
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Keadaan Clara makin hari makin membaik, hari ini dia sudah di perbolehkan pulang. Clara meminta Rey membawa nya ke pemakaman Gibran.
Clara merindukan suaminya, pria terbaik yang pernah dia kenal di dunia. Pria yang memberikan hidup nya untuk dia.
Melupakan semua kenangan indah bersama Gibran, sulit untuk di lakukan. Hari-hari yang mereka lalui penuh kebahagiaan, bagaimana caranya melupakan? Clara tidak tau.
"Sayang, aku datang. Maaf baru bisa melihat mu sekarang, bagaimana keadaan mu di sana? apa kau merindukan ku? aku sangat merindukan mu, aku tidak tau apa aku sanggup melewati hari-hari ku tanpamu," sedih Clara mengutarakan semua perasaan yang di rasakan.
"Aku minta ijin padamu, aku akan pindah ke apartemen, aku tidak bisa tinggal di mansion, disana banyak kenangan kita. Aku tidak sanggup mengingat nya lagi, karena itu akan membuat ku tidak ikhlas menerima kepergian mu."
"Bahagia lah di sana, aku akan bahagia di sini. Terimakasih sudah hadir di dalam hidup ku, terimakasih sudah menjadi suamiku, terimakasih sudah memberi hari-hari indah yang tidak pernah aku dapatkan sejak lahir. Terimakasih sudah mengajarkan semua nya," sedih Clara, tangis nya pun pecah. Rasanya aneh berbicara seperti sekarang. Gibran yang selalu bersama nya, berbicara saling pandang sekarang semua sudah tidak ada.
Rey tidak bisa berbuat apapun, Clara begitu mencintai Gibran pasti sulit menerima kenyataan pahit.
Dia hanya bisa berada di sisi Clara memberi semangat dia tidak sendiri, ada dirinya yang akan selalu menemani nya.
"Gibran, lihatlah istri mu begitu mencintai mu, kau pasti bahagia melihat ini dari atas, kau pria beruntung," batin Rey salut dengan besar cinta Clara.
Setelah lama mencurahkan isi hatinya, Clara dan Rey meninggalkan pemakaman Gibran. Perasaan Clara sudah sedikit lebih plong berbicara dengan Gibran.
"Antar aku ke mansion, Rey," ucap Clara tanpa menoleh. Pandangan nya terarah pada luar jendela.
"Iya," sahut Rey mengemudi menuju mansion Clara.
Selama perjalanan tidak ada obrolan di antara kedua, mereka Masing-masing diam. Hingga tiba.
Semua pekerjaan turut sedih dengan apa yang terjadi pada Gibran. Mereka tidak bisa berbicara apa-apa.
"Bi, saya titip mansion ini. Tolong rawat dengan baik. Saya akan pindah hari ini dan untuk gaji kalian saya akan tetap bayar seperti biasa jangan khawatir," ucap Clara memberitahu para pekerja nya.
__ADS_1
"Tapi, Nyonya mau kemana? kenapa harus pindah?" tanya salah satu para pekerja, sedih.
"Ke suatu tempat yang di minta suami saya. Saya akan kembali lagi ke sini, saat hati saya benar sudah mengikhlaskan nya," jawab Clara. Mereka melihat wajah sedih majikan nya, sedih.
Semua pekerja di sini tau bagaimana besar cinta pasangan suami istri majikan nya. Hari-hari di penuhi tawa bahagia, Tuan nya begitu mencintai Nyonya, begitu sebaliknya.
Perginya Gibran, pasti sangat terpukul untuk Clara. Apalagi buah hati yang mereka nantikan bersama juga ikut pergi bersama orang penting dalam hidup nya.
"Nyonya yang kuat, kami yakin Nyonya bisa lewati semua ini. Tuan akan bahagia kalau Nyonya bahagia begitu dengan sebaliknya," ucap kepala art pada Nyonya mereka.
"Terimakasih, saya akan berusaha sebisa saya. Kalian bisa lanjut sekarang, saya ke atas dulu," sahut Clara.
"Rey, aku ke atas sebentar. Kau duduk lah, jika perlu sesuatu katakan pada mereka," lanjut Clara. Dia akan ke atas mengatur barang berharga yang di bawah pergi bersama nya.
"Iya, pergi lah," sahut Rey.
Clara pun pergi meninggalkan Rey menuju kamar yang di tempati nya bersama Gibran.
Langkah Clara pelan memasuki ruangan, melihat sudut kamar ini mengingatkan nya pada Gibran, banyak hal manis yang mereka lakukan bersama.
Di ranjang empuk itu, adalah tempat favorit mereka melakukan hubungan dan saling curhat perasaan satu sama lain. Sofa kecil di sisi samping sana, tempat nya bermanja-manja di pangkuan Gibran.
Pria itu tak pernah tak mempedulikan nya, dia selalu di prioritas kan oleh Gibran.
"Sayang, lihat kamar ini mereka sama dengan ku merasakan kehilangan mu. Apa kau tau, setiap mengingat momen manis kita, aku sedih. Bertanya kenapa kau pergi hanya mengajak anak kita? kenapa tidak mengajak ku juga? padahal kita bisa bersama-sama, tapi kau malah pergi berdua saja," ucap Clara duduk di tepi ranjang. Matanya mengarah pada kursi meja rias itu adalah kenangan terakhir sebelum Gibran pergi untuk selamanya.
Satu jam....
"Apa sudah selesai?" tanya Rey menoleh Clara di samping nya.
"Sudah, ayo kita pergi sekarang," ajak Clara tidak sanggup berlama-lama di tempat yang penuh kenangan. Itu hanya akan membuat nya sedih mengingat semua yang tidak akan bisa terulang kembali.
"Ayo," ucap Rey.
__ADS_1
Sebelum pergi Clara mereka pamit pada semua pekerja nya, ada hati tak tega meninggalkan semua, tapi jika tetap berada di sini hatinya akan sedih.
"Aku pergi, do'akan aku di atas sana agar bisa melalui semua," batin Clara.
"Kau baik-baik saja?" khawatir Rey melihat Clara diam sejak masuk di mobil.
"Hmmm, kau akan mengajak ku kemana, Rey?" tanya Clara menoleh, belum tau Rey membawa nya kemana.
"Kita ke apartemen, dulu. Baru ku ajak ke suatu tempat," jawab Rey.
"Apartemen? apa kau ak-"
"Iya, kita akan tinggal bersama, jangan khawatir aku tidak akan melakukan apapun padamu. Aku hanya ingin menjaga mu," potong cepat Rey tau apa yang akan Clara katakan.
"Tapi, kau tidak perlu seperti itu Rey, kau bukan siapa-siapa ku. Kita hanya orang yang tak sengaja bertemu dan dekat, tidak lebih dari itu. Jadi ku rasa semua sangat berlebihan. Apalagi aku adalah wanita yang pernah berhubungan dengan kakak mu," ungkap Clara tidak mau masa lalu nya kembali mengganggu kehidupan nya.
Rey menepikan mobil ke sebrang dan meraih tangan Clara di genggam erat.
"Aku tidak memikirkan itu lagi, aku akan tetap di sisi mu mulai sekarang," ucap Rey serius. Pandangan turun tak sengaja melihat dress yang di kenakan Clara menunjukkan belahan da**.
Rey menelan kasar saliva. Jujur dia begitu ingin merasakan semua, dulu dia begitu jijik melihat Clara seperti ini. Tapi mendadak dia begitu menginginkan. Dasar gila, itulah yang di katakan Rey pada dirinya sendiri.
"Kenapa kau melakukan ini padamu?" tanya Clara yakin ada sesuatu di balik semua.
"Entahlah, aku hanya ingin melakukan ini padamu. Sekarang yang harus kau tau, kau tak lagi sendiri, aku bersama mu. Kita akan melalui semua berdua," jawab Rey, tangannya terangkat membelai lembut pipi Clara.
Clara bisa merasakan kehangatan yang di berikan Rey untuk nya. Kelembutan dan kebaikannya semua terlihat tulus. Beberapa hari Rey menemani dia bisa melihat itu.
"Terimakasih," tulus Clara, dia tidak lagi menolak Rey. Pria itu benar sudah berubah.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1