
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Tidak, aku tidak bisa Rey. Hentikan sekarang, aku tidak tahan," ucap Clara, tangan Rey tidak juga diam dan itu semakin menyiksa Clara.
"Aku juga tidak bisa honey," sahut Rey tersenyum menikmati pemainnya.
"Ahk.... Rey... Ahk... " desaah Clara semakin lama tangan Rey tidak bisa di kontrol. Clara benar-benar bisa hilang akal jika seperti ini terus.
"Bagaimana honey? apa keputusan mu? ingin seperti ini? apa melakukan bersama?" tawar Rey merasakan milik Clara sudah basah.
Dan itu pasti begitu menyiksa Clara, sedikit godaan lagi semua akan berjalan seperti yang di inginkan.
Rey kali ini sudah memikirkan semua secara matang, dia ingin mengubah kehidupan Clara lebih baik, dia tidak mau sang istri terlena akan kekayaan dan kembali ke jalan salah.
Dia sudah menyelidiki semua masa lalu Clara, dan kini Rey akan mengembalikan Clara yang dulu di masa lalu, tapi kembali bukan membuat hidup Clara penuh penderitaan melainkan penuh kasih sayang yang di berikan.
"Baiklah, aku akan berada di sini. Tapi jika aku tidak betah biarkan aku sesekali menginap di hotel Rey," negosiasi Clara. Kali ini dia sudah tidak bisa melakukan apapun selain menerima.
"Tidak masalah, aku akan ikut bersamamu. Sekarang kita lakukan, sepertinya kau sudah tidak tahan," senyum Rey menggoda langsung menggendong Clara membawa ke kamar tidur mereka.
Clara mengalungkan kedua lengan di leher Rey, dia tidak bisa menolak saat ini dia sudah sangat menginginkan.
Lahan bawah sudah minta di segerakan dan Clara tidak bisa menahan lagi. Dia tidak peduli jika harus mengalah dari pada harus menahan diri, itu bisa membuat kepala nya ingin meledak.
Rey membaringkan Clara di kasur dengan lembut dan menindih.
"Apa pakaian mu perlu ku buka kan? atau mau buka sendiri?" Rey menatap dalam wajah cantik Clara.
"Kita buka masing-masing Rey biar cepat. Aku sudah tidak tahan," Clara berkata tanpa malu.
__ADS_1
"Honey kau tidak boleh di biarkan sendiri, aku takut kau di goda pria lain," kata Rey membelai pipi Clara, dia begitu gemas dengan Clara tidak malu.
"Kau benar, aku bisa tergoda oleh pria di luar sana, jadi berikan servis terbaik mu kalau tidak ingin aku tergoda oleh pria lain. Kau tau aku wanita penghibur, aku selalu mendapat servis terbaik dari klien ku," pancing Clara mengungkit masa sengaja agar Rey kesal.
Dia akan membalas Rey. Bodoh, kalau nanti Rey marah, siapa suruh menjebaknya.
"Tidak masalah honey, akan akan berusaha memberi servis terbaik. Selama aku bertugas jangan coba-coba mencari pria lain atau aku akan memberi mu pelajaran," ancam Rey terlihat serius tidak sedang bercanda.
"Jangan menakuti ku Rey. Aku tidak suka di ancam," tidak terima Clara memukul dada bidang Rey. Dia takut melihat keseriusan di wajah Rey.
Rey memiliki wajah tampan, jika tersenyum akan lebih terlihat tampan. Tapi sebaliknya jika serius dan marah wajah Rey terlihat menakutkan.
Dan Clara takut melihat itu, pertama kali melihat Rey marah, dia berdoa untuk tidak bertemu Rey kembali. Pria tersebut begitu menyeramkan.
Suara tinggi Rey masih teringat jelas di benak Clara sampai saat ini.
"Kalau tidak suka di ancam jangan coba-coba melakukan hal yang ku benci, honey. Aku bisa membunuh siapapun meski orang yang ku sayangi," tegas Rey.
...****************...
"Honey, aku ke kantor sekarang, kau bisa berkenalan dengan rekan ku yang lain di sini ada beberapa kowal yang tinggal di asrama jadi kau tidak akan merasa bosan," ucap Rey memberitahu Clara sebelum pergi.
"Iya, tidak usah memikirkan ku. Aku akan keluar sebentar ada kerjaan yang harus ku kerjakan," sahut Clara ikut berjalan bersama Rey keluar rumah.
"Kemana? berapa lama?" tanya Rey berhenti menatap serius Clara.
"Aku bukan ingin selingkuh Rey, stop mencurigai ku," tidak suka Clara dengan tatapan selidik Rey.
"Siapa yang berkata kau ingin selingkuh? kau sendiri yang mengatakan itu, Clara. Aku tidak mau berdebat dengan mu lagi. Jika kau ingin pergi, pergi lah tapi tidak lebih dari 3 jam. Lebih dari itu aku tidak akan mengizinkan mu pergi," tegas Rey tidak ingin di bantah.
"Bagaimana bisa 3 jam Rey. Aku bekerja di kantor dan itu memakan banyak waktu, jadi tidak bisa," protes Clara tidak setuju.
__ADS_1
Kedua saling pandang dengan tatapan tajam. Clara tidak peduli saat ini Rey tidak suka dengan keputusannya ini, tapi dia tidak bisa menurut begitu saja pada Rey. Karena ini amanah Gibran mendiang suami tercintanya.
Gibran menginginkan dia untuk mengurus perusahaan dan itu tidak bisa Clara biarkan begitu saja.
"Huftt...." Rey menghela nafas panjang.
"Baiklah, aku akan mengalah kali ini, karena kau sedang hamil aku tidak mau membuat mu tertekan. Tapi waktu yang ku berikan tetap di beri batas 7 jam, tidak ada tawar menawar atau tidak ada sama sekali, aku tidak peduli lagi," serius Rey dan Clara mendengar itu sedikit kesal, tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain menyetujui dari pada 3 jam.
"Ya itu lebih baik. Sekarang pergi lah aku tidak mau berdebat lagi," usir Clara sudah malas melihat Rey kadang menyenangkan, kadang menyebalkan dan itu membuat Clara pusing tidak tau seperti apa sifat Rey aslinya.
"Ingat pesan ku 7 jam tidak lebih. Dan setiap pergi harus mengirim pesan agar aku tau sudah berapa lama waktu yang kau habiskan di luar, mengerti?" Rey mengingat Clara yang mengangguk mengerti.
"Pergilah jangan di sini lagi," Clara mulai malas mendengar perkataan Rey sangat cerewet.
"Hmmm, aku pergi sekarang. Ingat pesan ku ja-"
"Aku ingat tidak lebih dari tujuh jam, sekarang pergilah aku tidak melupakan itu," potong Clara cepat tau apa yang akan Rey katakan lagi padanya.
Kalimat itu sudah berulang kali Rey katakan dan itu sangat menganggu, Clara mendengar rasanya kepala dan telinga ingin pecah seperti tidak ada kalimat lain yang diucapkan Rey, hingga itu dan itu lagi.
"Bagus. Jaga dirimu baik-baik, aku pergi," pamit Rey lalu mengecup mesra kening Clara.
"Semangat kerja nya," ucap Clara mengatakan kata semangat untuk Rey.
"Iya, kau juga jangan banyak bekerja kalau lelah langsung istirahat jangan memaksa, saat ini kau tidak sendiri ada baby di dalam perut mu dan itu harus di jaga, di prioritas kan nomor satu," ujar Rey mengusap pucuk rambut Clara.
"Jangan khawatir aku akan melakukan apapun untuk baby kita, jadi kau fokus saja sama kerjaan mu tidak perlu memikirkan kami," Clara menyakinkan Rey agar percaya padanya.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1