ALARAIN : Big Identity

ALARAIN : Big Identity
13. Justine : "ide bagus"


__ADS_3

Look at mulmed


Call me Rain


***TYPO***


Perlombaan Fisika mandiri siap dimulai. Setelah mendapati instruksi dari pengawas Alarain lebih memilih diam dengan dunianya. Fisika. Kenyataannya memang benar Alarain sangat menyukai pelajaran ini. Itu berlangsung selama dua jam penuh.


"Apakah baik-baik saja?" Tanya Pak Budi saat melihat anak didiknya keluar bersama peserta lain.


"Tidak apa-apa!" jawab Alarain sekenanya.


"Mari kita pulang. Pengumumannya dilakukan besok hari." Pak Budi memimpin jalan dan membawa Alarain menuju mobil yang digunakan sekolah untuk mengirim setiap utusan.


Jadi tidak hanya mata pelajaran Fisika saja yang diuji tulis, melainkan cabang kelas Mipa dan kelas Ips pun diuji. Seperti halnya dengan Resi gadis itu mewakili pelajaran Biologi. Sera dengan pelajaran Sejarahnya. Jadi tidak aneh saat Alarain melihat kedua orang itu berada di sini.


Dan setiap perwakilan didampingi dengan guru tutor, seperti Alarain yang didampingi Pak Budi.


***


Justine Hurrendt, nama terkenalnya. Pria bermarga Morenza ini merupakan salah satu keturunan bisnis Morenza grup dan juga salah satu pewaris Bisnis selain sepupunya, Beni Rebert Morenza.

__ADS_1


Ketengan Justine sebagai ahli waris yang sepertinya tidak memiliki ambisi untuk memimpin sebuah perusahaan, menjadikan orang yang selalu mendukung Johan Morenza-- ayah Justine, lantas condong ke sepupunya.


Morenza Grup saat ini dikendalikan dengan banyak kekuatan. Kekuatan besar di perusahaan itu keluarga Morenza sendiri. Namun untuk menjadikan perusahaan besar ini sebagaimana mestinya mereka harus memiliki pemimpin yang dipilih langsung oleh dewan direksi atau para pemegang saham. Maka perlu adanya Rapat Umum Pemegang Saham, yang biasa disebut RUPS.


Setiap pewaris akan pasti menonjolkan kekuatan mereka untuk dipilih. Selain Justine Hurrendt dan Beni Robert, dua pewaris lain yang kurang diminati juga ikut andil dalam pemilihan ini. Mereka adalah anak dari putra bungsu Fareht Morenza.


Garis keturunan langsung wajib ikut andil dengan sayarat dan ketentuan tertentu. Karena Chief Eksekutif Officer saat ini sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk bekerja maka para ahli waris yang telah ditunjuk akan mendapatkan pemilihan serta melihat turun ke lapangan pekerjaan.


Johan Morenza sedang sakit keras, ayah Justine itu mendadak lumpuh dan terbaring lemah dirumah sakit. Persaingan bisinis tidak terlihat bersih seperti yang berada dipikiran orang-orang. Mereka harus melakukan sesuatu bahkan yang buruk sekalipun kerap demi bisnis. Hal itu sudah biasa di lingkaran bisnis. Kamu akan terus berpura-pura tersenyum meski dalam hati dan persaingan kamu ingin menang.


Setelah enam bulan lumpuh yang diakibatkan kecelakaan mobil, setelah menunggu selama itu akhirnya RUPS akan dilaksanakan. Tapi, Justine Hurrendt tiba-tiba menghilang dari Jepang dan Alarain menemukannya berada di Indonesia dengan bersimbah darah.


"Apakah kau telah menemukan datanya?" Justine bisa berbahasa Indonesia dengan lancar karena memang kebutuhannya. Dia juga sering ke negara ini karena Liliana Ambar-- nenek dari pihak ibunya keturunan suku Jawa yang menikah dengan kakeknya Desvon Hurrendt berkebangsaan Amerika.


"Ini cukup mudah." Jawab pihak lain. Austin Petter Seazen memandang kakak sepupunya dengan aneh. Untuk apa gerangan menyelidiki gadis bernama Alarain Jayden. "Kalau kau ingin berterimakasih dan membalas budi, kenapa kau tidak menikah dengannya!"


Perlu diketahui sangat sulit bagi Justine memiliki gadis yang ia perhatikan, maka dari itu melihay gadis memperhatikan Alarain ini Austin menyarankan hal bodoh dengan bercanda. Percayalah, jika ada gadis yang menyukai Justine maka pria itu akan menendangnya, bahkan jika ia diberikan pernikahan bisnis, Justine akan melakukan segala cara agar tidak menikah. Itulah alasan Austin dengan percaya diri menyarankan hal bodoh karena ia percaya Justine akan menolaknya atau mengancamnya.


Tapi,


"Ide bagus!" Dua kata dingin meluncur dari pemuda tampan itu. Usianya masih dua puluh lima berbeda empat tahun dengannya tapi Justine kalah dalam hal asmara jika dibandingkan dengannya.

__ADS_1


Hanya saja, saat ini hal apa yang telah merasuki Justine?  Pria dingin itu tiba-tiba mengulum senyum, yang menurutnya sangat menakutkan.


"Kakak aku hanya bercanda jangan kau ambil hati!"  ucap Austin panik. Bagaiman mungkin? Ini? Terlalu...


"Tapi aku serius!" Ucapnya seraya menatap tajam adik sepupunya itu.


"Siapkan seratus tangkai bunga mawar merah! Dan kirimkan ke apartemen Rollest Morenza unit 301!"


***


Alarain sedang memilah data yang ia perlukan dari kotak besi bercahaya itu. Setelah ujian Fisika saat itu ia mengambil cuti dan absen dari sekolahnya. Tidak mudah saat ia ingin mengambil cuti karena pengerjaan Fisika berkelompok harus sungguh-sungguh dan waktu seminggu tidaklah cukup. Tapi, dengan alasan yang sangat berbahaya dan alasan mengunjungi pemakaman kerabatnya di Bandung Alarain disetujui kemungkinan dia juga akan diganti dari orang kelas multi.


Tapi kebenaran ada di pihaknya. Selama dua ini ia berada di kota Tasikmalaya. Di kota itu Alarain menemukan sedikit bukti dari yang ia inginkan. Tapi tak apa itu masih berguna.


Setelah selesai dengan datanya, Alarain memilih melihat kotak persegi dengan daun mapel sebagai lambangnya serta sebuah gambar golok Jawa Barat yang menjadi pembelah daun tersebut. Kotak ini dikunci dengan erat. Dan kuncinya merupakan sebuah sandi monitor yang tidak diketahui. Sudah jelas jika melakukan kesalahan memasukan sandi, maka jangan harap kotak ini dapat terbuka kembali. Tapi, Alarain sangat butuh barang didalamnya.


Mengehela nafas, ia lantas memasukan kotak itu pada sembarang laci.


Namun suara ketukan pintu datang padanya. Alarain menggerutu pelan, siapa yang mengganggunya saat ini?


***

__ADS_1


__ADS_2