
Untuk menjadi lebih kuat bukan kah dibutuhkan tekad yang kuat juga?
Rahasia. Kekuatan. Dan yang berhubungan dengan 'yourdeath' menjadi ancaman dunia bawah. Your death hadir dua tahun yang lalu, sejak saat itu namanya mendominasi di dunia bawah. Yang menjadi pertanyaan, apakah your death anggota mafia?
Tidak diketahui.
Identitas rahasia your death menjadi tersembunyi dan penuh misteri. Ia kematian yang tiba-tiba muncul di kekejaman diri orang lain. Ia muncul tiba-tiba dan semuanya langsung menghormatinya. Your death. Dalam bahasa inggris yang berarti kematianmu. Orang yang mengganggu your death dan menyinggung perasaannya, akan kehilangan satu-satunya harta yang berharga. Nyawa.
Siapa Your death?
Kamu akan tahu sendiri kejamnya dia seperti apa.
***
Di sekolah.
Nama Alarain Jayden membesar kala ia memasuki kelas multi dan mempunyai nilai tertinggi yang mengalahkan Erisa Niera Pradipta. Bunga sekolah yang Jenius.
Apa yang dihasilkan Alarain? Hanya para guru dan siswa kelas multi yang tahu. Proses penggabungan dua makhluk hidup dianggap gila karena melawan hukum Tuhan. Tapi, ini Alarain Jayden dengan metode yang ia gunakan. Kecik itu dibuat dengan sempurna.
Sayap kecil yang terdapat dari kecoa di bagian tubuh cicak itu sangat menarik.
"Metode perkawinan ini adalah metode biasa dari dunia bio. Apakah kamu menggunakan hal lain sebagai pembantu?" Pandangan profesor tua itu sedikit menyipit pada Alarain.
Alarain menggeleng sebagai jawaban. "Alaminya seperti ini."
Tapi profesor itu sedikit meragukan Alarain. Gadis ini sepertinya sedikit licik. Ia pun kembali mengamati kecoa-cicak tersebut. Percayalah dari hasil perkawinan ini ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Tapi profesor tersebut tidak bisa mengatakan apa itu.
Pikiran Alarain berkecamuk. Dalam hati ia bergumama, 'Profesor Guan'. Mata pria tua itu sangat tajam dan mampu membuka celah yang orang lain tidak pedulikan. Ada hal tabu di laboratorium Biologi milik negara ini. Salah satunya adalah tidak boleh mencampurkan sebuah penelitian dengan bahan lain. Proses perkawinan harus benar-benar alami terjadi. Alarain tahu itu dan ia salah satu orang yang melanggar.
Bagaimana mungkin Alarain bisa berkata bahwa ia berbohong?
Hanya para peneliti gila yang mengagungkan temuannya.
***
"Anjing!"
Ini kali beberapanya Alarain menghempaskan tangan Ares dengan kasar. Gadis itu menatap sang pelaku dengan bengis. Kemunculan Ares membuat tanya di benaknya. Ares pernah mengganggu tapi menghilang kemudian.
__ADS_1
"Bilang sama gue lo bukan orang yang dimaksud?!" laki-laki itu kembali mencekal tangan Alarain dengan keras.
Watdehil?
Apa-apaan ini?
"Lepas!" Nada yang keluar amatlah dingin.
Ares sedikit tersentak saat mendengarnya. "Gak akan gue lepas sebelum lo jawab pertanyaan gue!"
"Apaan si goblok!"
Bugh. Satu pukulan tepat mengenai wajah tampan pemuda itu. Ares melepas cekalan pada tangan kiri Alarain. Mengusap sedikit darah yang ada di sudut mulutnya, Ares berdiri. Tidak ada tatapan jenaka Ares padanya.
Alarain melangkah. Jujur, ia bukan orang baik atau Alarain sangat jahat. Langkah bunyi kaki yang menggema mendekati Ares yang masih mematung. Alarain mengesankan saat ini, ia tanpa takut memprovokasi Ares dan memojokkan laki-laki itu sampai ke dinding. .
Pemuda lemah.
"Apa yang kakek mu katakan itu adalah kebenaran mulutnya!"
Alarain berbalik dengan cepat. Hembusan anginnya meninggalkan aroma khas tubuh gadis itu. Seharum mawar--aroma yang disukai Ares.
Kebencian melanda pikiran Ares. Wajar. Karena ia belum tahap sayang pada Alarain, juga Alarain hanya orang baru yang sedikit menarik perhatiannya. Hanya sedikit. Tapi Ares munafik jika mengakui hal itu.
Katakan bahwa Area telah buta oleh dendam. Bahkan ia tidak mengerti kata-kata yang diucapkan Alarain padanya. Apa yang kakekmu katakan itu adalah kebenaran mulutnya.
***
Monitor rumah sakit berbunyi memburu. Sang dokter dan pasien melirik ke arah monitor tersebut.
"Lepaskan! Sabar! Tarik nafas dan keluarkan pelan-pelan!"
Sang pasien menuruti perintah dokter. Seiring berjalannya waktu bunyi monitor mulai normal. Dokter dengan nama Fiari--melangkah menuju meja kerja. Gadis yang berbaring mengikuti.
"Sudah ku katakan, jaga jarak dari laki-laki." Dokter Fiari, dokter perempuan berumur tiga puluhan. Dengan lisensi sebagai salah satu dokter terkemuka ia disanjung dan dipuja. "Kamu lebih tahu kondisi mu lebih dari aku!"
"Hmm." itu adalah jawaban Alarain saat dokter Fiari merengut wajah pada gadis itu.
"Ra!" Seru dokter Fiari kesal. Dari pada murang-maring pada gadis keras kepala itu. Lantas dokter Fiari memberikan pil pada Alarain. "Obat di laboratorium telah menipis. Pemasokan dana juga menipis." Ucapnya.
__ADS_1
Alarain mengambil pil yang diberikan. Mengernyit bingung, ia berkata, "Bukankah setiap tahun akan selalu ada pemasok dana besar?"
"Tangan kanan tuan berkata. Bahwa pemasok mengalami kerugian. Aku tidak tahu apa itu. Yang pasti tahun ini dana tidak akan masuk ke laboratorium." jawabnya. "Sudahlah kau tidak perlu memikirkannya. Pasokan tak kan pernah berkurang meski pemasok dana besar tidak ada. Laboratorium kita akan selalu menjadi nomor satu." Tuntasnya senang.
"Oh iya satu lagi. Tuan selalu merajuk padaku. Kapan nenek moyang nya ini akan mengunjungi laboratorium!?"
Alarain menggeleng, "Aku tidak tahu. Urusanku di sini lebih panjang dari yang ku rencanakan!"
Dokter Fiari mengangguk. Mengerti. "Ku sarankan kembali. Kau seharusnya operasi plastik saja menjadi jelek. Sekarang bukan hama saja yang mengganggu. Bakteri pun juga sama. Bahkan lebih banyak." imbunya.
"Aku mengerti."
"Kau selalu mengerti. Saat sesak nafas mu menjadi, kau baru ingat bahwa kau ingin hidup?!" Cerca dokter Fiari. "Sayangi dirimu sendiri Ra! Seenggaknya sebelum orang lain menyayangi dirimu. Kamu sudah disayangi!"
"Aku pergi dulu." Dengan begitu pintu ruang kerja dokter Fiari tertutup.
Salah satu rahasia Alarain. Ia tidak bisa berdekatan dengan lawan jenis atau lebih spesifiknya Alarain tidak bisa bersentuhan dengan laki-laki. Jika tidak ia akan sesak nafas. Atau kata singkatnya Alarain alergi laki-laki. Ia bisa saja menahan, tapi ketahuilah sepuluh menit kemudian ia akan mengalami sesak itu.
Dokter Fiari merupakan salah satu dokter terkemuka di Jakarta. Dan Alarain adalah pasiennya. Ralat. Alarain adalah nenek moyangnya yang menjelma menjadi seorang pasien. Dokter muda itu menggelengkan kepalanya. Mungkin jika bukan karena gadis kecil itu ia tidak akan sampai pada tahap sekarang ini.
Alarain baik tapi jahat. Alarain jahat tapi baik. Kebenaran yang tidak terlihat. Keburukan yang selalu disembunyikan. Kelembutan yang tidak bisa dilakukan. Gadis dengan sedikit emosi itu akhirnya bisa berkata panjang.
Dokter Fiari merogoh saku jas kerja. Ia menghubungi nomor yang dicari, "Seperti tahun sebelumnya. Tahun baru kita tanpa ada nenek moyang."
Nada sedih terdengar di ponsel Dokter Fiari, "seharusnya kau bujuk nenek moyang mu itu! Tidak berguna."
***
Duduk di kasur nan luas ini. Alarain sedikit menetralkan emosinya. Setelah berobat ke dokter kepercayaannya gadis itu tidur dan pukul tujuh lebih setengah sekarang ini ia baru saja bangun.
Lenguhan terdengar. Pandangan buram menjadi lebih jelas. Tangan lemas menjadi sedikit lebih kuat saat Alarain mencoba berdiri. Namun, tatapannya terpaku pada sebuah bingkisan merah berani dan cerah. Karena penasaran, Alarain melangkah-- membukanya.
"Besok malam saya akan menjemput kamu. Tolong saya nona manis!"
Untuk menyesal pun Alarain tidak bisa atau mungkin kata penyesalan itu telah terlambat. Ini salah Alarain yang membiarkan Justine Hurrendt masuk dalam hidupnya.
***
cerita hanya fiktif. mengenai isi murni dari pikiran saya sendiri.
__ADS_1