Aku Wanita Penghibur

Aku Wanita Penghibur
Bab 8: Memberi aturan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Clara tertidur lelap di pelukan nya sudah dua jam. Dan dia baru terbangun 5 menit yang lalu.


"Kau sudah bangun sayang?" tanya pria tersebut lembut membelai pipi Clara.


"Sudah, apa kau tidak tidur? jawab Clara dan balik bertanya.


"Tidak, aku lebih suka memandang wajah cantik mu dari pada memejamkan mata," jawab nya jujur. Hal seperti ini adalah kebahagiaan untuk nya bisa melihat wanita yang di cinta selama 3 tahun tertidur pulas di pelukan nya.


"Ken-"


Hmmptt...


Gibran membungkam bibir Clara dengan nya. Dia sejak tadi menginginkan manisnya bibir mungil ini.


Clara menyambut ciuman gibran dengan dengan lembut. Kedua hanyut dalam ciuman yang panas penuh rasa.


"Manis, aku menyukai," ucap Gibran melepaskan ciuman nya. Dia menindih Clara dan menatap dalam wajahnya penuh cinta.


"Bisakah kamu tinggal di apartemen ku sayang? aku ingin bisa melihat mu bangun dan tidur di samping ku," ucap Gibran.


"Tap-"


"Ya atau tidak sayang?" potong Gibran cepat.


Clara menatap wajah tampan Gibran, dia mengangkat tangan membelai dada bidang nya.


"Kau menginginkan ku?"


"Tentu sayang."


"Baiklah, aku akan tinggal bersama mu, tapi pagi dan sore aku harus kembali di sini," kata Clara menerima ajakan Gibran. Jujur Clara sudah malas tinggal di bar. Musik kencang membuatnya tidak bisa istirahat dengan tenang.


"Terimakasih sayang," bahagia Gibran. Perlahan tapi pasti dia akan membawa Clara pergi dari negara ini. Dia tidak mau wanita yang di cintai menghabiskan waktu dengan hal seperti ini.


"Ada apa? kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Clara. Gibran terus menatap lekat padanya tanpa berpaling.


"Kau cantik sayang, aku suka melihat semua ini," jujur Gibran menyentuh bibir mungil Clara dengan tangannya.

__ADS_1


"Boleh kah aku meminta satu hal dari mu?" tanya Gibran mendadak serius.


"Silakan aku akan kabulkan jika memang bisa aku lakukan," jawab Clara.


"Jadikan aku satu-satu pria menyentuh mu sayang," ucap Gibran serius.


"A-ku?" gugup Clara bingung. Selama berhubungan tidak ada seorang pun klien nya meminta hal seperti ini.


"Iya sayang, aku mau waktu mu untuk ku seorang," sahut Gibran.


"Aku tidak bisa menuruti permintaan mu. Tapi aku bisa meluangkan banyak waktu untuk mu, jika kau menginginkan," ujar Clara tidak bisa melakukan itu.


"Baiklah, aku mengerti sekarang. Aku tidak akan memaksa mu lagi. Tapi aku minta padamu sehari cukup 3 pria yang menjajah mu, 3 itu sudah termaksud dengan ku. Jadi 2 kau bebas memilih siapa pun," ucap Gibran, dia harus membuat batasan agar Clara tidak hanyut akan permainan ranjang yang berbahaya pada lahan nya, karena masuk keluar pusaka tidak jelas, yang mungkin saja membawa penyakit untuk Clara.


"Ak-"


"Iya, tidak ada penolakan lagi sayang. Menurut lah," potong Gibran cepat dengan nada lembut. Dia tidak pernah berbicara dengan nada kasar pada Clara.


"Iya, terserah mu saja. Aku ingin belajar mengemudi mobil, apa kau bisa mengajari ku?" tanya Clara, mengalihkan topik.


"Apapun untuk mu aku akan melakukan," jawab Gibran.


Clara tersenyum jawaban Gibran memuaskan. Tidak salah dia memilih klien. Mereka begitu menghormati nya.


"Dasar nakal, aku akan membuat mu terus mendesaah, bahkan tidak bisa jalan," senyum Gibran, senang dengan tingkah Clara seperti ini.


"No Gibran. Aku harus ke Mall setelah ini, jangan lakukan itu sekarang," ucap Clara memberitahu.


"Mall? apa kau mau berbelanja? dengan siapa?" tanya Gibran.


"Iya aku di ajak Edwin. Jadi lakukan cepat," ajak Clara, dan Gibran mendengar jujur tidak menyukai itu, tapi dia harus bisa menahan diri.


"Baiklah. Lusa aku ada kunjungan, temani aku ke sana. Tapi jika kau menolak aku akan membuat mu.... " Gibran menghentikan perkataan nya dan tersenyum. Clara yang sudah mengerti pun ikut tersenyum.


"Iya, aku akan ikut dengan mu, sekarang lakukan," ajak Clara tidak sabar Gibran begitu hot dia menyukai sentuhan nya.


"Hahaha... sayang, kau begitu menggemaskan, cukup aku saja yang kau minta seperti ini, oke," tawa Gibran.


"Tergantung permainan mereka, jika memuaskan aku tidak bisa menolak," sahut Clara terbuka.


Dia tak pernah menyembunyikan apapun, kecuali kehidupan pahit di masa lalu.

__ADS_1


"Jadi aku termasuk pria yang mampu membuat mu puas begitu?"


"Hmmm, kau begitu hot dan aku menyukai."


"Ya kau benar Clara, karena aku mencintaimu. Mulai hari ini aku bertekad membawa mu pergi. Kita akan hidup berdua bersama anak-anak kita tentunya," batin Gibran. Dia begitu tergila-gila pada Clara.


"Aku tau itu. Sayang, apa boleh aku bertanya sesuatu padamu," tanya Gibran. Tangannya berpindah membelai pipi Clara.


"Tanyakan saja, silakan," jawab Clara.


"Setiap tanggal berapa kau melakukan suntik KB?"


"Kenapa bertanya seperti itu, apa ada masalah?" tanya balik Clara bingung tidak mengerti kenapa mendadak Gibran bertanya hal seperti ini.


"Aku ingin tau saja sayang, apa itu salah?" jawab Gibran menyakini Clara. Dia sudah menyusun rencana membawa Clara pergi dari negara ini, jadi dia harus tau semua tentang Clara.


"Hmmm, tidak. Aku melakukan setelah tamu bulanan ku selesai," sahut Clara memberitahu.


Gibran mendengar itu mengangguk mengerti.


90 menit mereka menghabiskan waktu bersama. 30 menit berbincang kecil, 60 menit bercinta. Mereka sama-sama puas dengan penyatuan ini.


"Aku akan menjemput mu besok pagi," ucap Gibran, lalu mencium bibir manis Clara.


Cup.


"Iya, aku menunggu mu," sahut Clara. Gibran pun pergi meninggalkan kamar Clara.


Sikap Clara begitu manis pada klien yang single, karena baginya itu hal yang menarik. Tapi jika pada pria yang sudah memiliki keluarga dia akan bersikap tegas.


Namun sekarang seperti dia tidak akan melakukan banyak lagi. Dia sudah lelah dan Gibran pun sudah menjamin semua kebutuhan nya. Jadi tidak ada alasan untuk nya bekerja keras.


Gibran memberi nya kartu hitam nya dan Clara sangat mengenal kartu itu, tidak menolak. Dia menerima dengan senang hati.


"Hidup ku jauh lebih baik sekarang. Semua berjalan sesuai pikiran ku. Aku akan menikmati ini," ucap Clara tersenyum menatap wajah nya di pantulan cermin.


"Wajah cantik yang kalian berikan membuat hidup ku seperti ini. Aku berjanji akan membuat kalian menyesal sudah melakukan ini padaku. Semoga sang kuasa tidak mempertemukan kita, jika tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kalian," lanjut Clara.


Dendamnya pada semua orang yang menyakiti nya tak bisa dia lupakan. Mereka semua harus melihat orang yang mereka hina bisa hidup bahagia dan tersenyum lepas, meski itu di buat-buat setidaknya bisa memanaskan mereka yang sombong.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2