Aladdin New Generation

Aladdin New Generation
Ku tak mengerti


__ADS_3

Aladdin duduk di samping nue yang tengah terbaring tak sadarkan diri, ia memegang tangan nue dengan lembut kemudian menciumnya


“ nue kau harus cepat sadar, karna aku merasa sangat cemas” Ucap aladdin


“Aladdin {memegang pundak aladdin} aku tahu kau cemas tapi bukankah dokter sudah mengatakan bahwa nue baik-baik saja, ayo kita makan malam sebentar tadi kau belum sempat makan dengan benar” Ucap jimmy


“tidak jimmy, kau saja yang makan, aku tidak berselera, aku ingin di sini sampai nue membuka matanya”


“ Pergilah makan malam dulu, aku baik-baik saja aladdin, jika kau sakit siapa yang akan merawat ku” Jawab nue dengan mata terpejam


“ nue kau sudah bangun?” tanya aladdin


 “jika saja paman dokter tidak memberiku obat tidur, aku akan sudah membuka mataku sejak tadi aladdin, kini aku tidak bisa membuka mataku rasa kantuknya tidak tertahankan, kau akan kelaparan semalaman jika menungguku membuka mata, jadi pergilah makan malam bersama jimmy” ucap nue dengan mata terpejam


Aladdin pun pergi ke kantin rumah sakit, jimmy terus saja menatap aladdin dengan tatapan tajam, mereka duduk bersama di sudut kantin, tiba-tiba saja jimmy berdiri sambil memukul meja dengan keras


“ Aladdin istrimu bicara, aku tidak percaya ini, aku tadi mendengar suaranya, cubit aku cepat” ucap jimmy yang masih terkejut sambil menyodorkan tangannya, aladdin mencubit tangan jimmy sambil tersenyum,


“ awww...(menjerit kesakitan) aku tidak bermimpi, aladdin sejak kapan istrimu mulai bicara” tanya jimmy dengan penuh semangat dan ia pun kembali duduk


“ jimmy bukankah aku sudah pernah cerita padamu ”


“ benar juga istrimu memang tidak bisu, tapi aladdin baru kali ini aku mendengar istrimu bicara, rasanya seperti mimpi, suara istrimu sangat halus dan merdu, aku jadi penasaran saat kalian di atas tempat tidur akan seperti apa suara rintihannya?” jimmy menggoda aladdin sambil mengangkat kedua alisnya


“ singkirkan otak kotor mu itu atau aku yang akan menyingkirkan mu”


“ astaga... aku hanya bergurau aladdin, kenapa kau bersikap seperti itu?”


Mereka berdua makan malam sambil bercengkrama malam itu.


Keesokan harinya.


Pagi pagi sekali aladdin pulang ke rumah untuk membersihkan diri dan berganti pakayan, saat ia kembali ke rumah sakit, ia melihat dokter berlari dengan tergesa-gesa menuju ruangan dimana nue di rawat, aladdin pun berlari mengikutinya namun dokter itu menutup pintu dan menguncinya sebelum aladdin sempat masuk, ia hanya bisa berdiri di depan pintu dengan cemas, dari dalam ruangan terdengar suara dokter yang berbicara dengan nada tinggi seperti tengah memarahi, aladdin pun mendengarkan apa yang di bicarakan dokter itu dengan nue


“Apa ini J? Jelaskan padaku bagaimana ini bisa terjadi? Dan kenapa kau melakukan semua ini? Jawab aku, Aku butuh jawaban jangan diam saja ”


...

__ADS_1


“ Jadi kau seperti ini karena...


...


“ aku tidak mengerti jalan pikiranmu, kau mengambil keputusan sendiri dan menyembunyikan hal sebesar ini dariku, sampai kapan kau akan membuatku terus merasa cemas, kau ini memang benar-benar keterlaluan j ”


...


Dari dalam hanya terdengar suara dokter yang tengah memarahi nue, aladdin bingung dengan apa yang terjadi karna nue tidak bicara, di tambah lagi dengan ucapan dokter yang tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi, di tengah kebingungannya aladdin pun memutuskan untuk mengetuk pintu dan bertanya secara langsung, sesaat setelah aladdin mengetuk pintu, dokter pun bergegas membukakan pintu


“ Bagus kau di sini” ucap dokter saat melihat aladdin ada dihadapannya


“ Ada apa dokter apa terjadi sesuatu” Ucap aladdin saat dokter menarik tangannya masuk ke dalam ruangan


Setelah menarik tangan aladdin, dokter kembali menutup pintu rapat-rapat, ia berdiri tepat di hadapan aladdin, dengan tatapan tajam ia menatap aladdin dan nue, nue terlihat memberikan isyarat seolah ia tak ingin dokter menjelaskan apa yang terjadi, dokter itu menghela nafas kemudian berkata


“ Tidak terjadi apa pun dan itulah yang membuat aku hawatir, kenapa kau biarkan keponakanku tetap suci setelah kau nikahi?” dokter itu bicara perlahan namun dengan nada penekanan menggambarkan kemarahannya


Aladdin tersenyum kemudian merangkul dokter itu, sambil mengajaknya berjalan ke depan pintu, menjauh dari nue kemudian berkata


“ dokter kenapa kau tidak kerjakan saja pekerjaanmu, kenapa kau harus mengurusi urusanku dan istriku” ucap aladdin dengan santai


“ Kau tahu tuan muda {memegang pundak aladdin} tadi aku memanggil istrimu keponakanku itu berarti aku adalah paman dari istrimu” ucap dokter sambil tersenyum


Aladdin terkejut mendengar pernyataan dokter, rasa tak percaya atas pernyataan itu membawanya untuk mendekati nue, ia duduk di hadapan nue yang tengah duduk di atas tempat tidur


“ nue dia pamanmu?” tanya aladdin dengan serius


Nue menundukan kepalanya di hadapan aladdin, ia menutup matanya dengan ragu ia berkata “ dia pamanku aladdin, nama paman dokter julian, dia adik ibuku”


Aladdin terkejut mendengar pengakuan nue, ia pun menundukan kepalanya hingga menyentuh kening nue, ia menarik nafas panjang, kemudian ia mengangkat kepala nue secara perlahan dengan kedua tangannya, kemudian ia mencium bibir nue dengan kuat,


“Aladdin” teriak nue yang terkejut sambil mendorong dengan kuat hingga aladdin terjatuh ke lantai, melihat hal itu dokter julian tertawa terbahak-bahak, ia menghampiri aladdin yang terduduk di lantai setelah di dorong


“ apa itu sakit?” ucap dokter julian bicara sambil tertawa


“ apa kau puas paman, sekarang kau tahu jawaban dari pertanyaan mu itu” ucap aladdin sambil berdiri

__ADS_1


“ Dengar aladdin, keponakanku membangun dinding pertahanan yang kuat, tapi kau sebagai suami harus bisa lebih kuat darinya, jangan mempermalukan kaum pria seperti ini” ucap dokter julian berbisik sambil merangkul aladdin


“ kau tidak usah khawatir paman, aku sudah mengumpulkan kekuatanku, lihat saja, setelah keluar dari sini, aku pasti bisa menaklukan wanita itu” bisik aladdin


Nue yang kesal melihat aladdin dan dokter julian saling berbisik melempar bantal ke arah mereka, aladdin dan dokter julian menghela nafas panjang bersama-sama


“ baiklah nue aku pergi dulu, masih banyak pasien yang harus ku urus” Ucap dokter julian kemudian pergi sambil tersenyum, ia juga memberikan isyarat mengepalkan tangan menyemangati aladdin.


Aladdin mengambil bantal yang di lempar nue kemudian berjalan mendekatinya, nue yang marah menarik kerah baju aladdin kemudian bertanya dengan tegas “ apa yang kalian bicarakan di belakangku?”


Aladdin tersenyum menatap nue, ia mendekati telinga nue


“ ini rahasia pria sayang” bisik aladdin


“ Aladdin...


Nue tidak melanjutkan bicaranya saat mendengar suara pintu yang di buka, aladdin yang terkejut pun melirik ke belakang, terlihat berdirilah seorang jimmy dengan wajah syok nya, aladdin menatap nue dan perlahan melepaskan tangan nue yang mencengkram kemejanya,


“ sayang karna jimmy sudah datang sepertinya aku harus pergi dulu, nanti kita lanjutkan lagi oke! Muach.. (mencium pipi nue) “


Setelah berpamitan, aladdin pergi sambil menarik jimmy yang masih memasang wajah syok sambil tersenyum.


“Sobat {merangkul aladdin} sepertinya hubunganmu dan nue mulai memanas” ucap jimmy sambil tersenyum


“ apa maksudmu dengan mulai memanas?”


“kau tidak perlu berpura-pura tidak mengerti, ada bagusnya juga kan! hubungan asmara akan berbuah manis, romansa kalian akan memberikan aku keponakan”


Aladdin dan jimmy tertawa bersama,


“ Hentikan omong kosong mu, ayo pergi ke kantor” aladin bicara serius setelah tertawa


“ Tunggu dulu aladdin, aku datang ke sini bukan untuk mengajakmu bekerja, aku ingin mengambil konsep pernikahan tuan dan nyonya syan, ada padamu kan!”


“ ya ada di mobilku, kenapa kau mengambilnya, bukankah kita akan pergi meeting bersama”


“ tidak aladdin, aku akan pergi sendiri, hari ini kau tidak usah ke kantor, temani saja istrimu dia akan kesepian jika kau pergi meninggalkannya”

__ADS_1


Aladdin mengambil berkas di mobil dan menyerahkannya pada jimmy, kemudian ia kembali ke kamar rawat, ia terkejut melihat apa yang nue lakukan, nue terlihat...


__ADS_2