
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Clara diam bergeming di tempat nya, dia tidak percaya tentang kenyataan ini. Dia menatap benci pada kedua orang di depan nya.
Clara tidak pernah berharap untuk bertemu dengan orang jahat seperti kedua orang tuanya.
Kebenciannya sudah sangat besar pada mereka. Karena mereka lah hidup nya berantakan. Dia tidak bisa memaafkan.
"Clara, ini Mommy sayang. Maafkan kami sudah terpaksa membuang mu, tapi saat itu setelah beberapa bulan kami kembali datang, di sana kami tidak menemukan mu, semua orang sudah di kerahkan tapi tidak bisa menemukan mu," jelas Sesya pada putri nya. Mereka menyesal melakukan itu, tapi saat itu mereka tidak punya pilihan lain ada sesuatu yang tak bisa mereka jelaskan kenapa.
"Rey, aku kecewa padamu. kenapa tidak kau beritahu padaku sebelum nya kalau ingin mempertemukan ku dengan mereka? kau tau, aku sangat membenci orang yang melahirkan ku, aku sangat membenci orang tua ku, Rey! aku sangat dan sangat membenci mereka! karena mereka hidup ku hancur, karena mereka harus menjadi wanita penghibur, karena mereka aku tak pernah bahagia. Sedangkan mereka bahagia dengan bergelimang harta, tanpa memikirkan aku yang mereka buang," marah Clara membenci pertemuan ini. Sudah tidak ada Clara lembut, yang ada Clara Iblis.
Rasa benci nya sudah sampai di akar, dia tidak bisa terima mereka.
"Clara, tenanglah. Aku minta maaf, aku ha-"
"Apapun alasanmu aku tidak peduli! sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan mereka, kau tidak tau jadi aku seperti apa, jadi stop mengatakan apapun untuk membujuk ku, atau aku akan pergi dalam hidup mu," ancam Clara serius, tidak becanda. Kebencian sudah membuatnya menjawab wanita gila.
"Tidak, Clara. Jangan lakukan itu, aku tidak akan memaksa mu, tenang kan diri," takut Rey, Clara benar pergi. Sepertinya rasa benci Clara begitu besar pada kedua orang tua nya.
Ronal melihat Rey, bertanya-tanya. Sikap nya tidak seperti biasa mendadak lembek. Wajah Rey sangat takut tadi saat Clara mengancam pergi. Apa ini hanya perasaannya saja atau memang mereka ada apa-apa.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak bisa tenang kalau masih berada di sini. Melihat mereka rasanya aku ingin gila," ucap Clara tidak sudih berlama-lama berada di tempat yang sama dengan kedua orang tuanya.
"Clara, Daddy dan Mommy minta maaf. Kami mengaku salah, kami jahat begitu tega membuang mu, bahkan kami sadar kami tidak pantas di sebut orang tua," menyesal Asher sedih melihat besar nya kebencian di mata putri mereka.
"Ya, itu benar. Kalian tidak pantas di sebut orang tua, karena tidak ada orang tua seperti kalian yang tegas membuang anaknya sendiri. Bahkan saat itu kalian orang terpandang, bukan orang susah, jadi tak ada kekurangan dalam finansial. Tapi kenapa kalian tetap membuang anak bayi tak berdosa di tempat sampah? apa kalian menganggap nya benar sampah? apa orang kaya selalu bersikap seperti ini? sungguh menjijikkan!" marah Clara mengungkapkan semua yang di pendamkan selama ini.
Clara ingin tau apa alasan mereka membuang nya, hanya itu tidak lebih. Tapi sepertinya mereka tetap bungkam tak mengatakan apapun.
"Tidak, Nak. Tidak seperti itu. Kita punya alasan sendiri, percayalah, kami sangat menyayangi mu," ucap Sesya cepat menggeleng kepala. Pikiran Clara mengenai mereka salah.
"Menyayangi yang kalian maksud membuang ku, bukan? sangat indah kasih sayang kalian. Aku sempat berpikir... tidak tepatnya berdoa semoga tidak ada orang tua seperti kalian, jika ada, dunia ini buruk sudah menghadirkan orang-orang kejam seperti kalian," tegas Clara muak mendengar kata maaf dan sesal mereka. Jika semua itu benar kenapa tidak berusaha menemukan nya. Mereka memiliki banyak uang jadi muda di lakukan, jika uang sudah bertindak.
Di dunia sekarang, orang salah akan menjadi benar jika uang sudah bertindak. Dan orang benar akan salah jika tak memiliki kekuasaan.
"Nak, jangan bicara seperti itu, bagaimana juga mereka kedua orang tua, mu," ucap Bery. Perkataan Clara begitu menyakiti perasaan sahabat nya.
"Clara!" bentak Rey tidak suka Clara bersikap seperti itu pada orang tuanya. Bagaimana juga sekarang mereka adalah mertua Clara.
"Kau membentak ku, Rey?" tatap Clara tidak percaya dengan Rey. Pria yang sudah berjanji tidak akan berkata kasar padanya, ingkar.
"Ya, kau sudah keterlaluan Clara. Tidak seperti ini juga bicara pada orang tua. Bagaimana juga mereka lebih tua dari kita, patut di hormati," tegas Rey.
"Kau saya yang hormati mereka, aku tidak mau! mereka orang asing yang tak sengaja lewat, dan akan lenyap setelah aku meninggalkan tempat ini," balas Clara menolak keras menghormati orang yang memang tak pantas dia hormati.
__ADS_1
"Kau!" marah Rey, hampir saja menampar Clara.
"Kenapa berhenti? tampar aku, Rey! Tampar! kau pembohong, aku membenci mu, Rey. Di dunia ini hanya Gibran yang tulus, tidak ada orang lain. Aku menyesal mempercayai mu. Hiks... hiks... hiks... aku ingin menyusul suamiku, aku tidak mau hidup bersama pembohong dan penjahat seperti kalian! aku benci!" teriak Clara pergi, hatinya hancur berkeping-keping. Dunia nya benar-benar hancur sekarang.
"Clara, tunggu," panggil Rey mengejar Clara. Dia menyesal sudah lepas kendali.
Semua yang melihat itu tidak mengerti, mereka bingung sebenarnya ada hubungan apa Clara dengan Rey.
Emely yang sadar kebingungan mereka membuka suara, sepertinya mereka sudah harus tau. Karena pertemuan ini hubungan Rey dan Clara hancur.
"Rey dan Clara sudah menikah, sebelum datang kesini. Tapi hubungan mereka akan langsung berakhir sekarang," ucap Emely sedih. Rey belum melakukan apapun sudah hancur.
"Apa? bagaimana bisa?" kaget Sesya tidak percaya ungkapan Emely. Kenyataan seperti apa yang di dengar sekarang.
"Bisa Aunty,.... " Emely pun menceritakan semua usaha Rey membujuk Clara hingga menyetujui pernikahan mereka.
Sedangkan mereka yang mendengar penjelasan Emely, kaget. Jadi tanpa sengaja mereka sudah merusak hubungan Rey dan Clara yang baru berlayar, tenggelam.
"Mommy tidak tau itu, jika tau Mommy tidak akan bicara seperti itu," sedih Bery menyesal.
"Dad, kita sekali lagi menghancurkan putri kita," tangis Sesya di pelukan sang suami penuh sesal. Asher tak bisa berbicara apapun, dia sama dengan istrinya menyesal.
"Sudah, sekarang lebih baik kita susul mereka," ajak Darol, meski tidak ikut bicara dia sedih melihat hubungan putra bungsu nya hancur sebelum di mulai.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...