
Mendengar perkataan dr.julian tuan rendra mencoba sekuat tenangga bangkit dari tempat tidurnya, estion berusaha mengejar tuan rendra, ia mengemudikan sendiri mobilnyaa sampai ke pelabuhan, tuan rendra yang diliputi rasa bersalah mencoba mencari putrinya sendiri, ia pergi ke tempat di mana kapal di temukan, semua tim pencari yang berada di pelabuhan berusaha mencegahnya pergi, namun ia bersikeras pergi ke perairan selatan dengan kapal motor yang ia kemudikan sendiri, estion dan tim pencari mengejarnya dan mencoba membujuknya, akhirnya tuan rendra mau menghentikan perahunya, namun tidak ada yang menyangka tuan rendra justru lompat ke lautan, ia menyelam tanpa peralatan tubuhnya yang mulai semakin lemah membuat pandangannya menjadi semakin buran, tuan remdra memaksakan diri hingga tidak sadarkan diri di dasar laut, beberapa orang tim pencari menyelam ke dasar laut untuk membawa tuan rendra kembali, setelah bersandar di pelabuhan estion bergegas membawanya kembali ke rumah sakit .
“ Apa yang kau katakan pada putraku julian” tanya ny.darsu yang cemas
“ aku tidak mengatakan hal yang salah ny.darsu, aku hanya menyampaikan kebenaran” ucap dr.julian
“ Kau adalah seorang dokter, kau tahu betul bagaimana kondisi putraku, aku mohon kepadamu, aku bisa saja membawa putraku ke rumah sakit lain tapi di kota ini hanya rumah sakitmu yang memiliki peralatan medis terlengkap, karna itulah rumah sakit ini di jadikan rumah sakit kota, julian jangan pandang putraku seperti kakak ipar yang telah menyakiti kakak dan keponakanmu, tapi pandang dia sebagai seorang pasien, seorang ayah yang diluputi rasa bersalah terhadap putrinya yang amat ia sayangi, aku mohon kepadamu” ucap ny.darsu sambil menangis bersujud di kaki dr.julian
“Kenapa aku harus peduli padanya ny.darsu? Tidakah kau perhatikan jesy! purti yang selalu di manjakan olehnya, apa dia peduli pada ayahnya, dan juga dini apa dia peduli pada mantan suaminya yang sudah merawat putrinya seperti putri kandungnya sendiri, sudah satu minggu putramu terbaring tidak sadarkan diri, aku tahu estion sudah mengabari mereka tapi tidak sedetikpun mereka datang untuk melihat rendra” Ucap dr.julian
“ Tapi aku yakin julian, aku sangat yakin padamu, kau tidak sama seperti mereka” ucap ny.darsu sambil menghapus air matanya
“ Baiklah ny.darsu, aku akan membantu mengobati putramu sampai ia sembuh, tapi dengan satu syarat, saat dia bangun nanti aku ingin dia berlutut dan memohon ampun di hadapan nisan kakakku” ucap dr.julian
“ Aku berjanji padamu, putraku akan bersujud dan memohon ampun di hadapan nisan rusella”
Mendengar perkataan ny.darsu dr.julian meminta perawat memindahkan tuan rendra ke ruang icu, ia merawat tuan rendra secara langsung, siang dan malam ia terus menjaga tuan rendra, dr.julian tersenyum bahagia setiap kali tuan rendra mengigau memanggil putrinya jassmine, namun semakin hari kondisi tuan rendra semakin buruk, tubuhnya menolak semua obat yang diberikan,
“ Ini tidak akan berhasil, jika dia terus seperti ini dia akan koma atau mungkin...
“ aku mohon dr.julian” ucap ny.darsu sambil menangis
“ pulanglah ny.darsu, sudah tiga hari kau di sini dan hanya menangisi keadaan putramu” ucap dr.julian
“ Bagaimana aku bisa meninggalkan putraku di saat seperti ini” ucap ny.darsu
“ Jika kau tidak pulang aku akan menghentikan pengobatan putramu sekarang juga” ucap dr.julian mengancam
“ estion antar nyonyamu pulang” ucap dr.julian memerintah
__ADS_1
Dr.julian sengaja mengirim ny.darsu dan estion pulang agar ia bisa membawa nuella ke hadapan tuan rendra, amarah di hati dr.julian luluh melihat tuan rendra jatuh sakit karna memikirkan jassmine, ia tahu tuan rendra tidak bisa di selamatkan karna tubuhnya menolak semua obat yang di berikan, pikiran dan rasa bersalahnya tidak menginginkan dirinya untuk tetap hidup, tidak ada cara lain lagi untuk mengobati tuan rendra selain membangkitkan keinginannya untuk hidup dengan mempertemukannya dengan jassmine, tapi melihat jassmine yang sangat membenci ayahnya dr.julian berpikir jassmine tidak akan bersedia menemui ayahnya, hanya nuella harapan terakhirnya.
Dr.julian menemui nuella yang kebetulan di rawat di rumah sakit itu juga, ia menceritakan keadaan tuan rendra pada nuella, tanpa berpikir panjang nuella setuju untuk menemui ayahnya.
Di sisi lain tuan indra menghubungi tuan rendra namun ny.darsu yang menjawab panggilannya karna ponsel tuan rendra di pegang oleh ny.darsu, tuan indra terkejut mendengar kabar tuan rendra di rawat di rumah sakit,
“ Aladdin, kenapa kau tidak bilang kalaw tuan rendra sakit?” tanya tuan indra setelah bicara dengan ny.darsu
“ Apa? (terkejut) ayah rendra sakit, ayah aku benar-benar tidak tahu tentang hal itu, jesy tidak mengatakan apapun tentang ayahnya” jawab aladdin
Setelah berbincang mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit menjenguk tuan rendra.
Di saat yang sama dr.julian membawa nuella ke ruang icu
“ Ayah” panggil nuella di samping telinga sambil menggenggam tangan tuan rendra yang tengah berbaring tidak sadarkan diri
“jassmine apa itu kau, maafkan ayah nak” ucap tuan rendra mengigau sambil menitihkan air mata
Mendengar suara nuella perlahan tubuh tuan indra mulai menerima obat-obatan yang di berikan, nuella terus bicara untuk memancing kesadaran tuan rendra, karna tuan rendra akan keluar dari masa kritisnya hanya jika ia bisa sadarkan diri.
Nuella terus berbisik membicarakan hal-hal indah yang ingin dia lakukan jika tuan rendra sadarkan diri sambil terus menggenggam tangannya, perlahan tuan rendra mulai berusaha membuka matanya, ia tersenyum saat melihat nuella di hadapannya,
“ Apa aku sudah berada di surga sayangku, kau terlihat cantik sama seperti ibumu saat kau tersenyum” ucap tuan rendra sambil membelai lembut pipi nuella
“ kau masih di dunia rendra, kau harus berterima kasih padaku, meski putrimu tidak lagi bisa berjalan dan bicara dengan normal tapi aku berhasil menemukannya dengan selamat” ucap dr.julian
“ si berengs*k itu terus menghakimi ayah sayang” ucap tuan rendra sambil tersenyum
“ Kau memang tidak tahu diri, sudah di selamatkan masih saja mencela” ucap dr.julian sambil beranjak pergi,
__ADS_1
Saat dr.julian membuka pintu ia terkejut melihat aladdin, jimmy dan tuan indra berdiri di depan pintu, dr.julian pura-pura tidak tahu apa-apa dan beranjak pergi dari sana namun tuan indra dan jimmy menahanya
“ Jassmine tidak apa-apa kan?” tanya tuan indra penasaran
“seperti yang kau lihat, tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari jassmine” ucap dr.julian
Tuan indra dan jimmy mengajak dr.julian menjauh untuk bicara, aladdin berjalan mendekati nuella, ia pun tersenyum dan memeluk nuella dari belakang, nuella yang terkejut langsung menggigit tangan aladdin hingga aladdin menjerit kesakitan
“ apa yang kau lakukan sayang? Kenapa kau bersikap kasar pada suamimu?” tanya tuan indra
Nuella yang tidak mengenal aladdin terkejut saat ayahnya mengatakan bahwa pria yang memeluknya adalah suaminya
“ ayah aku tidak mengenal pria itu, dia bukan suamiku, suamiku itu nizar” ucap nuella dengan suara yang seperti berbisik
Aladdin dan tuan rendra terkejut mendengar nuella bicara tanpa suara, aladdin memutar kursi roda nuella dan menatap wajahnya dari dekat
“ Ada apa denganmu jassmine? pertama kau tidak mengingatku lalu suaramu kenapa seperti anak itik yang terjepit?” tanya aladdin
Nuella mendorong wajah aladdin menjau dari wajahnya
“ bicara dengan normal saja tuan, tidak sopan bicara tepat di hadapan wajah orang lain seperti itu, terlebih kau adalah orang asing, dengar tuan kau tidak berhak menghina suaraku ini, pita suaraku rusak jadi suaraku seperti ini, dasar pria tidak sopan” ucap nuella
“ jaga sikapmu atau aku akan...
“ Akan apa,,, apa yang akan kau lakukan?” tanya nuella
Dr.julian, tuan indra dan jimmy yang mendengar keributan di ruang icu pun berlari masuk ruangan icu
“ Apa yang kalian lakukan? Sayang kau tidak boleh memaksakan pita suaramu seperti itu, itu akan semakin memperparah keadaanmu, dan kau aladdin tolong jangan berdebat di sini, para pasienku terganggu dengan teriakkanmu” ucap dr.julian marah
__ADS_1
“dia yang mulai....