
17 tahun kemudian
Aladdin duduk sambil memandangi foto jassmine dan mengenang masa lalu,
"Ayah bertengkar lagi dengan ibu?"
" tidak gia, kau salah faham nak, ayah tidak bertengkar dengan ibumu" jawab aladdin
" kalau begitu ikut denganku"
gia menarik aladdin ke ruang keluarga, dimana putranya aksa tengah menangis dalam pelukan ibunya.
" aksa kenapa kau menangis nak?" tanya aladdin cemas
" aku dan ibu sudah bertanya ayah, tapi aksa tidak mau bicara, aku pikir aksa menangis karna melihat ayah dan ibu bertengkar" saut gia
" ayah..." dengan cepat aksa berlari kepelukan aladdin,
" ayah temanku bilang kalau diantara aku dan kakak ada yang bukan anak kandung ayah, apa itu benar? diantara aku dan kakak siapa yang bukan anak ayah" tanya aksa sambil memandang wajah aladdin dengan tatapan sendu
" aksa jawab pertanyaan ayah dan kau akan langsung tau jawabannya, berapa usia kakakmu?" tanya aladdin
" 20 tahun"
" usia mu?"
" 12 tahun"
" lalu...
" aku yang bukan anak kandung ayah aksa" ucap gia menyela
" aku tidak menyangka putriku tidak menganggapku sebagai ayahnya sendiri" ucap aladdin sambil menitihkan air mata
" tidak begitu ayah, hanya saja aska harus tahu kebenarannya" gia duduk disamping aladdin kemudian memeluknya
" aksa hiraukan saja ucapan kakakmu, jawab pertanyaan ibu, aku, aladdin, aksa dan kha gia, kita itu apa?"
" keluarga " jawab aksa
" anak pintar, aksa kita adalah keluarga, tidak ada anak tiri atau anak kandung, semuanya sama, kasih sayang yang kita bagi dan rasakan jauh lebih berarti dari ikatan darah sekalipun, inilah yang ingin di jelaskan oleh ayahmu"
" ini sudah larut anak-anak cepat sana pergi tidur atau masih mau di bahas lagi" ucap aladdin dengan tegas
"baiklah selamat malam ayah, ibu" aska dan gia mencium ayah dan ibu kemudian pergi untuk tidur.
Setelah anak-anak pergi aladdin menggendong istrinya dengan romantis masuk ke dalam kamar
" 17 tahun sudah berlalu tapi rasanya semua yang terjadi seperti baru kemarin ya aladdin"
"di sini hanya ada kita berdua dan kau memanggilku dengan nama, aku akan menghukummu" ucap aladdin sambil mencium istrinya.
" aladdin apa kau masih mencintai jassmine?"
" pertanyaan itu lagi" jawab aladdin kesal
__ADS_1
" aku sangat mencintaimu sayang, aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini muncul dihatiku tapi setiap aku bercermin...
" cukup, jangan teruskan lagi nue, aku mencintaimu, bukan karna kau mirip dengan jassmine, bukan karna pita suara jassmine yang kau miliki, dan bukan pula karna nizar memintaku untuk menjagamu sebelum ia tiada, tapi karna kau adalah nuella, istri sah ku dan ibu dari anak-anakku"
" saat jassmine meninggal bukankah kau berjanji dihadapanku bahwa kau akan menepati janjimu padanya untuk memiliki keluarga bahagia, tapi jassmine akan tetap menjadi wanita yang kau cintai selamanya"
" karna itulah aku kesal setiap kali kau bertanya apakah aku masih mencintai jassmine, kau tahu sayang, aku tidak akan pernah melupakan jassmine namun aku tidak bisa memungkiri perasaanku, setiap kali aku memandang foto jassmine aku selalu merasa bersalah, karna aku lebih mencintai dirimu"
Nue spontan memeluk aladdin saat lampu tiba-tiba mati
"aladdin"
" maaf sayang aku pikir giliran mati lampunya akan dimulai jam 11 malam"
" jadi kau sudah tau akan mati lampu, kenapa kau tidak memberi tahuku, sekarang anak-anak bagaimana?"
" tenang sayang di kamar anak-anak sudah tersedia lampu emergncy"
" bagaimana dengan kita?"
" aku rasa kita tidak membutuhkannya, aku tahu kau takut gelap tapi aku akan selalu bersamamu"
" kau sengaja melakukannya bukan, aladdin cepat pasang lilin atau apapun yang bisa menerangi kamar, aku belum ganti baju"
"aku akan membantumu sayang, cepat buka bajumu"
" kau memang pintar mencari kesempatan"
" terima kasih pujiannya"
" aladdin jangan macam-macam, lakukan dengan benar"
" salahmu kau meraba tubuhku dan bukan membantuku pakai baju tidur"
" baiklah sudah selesai ayo berbaring sayang aku akan memelukmu dari belakang"
" kenapa kau memeluku dari belakang kenapa ga dari depan aja"
" agar aku bisa lebih mudah menutup matamu seperti ini"
" bagaimana apa kau nyaman"
" ya, aku tidak takut sekarang, rasanya dunia menjadi gelap karna tanganmu dan bukan karna lampunya mati, auch..."
" ada apa kenapa kau teriak"
" aladdin ada benda keras menusuk ke tubuhku, sepertinya dalam sekali"
"maaf tapu itu senjataku sayang, heeheee"
" aladdin kau ini, bisa-bisanya kau menusuku dari belakang di saat seperti ini, bagaimana kau bisa melakukannya tanpa pemanasan terlebih dahulu, apa kau juga seperti ini saat menjadi suami jassmine"
" tidak, aku selalu bisa menahan diri saat bersama jassmine, tatap matanya yang sendu bisa menghilangkan hasratku, tapi tatap matamu membuatku bergairah, aku tidak bisa menahan diriku"
" ya sudah lanjutkan sayang....
__ADS_1
dikamar gia
" kakak ade ga bis tidur boleh tidak ade tidur di kamar kakak"
" boleh, kau berbaring saja duluan kakaj masih harus mengerjakan tugas kuliah"
" kakak jika aku bertanya tentang masa lalu apa kakak akan marah"
" kau masih penasaran rupanya, kakak akan ceritakan padamu dengar! 17 tahun lalu istri ayah yang bernama ibu jassmine meninggal dunia, dulu ayah berjanji ia akan melanjutkan hidupnya dan mewujudkan impian ibu jassmine untuk memiliki keluarga bahagia, 2thn berlalu dan ayah belum juga menikah, saat itu usia kakak 5 tahun, tiba-tiba saja ibu mendapat kabar bahwa ayah nizar mengalami kecelakaan, pesawatnya jatuh ke laut...
" ayah nizar itu ayah kandung kakak"
" iya, saat ditemukan ayah nizar dalam kondisi kritis, ayah nizar meminta ayah aladdin untuk menikahi ibu, dan merekapun menikah"
" kakak, ayah menikah dengan ibu karna permintaan ayah kandung kakak berarti bukan karna cinta, kakak aku takut ayah dan ibu akan berpisah seperti orang tua sisil, teman sekelasku, orang tuanya berpisah karna mereka tidak saling mencintai lagi"
" jangan takut adik, meski ayah dan ibu seing bertengkar tapi mereka saling mencintai, kau adalah bukti dari cinta mereka"
" aku, kenapa aku kak"
" jika mereka tidak saling mencintai bagaimana kau bisa lahir, dasar bodoh"
"itu berarti bibi jesy berbohong padaku"
" siapa kau bilang?"
"kakak, sebenarnya bibi jesy menemuiku di sekolah, dia bilang bahwa ayah akan menikahinya dan kita semua akan berpisah, karan itu aku sangat sedih tadi"
" panggilan vidio"
" hai sepupu gia hallo sepupu aksa"
" akhtar, ibumu ada di kota sabit"
"wah aku baru saja mau bertanya dan meminta kalian waspada, tapi karna kalian memberi tahu duluan aku akan melakukan pencarian besar-besaran di sana"
" kak akhtar, bibi jesy itu ibumu"
" bukan aksa dia wanita gila yang mencoba merayu ayah mu dan ayahku, ibuku bernama ibu jassmine, dia sudah meninggal 17tahun lalu, masalah jesy kau tidak perlu khawatir, ayahku tidak akan mengampuninya seumur hidup karna dia dulu berusaha melenyapkanku, baiklah ini sudah larut aku akhiri telponnya, aku akan berkunjung saat aku kesana besok, selamat malam"
" selamat malam akhtar"
" selamat malam kha akhtar"
" aksa sebaiknya kita tidur, hari semakin larut"
" tugas kuliah kakak?"
" besok bisa kakak lanjutkan lagi, ayo tidur"
" ya!"
Aladdin hidup bahagia bersama nuella, putrinya giana dan putranya aksa,
sementara jesy hidup menderita, ia diperlakukan dengan buruk oleh zakaria ayah dari akhsa putranya, yang lebih menyakitkan akhsa tidak pernah menganggapnya sebagai ibunya, baginya ibunya hanyalah jassmine, wanita yang dulu ia panggil bibi ia berikan penghormatan sebagai ibu karna jassmine memberikan kebahagiaan pada akhsa dan mempertemukannya dengan ayahnya.
__ADS_1
pada akhirnya aladdin dan putri jasmine hanya ada dalam dongeng anak kecil saja.
The and.