Aladdin New Generation

Aladdin New Generation
Lamaran


__ADS_3

Tuan indra dan jimmy menyatakan ketidak setujuannya atas keputusan yang di ambil oleh aladdin


“ Aku tahu kenapa kalian berdua tidak setuju dengan keputusan yang aku ambil, aku bisa mengerti semua itu karna kalian tidak bisa melihat sifat asli nue, aku yang jadi suaminya tentu saja aku tahu pasti bagaimana sifat aslinya karna aku yang merasakan hidup dengannya, nue itu tidak seperti yang kalian kira, dia bukan gadis baik-baik, dia hidup dengan dua nama dan dua suami, dia berpura-pura baik di hadapan kalian tapi saat bersamaku dia selalu bersikap menyebalkan” ucap aladdin


“ Nue gadis baik-baik aladdin, masalahnya dia bukan istrimu, istrimu adalah jassmine” saut jimmy


“ Nue dan jassmine adalah orang yang sama jimmy” saut aladdin


“ tidak kau salah, nue dan jassmine adalah dua orang yang berbeda” ucap jimmy menentang


“ sudah cukup, jika kau menganggap ku saudara, jika ayah ingin aku bahagia, aku mohon kepada kalian tolong hormati keputusanku” ucap aladdin dengan tegas


“ tunggu aladdin” ucap sang ayah ketika aladdin hendak meninggalkan kamar


Tuan indra membuka brankasnya dan mengambil sebuah buku tabungan


“ aku tidak tahu apakah nue dan jassmine adalah satu orang yang sama atau mereka adalah dua orang yang berbeda, tapi yang pasti, aku hanya mengenal nue sebagai menantuku, aku ingin mengembalikan sesuatu padamu sebelum kau memulai kehidupan barumu, ini tabungan nue yang di gabungkan dengan tabunganku (memberikan pada aladdin) setiap bulan kau mentransfer uang ke rekening ini, sepeserpun nue tidak pernah menggunakannya, nue memintaku menyimpan uang darimu untuk bekal di masa tua, saat aku sudah tak lagi bisa bekerja, aku menerimanya karna nue memaksa, tapi aku rasa aku tidak membutuhkannya, dan ini (memberikan) struk bukti pembayaran hutangku yang di bayar oleh nue, aku telah gagal menjalankan bisnis dan terjerat dalam hutang yang sangat besar, aku tidak meminta uang darimu, karna aku tidak ingin kau tahu bahwa ayahmu adalah orang yang gagal aladdin, kau tahu bagaimana nue membayar hutangku, ia meminta uang darimu untuk membayar hutang itu, dan ia membayar belanjaan orang lain dengan kartu kreditnya agar ia bisa mendapatkan uang untuk membayar bunganya juga, aku tidak tahu bagaimana caranya berterima kasih padamu untuk memiliki istri sebaik dan secerdas nue, aku mengizinkanmu menikah dengan jesy, semoga saja dia bisa membuatmu lebih bahagia” ucap tuan indra kemudian pergi membaringkan diri di atas tempat tidur


“ jassmine bersandiwara memiliki dua nama dan dua suami untuk melindungi saudari kembarnya nuela, tapi jika itu yang kau inginkan maka berbahagialah...” ucap jimmy sambil menepuk pundak aladdin kemudian pergi


Aladdin berjalan menuju kamarnya dengan perasaan bimbang, hatinya terus bergejolak, di satu sisi ia merasa bersalah pada jassmine karna telah salah mengenalnya dan ingin jassmine kembali ke sisinya, akan tetapi sisi hatinya yang lain tidak ingin melukai jesy atau pun kehilangannya. Sesampainya di kamar aladdin membaringkan diri di atas tempat tidur mencoba untuk tidur


“ Kenapa kau tidak bisa tidur, kau pasti sedang banyak pikiran, mau ku pijat kepalamu?” Ucap jassmine dalam lamunan aladdin


Untuk sesaat bayangan jassmine membuatnya tersenyum namun kemudian aladdin menjadi kesal mengingat dirinya hanya di jadikan bahan permainkan nue, ia melempar bantal hingga bayangannya pun hilang seketika


“ kenapa kau marah sayang? Apa kau mau aku cium agar amarahmu hilang” ucap jassmine dalam lamunan aladdin


Aladdin menggosok matanya dan menyadari jassmine hanya ada dalam khayalannya...


Sepanjang malam aladdin terus terjaga karna terus membayangkan wajah jassmine. Entah itu cinta atau sekedar rasa bersalah yang membebaninya, yang pasti hal itu membuat hati aladdin gelisah tak menentu.

__ADS_1


Malam berganti pagi, aladdin pun mulai bersiap pergi ke kantor, setelah mandi ia mendapati pakaiannya tidak di setrika dengan benar, itu membuatnya kesal, ia pun memanggil ulfa serta memarahinya, namun saat ulfa memberi tahu aladdin bahwa selama ini istrinya lah yang menyetrika pakayan aladdin, ia langsung terdiam dan tidak bisa berkata-kata.


Aladdin mendapati beberapa hal berbeda di luar kebiasaannya yang membuat ia dapat menyadari bahwa selama ini jassmine melakukan tugasnya dengan baik, ia tidak tahu kenapa selama ini ia tidak menyadarinya.


Rasa penyesalan yang ia rasakan cukup membebaninya, hingga hari-hari terasa sangat panjang bagi aladdin, waktu seolah berjalan sangat lambat, namun kehadiran jesy yang selalu berada di sisinya cukup membantu membuatnya tersenyum dan sedikit berbahagia.


Satu minggu berlalu dan perasaan aladdin pun mulai kembali tenang.


“ aladdin, kapan kita akan ke rumah jesy untuk membicarakan pertunangan mu dengannya” tanya tuan indra dengan serius


“ kalau bisa sore ini ayah, bukankah lebih cepat lebih baik” saut aladdin


“ aku akan persiapkan segalanya untukmu” saut jimmy


“ tentu saja harus begitu kakak” ucap aladdin


“ aigo... Saat ada maunya kau bersikap manis padaku sampai memanggilku kakak” ucap jimmy bercanda.


“ Selamat datang di kediamanku tuan indra” sambut tuan rendra


“ terima kasih tuan rendra, rumahmu terlihat sangat indah” Ucap tuan indra


“ ahh... Kau bisa saja (senyum) mari masuk” Ucap tuan rendra


Tuan rendra merangkul aladdin sambil berbisik “ aladdin, ini kedua kalinya kau datang kemari dan aku tidak pernah menyangka saat kau datang lagi kau langsung datang untuk melamar putriku jesy” ucap tuan rendra sambil tersenyum


Tuan rendra mempersilahkan semua orang untuk duduk di ruang tamu. Aladdin memperhatikan sekeliling dan ia baru menyadari hanya ada foto jesy yang menghiasi dinding ruangan itu, tidak ada satupun foto jassmine.


“ aladdin kau tidak mau duduk nak” ucap tuan indra saat aladdin tengah memperhatikan foto-foto yang tergantung di dinding


Mendengar panggilan ayahnya, aladdin pun tersenyum kemudian ikut duduk bersama mereka,

__ADS_1


“ Ayah rendra di mana jesy?” tanya aladdin


Tuan indra sedikit terkejut mendengar pertanyaan aladdin, ia tidak menyangka putranya sudah memanggil tuan rendra dengan panggilan ayah, jimmy yang menyadari perasaan ayahnya merangkul tuan indar sambil tersenyum, mencoba membuat sang ayah tersenyum.


Tidak lama kemudian jesy turun dari lantai dua, melihat jesy berjalan menuruni tangga dengan cantik, aladdin justru membayangkan istrinya yang menuruni tangga, aladdin menggelengkan kepala kemudian menunduk, saat ia mengangkat perlahan kepalanya iya melihat jesy sudah ada di hadapannya menatapnya sambil tersenyum, jesy kemudian duduk di samping aladdin


“ baiklah karna jesy sudah di sini aku tidak ingin membuang waktu, tuan rendra tujuan kami datang ke rumahmu hari ini adalah untuk melamar putrimu yang bernama putri jasmin untuk putraku aladdin, apakah kau bersedia menerima lamaran dariku” tanya tuan indra


“ Kami menyambut baik niat anda tuan indra, aku tidak keberatan selama putriku menginginkannya, bagaimana sayang?” ucap tuan rendra


“ aku menerimanya ayah indra” ucap jesy sambil tersipu malu


“ (Senyum paksa) baiklah terima kasih putri jasmin, aku ingin pertunangan mereka di langsungkan besok sore” ucap tuan indra


“ apa itu tidak terburu-buru tuan indra, kami mungkin tidak akan bisa menyiapkan acaranya” ucap rendra


“ kau tidak perlu khawatir tuan rendra, putraku jimmy (merangkul jimmy) yang akan mempersiapkan segalanya, kau cukup datang ke tempat acara bersama jesy dan ibunya” ucap tuan indra sambil tersenyum


“ sebenarnya aku ingin menyiapkan sendiri acara pertunangan putriku, tapi baiklah jika kau menginginkannya, kita lakukan pertunangannya besok sore” ucap tuan rendra sambil tersenyum.


Setelah mereka sepakat, tuan indra mengajak aladdin pulang, mereka pun pergi meninggalkan kediaman tuan rendra.


Setelah aladdin dan keluarganya pulang tuan rendra memeluk jesy dengan bahagia


“ Ada apa dini, putrimu sudah di lamar dan sebentar lagi akan menikah, tapi sepertinya kau tidak bahagia” ucap tuan rendra saat melihat ibu dini melamun


“ entah kenapa aku merasa tuan indra tidak begitu senang dengan hubungan ini” ucap ibu dini


“ itu hanya perasaanmu saja, sudah,,, jangan banyak berpikir yang tidak-tidak, putrimu sebentar lagi akan menjadi milik orang lain, jadi berbahagialah..” ucap tuan rendra sambil tersenyum.


Keesokan harinya pertunangan aladdin dan jesy pun mulai di persiapkan, acaranya di gelar di gedung baru milik perusahaan aladdin yang kebetulan terletak di kota qua, pagi-pagi sekali jimmy sudah pergi...

__ADS_1


__ADS_2