
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Emely duduk menemani putra nya mengerjakannya tugas. Hubungan Ronal dan Emely sudah membaik. Setelah kejadian itu, dia mulai mencerna perkataan Clara.
Dan dia sedikit merasa bersalah, setelah mendengar penjelasan Ronal. Clara memang wanita penghibur, tapi dia tidak seburuk yang di pikirkan.
Clara melakukan itu, karena masa lalunya yang buruk. Tapi Rey tidak peduli akan hal itu, sekali murahan, akan tetap murahan. Berbeda dengan Emely, dia bisa mengerti yang di rasakan Clara, karena dia juga wanita.
"Ronal, apa kita bisa bertemu Clara? aku ingin minta maaf padanya," ucap Emely menoleh suaminya.
"Bersabarlah, aku sedang berusaha mencarinya, sepertinya seseorang yang membawa Clara memiliki kekuasaan yang besar hingga aku tidak bisa menemukannya," sahut Ronal, mengatakan semua dari awal pencarian hingga sekarang tidak menemukan apapun. Tapi jika Rey yang mencari dia yakin pasti ketemu.
"Huftt... kenapa orang itu menyembunyikan Clara?" tanya Emely penasaran, sebab dia belum tau semua tentang Clara.
"Seorang pria yang bersamanya tidak mau Clara di rebut oleh pria lain. Saat ini bukan hanya kita yang sedang mencari Clara, tapi banyak," jelas Ronal. Dia pun mulai menceritakan semua kenapa bisa banyak orang mencari Clara.
"Tapi kenapa aku tidak melihat itu saat kita bertemu?" tanya Emely setelah mendengar cerita Ronal.
"Itu karena dia menggunakan softlens," jawab Ronal. Dia masih mengingat semua kenangan nya bersama Clara.
Percintaan mereka begitu panas, hingga dia tidak membiarkan wanita itu istirahat. Dan Clara yang penurut saat itu tidak menolak.
Satu hal yang dia ketahui tentang Clara. Wanita itu tidak bisa membalas kejahatan dengan fisik. Tubuh nya begitu lembut.
"Pantas. Ternyata dia sangat cantik hingga kau pernah berpaling dari ku," ucap Emely mengerti sekarang.
"Maafkan aku sayang. Aku memang melakukan dengan nya, tapi aku tidak pernah berniat meninggalkan mu. Aku mencintaimu," ungkap Ronal jujur. Di hati nya, dia juga mencintai Clara. Clara memiliki pesona sendiri yang membuat siapa pun yang menatap mata hazel nya akan tenggelam di dalamnya.
"Iya aku tahu itu. Clara sudah mengatakan itu. Tapi, sekarang aku penasaran, bagaimana Clara bisa memiliki mata hazel? bukannya itu langkah? dan itu hanya di miliki keluarga Zophy?" terang Emely berpikir, entah kenapa dia jadi penasaran dengan asal usul Clara.
Dari cerita Ronal tadi, Clara tinggal sebatang kara, dia di temukan seorang nenek di tempat sampah. Dan nama Clara juga pemberian orang tua kandung nya.
__ADS_1
Semua itu membuat Emely bertanya-tanya. Dia jadi yakin dugaan nya tidak salah kali ini.
"Kenapa kau bisa berpikir sejauh itu? aku saja tidak berpikir sampai di sana," ucap Ronal. Dia akui kepintaran sang istri dalam memutar otak begitu hebat.
"Kau lupa aku ini siapa? aku lulusan terbaik di kampus kita," sombong Emely membanggakan diri.
"Ya, aku ingat sekarang. Lalu apa yang akan lakukan sekarang? tidak mungkin kau langsung ingin mengatakan pada uncle Asher?" ucap Ronal menatap sang istri yang membalas tatapannya dengan senyuman.
"Seperti itu. Kau percayakan padaku, jika uncle Asher tau masalah ini, Rey tidak akan bisa menolak saat uncle minta tolong selidiki," yakin Emely.
"Hmmm, kau benar. Tapi kita tidak bisa memberitahu mereka sekarang. Tunggu mereka balik, aku akan menghubungi mommy menanyai kapan mereka pulang," ucap Ronal. Berbicara lewat sambungan telepon sepertinya sangat tidak etis. Dia akan menunggu kedua orang tuanya dan keluarga Zophy pulang liburan.
"Terserah mu saja."
...----------------...
Hari demi hari terus berganti, semua yang telah di lewati manis pahit telah menjadi kenangan. Sekarang hanya ada masa depan yang selalu mereka nantikan.
Kehidupan Clara begitu bahagia bersama Gibran. Satu bulan yang lalu mereka resmi menjadi pasangan suami istri, dan sekarang Clara sedang mengandung anak pertama mereka.
Clara sudah bisa mencintai Gibran. Dan mereka benar-benar menjadi pasangan bahagia.
"Sayang, jangan makan yang pedas ini tidak baik untuk baby, makan yang lain saja, oke," tegur Gibran lembut. Mengelus perut Clara yang masih rata.
"Tapi ini mau baby kita sayang, biarkan aku cicipi sedikit," mohon Clara masih ingin menyantap mangga muda dengan sambal nya.
"Duduk sini," Ajak Gibran menepuk paha nya agar Clara duduk di pangkuan nya.
Clara pun menurut dan duduk, dia menyandarkan kepala nya di dada bidang Gibran, rasanya sangat nyaman.
"Baby kita masih kecil, dia belum bisa merasakan apa yang kau makan sekarang, kalau kau mau sesuatu yang enak. Kita bisa melakukan beberapa ronde, itu lebih enak dari makanan yang kau makan," ucap Gibran tersenyum menggoda Clara.
"Tidak, aku masih sangat lelah suamiku sayang, kita lakukan malam saja. Kau bisa puaskan aku nanti," sahut Clara manja, tangannya mulai nakal meraba tubuh kekar Gibran.
__ADS_1
"Sayang, katanya lelah, kenapa malah menggoda ku?" senyum Gibran memandang istri cantik nya.
"Aku boleh melakukan, tapi kau tidak, sayang," sahut Clara. Dia bahkan mencium dada bidang Gibran.
"Kau menyukai?" tanya Gibran pasrah dengan apa yang di inginkan Clara.
"Hmmm, kau sangat harum. Aku menyukai ini," jawab Clara jujur.
Gibran tersenyum, mengecup kening Clara. Dia bahagia bisa menjadikan Clara istri nya, sekarang kebahagiaan nya bertambah dengan kehadiran buah hati mereka di dalam perut wanita tercintanya.
Semua terasa mimpi, wanita yang dulu melayani banyak pria, kini menjadi milik nya dan hanya melayani dia seorang.
Kehadiran Clara adalah anugerah baginya, meski sekarang pernikahan mereka tidak di restui keluarga nya. Gibran tidak peduli.
"Sayang, Ed mengajak ku ketemuan, apa boleh aku pergi?" tanya Clara minta izin.
"Boleh, tapi aku akan ikut. Aku khawatir dia masih mengincar mu sayang," jawab Gibran, meski dia tidak suka pada Edwin yang terus memberi ancaman padanya merebut Clara. Dia tetap tidak bisa menolak keinginan sang istri.
"Iya, itu harus. Aku tidak mau pergi sendiri. Aku takut dia nekat seperti kemarin," ucap Clara mengingat satu minggu kemarin setelah mengumumkan kabar pernikahan dan kehamilan nya. Edwin kembali berusaha membawa nya pergi.
"Lalu kenapa kau masih ingin menemuinya, kalau kau takut?" bingung Gibran dengan jalan pikir Clara seperti apa.
"Hehehe... Aku cuman mau tegaskan pada dia. Stop mengejar ku. Karena aku sudah bahagia bersama suami yang ku cintai dan anak di dalam kandungan ku," ucap Clara tersenyum manis dan Gibran mendengar itu bahagia.
"Sosweet nya istri cantik ku ini. Makin cinta deh suamimu ini padamu," sahut Gibran gemas tingkah Clara semenjak hamil sangat lucu.
"Geli, sayang... hentikan... " pinta Clara tak tahan, Gibran menggelitik perutnya.
"Aku akan berhenti, kalau kau mencium ku," modus Gibran.
"Dengan senang hati sayang, mendekat lah," ucap Clara.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...