
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Ya, saya murahan, kenapa apa ada masalah? saya tidak pernah menggoda siapapun, tapi mereka yang menggoda saya, lalu dimana salah saya? apa karena saya menerima godaan mereka, jadi di kata murahan?" muak Clara melihat sikap Rey. Dia sangat membenci Rey sekarang.
Dari jauh Ronal melihat sosok orang yang di kenal, lama memperhatikan, dia sadar itu Clara dan Rey. Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana mereka bisa saling bicara. Apa mereka saling kenal.
Ronal berjalan menghampiri mereka. Semakin dekat, dia bisa mendengar obrolan mereka. Ternyata mereka tidak akur. Rey menghina Clara begitu kasar.
"Tidak mungkin, semua yang katakan itu pasti kebalikan. Kau sangat menyedihkan, apa karena uang kau menjual diri? berapa harga mu biar saya bayar," hina Rey semakin merendahkan harga diri Clara.
"Apa masalah mu dengan ku, hah!? kau seperti memiliki dendam dengan ku? apa kita saling kenal? kau terus menghina ku seolah kau begitu tau seperti apa hidup ku?" marah Clara. Dia wanita kuat, tidak akan menangis. Semua ini sudah biasa di dengar, tapi kenapa perkataan Rey begitu menyakitkan perasaan nya.
"Kau i-"
"Hentikan Rey!" teriak Ronal tidak menyangka Rey adik yang di kenal tidak pernah berkata kasar pada wanita sekarang begitu kasar mengatai tanpa menyaring perkataan nya.
"Kau sudah keterlaluan, apa kau sadar perkataan mu itu sudah keterlaluan. Dia wanita, kau seharusnya bisa menjaga perkataan mu," marah Ronal kecewa.
"Ada apa dengan mu, Kak? kenapa saya merasa kau seperti tidak terima dengan perkataan saya padanya?" curiga Rey melirik Clara.
Dia mencoba mengingat pertemuan tadi di hotel dan apartemen. Mereka sudah bertemu dua kali, di saat bersamaan pula tempat itu ada Ronal.
"Kakak jelas membelanya, Rey. Perkataan mu sudah sangat keterlaluan. Siapapun yang mendengar perkataan mu ini, pasti akan membela seperti yang kakak lakukan," ucap Ronal.
"Tidak, kau bohong, Kak. Saya merasa pertemuan ini bukan kebetulan, tapi... "
Ting.
__ADS_1
Ponsel Rey berbunyi, dia menghentikan perkataan nya dan melihat wechat dari Zoi. Segera membuka pesan, di sana terdapat satu foto yang di kirim Zoi. Dan foto orang tersebut kini ada di hadapan nya.
Mata Rey beralih menatap tajam pada Clara, dia berjalan mendekat dan mencekik leher Clara.
Clara mendapat serangan dadakan tak bisa menghindar. Dia kaget.
"Dasar ja**** kau ternyata selingkuhan Kak Ronal! Kau akan mati hari ini," marah Rey cekik kan nya semakin kuat.
Clara berontak minta di lepaskan, dia benar-benar bisa mati benaran sekarang, kalau terus seperti ini.
"Rey, lepaskan! Kau bisa membunuh nya!" marah Ronal menarik paksa Rey melepaskan Clara.
"Huh... huh... huh... " Clara menghirup dalam-dalam udara, dia tidak tau keadaan seperti apa yang alami sekarang. Pria di depannya begitu menakutkan.
"Dia pantas mati, kenapa kau membela nya? sadar, Kak... sadar... kau sudah memiliki istri dan anak. Dan saya yakin ja**** ini tau kau memiliki keluarga, tapi dia masih saja menggoda, menjijikkan! Tidak seharusnya ja**** ini ada di dunia, kehadiran nya hanya membuat dunia menjadi kotor!" maki Rey menatap jijik Clara.
"Sudah cukup Rey! kau sudah keterlaluan, Clara tidak seburuk yang pikirkan, Clara tidak pernah menggoda Kakak, tapi kakak yang selalu mencari nya. Kakak menyukai nya. Jadi stop menghina nya!" tidak terima Ronal dengan hinaan Rey sudah kelewat batas.
"Reyhand! kau su-"
"Cukup!" teriak Clara muak. Dia lelah mendengar semua ini.
Dia sadar diri, dia ja****, dia murahan. Dia bahkan tidak pantas untuk siapapun. Tapi dia juga manusia, bagaimana juga.
"Tidak perlu membela ku Ronal. Saya tidak butuh pembelaan mu, saya memang ja****, saya murahan, dan sangat menjijikkan. Sehari saya berhubungan dengan puluhan pria," ucap Clara. Dia tidak peduli pandangan mereka tentang nya. Saat ini dia sudah sangat muak melihat Rey.
"Ini kartu mu, saya tidak membutuhkan," lanjut Clara mengembalikan semua kartu yang Ronal berikan padanya tadi.
"Saya harap ini pertemuan terakhir kita. Jangan pernah temui saya. Kalian orang kaya selalu bersikap seenaknya. menganggap dunia milik pribadi," tambah Clara.
__ADS_1
"Tidak, jangan mengatakan ini Clara. Kita bisa bicarakan baik-baik," tolak Ronal tidak mau Clara pergi dari hidup nya.
"Saya tidak sudih berhubungan dengan mu, Ronal. Saya menyesal."
"Ck! menyesal, dalam hati pasti berbeda. Mending kau pergi bertobat lah sebelum pintu surga beneran tertutup tidak mau menerima wanita hina seperti mu," seru Rey, jijik mendengar perkataan Clara.
"Bukan urusan anda, neraka itu pilihan saya. Menjadi wanita hina impian saya dan menjadi wanita menjijikkan takdir saya!" lantang Clara, tatapan nya penuh kebencian dan amarah pada Rey.
"Ya, takdir yang bagus. Saya berdoa keburukan selalu bersamamu, ja**** seperti mu tidak pantas mendapat kebahagiaan. Dan kedua orang tua mu pasti sangat menyesal melahirkan wanita ja**** seperti mu," doa Rey tidak henti menghina Clara.
"Amin. Terimakasih atas doamu. Hinaan mu hari ini akan selalu saya ingat sampai mati. Jika saya di beri pilihan memaafkan orang-orang jahat atau mati, saya akan memiliki mati, camkan itu," ucap Clara, senyum paksa, hati nya begitu sakit.
Semua masa lalu nya kembali di ungkit. Doa-doa Rey sama persis dengan mereka orang yang di benci.
Clara pergi meninggalkan mereka, dia berlari ke arah jalan mencari taksi. Dia lelah berpura-pura kuat, air mata yang terus di tahan, pun kini tumpah. Dia mengeluarkan semua.
"Dunia begitu kejam padaku. Aku membenci mereka! orang kaya seharusnya tidak ada!" teriak Clara berdiri di jembatan jalan. Dia mengeluarkan semua sakit hati nya.
"Aku benci pada kalian yang melahirkan ku, kalian orang tua terkejam di dunia! kenapa melahirkan ku jika harus di buang? kenapa? apa kalian ingin melihat hidup ku menderita? lihatlah sekarang aku sangat bahagia, apa kalian puas!?"
"Hiks... hiks... hiks... aku lelah hidup seperti ini... " tangis Clara pecah. Dunia nya benar-benar telah hancur sekarang.
Perkataan Rey, begitu telak menyadarkan seperti apa dirinya di mata semua orang. Dia memang tidak pantas untuk siapapun. Clara akan mengingat itu.
"Nek, maaf. Clara tidak bisa menjadi Clara yang nenek inginkan. Clara akan tetap seperti ini," ucap Clara. Dia menyeka air matanya. Sudah cukup menangis, dia harus bangkit. Tidak ada yang boleh tau dia seperti ini.
Hidup nya memang keras. Jadi dia harus kuat dalam hal apapun. Jangan sampai ada yang mengalah nya. Pertarungan hidup cuman ada dua pilihan. Mati untuk kalah, hidup untuk menang.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...