey melakukan sendiri.


"Tidak perlu tau memasak kalau kau ingin makan tinggal katakan padaku, aku akan memasak untuk mu," ucap Rey.


"Ta-"


"Duduk lah, makanan sudah hampir jadi," potong Rey cepat.


"Celemek ku," tunjuk Clara.


Rey mengerti akan hal itu segera mematikan kompor gas dan mendekat membuka celemek Clara.


"Terimakasih," senyum Clara, lalu pergi meninggalkan Rey setelah terlepas.


"Dasar manja, tapi aku suka," gumam Rey bahagia memandang Clara berjalan menuju meja makan.


Rey kembali melanjutkan masak nya. Makanan sudah jadi tinggal di letakkan di piring dan di sajikan di meja makan.


Keterampilan Rey dalam memasak sudah seperti chef. Clara melihat Rey tampak serius, tersenyum. Dia merasa kehidupan sangat unik. Dulu Rey pria yang sangat membenci nya, tapi sekarang menjadi pria yang mencintainya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2