Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 32: Memberi satu kesempatan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Dia masih saja ikut campur, rasanya kepala ingin pecah. Semua yang wanita ular itu katakan selalu di percayai, aku benar-benar muak!" marah Clara kesal, Rey seperti pria bodoh, pekerjaan yang membutuhkan otak cerdas untuk menjalani tugas negara tidak cocok di berikan pada Rey, karena itu tidak pantas.


Pria bodoh yang berjabat sebagai anggota TNI, negara itu akan hancur sekali ada kebohongan besar-besaran.


Dan jika dia memiliki kekuasaan sudah dia pecat manusia-manusia bodoh, seperti Rey.


Dona mendengar semua amarah Clara diam, tidak mengatakan apapun. Dia tau amarah nya ini pasti karena mantan suami nya.


"Dona jika dia kemari lagi saat saya tidak berada di sini, tutup rapat kepergian saya jangan beritahu dia apapun alasannya," Clara memperingati Dona agar tidak melakukan kesalahan.


"Iya Bu," Dona mengangguk mengerti.


Tak lama kemudian, mereka tiba di gedung apartemen. Clara turun bersama Dona segera masuk.


Namun langkah Clara terhenti melihat keberadaan dua orang yang di benci.


"Kita masuk Dona," ajak Clara kembali berjalan tidak mempedulikan mereka. Rasanya malas harus kembali ribut, baru selesai satu datang lagi satu.


"Clara, beri Mommy dan Daddy sedikit waktu, Nak. Kita tidak meminta mu memaafkan, kita sadar perbuatan di masa lalu sudah begitu fatal, hingga sulit untuk di maafkan. Tapi satu hal yang harus kamu tau Nak, kita sangat menyayangi mu," ucap Sesya sedih melihat putri nya sendiri bersikap acuh padanya.


"Sudah drama nya? sekarang langsung katakan, apa yang membawa kalian kesini? saya tidak memiliki banyak waktu, saya harus meninggalkan negara ini dan pertemuan kita akan jadi yang terakhir," malas Clara mendengar basa basi mereka. Dia ingin istirahat sebelum berangkat.


"Kemana, Nak? kenapa mendadak? apa ada masalah?" tanya Asher peduli, memandang Clara yang bodoh dengan kedatangan mereka.


"Saya malas melihat kalian terutama Rey. Saya membenci nya, karena dia hidup saya berantakan," jawab Clara jujur, dia muak hidup seperti ini.


Setiap melihat Rey tertawa bersama wanita lain, hatinya terasa sakit, dadanya sesak tidak bisa bernafas lega.


Tanpa dia sadari cinta untuk Rey telah hadir di hatinya, mungkin bawaan baby dalam kandungan nya yang setiap malam merindukan pelukan Rey.

__ADS_1


"Nak, Daddy dan Mommy kesini juga untuk pergi meninggalkan negara ini, kita mau pamitan, tapi setelah mendengar perkataan mu ini. Bagaimana kalau kita pergi sama-sama, beri kita satu kesempatan, untuk memperbaiki semua kesalahan di masa lalu. Daddy janji apapun permintaan mu akan kita turuti," ucap Asher penuh harap, dia merasa mereka bisa membangun keluarga bahagia.


"Anda berbicara penuh percaya diri seakan saya mau saja," sinis Clara menggeleng kepala.


"Nak, Mommy mohon. Satu kesempatan saja jika kita gagal, apapun keputusan mu kita terima," seru Sesya ikut membujuk.


Clara diam melihat keseriusan kedua orang tersebut menjadi tidak tega. Bagaimana juga mereka orang tua kandung nya. Manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kesalahan di masa lalu ataupun di masa depan.


Lama berpikir. Kedua orang tersebut tampak tengang melihat Clara diam. Mereka khawatir Clara tidak akan menyetujui.


"Baiklah, saya akan memberi kalian kesempatan kedua. Saya harap tidak ada kata gagal, apapun yang saya lakukan jangan pernah meninggikan suara pada saya. Tidak ada kata kesalahan dalam perbuatan saya yang boleh di salahkan, semua yang salah harus di benarkan apapun yang terjadi," ucap Clara tidak peduli di terima atau tidak, dia langsung bicara karena semua harus dil saat ini juga.


"Oke, kita setuju. Apapun keinginan mu Daddy dan Mommy akan turuti," terima Asher cepat semua akan di usahakan asal diberi kesempatan kedua sekarang.


"Ingat saya tidak mau kalian sama seperti Rey, terus berjanji dan akhirnya ingkar. Saya sangat membenci itu," terang Clara tidak suka yang namanya di bohongi.


Wajahnya mendadak terlihat sedih membicarakan nama Rey dan kedua orang tersebut menyadari itu. Sesya mendekat dan memeluk putri nya.


"Jangan sedih, lupakan semua yang pernah menyakiti mu. Kita akan mulai semua dari awal sekarang," Sesya mengusap punggung Clara di pelukan nya dan tidak ada penolakan.


"Tidak, saya tidak bisa. Mereka begitu jahat, kalian tidak tau rasanya seperti apa jadi saya di masa lalu saat itu," tidak terima Clara di minta melupakan semua yang telah terjadi.


Sudah sejauh ini langkah nya dia tidak akan berhenti. Jika dia kehilangan Rey karena aksi balas dendamnya yang berlebihan, lalu untuk apa harus berhenti lagi kalau semua sudah terlanjur hancur? lebih baik terus di lanjutkan.


"Mommy ngerti Nak, ta-"


"Sudah Mom, biarkan saja. Daddy mendukung keputusan Clara mereka memang sudah sangat jahat dan itu tidak bisa di biarkan, nanti jadi kebiasaan. Mungkin sekarang Clara tapi kedepannya kita tidak tau siapa yang akan menjadi target barunya," dukung Asher, dia merasa sikap Clara sama dengan nya tidak bisa menerima perbuatan orang-orang yang sudah menyakitinya.


Clara tersenyum mendengar pembelaan Daddy nya, melepaskan pelukan dari sang Mommy berpindah memeluk Daddy yang dia rindukan pelukan hangat nya.


Dia pun sama merasakan seperti yang di rasakan Daddy, sama-sama memiliki sisi kejam dalam aksi balas dendam.


"Clara tidak menyangka kalau kita sama, kalau begitu Daddy harus membantu ku nanti," bisik Clara memeluk Daddy nya.

__ADS_1


"Tentu, Daddy akan membantu mu," balas Asher bahagia Clara sudah menerima nya.




"Duduklah Dad, Mom. Clara akan pesan pesankan makanan untuk kita. Maaf, Clara tidak jago masak, jadi tidak bisa memasak untuk kalian," ucap Clara mempersilahkan kedua orang tuanya duduk.



"Tidak apa-apa. Bagaimana kalau Mommy yang masakin saja? tidak usah memesan makanan," tawar Sesya, dia ingin memasak untuk Clara pertama kalinya.



"Tidak perlu Mom. Percuma, tidak ada yang bisa di masak di sini bahan makanan tidak ada. Clara terbiasa delivery makanan jadi gak ada waktu untuk masak," ungkap Clara jujur.



Mereka mendengar itu sedih tidak bisa berkata-kata lagi. Hidup putri nya ternyata sangat menderita, meski sekarang sudah bergelimang harta tidak ada yang memperhatikan nya.



"Maafkan kita Nak, Mommy janji setelah ini tidak ada kata delivery makanan, Mommy sendiri yang akan masak untuk mu," ucap Sesya merasa bersalah dengan semua yang di alami Clara.



"Tidak perlu minta maaf, sekarang aku sudah memaafkan jadi tidak perlu di ungkit lagi, karena itu hanya merusak suasana. Lebih baik kita nikmati momen ini," kata Clara tidak ingin mengingat kenangan masa lalu, di saat dia mulai mencoba memaafkan semua yang telah terjadi.



"Yang di kata Clara benar. Untuk apa membahas sesuatu yang telah terjadi," seru Asher sependapat dengan Clara.


__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...


__ADS_2