
Aladdin tidak mendengarkan jassmine, ia melayangkan tatapan tajam pada jassmine dan membuatnya terdiam, aladdin menggendong jassmine dan berjalan menuju kamar, selama perjalanan jassmine terus memperhatikan aladdin yang menggendongnya dengan serius.
Di sisi lain jesy tidak senang melihat apa yang di lakukan aladdin namun jesy tidak bisa berbuat apa-apa karna ayahnya ada di sana. Ia takut jika ia membuat masalah ayahnya akan berhenti menyayanginya.
Aladdin mendudukan jassmine di tempat tidur, dan melihat ke sana kemari menerka-nerka letak kotak p3k di simpan, sementara itu tuan rendra keluar kamar untuk menelpon
“ Kotak p3k ada di laci meja sebelah kiri” ucap jassmine
Aladdin pun mengambil kotak p3k itu, ia mengoleskan obat ke kaki jassmine dengan sedikit pijatan lembut
“ siapa pria itu” ucap aladdin
“beliau adalah pemilik resort tuan arnaf raizada dan yang satunya lagi asisten pribadiku zippe” jawab jassmine
“ aku tidak bertanya tentang pekerjaan mereka aku bertanya tentang status hubungan mereka denganmu” ucap aladdin
“ tuan arnaf itu atasanku dan zippe asisten pribadiku“ Jawab jassmine
“ Dia hanya atasanmu saja atau...
“berhenti mengintrogasiku seperti itu aku bukan istri ataupun kekasihmu, kau bisa pergi sekarang aku sudah merasa lebih baik, terima kasih” ucap jassmin kemudian membaringkan diri
Aladdin pun meninggalkan jassmine untuk istirahat, setelah keluar kamar aladdin melihat tuan rendra tengah menelpon sambil tersenyum jahil, aladdin merasa aneh tapi ia mengabaikannya dan kembali ke kamar,
“ Orang yang cemburu itu menyeramkan” ucap jimmy saat aladdin masuk kamar
“aku tidak cemburu jimmy, hanya saja tidak pantas bila seorang atasan terlalu dekat pada bawahannya” ucap aladdin menjelaskan
“ aku tahu itu aladdin tapi aku tidak membicarakanmu tapi jesy, sepertinya dia cemburu melihatmu menggendong jassmine”
“kenapa jesy merasa cemburu, aku hanya menggendong kakaknya yang terluka untuk membantunya”
Aladdin membaringkan diri dan tidur setelah bicara dengan jimmy.
__ADS_1
Siang harinya saat aladdin terbangun ia pergi keluar kamar bersama jimmy karna merasa lapar, ia berjalan menuju restoran namun langkahnya terhenti kala ia melihat jassmine yang tengah membuat pengaturan baru dengan beberapa pegawai, ia melupakan rasa laparnya dan berdiri memandangi jassmine, ia tersenyum saat melihat jassmine tersenyum, jimmy yang sudah kelaparan pun menarik tangan aladdin karna kesal dengan sikapnya.
Di restoran jesy tengah duduk menikati makan siangnya sendirian, ia pun memanggil aladdin untuk ikut makan bersamanya
“ Aladdin, jimmy, mari duduk dan makan bersamaku” ucap jesy sambil melambaykan tangan
Jimmy dan aladdin pun berjalan mendekati jesy dan duduk dengannya, mereka memesan makanan dan tidak lama setelah itu makanan pun datang, Aladin menikmati makan siangnya bersama Jimmy dan juga jesy, mereka bahkan berbincang ringan setelah selesai makan.
Jasmine masuk ke restoran dan memanggil berapa pegawai, disampingnya berdiri tuan arnaf dan juga jippe, jassmine asik memberikan instruksi kepada beberapa pegawai tanpa sadar tuan arnaf merangkul jasmine dan seketika aladdin langsung berdiri dan berteriak
“lepaskan tanganmu darinya” teriak aladdin kesal
“Aladdin apa yang kau lakukan?” ucap Jimmy sambil menarik aladdin untuk kembali duduk
Aladdin menunduk malu karna ia tidak sadar dengan apa yang di lakuksnnya, jimmy menepuk punggungnya dan aladdin kembali duduk dengan kepala tegak, melihat jesy kesal aladdin merangkul jesy dan mencoba bersikap romantis
“sayang berhentilah marah karena aku tidak suka melihatmu dengan wajah masa mu itu, kau terlihat lebih cantik saat kau tersenyum” ucap aladdin merayu
Tuan arnaf mencium rambut jassmine yang tergerai karna terpikat oleh wanginya. Jassmine yang menyadarinya pun melayangkan tatapan tajam pada tuan arnaf, melihat tatapan tajam jassmine tuan arnaf pun perlahan melepas tangannya dan mengambil langkah mundur sambil tersenyum.
Aladdin sangat senang melihat tindakan jassmine
“ aladdin ayo kita pergi jalan-jalan” ucap jesy mencoba mengalihkan perhatiaan agar aladdin berhenti melihat ke arah jassmine
Jesy mencoba mengajak aladdin pergi dari sana karna jesy tidak senang aladdin tersenyum saat melihat jassmine.
“ kakak aku ingin sekali berbincang denganmu, jika mungkin luangkan sedikit waktumu untukku nanti sore, karna aku akan kembali ke kota sabit nanti malam” ucap jesy
Jesy berjalan sambil terus menggandeng tangan aladdin seolah ia ingin menegaskan bahwa aladdin adalah miliknya. Aladdin dan jimmy tersenyum saat berjalan di hadapan jassmine, begitupun dengan jassmine.
Jesy sangat cemburu pada jassmine karna ia sering kali berpikir bahwa aladdin menyukai jassmine dan bukan dirinya, pemikiran itu selalu saja melukai hati jesy dan menumbuhkan kebencian di dalam hatinya, rasa persaudaraan yang tertanam layu sudah terbakar api cemburu, kini jesy hanya memiliki kebencian untuk kakaknya jassmine.
Di sisi lain aladdin menjadi bimbang setelah bertemu dengan jassmine, aladdin menyadari bahwa ia tidak senang melihat jassmine di sentuh oleh pria lain karna satu sisi hatinya masih merasa bahwa jassmine adalah miliknya seorang, tidak ada yang boleh melukai ataupun mencintainya selain aladdin sendiri, namun aladdin juga tidak bisa melupakan janji yang ia buat dengan jesy, hal itu membuat hati dan pikirannya terus berseteru
__ADS_1
“ ayolah aladdin kau tinggalkan saja jesy dan kembali bahagia dengan jassmine” ucap si merah
“ tidak aladdin jangan lakukan itu, apa kau tidak lihat, jassmine bahkan tidak terpengaruh walau kau bermesraan dengan jeay, jesy sanagt baik dan mencintaimu dengan tulus, kau mencintai dan di cintai olehnya, tidak ada hal yang lebih baik dari pada ini kan!” ucap si putih
“ Ayolah aladdin kau tinggalkan saja jesy kau akan hidup bahagia dengan jassmine setelah itu” ucap si merah
“ aladdin kau sudah hidup bahagia dengan jesy, nikmat mana lagi yang akan kau dustakan?” ucap si putih
“diam... berhenti berdebat karna kalian hanya membuatku bertambah pusing” teriak aladdin
Aladdin tiba-tiba berteriak saat tengah berjalan dan membuat jimmy dan jesy terkejut, beberapa orang yang berada di sana juga memperhatikan aladdin
“Aladdin kau melamun? Ich...” ucap jimmy sambil memukul kepala aladdin
“aladdin sejak kapan kau suka melamun?” ucap jesy
“ aku hanya sedang banyak pikiran jesy, maaf karna membuatmu malu” ucap aladdin sambil tersenyum
Mereka jalan-jalan dan melihat keadaan sekitar, jesy terus bicara mengenai rencana yang ingin ia lakukan namun aladdin dan jimmy justru merasa bosan karnanya.
“ Tuan jimmy apa kita bisa bicara sebentar” panggil jassmine dari belakang
“ Tentu, aladdin, jesy aku pergi dulu” ucap jimmy
Jimmy pergi bersama jasamine sementara aladdin yang merasa bosan mengeluh pada jesy namun ia langsung membantu saat jesy melayangkan tatapan tajam padanya,
“ aladdin kau itu pria tidak pantas bagimu mengeluh seperti anak kecil, pria itu harus kuat” ucap jesy menasehati
“ Sesekali pria juga boleh mengeluh kan!” Ucap aladdin
“ Aladdin hanya pria-pria lemah yang mengeluh pada wanitanya, aladdin kau harus jadi kuat karna kau akan menjadi pemimpin dalam hidupku, akan ada waktu dimana aku tak baik-baik saja, kau akan menjadi sandaranku saat ku merasa lelah, kau akan jadi tempat ku untuk mencurahkan semua gundahku, kau tidak bisa lemah aladdin” ucap jesy dengan tegas
“ jasmine kau...
__ADS_1