Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 19: Salah paham


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Kedua terjebak, hingga tertidur posisi sangat intim. Tangan Rey melingkar di perut Clara. Clara begitu merasa nyaman tidak sadar jika yang memeluk nya bukan suaminya melainkan pria lain. Tangannya menyentuh dada bidang Rey, seperti biasa yang di lakukan bersama Gibran.


Rey terbangun, karena gerakan Clara. Clara masih beranggapan orang yang memeluk nya Gibran. Rey tidak janji tidak menyerang Clara kalau seperti ini terus.


"Kau benar-benar membangun di bawah yang sudah tidur Clara. Aku bisa tahan tadi, tapi sekarang rasanya tidak, aku tidak kuat," batin Rey tubuh nya menegang, pusaka nya sudah siap masuk.


"Milik mu bergerak di bawa, lakukan lah jangan di tahan, aku tidak mau menyiksa mu," ucap Clara belum sadar jika sekarang bukan Gibran bersama nya, tapi Rey.


Rey mendengar itu kaget, apa yang di dengar barusan Clara mengizinkan nya. Apa Clara tidak salah berucap? sudah lah, Rey tidak mau berpikir lagi. Sekarang dia sudah cukup tersiksa, tangan Clara tidak henti menggoda nya.


Rey membalikkan tubuh nya menindih Clara, wanita tersebut masih memejamkan mata. Entahlah apa yang di lakukan Clara, Rey langsung membungkam bibir nya.


Hmmpt.....


Lumutan lembut Rey merasa nikmat. Bibir Clara manis, dia memperdalam ciuman. Clara menikmati tanpa membalas. Matanya masih berat, otaknya belum sadar benar sekarang. Yang terpikir sekarang mendapatkan sentuhan suaminya. Dia sudah merindukan semua ini beberapa hari tak berhubungan membuat rindu.


"Ini sangat nikmat, kenapa aku baru tahu sekarang? tidak masalah, saat ini aku bisa melakukan dengan nya," batin Rey bibir nya meng***** bibir Clara. Dia melakukan sangat lembut untuk bibir yang manis.


Setelah puas cukup lama bibir nya turun ke bawa, Rey meny***** setiap ini tubuh Clara dengan lembut. Hal itu sama dengan Gibran lakukan.


Clara semakin menikmati, tubuh nya tak menolak atau merasa curiga. Dia menyukai semua sentuhan Gibran dan semua itu ternyata bisa Rey lakukan sama persis.


"Ahhhh..." desaah Clara nikmat.


Rey mendengar itu semakin semangat, dia segera melepaskan semua pakaian nya, kemudian pakaian Clara.


Kedua kini sudah sama-sama polos Rey menelan kasar saliva, tubuh mulus Clara begitu indah, gunung kembar padat berisi langsung Rey Hi***

__ADS_1


"Ahhh... "


Rey semakin gila mendengar suara desaahan Clara yang indah.


Tanpa berlama-lama, dia memasuki pusaka nya di lahan Clara. Ternyata sedikit susah, padahal Clara sudah sering melakukan kenapa dia susah memasukkan? apa karena milik nya jumbo? Rey tidak peduli, memaksa masuk.


Clara merasa sakit, tapi nikmat saat berhasil masuk. Sungguh nikmat melakukan penyatuan.


Rey tersenyum puas. Dia berhasil masuk. Dia berkali-kali menggoyang pinggul dengan cepat. Clara tidak henti mendesaah, kali ini rasanya beda, begitu nikmat. Dia belum pernah merasakan hal ini sebelum nya dari Gibran.


Rey mem***** lebih dalam dan membuang lahar nya ke dalam. Dia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Tubuh Clara begitu nikmat. Rasanya dia akan ketagihan dan terus melakukan.


Mereka berkali-kali mendapatkan pelepasan dan Rey membuang semua ke dalam. Entah ke berapa kali. Kini Clara merasa aneh, perlahan membuka mata.


Betapa terkejut pria yang memberi kenikmatan untuk nya adalah Rey bukan suaminya.


"Rey apa yang kau lakukan?" kaget Clara menatap tidak percaya. Sentuhan yang di nikmati sejak tadi sentuhan Rey.


"Bercinta dengan mu, dan ternyata sangat nikmat. Aku menyukai, seperti aku akan ketagihan," jawab Rey belum sadar.


"Maksud mu apa? apa yang salah? kita melakukan ini sama-sama mau, kau bahkan yang mengizinkan ku, jadi ku pikir kau sudah berubah pikiran," kata Rey jelas, awalnya dia ragu, tapi karena pusaka tak bisa di ajak bicara, langsung di terkam.


Mendengar penjelasan Rey, Clara menyesal, dia sadar sekarang semua terjadi, karena kesalahan nya yang mengira Rey adalah Gibran.


"Berapa kali kau membuang ke dalam, Rey?" tanya Clara, saat ini yang di pikir bukan kenikmatan tapi semburan yang di berikan Rey dalam Rahim nya.


Clara takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Sekarang siklus masa suburnya. Dan dia tidak menggenakan KB setelah menikah, jadi hal apapun bisa terjadi.


"Aku tidak menghitung nya. Kau jangan takut aku akan bertanggung jawab. Aku mencintaimu, terimakasih sudah memberi ku izin," ungkap Rey mengutarakan perasaannya pada Clara.


Lagi dan lagi, Clara kaget dengan ungkapan cinta Rey. Bagaimana dua pria kakak adik mencintai nya.

__ADS_1


"Kau salah paham, Rey. Maaf aku tidak bisa menerima perasaan mu," ucap Clara belum kepikiran menjalin hubungan dengan siapapun. Hatinya masih untuk Gibran.


"Salah paham?" Rey mengucap ulang perkataan Clara, dia tidak mengerti.


"Iya, kau salah paham, maafkan aku, Rey. Aku mengira kau adalah suamiku. Jadi ku izinkan. Tapi ternyata aku salah, suamiku sudah tiada. Sentuhan mu sama persis dengan nya, jadi aku tidak menghentikan nya. Semakin lama kau melakukan aku baru sadar ada yang aneh yang tidak pernah ku dapatkan dari nya," jelas Clara tidak ingin Rey salah paham.


"Jadi... kau.... "


"Maaf, aku tidak bisa menerima mu. Aku belum siap menjalin hubungan dengan siapapun, hatiku masih untuk suamiku. Meski dia telah tiada, aku akan tetap mencintai," ucap Clara jelas. Dan Rey diam tak tau harus berbicara apa.


"Rey," panggil Clara. Dia merasa bersalah pada Rey.


"Apa kau tak bisa memberi ku kesempatan untuk mengisi posisi nya?" tanya Rey serius.


Tubuh nya masih menindih Clara, tatapan dalam membuat Clara kikuk.


"Bukan seperti ini Rey. Aku tidak mau kau lelah menunggu ku. Kau juga harus tau, kakak mu juga menyukai ku. Aku tidak mau hal yang terjadi pada suamiku kembali terulang padamu," terang Clara. Dan Rey mendengar itu mengerti. Semua terlihat jelas di mata Ronal saat melihat Clara begitu berbeda.


"Itu tidak akan terjadi. Aku janji itu. Apakah kau mah memberi ku posisi di sini," Rey menyentuh dada Clara.


"Aku tidak menjawab itu Rey. Biarkan semua berjalan seperti air. Jika kita berjodoh kita akan bersama. Aku tidak mau terburu-buru untuk sekarang, ku mohon mengerti lah," ucap Clara tidak bisa memutuskan apapun.


"Baiklah aku setuju. Tapi jangan sekali kau menghindar dariku. Dan ijinkan aku mencium bibir mu hanya itu yang ku minta tidak lebih," kata Rey.


Clara diam mendengar permintaan Rey. Dia bingung harus menjawab apa.


"Huftt... Baiklah hanya ciuman," putus Clara dan Rey mendengar itu tersenyum.


"Terimakasih, besok kita akan kembali. Kau ikutlah dengan ku tinggal di tempat ku, di sana lebih aman. Aku tidak bisa membiarkan mu sendiri," ucap Rey takut, Clara masih jadi incaran pria gila di luar sana.


"Tapi Rey, itu asrama TNI. Bagaimana aku bisakah tinggal bersama mu? kita bukan pasangan suami istri," sahut Clara tidak tidak mengerti ajakan seperti yang Rey berikan.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2