Aladdin New Generation

Aladdin New Generation
Sutt... Jangan bilang dia.


__ADS_3

Jesy tengah berbincang serius dengan aladdin ketika beberapa wanita berjalan melewati mereka sambil bicara buruk tentangnya, jesy merasa bersedih mendengar ucapan mereka namun ia tidak bisa menyangkal ucapan mereka karna ia merasa apa yang mereka katakan itu benar, jesy pun meminta pada aladdin untuk dipertemukan dengan mantan istri aladdin, namun aladdin tidak mendengarkan ucapan jesy, ia justru sibuk bergumam dalam hati karna sedikit kesal pada jassmine mengingat insiden yang telah terjadi di antara mereka


“Aladdin aku ingin menemui mantan istrimu dan bicara dengannya sebelum kita menikah, bagaimana pendapatmu?”


“ apa?”


“ Aladdin aku perhatikan setiap kau bersamaku kau sering kali melamun, apa yang kau pikirkan? “


“ jesy aku minta maaf tidak seharusnya aku melamun dan mengabaikanmu”


“sudah.... jika mungkin ceritakanlah apa yang mengganggu pikiranmu tapi jika kau tidak ingin bercerita tidak apa, cobalah sebisa mungkin saat kau bersamaku kau harus fokus padaku jangan melamun lagi atau memikirkan hal lain, tadi aku mengatakan aku ingin menemui mantan istrimu dan bicara dengannya sebelum kita menikah, aku ingin tahu pendapatmu tentang hal ini? Apa kau bisa mempertemukan kami? ”


“ Jesy aku tidak tahu apa aku bisa memenuhi permohonanmu atau tidak, sangat sulit untuk menemui nue karna dia selalu sibuk dengan dirinya sendiri dan juga urusannya bahkan ketika ia masih menjadi istriku, tapi demi kau aku akan coba menghubunginya”


Aladdin merasa ia harus jujur pada jesy mengenai masa lalunya, ia merasa cepat atau lambat jesy mungkin akan mengetahuinya juga, ia hanya tidak ingin jesy mengetahuinya dari orang lain. Aladdin pergi mendatangi jassmine ke kamarnya namun jassmine belum kembali ia pun memutuskan unruk menunggu jassmine di depan kamarnya. Tidak lama kemudian jassmine pun datang, jassmine sedikit terkejut melihat aladdin di depan pintu kamarnya


“ Aladdin kau... Sedang apa kau di depan kamarku”


“ jassmine aku ingin bicara hal penting denganmu”


Jassmine membuka pintu kamarnya saat aladdin bicara, ia masuk ke dalam kamar namun aladdin merasa ragu untuk masuk ke dalam kamar jassmine


“ ya katakan”


“ Apa aku boleh masuk dan bicara padamu di dalam kamar? ”

__ADS_1


“ Sejak kapan kau butuh izinku untuk melakukan sesuatu, kenapa kau menjadi begitu sopan padaku? jangan lakukan itu aku tidak terbiasa”


“ Bagai mana pun kita sekarang bukan lagi suami dan istri, jadi kedepannya aku akan berusaha bersikap sopan padamu, dan kau harus terbiasa”


“ terserah padamu saja, tapi aku ingin tahu jika aku tidak mengijinkanmu masuk apa kau akan tetap berdiri di luar kamar”


“ jassmine...


“ baiklah, aku hanya bercanda, ayo masuk, tidak usah basa basi denganku katakan saja kenapa kau menemuiku?”


“ jassmine jesy ingin bertemu dengan mantan istriku, aku yakin kau tahu apa maksudku”


“lalu apa maumu? Jangan katakan kau ingin aku menemui jesy? tidak bisa aladdin, apapun yang terjadi jesy tidak boleh tahu tentang hubungan kita di masa lalu”


“Kenapa katamu? Tentu saja karna nue mantan istrimu sudah tiada aladdin”


Aladdin kesal mendengar jassmine bicara seperti itu, ia mencengkram erat kedua tangan jassmine dan membuatnya kesakitan, ia juga tetap bersikukuh dengan keinginannya


“ jangan bicara sembarangan jassmine, kau setuju atau tidak aku akan memberi tahu jesy kebenarannya”


“ Lepaskan aku aladdin, kau menyakitiku, baiklah jika kau ingin pernikahanmu batal maka katakan saja semuanya pada jesy”


Aladdin yang melihat jassmine meringis kesakitan pun merasa tidak tega dan melepaskan cengkramannya, ia berusaha menjelaskan pada jassmine agar jassmine setuju namun sebelum jassmine bicara jimmy datang menyela pembicaraan


“ jassmine apa kau tahu, saat seseorang yang kita sayangi menyembunyika sesuatu dan kita justru mengetahuinya dari orang lain hati kita akan sangat terluka, terlebih saat kita tahu sudah tidak ada kesempatan untuk kembali” ucap aladdin

__ADS_1


“ Kenapa kau bicara seperti kau pernah mengalaminya” tanya jassmine heran


“ kau tidak mengerti karna kau tidak pernah mengalaminya, jika kau bersedia menemui jesy dan membantuku menjelaskan keadaan kita yang sebenarnya aku yakin jesy tidak akan meninggalkanku dan justru akan semakin mencintaiku” ucap aladdin


“ Kau terlalu percaya diri aladdin, sebelum kau memberi tahu kebenarannya pada jesy aku ingin bertanya sesuatu padamu, jika orang yang kau cintai adalah orang yang aku cintai juga siapa yang akan kau pilih, kau akan memilihnya dan menjadi musuhku atau kau akan merelakannya untuku?” ucap jimmy


“apa yang kau katakan jimmy aku tidak ingin merusak hubungan kita hanya karna seorang wanita, jadi baik aku ataupun kau tidak ada yang boleh memilikinya akan lebih baik jika kita terluka sana-sama dari pada terluka sendiri ataupun saling melukai, tapi apa hubungannya hal ini dengan berkata jujur pada jesy?” ucap aladdin


“ tentu saja ada, jika jesy sampai tahu kau meninggalkan kakaknya demi untuk bersamanya dan kakaknya merelakan suaminya untuk kebahagiaannya apa mungkin dia akan tetap bersamamu, bagaimana jika dia melakukan hal yang sama seperti yang baru saja kau katakan” ucap jimmy


“ itulah yang coba aku katakan pada aladdin sejak tadi, tapi dia tidak mau mengerti, jimmy, apa kau membawa berkas yang ku minta?” ucap jassmine


Aladdin memikirkan perkataan jimmy dan jassmine dengan seksama.


Jimmy memberikan berkas pada jassmine dan sedikit membahasnya, melihat jimmy dan jassmine berdiskusi aladdin pun merasa penasaran dengan apa yg tengah mereka bahas bersama karna dari apa yang aladdin lihat ia merasa bahwa jimmy dan jassmine bersikap aneh seolah tengah menyembunyikan sesuatu


“Jimmy berkas apa yang kau berikan padany?” tanya aladdin penasaran


“ Bukan apa-apa aladdin, jimmy aku sudah mengerti masalahnya jika kau tidak keberatan bisakah kau pergi dari kamarku, aku ingin memeriksa beberapa berkas rahasia, bawa juga adikmu pergi”


“ baiklah jassmine selamat bekerja, ayo aladdin”


Jimmy membawa aladdin keluar dari kamar jassmine namun namun aladdin terus saja menatap jassmine dengan sejuta tanya, setelah berjalan jauh dari kamar jassmine aladdin mendesak jimmy untuk memberi taunya mengenai berkas yang ia serakan dan ia bahas bersama jassmine namun jimmy mengatakan hal yang sama seperti yang jassmine katakan sebelumnya, jimmy memberikan alasan dan aladdin pun menerimanya.


Malam harinya aladdin, jimmy dan jesy pergi meninggalkan pulau kembali ke kota qua. Dalam perjalanan aladdin mengatakan bahwa ia sudah bicara pada nue dan mengajaknya bertemu namun nue menolk, penolakan itu membuat jesy merasa sedih, sepanjang perjalanan jesy terus terdiam.

__ADS_1


__ADS_2