Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 35: Satu kamar berakhir bahagia


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Di dalam kamar suasana terasa canggung, Clara tidak tau harus menyikapi semua bagaimana.


Tidur bersebelahan dengan Rey membuat nya merasa aneh, Rey terus memandangi nya. Dante sudah tertidur 10 meniti yang lalu.


Clara berusaha bersikap tenang tapi tidak juga bisa hingga dia beranjak dari kasur, namun tangan nya di tahan.


"Mau kemana?" Rey bersuara menahan Clara saat ingin pergi.


"Bukan urusan mu, lepaskan tangan saya sekarang," cuek Clara tetap ingin bangun.


"Rey apa yang kau lakukan? jangan melakukan hal di luar batas. Saya mengijinkan mu tidur di sini karena Dante kalau tidak, tidak akan pernah. Jadi cepat bangun," marah Clara tapi nada suara nya tidak di besarkan. Dia tidak mau membangunkan Dante.


Tindakan Rey yang dadakan begitu cepat berpindah tempat dan menindih nya membuat dia tak bisa melakukan apapun.


"Aku tau itu Clara. Maafkan aku, beri aku satu kesempatan lagi aku janji ini yang terakhir, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama," mohon Rey menatap dalam wajah Clara.


"Maaf, aku tidak bisa. Kau sudah mengecewakan ku berulang kali dan aku tidak bisa memberikan mu kesempatan lagi," tolak Clara tidak bisa menerima Rey kembali.


"Aku mohon Clara, aku masih mencintai mu. Tujuh tahun kita berpisah cinta ku masih milik mu. Aku tidak bisa melupakan mu sehari pun," ungkap Rey jujur tangan nya terangkat mengusap wajah mulus Clara dengan lembut.


Usapan Rey, usapan yang sangat di rindukan. Jujur sampai detik ini dia juga belum melupakan Rey. Entah kenapa dan bagaimana dia jatuh cinta pada Rey. Tapi kejadian saat itu yang di lihat di Resto membuat nya terlanjur sakit hati.


"Kedua saling pandang, tatapan mereka sama-sama dalam. Rey memberanikan diri mendekati wajah Clara, semakin dekat dan semakin hingga hidung mereka bersentuhan.


"Aku tau kau juga masih memiliki perasaan yang sama dengan ku, aku akan membuat tidak menolak ku," batin Rey tersenyum penuh kemenangan tida ada penolakan dari Clara sejauh ini.


Entah apa yang di pikirkan Clara saat ini, dia hanya tidak bisa membohongi perasaan nya sendiri. Sudah lama dia tidak sedekat ini dengan pria. Bahkan tujuh tahun ini dia puasa full. Itu rasanya aneh karena dia terbiasa berhubungan mendadak tidak melakukan lagi.


Tatapan kedua semakin lama, dan hanya ada keheningan tercipta di kamar ini. Clara yang terhipnotis diam menatap kedua bola mata coklat milik Rey.


Rey yang sama diam terpesona dengan mata hazel Clara, perlahan menempelkan bibir pada bibir Clara.

__ADS_1


Hmmph....


Clara tak menolak ciuman Rey. Pikirannya saat ini hanyalah menikmati yang sudah lama tidak di rasakan.


Clara membalas ciuman Rey, dan hal tersebut sangat membahagiakan untuk nya.


Bibir kedua menari bersama, lidah Rey menyapu bersih isi rongga Clara dengan lembut. Tangan nya menurun masuk di balik baju dan Clara menikmati semua itu.


Pengait B** berhasil di buka Rey. Pertama dia mengelus gunung kembar tersebut, dan bibir nya turun mengh**** leher jenjang Clara.


"Ahk... Rey... jangan seperti ini... " desaah Clara. Satu tangan Rey berhasil masuk bermain di lembah bawah dan Clara tidak tahan lagi, Rey tau kelemahan nya di mana.


"Kau menikmati honey?" tanya Rey puas melihat ketidakberdayaan Clara.


"Hanya wanita munafik yang berkata tidak Rey. Lakukan sekarang aku tidak tahan," jawab Clara wajah nya terlihat gemas kalau sedang memohon.


"Aku juga tidak tahan, tapi kita harus pindah kamar atau putra kita melihat percintaan kita," ucap Rey tidak mau menodai mata suci putra nya.


"Kita pindah di kamar Dante saja," ajak Clara dan Rey tersenyum melihat Clara yang tidak sabaran. Dia segera menggendong Clara ala brydel.


Setiba di kamar Dante, Rey mengunci pintu lalu membawa Clara di kasur.


"Apa perlu ku bukakan pakaian mu?" tanya Rey menatap lapar Clara.


"Hmmm, silakan," jawab Clara membiarkan semua Rey yang melakukan.


"Baiklah dengan senang," seru Rey tidak keberatan malah senang.


"Rey, apa tidak masalah kau melakukan ini bersama ku? bagaimana kalau wanita mu mengetahui semua ini? aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain lagi," takut Clara. Dia sudah bertobat dari kerjaan di masa lalunya. Sekarang yang di inginkan kebahagiaan, dia tidak mau putra nya kena imbas dari perbuatan nya.


"Wanita mana yang kau maksud? aku tidak tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun selama tujuh tahun," bingung Rey berkata jujur.


"Kau berbohong Rey. Aku melihat mu tujuh tahun yang lalu di resto bersama wanita dan kalian begitu dekat. Kau bahkan mengusap rambut wanita itu, coba katakan kalau dia bukan wanita mu?" ingat Clara cemburu saat melihat itu dadanya sesak.


"Jadi cerita nya kau cemburu?"

__ADS_1


Dari nada bicara Clara, Rey dapat menanggapi kalau mantan istri yang sebentar lagi menjadi istrinya sedang cemburu.


"Ak- ak-"


Cup.


Rey mendaratkan satu ciuman singkat di bibir Clara hingga tak meneruskan perkataan nya.


"Aku senang kau cemburu honey, itu berarti kau masih mencintai ku. Dan wanita yang kau lihat itu, dia bukan wanita ku. Dia sepupu ku, anak dari adik Mama," jelas Rey tidak mau Clara salah paham.


"Sepupu?" kaget Clara dia merasa malu sudah asal cemburu apalagi itu sama sepupu sendiri.


"Iya Honey. Dia sepupu ku adik ipar mu," ucap Rey mengelus bibir indah Clara.


"Aku harap setelah ini apapun yang terjadi kedepannya baik itu terjadi karena masa lalu kita harus sama-sama terbuka. Jangan ada yang di tutupi. Aku tidak mau ada rahasia di antara kita, aku mencintaimu," lanjut nya lagi, mencium bibir Clara.


Clara pun membalas ciuman Rey dengan lembut. Hari ini kesalahpahaman di antara mereka telah berakhir, tidak ada yang perlu Clara pikirkan lagi. Hatinya juga masih milik Rey.


"Aku juga mencintai mu," balas Clara saat ciuman kedua terlepas.


Mendengar kata cinta terucap dari mulut Clara, hati Rey berbunga-bunga. Sudah sejak lama dia ingin mendengarkan hal ini


"Kita buat adik untuk Dante sekarang, aku ingin kali ini kembar," bisik Rey menggoda Clara.


"Tapi aku tidak memiliki gen kembar Rey, bagaimana bisa?"


"Besok kita akan konsul pada dokter, sekarang goda aku honey, kau sudah menjadi milik ku," jawab Rey santai.


"Ya aku milik mu, aku hanya akan menghibur mu di atas ranjang, karena wanita penghibur ini sudah menjadi milik mu," ucap Clara membelai wajah tampan Rey


"Ah... kau sangat sek** honey. Bersiap lah untuk hamil setiap tahun."


...Tamat...


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2