
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Tujuh tahun kemudian....
"Dante, bangun. Ini sudah pagi sayang, kau bisa terlambat kalau seperti ini," omel Clara. Rutinitas pagi nya membangun putra kecil nya.
"Mom, biarkan aku tidur sebentar lagi," mohon Dante sih bocah kecil yang engan bangun.
"No sayang, cepat bangun atau Mommy tidak akan mau mengantar mu ke sekolah biarkan saja kau di antar sopir," ancam Clara yang tau persis Dante tidak mau di antar orang lain selain Mommy nya.
"Oke, Dante bangun sekarang, tapi Mommy yang antar," takut Dante cepat membukakan mata menatap Mommy nya.
"Iya, sekarang cepat mandi. Mommy tunggu di meja makan bersama grandma dan grandpa," ucap Clara lembut lalu mengecup kening putra kesayangan sebelum pergi.
Setiba di meja makan empat pasang mata memandang kedatangan nya sambil menaikan alis.
"Mana Dante?" tanya Mommy Asher tidak melihat keberadaan cucu kesayangan.
"Biasa Mom lagi siap," jawab Clara dan duduk di samping kursi Daddy.
"Bagaimana kerjaan? semua lancar? apa perlu bantuan Daddy lagi?" Daddy Asher menoleh pada Clara yang mendengar itu langsung menatap nya.
"Sejauh ini lancar Dad, itu berkat bantuan Daddy. Clara sangat berterima kasih karena sudah sabar mengajari dari yang tidak tau sampai tau. Jika bukan karena Daddy, Clara tidak bisa seperti ini sekarang," ungkap Clara, keberhasilan yang di dapat selama ini karena Daddy Asher.
Daddy Asher setia mendampingi nya setiap perusahaan dalam masalah. Bahkan perusahaan nya pernah terancam bangkrut, tapi bantuan Daddy nya lagi kembali menghilangkan ancaman itu.
Clara tidak tau harus mengatakan apa pada daddy. Jika bukan bantuan dari Daddy nya perusahaan Gibran sudah ikut hancur sama seperti perusahaan keluarga Esme. Dan semua itu tindakan Thomas yang merasa telah di bohongi oleh nya.
Tapi Clara tidak peduli, tidak takut pada Thomas. Perusahaan Gibran tidak bergantung lagi pada perusahaan nya. Karena sekarang perusahaan Gibran bisa berdiri di kaki sendiri tanpa bantuan orang lain.
"Sama-sama, Daddy merasa senang kalau kau bisa menguasai semuanya, karena kaulah yang akan menjadi penerus perusahaan keluarga kita. Tanggungjawab mu kedepannya akan bertambah," terang Daddy Asher.
"Ya, Clara tau. Daddy tidak perlu khawatir."
"Iya Daddy percaya. Clara ada yang ingin Daddy katakan padamu," ucap Daddy Asher mendadak berubah serius.
__ADS_1
"Apa? katakan saja Clara akan mendengarkan," penasaran Clara tidak sabar ingin tau.
"Hari ini sahabat Daddy dan Mommy, aunty Bery dan Uncle Darol akan berkunjung kesini. Clara tidak keberatan?" ungkap Daddy Asher hati-hati tidak ingin putri nya tersinggung.
"Tidak, Clara tidak keberatan. Mereka juga bukan siapa-siapa Clara jadi ada tidak nya mereka tidak berpengaruh apapun di kehidupan ku," sahut Clara tidak peduli dengan kehadiran mereka.
"Morning Mom, Grandpa Grandma," sapa Dante yang tiba-tiba muncul di samping mereka. Keasikan ngobrol sampai tidak menyadari kedatangan Dante.
"Morning too putra kesayangan Mommy," balas Clara mencium pipi kiri kanan nya.
"Morning too cucu kesayangan," kompak kedua orang tua tersebut.
"Ayo duduk sini, Mommy akan siapkan sarapan nya," lanjut Clara lalu bangkit dari kursi.
"Iya Mommy," menurut Dante duduk.
Selama sarapan berlangsung tidak ada obrolan yang terjadi, hingga selesai pun sama. Keheningan tercipta setelah pembahasan mengenai kedatangan orang masa lalu yang siang ini akan tiba.
Clara sudah bahagia dengan kehidupan yang sekarang, semua yang pernah di alami di masa lalu sudah di kubur dalam-dalam tanpa ingin di buka kembali.
"Dad, Mom. Clara pergi dulu mau antar Dante. Hari ini Clara akan pulang malam ada kerjaan hingga harus lembur," ucap Clara suasana hatinya sedang buruk, dia masih belum siap. Dan mereka menyadari itu semua terlihat jelas di wajah nya.
"Daddy mengerti apa yang kau rasakan, Nak. Tenang kan dirimu, Daddy yakin kau pasti bisa semua hanya memerlukan waktu," kata Daddy Asher mengerti.
"Terimakasih Dad. Kalau begitu Clara pamit dulu. Ayo Dante salim sama Grandpa dan Grandma," perintah Clara, dia mendidik Dante begitu baik hingga menjadi pribadi yang sopan.
Clara tidak mau putra nya menjadi pria tidak sopan dan kasar. Dia ingin Dante menjadi pribadi yang hangat pada semua yang berada di dekatnya.
Kepergian anak dan cucunya, Sesya menghela nafas panjang.
"Apa Clara akan bisa menerima mereka, Dad? Mommy takut Clara berkata kasar pada Bery," ragu Sesya, melihat respon Clara saat berbicara mengenai mereka hati nya was-was. Untung saja Clara tidak mengamuk.
__ADS_1
"Jangan cemas, semua akan baik-baik saja. Clara tidak seburuk itu, dia sudah memaafkan mereka, hanya saja saat ini belum siap kembali bertemu apalagi kita dadakan memberitahu nya," jelas Asher, dia mengerti betul seperti apa Clara. Karena tujuh tahun ini Clara lebih dekat dengan nya.
"Semoga saja itu benar," harap Sesya tidak ingin ada masalah.
...----------------...
"Rey, Mama harap kau tidak membuat Clara tidak nyaman. Kita kesana untuk bertemu putra mu. Jadi jangan mencari keributan. Mama mendapat kabar dari aunty Sesya, Clara masih tidak suka dengan kehadiran kita," jelas Bery mengingat Rey. Dia tau sampai detik ini Rey masih menyimpan rasa untuk Clara.
"Mama jangan khawatir, Rey dan Clara sudah selesai, tidak akan ada yang terjadi pada kita," ucap Rey menyakinkan Mama nya.
"Semoga omongan mu itu bisa di percaya tidak mengecewakan," kata nya.
"Sudah, kita akhiri obrolan ini sekarang. Apa kalian sudah siap?" tanya Papa Darol melihat anak dan mantu beserta cucunya.
"Sudah Dad. Kita semua sudah selesai tinggal berangkat," jawab Emely tidak sabar.
Dia ingin segera tiba di Negara B. Bertemu Clara, masalah di masa lalu hingga sekarang dia belum sempat minta maaf dan itu membuat nya tak pernah merasa tenang.
"Ya sudah ayo kita pergi," ajak Papa Darol.
Dia tidak mau pembahasan ini menjadi panjang hingga perjalanan mereka tertunda.
Sepanjang perjalanan menuju bandara, Rey termenung memikirkan putra nya bersama Clara. Beberapa hari kemarin dia menyaksikan video dari Mama nya yang di kirim aunty Sesya, bagaimana Clara mendidik putra mereka dengan baik.
Rey kagum, rasa bersalah nya makin membesar dan malu untuk bertemu Clara setelah apa yang di perbuat masa lalu.
Semua kejahatan Esme di masa lalu sudah terbongkar dan Blis sahabatnya juga sama seperti nya merasa bersalah dan malu pada Clara. Terlalu percaya omongan Esme hingga mereka buta akan kebenaran seperti apa yang sesungguhnya.
Saat mengetahui semua, dia ingin menemui Clara minta maaf, tapi dia terlalu malu tidak berani hingga mengurungkan niat nya.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...