Aladdin New Generation

Aladdin New Generation
what the hell


__ADS_3

Saat tuan abu sibuk menjalankan satu persatu rencananya aladdin justru tengah terjebak di kamar hotel jassmine. Aladdin tersenyum jahil setelah mendengar bahwa jassmine akan datang namun ia tidak tahu apa yang harus dia lakukan


‘Jassmine akan datang, sebentar lagi aku akan bertemu dengannya’


Aladdin merasa senang hanya dengan mendengar bahwa jassmine akan datang, ia berdiri di depan pintu berpikir untuk memberi kejutan kepada Jasmine


‘ saat jassmine datang dia pasti akan terkejut melihatku tapi apa yang harus aku katakan padanya nanti...’


Di saat aladdin berpikir apa yang akan ia katakan pada jassmine di balik pintu jassmine tengah bersiap untuk masuk.


Jassmine membuka pintu dan di saat yang sama aladdin yang hendak memberi kejutan pada jassmine justru bersembunyi di balik pintu


‘ sial... Kenapa aku harus bersembunyi’ batin aladdin menggerutu setelah ia loncat dan bersembinyi di balik pintu saat jassmine masuk


Jassmine maskuk ke kamarnya, ia merasa ada sesuatu yang aneh, jantungnya berdebar dengan kencang, ia juga mencium parfum pria di kamarnya, perasaannya mengatakan bahwa aladdin ada di sana, namun saat ia memperhatikan sekitar ia tidak melihat siapapun,


Di saat yang sama jantung aladdin juga berdegup dengan kencang, satu hal yang tidak ia mengerti, jantungnya berdebar karna jassmine ada di dekatnya atau karna ia takut jassmine akan mengetahui ia bersembunyi di balik pintu yang terbuka, saat jassmine melihat sekeliling kamarnya kening aladdin berkeringat, dan saat ada kesempatan aladdin merjalan perlahan menyusuri tembok seperti seekor cicak, balkon, ia memutuskan untuk bersembunyi di sana karna ia merasa saat ini itulah tempat yang paling aman, ia bersembunyi di balik dinding kamar tepat di balkon,


Sejauh jassmine melihat ia tidak menemukan sosok pria yang ia cari ‘ mungkin aku terlalu berharap’ batin jassmine bicara seolah tengah meyakinkan hatinya yang merasakan kehadiran aladdin di dekatnya


Hembusan angin dari luar membuat jassmine merasa kedinginan, ia berjalan mendekati balkon dan berpikir untuk menutup pintu balkon namun saat melihat pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah ia mengurungkan niatnya, ia berdiri di pintu balkon yang terbuka lebar menikmati hembusan angin yang sangat segar sore itu, ia tidak melihat aladdin karna tubuh aladdin terhalang oleh pot dan pohon besar yang berada di balik pintu menahan pintu balkon yang terbuka, keberadaan jassmine membuat dahi aladdin kembali berkeringat namun ia menikmati pemandangan indah itu, senyum indah jassmine yang jarang sekali ia lihat


‘ kau bisa tersenyum bahagia seperti ini saat kau jauh dariku, saat kau tak lagi bersamaku, apa kau begitu menderita dan tertekan saat bersamaku, aku memberikan semua yang kau inginkan hanya demi melihatmu tersenyum, karna kau terlihat sangat cantik saat kau tersenyum, jika aku muncul di hadapanmu mungkin aku tidak akan bisa melihat senyum indah itu’ aladdin bicara dalam hati seolah menampik semua penyesalan yang ia rasakan sebelumnya


Hari mulai gelap dan mata hari pun tak lagi terlihat jassmine pun memutuskan untuk masuk


“ Akan ku biarkan pintu ini terbuka dan membiarkan dinginnya malam masuk ke dalam kamar, akan ku biarkan hembusan angin menyentuh tubuhku, sebaiknya aku matikan acnya agar aku tidak menggigil kedinginan”


Jassmine menepuk kepalanya perlahan mengejek dirinya sendiri


“ bodoh... Kenapa aku jadi bicara sendiri”


Jassmine menatap dirinya sendiri di hadapan cermin


“ Sepertinya kau sudah gila” ucap jassmine sambil tersenyum bahagia


Aladdin melihat apa yang di lakukan jassmine dari celah gordeng jendela yang berada di sebelah pintu balkon, ia tersenyum melihat tingkah jassmine yang konyol, ia bahagia karna merasa jassmine hidup bahagia tanpa ada dia dalam hidupnya. Namun ia juga merasa sedih karna tidak bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi jassmine.


Jassmine yang mulai merasa tidak nyaman dengan bau matahari di tubuhnya pergi untuk menyegarkan diri. Selagi jassmine mandi aladdin masuk ke dalam kamar sejenak membaringkan diri di atas tempat tidur, ia meregangkan otot-ototnya yang kaku karna terlalu lama bersembunyi, setelah setengah jam berlalu aladdin kembali ke tempat persembunyiannya karna ia tahu jassmine pasti akan keluar saat itu, benar saja tidak lama setelah aladdin kembali ke tempat persembunyiannya jassmine keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk kecil yang bahkan tidak bisa menutupi lututnya, jassmine bersenandung sambil mengeringkan rambutnya yang basah, tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu,


“nona aku mengantar baju yang anda pesan” terdengar suara dari balik pintu


Jassmine bergegas mengambil jubah mandi yang tergeletak di atas tempat tidur dan bergegas memakainya, jassmine membuka pintu dan mengambil baju yang ia pesan itu, ia terkejut melihat menejer hotel yang mengantar baju miliknya

__ADS_1


“ anda menejer hotel kan! Kenapa anda harus repot-repot mengantarkan pesananku, di mana pegawaimu” tanya jassmine heran


“ Ada nona, aku mengantar pesanan nona karna nona adalah tamu spesial hotel kami, saya merasa terhormat jika bisa melayani anda, kalau begitu saya permisi, selamat bersenang-senang nona” ucap menejer hotel dengan ramah


Jassmine kembali menutup pintu setelah menejer hotel itu pergi, ia sedikit heran dengan perkataan menejer hotel itu, ia melihat gaun yang ia pesan ia merasa bahwa menejer hotel itu melihatnya sebagai seorang istri yang menginap bersama suaminya, jassmine memang belum lama mengelola hotel tapi ia mengetahui bahwa kata tamu spesial dan ucapan selamat bersenang-senang akan diucapkan pada pasangan suami istri yang tengah berbulan madu, ia pun mulai berpikir aladdin ada disana dan tengah bersembunyi di suatu tempat


‘ tunggu dulu, ucapan menejer hotel, bau parfum pria, dan jantungku yang berdebar kencang, mungkinkah aladdin ada di sini dan tengah bersembunyi di suatu tempat, jika ia maka aku harus memaksanya keluar, ahhaa... aku punya ide’ hati jassmine bergumam merasakan kejanggalan yang terjadi


Jassmine membuka jubah mandinya, ia membiarkan handuknya jatuh ke tanah


‘ jika aladdin ada di sini dan melihatku maka dia pasti akan keluar dan memarahiku’ ucap jassmine dalam hati


Di sisi lain aladdin terdiam membeku melihat tubuh jassmine tanpa busana,


‘aladdin kau tidak boleh melihat hal ini, kau sudah tidak memiliki hak untuk melihat tubuh seksinya, cepat bangun dan marahi dia’ batin aladdin memintanya untuk bangun dan memarahi jassmine karna membiarkan tubuhnya terbuka di hadapannya namun tubuhnya berkata lain, tubuhnya enggan beranjak dan matanyapun enggan berpaling, ia hanya bisa menelan ludah melihat jassmine perlahan mengenakan pakayannya.


Setelah memakai semua pakayannya jassmine duduk di hadapan cermin bersiap untuk merias diri, ia menghela nafas panjang hatinya sedikit kecewa karna apa yang ia pikirkan tidak terjadi


‘Apa yang kau pikirkan jassmine, tidak seharusnya kau terlalu banyak berharap pada aladdin, bau parfum aladdin dan perasaan bahwa ia ada di dekatmu, semua itu mungkin karna kau terlalu merindukannya, kau harus bertahan demi mencapai tujuanmu’ batin jassmine menggerutu seolah berusaha lari dari perasaannya sendiri


Jassmine tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara ponselnya berdering, ia melihat ponselnya dan menerima panggilan itu


“ hallo zippe sebentar aku aktifkan speaker dulu” ucap jassnine


Jassmine: aku sedang merias diri, ada apa kau meneleponku


Zippe: mendakak aku ingin mendengar suaramu, mungkin qku merindukanmu


Jassmine: kau ini, tapu bagus kau meneleponku, zippe apa kau bisa bantu aku menukar tiket pesawat


Zippe: kenapa apa kau akan mengundurkan penerbanganmu besok


Jassmine: bukan mengundurkan tapi memajukan, menurut jadwal besok aku ikut penerbangan sore, tapi aku ingin kembali besok pagi, satu hal lagi, bisakah kau meminta ayahmu menyiapkan kamar untuku, aku ingin istirahat di tempatnya satu atau dua hari


Zippe: mmm, aku akan meminta ayahku melakukannya (suara sendu seperti tengah menahan tangis)


Jassmine: zippe ada apa? Apa kau menangis?


Jassmine: zippe katakan sesuatu jangan membuatku khawatir


Zippe: jassmine aku berada di kediaman ayah, hick.. Aku tahu apa yang terjadi, hick..


Jassmine: bicara dengan jelas bodoh jangan sambil menangis

__ADS_1


Zippe: kau yang bodoh kenapa kau sembunyikan semuanya dariku (teriak) hick.. Aku tidak ingin menangis karna itu menghancurkan reputasiku sebagai pria tapi air mata ini tak mau berhenti mengalir saat mengetahui keadaanmu


Jassmine: apa yang kau tangisi zip aku masih hidup dan masih bisa bicara denganmu kan! Jadi apa akhirnya kau menuruti kata-kataku dan membawa kekasihmu pulang


Zippe: ya, aku membawa shelin untuk dikenalkan pada ayah, dan seperti katamu, ayah menyukainya, sebentar lagi mungkin kami akan menikah. Jassmine kau sangat licik


Jassmine: apa setelah kau mengetahui hal itu kau membenciku


Zippe: tidak, aku berharap bisa menggagalkan rencanamu, ayo kita lakukan oprasi cepat kembali aku akan menyiapkan segalanya


Jassmine: aku sudah bilang padamu kan, aku tidak mau melakukannya


Zippe: jassmine ini perintah dari doktermu kau tidak bisa menolaknya


Jassmine: percuma saja, semua itu hanya akan menjadi sia-sia, cukup bantu aku dengan rencanaku


Zippe: aku ini doktermu bukan pembantumu, setidaknya katakan berapa lama lagi waktumu


Jassmine: satu tahun, satu bulan atau mungkin satu minggu


Zippe: kenapa kau main-main dengan hidupmu (teriak) ada banyak orang yang menyayangimu ayo kita lakukan oprasi percayalah padaku


Jassmine: cih.. Aku selalu percaya padamu bodoh tapi aku tidak mau melakukannya, aku tidak ingin melupakan apapun yang terjadi, berhentilah menangis pria cengeng, entah apa yang akan shelin pikirkan jika melihatmu


Zippe: aku tidak bisa melakukannya air mata ini tidak mau menurut padaku, jassmine setidaknya biarkan aku memeriksamu


Jassmine: baiklah saat aku kembali kau bisa memeriksa keadaanku, tapi jangan berpikir untuk membiusku dan melakukan oprasi saat aku tidak sadar, karna jika aku sampai tiada aku akan menghantuimu


Zippe: itu ide yang bagus, aku akan membiusmu dan melakukan oprasi, jika oprasinya berhasil kau tidak akan ingat apapun dan jika ga.. dan kau menghantuiku shelin akan terus menempel padaku karna takut padamu


Jassmine: huh... Jadi kau akan membantuku atau tidak?


Zippe: kau tidak perlu khawatir, aku akan mengubah jadwal penerbanganmu, besok pagi kau bisa mengambil tiketmu di bandara


Jassmine: baiklah terima kasuh, aku tutup dulu teleponnya aku ada janji makan malam,


Zippe: mmm.. Sampai jumpa


Jassmine mengakhiri teleponnya dan kembali merias diri. Di sisi lain aladdin menutup mulutnya menahan untuk tidak mengeluarkan suara, entah kenapa ia tak kuasa menahan tangis mendengarkan percakapan jassmine dan zippe.


Jassmine pergi meninggalkan kamarnya menuju restoran di bagian bawah hotel.


Aladdin menenangkan diri dan mengikuti kemana jassmine pergi, ia terkejut melihat siapa yang di temui jassmine

__ADS_1


__ADS_2