
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Rey menarik memeluk Clara, dia tak membalas perkataan nya. Saat ini yang di butuhkan ketenangan dan dukungan. Dia tau di masa lalu dia sudah begitu jahat pada Clara. Dia sadar sekarang.
"Hiks... hiks... hiks... aku hancur sekarang... aku tak memiliki siapapun lagi... hiks... dia pergi meninggalkan ku... Keluarga nya pasti akan menyalahkan ku," tangis Clara di pelukan Rey. Saat ini yang di perlukan adalah bahu sandaran.
"Apa kau puas sekarang? aku sudah terpuruk, aku tidak bahagia, karena kebahagiaan ku sudah di bawa pergi bersama suami dan anakku. Mereka jahat, bukan? pergi tidak mengajak ku. Padahal dia mengatakan padaku untuk hamil agar kami sama-sama merawat nya. Tapi lihat dia sudah membawanya sebelum lahir. Sungguh lucu, aku rasa aku sudah gila sekarang," ucap Clara terus mengeluarkan semua kesedihannya, hingga jatuh pingsan.
Rey panik, dia langsung menggendong Clara membawa ke ruang rawat nya.
Selama Clara belum sadar. Rey keluar menghampiri keluarga nya.
"Dad, Uncle, apa kalian bisa mengurus pemakaman suami Clara?" tanya Rey.
"Rey apa yang kau bicarakan? suami Clara memiliki keluarga, kita tidak bisa melakukan ini," protes Ronal mendengar perkataan sang adik.
"Aku tau itu Kak, tapi hubungan mereka sudah putus saat dia memutuskan menikah dengan Clara. Orang tuanya tidak merestui hubungan mereka. Tapi dia tidak peduli dan tetap menikahi Clara," terang Rey. Dia sudah tau semua, saat mendengar kabar Clara anak nya uncle Asher, dia mencari tahu tanpa ada satu terlewat kan.
"Kau tau semuanya dari mana?" kaget Ronal, Rey begitu tau banyak sedangkan mereka tidak ada yang tau.
"Aku menyelidiki semua saat Uncle mengatakan Clara anaknya. Sekarang bagaimana apa kalian mau melakukan?" jawab Rey dan bertanya.
"Tapi, Clara belum sadar, bagaimana kalau dia sadar pasti marah," jawab Bery Mommy Rey.
"Urusan Clara biar jadi urusan aku. Dan untuk sementara waktu sampai Clara di perbolehkan pulang, kalian jangan jangan kemari. Istirahatlah di hotel. Aku akan menjaga Clara," ucap Rey. Dia tidak mau keadaan Clara drop mengetahui orang tuanya kembali setelah membuang nya.
"Kau yakin? kau tidak akan menyakiti nya seperti dulu kan?" ragu Ronal, sikap Rey mendadak peduli pada Clara patut di curigai.
Ronal masih mengingat jelas sebelum berangkat ke Negara B. Rey tidak menyukai, karena masih sangat membenci Clara.
Dan sekarang, entah kena kutukan apa, berubah menjadi pria baik.
__ADS_1
"Aku sudah sadar Kak, sekarang aku akan menebus kesalahan ku. Kak Emely, jaga suami nya. Jangan sampai Kak Ronal menggoda Clara," ucap Rey santai dan mendapat tatapan tajam Ronal, tapi tidak dia pedulikan.
"Sudah kalian ini masih saja seperti anak kecil, tidak ingat umur apa," tegur Mommy Bery pada kedua putra nya.
"Hmmm, maaf," ucap Rey.
"Ronal juga, maaf," seru Ronal.
"Iya," sahut Mommy Bery.
"Rey, uncle titip Clara padamu, kalau ada apa-apa segera kabari kita," ucap Asher pada anak sahabat nya.
"Iya Uncle jangan khawatir. Rey akan segera mengabari kalian nanti," sahut Rey.
"Terimakasih, Uncle mempercayai mu."
Setelah berbicara kecil, mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit dan Rey kembali masuk ke ruang rawat Clara.
Dia bingung pada dirinya sendiri, kenapa merasa sakit melihat tangisan Clara. Tangisan Clara membuat nya sesak seketika. Ada rasa tidak sanggup yang dia sendiri tidak tau untuk menjelaskan seperti apa.
Tangannya menggengam erat tangan Clara. Pertama kali dia menyentuh, tangan Clara sangat lembut itu yang di pikirkan dalam benak nya.
"Aku salah menilai mu, yang di kata Kak Ronal dan Kak Emely benar, kau tidak seburuk yang di pikirkan. Pikirkan ku saja yang sempit saat itu," ucap Rey. Dia tau kenapa melihat dekat seperti ini ada perasaan aneh yang tak bisa dia jelaskan.
Tangan nya terangkat mengelus pipi lembut Clara. Garis wajah yang sempurna, dia bisa melihat jelas sekarang. Pantas Kak Ronal begitu menyukai Clara, ternyata wanita tersebut sangat cantik.
Dia tidak kaget banyak pria di luar sana berebut mencari Clara saat di bawa Gibran, ternyata Clara sudah membuat mereka tergila-gila dengan kecantikan alami nya.
"Kau sangat cantik, suami mu pasti sangat beruntung memiliki mu, dari banyak pria di luar sana kau menetapkan hati untuk nya, karena itu dia tidak peduli restu keluarga. Dan tetap memilih mu," ucap Rey tidak lepas menatap Clara dari dekat.
Entah dorongan dari mana, Rey menyentuh bibir tipis Clara. Dia tersenyum mengingat bibir ini tidak pernah membalas kasar perkataan nya yang kasar.
"Aku akan melindungi mu mulai sekarang, tidak akan aku biarkan seorang pun menyakitimu," ucap Rey.
__ADS_1
Rey berbicara, hingga dia tertidur dan tangannya masih menggengam erat tangan Clara.
Dua jam...
Rey terbangun dan segera ke kamar mandi membersihkan diri.
Clara perlahan membuka kan mata, dia menatap atap plafon, dan mengingat kembali kejadian tadi, air matanya mengalir.
"Hiks... hiks... hiks... kenapa kau pergi meninggalkan ku? kenapa kau tidak mengajak ku bersama mu? aku mencintaimu Gibran, ku mohon kembali lah, aku tidak bisa hidup tanpa mu," tangis Clara. Hati nya kembali sakit mengingat semua yang terjadi bukanlah mimpi, tapi nyata.
Rey yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Clara sudah sadar dan kembali menangis.
"Jangan menangis, kau belum makan apapun. Sekarang makan dulu, biar cepat pulih," ucap Rey tiba di samping ranjang Clara. Dia mengambil bubur di meja dan duduk di kursi samping.
"Tidak, aku ingin suamiku. Ku mohon katakan padanya kembali lah. Aku tidak memiliki siapapun lagi selain dia," tolak Clara. Dia malah memohon mengembalikan Gibran padanya.
Rey sedih melihat Clara belum bisa menerima kepergian Gibran. Sepertinya pria itu sangat berarti bagi Clara.
Rey meletakkan kembali bubur di meja dan berpindah di ranjang Clara. Dia menarik Clara masuk ke dalam pelukan.
"Kau tidak sendiri, aku bersamamu sekarang. Aku akan menjaga mu dari orang yang berniat jahat pada mu," janji Rey, tangan nya mengelus punggung belakang Clara.
"Tidak. Kau sangat membenci ku, kau menginginkan kematian ku. Tidak mungkin akan melindungi ku," tidak percaya Clara melepaskan pelukan dari Rey.
"Maaf, aku salah. Sekarang aku menyesal. Apa kau mau memaafkan aku?" Rey menatap lekat wajah Clara, mata nya beralih pada kedua bola mata Clara.
Keluarga nya pernah bilang Clara memiliki mata hazel dan itu di sembunyikan Clara dengan soflen.
"Tidak, kau pasti akan kembali menyakiti ku," takut Clara. Rey begitu menakutkan di matanya.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1