Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 24: Hamil


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Menjauh lah dari ku, aku tidak ingin melihat mu di sini. Aku membenci mu, aku tidak mau hidup bersama pria seperti mu, aku ingin kita pisah," putus Clara tidak mau pernikahan tanpa cinta terus berlanjut. Gibran tak pernah memperlakukan seperti Rey yang kasar.


Clara tidak mau sakit hati lebih dalam, jadi lebih baik akhiri sekarang. Dia merasa mereka tak berjodoh, sikap kasar Rey tidak dia sukai, itu sangat tidak nyaman.


"Tidak honey jangan katakan itu. Aku tidak mau, maafkan aku," ucap Rey menolak tidak mau mengakhiri semua ini.


"Tapi aku mau kita bercerai, Rey. Aku tidak bisa hidup dengan pria kasar seperti mu, aku tetap ingin kita pisah," putus Clara kekeh.


"Maaf honey, aku tidak tidak menyetujui. Kau istirahatlah keadaan mu belum pulih benar. Kau baru sadar dari koma pasti pikiran mu belum bisa berpikir jernih," ujar Rey tidak menurut, dia naik ke atas ranjang yang sengaja dia pilih ukuran besar untuk dua orang. Menarik Clara masuk dalam pelukan nya.


Semenjak Clara koma, setiap malam Rey tidur di rumah sakit dan pagi-pagi dia akan balik ke kantor.


"Lepaskan, aku tidak mau kau sentuh," berontak Clara. Hal tersebut bukan terlepas malah Rey makin erat memeluk Clara.


"Maaf, aku jahat padamu. Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki, aku janji tidak mengulangi lagi," mohon Rey, Clara tidak mau terus berontak.


"Tidak, akun ingin bercerai dari mu, Rey!"


"Tapi aku tidak mau bercerai darimu honey, aku mencintaimu."


"Bohong kau tidak mencintai ku. Kalau cinta kamu tidak mungkin membentak ku, bahkan ingin menampar ku," tidak percaya Clara, kejadian itu masih terekam jelas di benak nya.


"Maaf honey. Aku salah, aku janji tidak mengulangi lagi, percayalah padaku," mohon Rey menyakinkan Clara. Dia menyesal sudah bertindak bodoh saat itu.


Clara mendengar janji yang sama seperti dulu Rey ucapkan, bosan. Pria itu pernah mengatakan janji tidak berkata kasar, tapi apa? lihat sekarang semua janji itu hanya omong kosong. Rey tetap melakukan.

__ADS_1


Clara sangat muak, mendadak perut nya terasa mual. Dia tak jadi menyahuti Rey.


"Huek... huekk..." Clara melepaskan pelukan Rey yang erat dengan sekuat tenaga dan cepat berlari ke kamar mandi, keadaan nya belum kuat betul berjalan, dia tetap berusaha dan memuntahkan semua di dalam.


"Honey, kau baik-baik saja? katakan apa yang sakit aku akan memanggil dokter," cemas Rey melihat Clara muntah-muntah. Dia mengikuti Clara berlari masuk ke kamar mandi, dia khawatir keadaan Clara yang baru siuman.


"Rey," panggil Clara lemas, tubuh nya benar-benar tak memiliki tenaga lagi.


"Aku di sini honey. Katakan padaku," lembut Rey merangkul Clara.


"Peluk aku," ucap Clara. Rey kaget mendengar itu perubahan begitu mendadak pada istri nya, mengerut kening. Tapi dia tetap melakukan.


Clara merasa nyaman, lebih baik di peluk Rey. Entah kenapa dengan dirinya saat ini Clara sendiri tidak mengerti.


"Honey," Rey mengusap pucuk rambut Clara lembut.


"Hmmm," balas Clara berdeham.


"Gendong," ucap Clara manja. Rey tersenyum, dia bingung dengan sikap Clara yang aneh, tapi seperti ini lebih baik sangat menguntungkan untuk nya. Dia tidak akan menyiakan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan sang istri.


"Sepertinya aku harus mencari dokter setelah ini," batin Rey. Dia bukan tidak senang, tapi perasaannya sedikit cemas. Entahlah kenapa.


"Tunggu sini sebentar aku akan mencari dokter dulu," ucap Rey membaringkan Clara di kasur.


"Hmmm," sahut Clara berdeham. Tubuh nya lelah lebih memilih memejamkan mata saat ini.


Kepergian Rey tak lama, kini dia sudah kembali bersama dokter yang menangani Clara sejak pindah ke rumah ini, dan dokter kandungan.


Rey sudah menceritakan semua sikap aneh Clara sejak bangun dari koma. Dan dokter tersenyum tipis mendengar itu. Sepertinya dia tau kenapa hal itu terjadi.

__ADS_1


Dia sudah menduga hal itu beberapa hari yang lalu saat memeriksa Clara. Dia merasa ada yang aneh dan sekarang semua yang pikirkan telah terbukti.


Rey senang mendengar ada kemungkinan Clara sedang hamil sekarang. Berarti itu anaknya, karena Clara hanya melakukan bersama nya sebelum kecelakaan terjadi.


"Akhirnya aku bisa memiliki mu seutuhnya honey. Terimakasih, Nak sudah hadir tepat waktu di perut mommy mu. Daddy janji tidak akan membuat mu sedih. Daddy akan menyayangi Mommy," batin Rey bahagia, terus tersenyum.


Clara di periksa dan mendengar penjelasan dokter mengenai keadaan nya saat ini tidak percaya. Bagaimana dia hamil secepat ini, perasaan baru kemarin mereka berhubungan, kenapa sekarang sudah hamil. Emangnya berapa lama dia koma, hingga dokter mengatakan usia kandungan nya sudah memasuki 2 bulan.


Kepergian kedua dokter pun, Clara masih diam memikirkan perkataan dokter. Dia tidak tau apakah harus bahagia atau sedih. Kalau seperti ini dia tidak bisa bercerai dengan Rey. Mereka akan bersama.


Sungguh takdir kehidupan yang gila tidak bisa dia mengerti.


"Honey, di dalam sini ada anak kita. Aku bahagia mendengar ini, berarti sebentar lagi kita akan menjadi orang tua, terimakasih. Aku mencintaimu," ungkap Rey bahagia mengelus perut Clara. Kebahagiaan nya tak bisa di ukur, rasanya ingin dia teriak mengatakan pada seluruh dunia.


Clara tak menyahuti ungkapan Rey yang sangat bahagia. Dia diam membiarkan tangannya mengelus perut.


"Tidur lah, kau harus istirahat sekarang, dokter sudah mengatakan padamu tidak boleh banyak pikiran. Dan aku akan memperhatikan mu, menjauhkan semua yang menganggu pikiran mu," ujar Rey ikut berbaring di samping Clara dan memeluk nya.


"Aku tidak mau bertemu kedua orang tua mu dan kedua orang jahat itu selama nya. Jangan memaksa ku menghormati mereka, aku tidak suka pada Mommy mu, aku tidak peduli kau suka atau tidak perkataan ku ini aku sangat membenci mereka. Mommy mu sangat cerewet sok tau seperti apa kehidupan ku, aku tidak suka itu," jujur Clara mengatakan semua tanpa peduli Rey akan marah dengan ketidaksukaannya pada orang tuanya.


Rey mendengar itu tersenyum kecut, begitu tidak sukanya Clara pada mommy nya. Rey tidak menyalahkan Clara, semua ini terjadi karena nya. Rey akan menghargai apapun keputusan Clara.


"Tentu honey. Aku tidak akan memaksa mu. Sekarang keputusan mu aku akan menerima, kau istri ku jadi apapun itu aku ikut saja," ucap Rey mengecup pipi Clara.


"Hmmm, kapan aku bisa keluar dari sini? aku bosan, Rey," Clara menatap Rey yang juga menatap nya.


"Sabarlah honey, jika kau sudah sembuh betul pasti di perbolehkan pulang," sahut Rey membelai pipi Clara, wajah mereka begitu dekat sekarang.


"Apa yang ingin kau lakukan?" gugup Clara, wajah Rey semakin mendekat.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2