
Di tempat lain. Aladdin merasa gelisah menunggu acara dimulai, ia meminta seseorang untuk memanggil jimmy namun yang datang justru ayahnya, ia berjalan masuk kemudian duduk di sofa
“ Aladdin pegawaimu bilang kau mencari jimmy, jimmy sedang menemui jassmine dan belum kembali. Ada apa? Kau butuh sesuatu nak?” Tanya sang ayah
“ Tidak ada hal penting ayah, aku hanya bosan sendirian” Ucap aladdin, aladdin berusaha tersenyum untuk menyembunyikan kecemasannya,
Mereka duduk sambil berbincang ringan hingga waktu yang ditung pun tiba, upacara pengambilan sumpah akan dimulai, aladdin dan tuan indra masuk ke aula pernikahan dengan gagah.
Aladdin berjalan menuju altar, ia melihat sekeliling, terlihat seluruh keluarga besar sudah duduk di tempat yang tengah dipersiapkan namun ia tidak melihat jassmine ataupun jimmy berada di sana, matanya terus mencari namun yang dicari tak kunjung terlihat,
Jesy datang menghampiri aladdin, ia mengenakan gaun pengantin berwarna putih, riasan dan gaya rambut yang semakin menambah kecantikanya, satu tangan jesy membawa bunga dan yang lainnya merangkul tangan aladdin mengajaknya naik ke altar untuk pengucapan janji suci, melihat aladdin terus melirik kesana kemari jesy pun berbisik “ kau mencari kak jassmine, tenang saja tadi ibu mengirimkan pesan padaku kak jassmine tengah bersama jimmy”
Mendengar hal itu aladdin pun menghela nafas, ia berpikir mungkin jassmine tidak bisa melihatnya menikahhi wanita lain karna itu dia tidak datang tetapi selama jimmy ada bersamanya ia percaya bahwa jassmine akan baik-baik saja.
Upacara pengambilan sumpah pun di mulai, aladdin berdiri diatas altar mendampingi jesy, petugas sipil berdiri tepat dihadapan aladdin dan jesy bersama dengan tuan indra dan tuan rendra di kedua sisinya
“ apakah kedua mempelai dan wali sudah siap?” tanya petugas sipil
Tuan indra, tuan rendra, aladdin dan jesy hanya menganggukan kepala.
“Dihari yang berbahagia ini, dengan alam dan krabat sebagai saksinya, tuan aladdin putra indra dan putri jasmin na renda akan bersatu untuk selamanya, penyerahan dan penerimaan, serta pengucapan janji dimulai” ucap petugas sipil dengan tegas
“ Aku rendra sebagai wali dari putri jasmin na rendra menyerahkan putriku untuk menjadi menantu dan istri dari keluarga indra” ucap tuan rendra
“aku indra sebagai wali dari aladdin putra indra menerima putru jasmin na rendra sebagai menantu dalam keluarga” ucap tuan indra
Tuan rendra dan tuan indra bicara dengan lentang namun keduanya menitihkan air mata, sirnah sudah harapan untuk melihat aladdin dan jassmine bersama bagi keduanya.
Aladdin mulai menutup matanya, ia menghela nafas panjang untuk memulai mengucapkan janji suci pernikahan
“ aku aladdin putra indara menerima jassmine...
Entah kenapa tidak lama setelah aladdin menutup mata dan mulai mengucapkan janji suci ia melihat bayangan jassmine yang tengah menangis, sontak saja ia terkejut hingga tanpa sadar menyebut nama jassmine kemudian membuka matanya. Aladdin memegang dadanya karna ia merasakan sakit yang entah apa alasannya, tubuhnya pun mendadak lemas. Dengan cepat tuan rendra dan tuan indra menangkap tubuh aladdin yang hampir terjatuh
“Aladdin, ada apa nak?” tanya serentak tuan indra dan tuan rendra yang merasa cemas melihat aladdin
“Ayah entah kenapa dadaku menjadi sesak, nafasku terasa berat, aku merasa jassmine dalam masalah dan terus memanggilku, suaranya seperti terngiang-ngiang di telingaku, dia seperti tengah menderita” ucap aladdin sambil memeluk tuan indra dan tuan rendara
Para tamu yang hadir berdiri terkejut ketika melihat pengantin pria hampir pingsan. Dokter julian yang kebetulan hadir dalam acara pernikahan itu berjalan naik ke altar mendekati aladdin, ia memeriksa keadaan aladdin dengan seksama.
“ bawakan tabung oksigen darurat dari ruang kesehatan” teriak staf kesehatan di sana
__ADS_1
“ itu tidak perlu, aku juga seorang dokter, aku sudah memeriksanya, dia akan baik-baik saja, ambilkan saja segelas air hangat” ucap dokter julian
“ Jul apa kondisinya serius?” tanya tuan rendra cemas
“ tidak kakak, aladdin baik-baik saja, dia hanya terkena gangguan mental, ia sesak nafas karna terlalu cemas, setelah minum air hangat ia akan membaik” Jawab dokter julian
“ Aladdin sering seperti ini saat ia sangat mencemaskan sesuatu, kau yakin dia baik-baik saja” tanya tuan indra memastikan
“ dia baik-baik saja, tidak perlu khawatir” ucap dokter julian
Seorang petugas jesehatan membawakan segelas air hangat, dokter julian meminta aladdin menghabiskannya.
“Bagaimana perasaanmu?” tanya dokter julian
“ aku sudah lebih baik, terima kasih” jawab aladdin
“ Pergilah aladdin” ucap dokter julian
Aladdin terjejut mendengar ucapan dokter julian, ia yang tak yakin melihat ke arah tuan renda dan tuan indra, keduanya menganggukan kepala seolah berkata ‘iya tidak apa-apa’
Aladdin berusaha untuk berdiri tegak, dengan langkah kaki yang terhuyung-huyung aladdin berjalan turun dari altar, ia meninggalkan upacara pernikahannya yang belum selesai pergi menuju kamar jassmine,
Tuan indra dan tuan rendra tersenyum kecil, mereka diam-diam melakukan tos seolah merayakan gagalnya pernikahan itu, keduanya pun turun dari altar, mereka mengikuti aladdin dari belakang. Para tamu membubarkan diri sambil bergosip membicarakan insiden itu.
Ibu dini datang kemudian menghampiri jesy, ia turut bersedih ketika melihat putrinya terduduk sambil menangis di atas altar, ia memeluk putrinya dengan erat
“ tidak apa-apa sayang, percayalah pada ibumu, penderitaan yang kau alami akan segera berakhir, mereka akan merasakan pembalasan dariku karna sudah membuatmu menderita” ucap ibu dini dengan kesal
“jimmy... Jimmy...” sofia berjalan keluar dari kamar jassmine sambil terus berteriak memanggil nama jimmy, melihat hal itu aladdin bergegas mendekati sofia dan bertanya dengan cemas “ Sofia ada apa?”
“ Tuan aladdin, paman indra, paman rendara, ada sesuatu yang aneh terjadi, sejak tadi aku mencari jimmy, aku sudah mengelilingi resort namun tak juga menemukannya, tante dini mengatakan bahwa jimmy sedang bersama jassmine karna itu aku pergi ke sini, saat aku datang pintu kamar jassmine sudah terbuka tapi baik jassmine maupun jimmy keduanya tidak ada di sini, aku menemukan ponsel jimmy di lantai kamar jassmine dan seorang anak yang tengah bersembunyi di bawah meja”
“ seorang anak di kamar jassmine?” ucap tuan rendra terkejut
Aladdin berjalan masuk kamar mendekati anak itu.
“ hai nak, namaku aladdin, kay tidak usah takut aku tidak akan menyakitimu, ayo keluar” ucap aladdin dengan lembut mencoba membujuk
“Aladdin kita urus anak itu nanti, sekarang kita cari jassnine dan jimmy dulu, aku merasa cemas, aku takut mereka berdua dalam bahaya” ucap sofia
“Sofia melihat anak ini sembunyi dan ketakutan tidakah kau berpikir mungkin dia tahu sesuatu” ucap aladdin
__ADS_1
“ aladdin benar sofia” ucap tuan indra
“ nak namaku rendra
Anak kecil itu berlari kepelukan tuan rendra sebelum tuan rendra selesai bicara
“ Tidak usah takut nak, kami ada disini untuk menjagamu, siapa namamu?” tanya aladdin
“ akhtar” jawab anak itu, aktar tidak melepaskan pelukannya dan justru semakin erat memeluk tuan rendra
“katakan padaku kenapa kau ada di kamar putriku, apa kau melihat putriku dan temannya” ucap tuan rendra dengan lembut
“ Kakek selamatkan bibi jassmine, mereka memukul bibi hingga berdarah dan membawanya pergi” jawab akhtar
Semua orang terkejut mendengar ucapan akhtar, mereka mencoba menggali informasi lain dari akhtar
“ Akhtar siapa yang menculik bibi jassmine?” tanya aladdin
Melihat akhtar ketakutan tuan rendra pun membujuk akhtar dengan permen yang ia bawa disakunya
“ Akhtar lihat kakek punya permen enak, akhtar mau tidak?” ucap tuan rendra mencoba merayu akhtar
“ ibu bilang akhtar tidak boleh makan permen kakek, itu bisa merusak gigi” ucap akhtar dengan kepolosannya
“ akhtar anak pintar, permen memang bisa merusak gigi tapi permen yang kakek punya berbeda, ini rasanya manis tapi baik untuk kesehatan, kau tahu bibi jassmine yang belikan ini untuku” ucap tuan rendra
“ Benarkah” jawab akhtar dengan semangat, tanpa ragu ia mengambil permen dari tangan tuan rendra kemudian memakannya
“ Anak pintar, apa kau tahu siapa yang membawa bibi jassmine?” tanya tuan rendra
“ Aku tidak kenal mereka kakek, badan mereka besar-besar, mereka memakai baju hitam sama seperti paman” Jawab akhtar sambil mengunyah permen, ia menunjuk aladdin karna tubuh aladdin juga proposional
Ibu dini datang bersama dengan jesy, ia tiba-tiba menarik akhtar dari pelukan tuan rendra, ia berteriak dan menamparnya
“ Dasar anak si*alan, apa kau akan tiada jika kau tidak membuat masalah” ucap ibu dini dengan kasar
Semua orang terkejut melihat sikap ibu dini, bagaimana tidak ia yang biasanya bersikap lembut pada anak-anak kini menampar dan bicara dengan kasar pada seorang anak.
Dengan cepat aladdin menarik anak itu menjauh dari ibu dini,
“ jangan bersikap kasar pada anak kecil, kau adalah pimpinan panti asuhan bagaimana kau bisa melupakan prinsip itu” ucapnya dengan kesal
__ADS_1
“ aladdin sebaiknya kita berpencar untuk mencari jassmine dan jimmy, jangan membuang waktu untuk mengurusi masalah dengannya” ucap tuan rendra
Semua orang berpencar mencari jassmine dan jimmy, matahari sudah tenggelam tapi keduanya masih belum ditemukan, semua orang berkumpul di aula pernikahan memikirkan kemungkinan dimana jassmine dan jimmy berada.