Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 14: Kembalikan dia, ku mohon


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Nona... " panggil Suster mengejar Clara.


Keluarga Burton dan Zophy, yang sejak tadi menunggu di luar depan ruang rawat kaget melihat Clara keluar.


Clara tidak memperdulikan mereka, dia tidak mengenal mereka, meski ada beberapa orang yang di kenal di sana, dia tidak peduli.


"Dok, di mana suami saya?" tanya Clara menghentikan dokter yang berjalan mendekati nya.


"Dok, katakan di mana suami saya? dia baik-baik saja, kan?" tanya ulang Clara melihat Dokter di depan nya diam tidak mengatakan apapun.


"Nona, tenanglah. Jangan seperti ini, keadaan Nona belum pulih. Nona baru keguguran, itu tidak baik untuk kesehatan," ucap Dokter menenangkan Clara agar tidak stress. Kesehatan nya bisa drop jika tidak bisa di kendalikan.


"Keguguran? maksud dokter anak saya telah tiada?" kaget Clara tidak percaya apa yang di dengar.


"Iya, Nona. Kandungan Nona tidak bisa di selamat kan, karena tembakan yang mengenai perut," jawab Dokter.


"Lalu dimana suami saya? dia baik-baik saja, kan?" tanya Clara lagi. Hatinya sakit mengetahui kenyataan pahit anaknya telah tiada. Dan sekarang harapan nya pada suaminya baik-baik saja.


"Suami Nona tidak bi-"


"Tidak! jangan mengatakan itu Dok, suami saya baik-baik saja. Dia tidak akan meninggalkan saya, dia sudah berjanji pada saya, Dok. Dia tidak akan meninggalkan saya. Dia sudah berjanji hari ini kami akan ke mall, kami akan bermain games bersama. Tidak mungkin dia ingkar, saya mengenal nya, dok. Cepat katakan dimana suami saya!?" desak Clara berharap dokter tidak mengatakan yang buruk mengenai gibran.

__ADS_1


Semua yang melihat hancur nya Clara, ikut sedih. Sesya sedih melihat keadaan putri nya seperti ini. Sama dengan semua, Rey yang melihat tangisan pilu Clara, hatinya terasa sakit, entah kenapa dia merasa sesak melihat keadaan menangis.


"Nona, tenang lah, jangan seperti ini kasihan suami Nona. Dia pasti sedih melihat Nona seperti ini. Ikhlas suami Nona," ucap dokter ikut sedih melihat pasien nya menangis tidak terima.


"Tidak! dokter bohong. Hiks... hiks... hiks... katakan semua ini bohong, kan? suami saya tidak meninggalkan saya, dia sangat mencintai saya. Dia tidak mungkin pergi... hiks... hiks... hiks... dok, katakan padanya kembali lah. Katakan padanya saya tidak akan memaafkan nya jika dia tidak kembali, cepat katakan padanya, dok. Saya yakin dia akan kembali setelah mendengar ancaman ini," yakin Clara, memohon dokter membantu nya. Air matanya terus mengalir.


Dada nya terasa sesak, bernafas rasa nya sudah tidak bisa. Untuk apa dia hidup sekarang, kalau orang yang di cintai telah tiada, kalau orang yang menjadi semangat hidup nya pergi. Untuk apa?


"Hiks... hiks... hiks... kenapa hidup saya seperti ini? kenapa Tuhan? kenapa semua kebahagiaan saya selalu Engkau ambil? kenapa? saya hanya memiliki dia dalam hidup saya, saya hanya menginginkan nya bukan siapapun, kenapa harus di ambil?" tangis Clara sakit. Dia begitu rapuh sekarang. Hidup nya benar-benar telah hancur sekarang.


"Nona, jangan seperti ini, Nona harus kuat," ucap Dokter, air matanya ikut mengalir. Perkataan Clara begitu menyayat hati nya, dia yakin semua yang mendengar juga merasakan seperti nya.


"Tidak Dok, saya tidak bisa kuat. Dia hidup saya. Saya mencintai nya. Jika dia telah tiada untuk apa lagi saya hidup? lebih baik saya ikut dengan nya, Dok," putus asa Clara tidak memiliki arah tujuan lagi.


"Saya tidak bisa kuat dok. Dia penyemangat hidup saya, di saat semua orang memandang saya sebelah mata, dia memandang saya seperti berlian. Di saat semua mengatakan saya buruk, saya jijik, saya kotor, saya murahan, saya ja****, saya tidak pantas untuk siapapun. Tapi dia tidak peduli. Dia tetap menggenggam tangan saya," tangis Clara sesak dada nya mengingat masa lalunya. Perkataan Rey hingga saat ini masih terekam jelas di benak nya.


Rey mendengar hinaan nya dulu di ucap ulang Clara menjadi sedih. Dia tidak menyangka ternyata sesakit ini rasanya mendengar cacian nya sendiri.


Rey menyesal sudah membuat luka begitu dalam di hati Clara. Dia tidak seharusnya berbicara kasar seperti itu. Semua manusia memiliki masa lalu, semua manusia punya alasan di balik jalan berbelok yang di ambil.


"Nona saya bisa mengerti suami Nona sangat baik, dia bahkan begitu mencintai Nona, di akhir hidup nya saja, dia masih sempat menulis surat untuk Nona," ucap Dokter menyerahkan surat yang di titip sebelum menutup mata selama nya.


"Hiks... hiks... hiks... tidak! Gibran ku mohon jangan lakukan ini, kembali lah," tangis Clara tidak mau menerima surat tersebut. Dia yakin suaminya masih ada.


"Nona," panggil Dokter sedih. Clara terpuruk tidak memiliki semangat hidup.

__ADS_1


"Antar kan saya pada suami saya, Dok. Saya ingin menemuinya, saya yakin dia akan bangun kalau saya datang," ajak Clara yakin. Gibran mencintai nya tidak mungkin tega meninggalkan nya sendiri.


Rey melihat rapuh nya Clara hancur. Hati nya begitu sakit. Dia sendiri bingung kenapa merasakan sakit sedalam ini.


Dia berjalan mengikuti Clara pergi ke kamar mayat, begitu pun dengan yang lain. Mereka belum bisa mendekati Clara di keadaan seperti ini. Karena itu akan membuat semua runyam.


Langkah Clara perlahan lamban, kaki nya gemetar. Tatapan nya kosong, dia tidak sanggup melihat kenyataan ini.


Rey berjalan mendekati dokter, dia memberi kode jika mereka keluarga nya. Kemudian dokter itu pergi, tapi sebelum pergi dia menitipkan surat dari Gibran untuk Clara.


"Hiks... hiks... hiks.. Gibran ku mohon bangun, jangan tinggalkan aku. Kau jahat, kau pergi mengajak anak kita dan membiarkan ku sendiri. Kau tau, aku hidup sebatang kara, tapi kenapa kau tetap pergi meninggalkan ku? kenapa gibran? ku mohon muka mata mu, lihat aku. Jangan tinggalkan aku," mohon Clara menangis menggoyangkan tubuh Gibran.


"Bangun Gibran! Tepati janji mu, ku mohon. Aku tak memiliki siapa pun lagi sekarang, kalian berdua yang ku punya di dunia, ku mohon," tangis Clara hancur, dia memeluk Gibran erat.


"Aku mencintaimu Gibran, kau dengar itu, aku sangat mencintaimu, jadi bangunlah."


"Jangan seperti ini kau hanya membuat nya sedih, melihat mu seperti sekarang," ucap Rey berdiri di samping Clara beberapa detik yang lalu. Dia tidak kuat melihat Clara terpuruk.


Clara mendengar suara seseorang menoleh ke samping.


"Untuk apa kau kemari? apa kau belum puas sekarang? doa mu sekarang telah terkabul, kau senang bukan? aku tak bahagia aku terpuruk, kebahagiaan yang ku punya lenyap. Aku benar-benar hancur. Sekarang bunuh aku, kau menginginkan kematian ku, bukan? sekarang lakukan, aku menyerahkan hidup ku di tangan mu. Aku ingin bersama suami ku, jadi cepat bunuh!" teriak Clara lelah hidup seperti ini. Semangat hidup nya sekarang telah di bawa pergi Gibran.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2