
Call me Rain
***TYPO***
Awalnya Alarain ingin terus berpura-pura. Berpura-pura agar tidak peduli dengan sekitarnya, selalu munafik bahwa dirinya tidak akan memerlukan orang lain, menutup keinginan bebas dengan tampangnya yang datar. Dan Alarain memang selalu tidak memiliki banyak emosi.
Tapi,
"Menikahlah dengan ku!"
Kalimat yang sama selalu diucapkan pria aneh itu ketika bertemu. Alarain menyadari ada yang aneh dengan dirinya. Tapi, apa sebenarnya yang direncanakan Justine? Kenapa pria itu mendekatinya? Setelah Alarain menerobos masuk ke dalam situasi internal keluarga Morenza. Akhirnya ia tahu bahwa CEO perusahaan itu alias ayah Justine mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh.
Selain itu perang internal dalam keluarga bisnis bergengsi ini pasti telat banyak diketahui. Yang menjadi pertanyaan Alarain adalah, apakah Justine Hurrendt Morenza bisa menjadi CEO?
Tapi itu tidak penting untuk saat ini. Karena rencana Alarain yang telah dirancang bertahun-tahun hampir menemukan titik buntu juga hampir bocor. Salah satunya adalah masuknya ia ke kelas Multi itu jika bukan karena terpaksa atau karena ada sesuatu yang aneh di kelas multi mungkin ia tidak akan membenarkan hal yang menjadi perbincangan hangat.
***
Laboratorium Sekolah terguncang dengan adanya hal yang mengejutkan tiga hari lalu. Dan itu menjadi sangat panas hingga sekarang. Penelitian yang dilakukan kelas multi membuktikan kehebatan mereka. Dunia Biologi bergetar dengan ditemukan penemuan unik dan baru ini.
Selain melawan hukum mendel yang ada penemuan penting ini pasti akan sangat berpengaruh. Pasalnya juga, Kepala sekolah menurunkan pemberitahuan agar penemuan ini tidak sampai bocor ke dunia. Maka dari itu desas desus penemuan yang menentang alam ini tertutupi rapat. Meski begitu banyak orang yang berbincang mempermasalahkannya.
Sebagai orang yang terlibat Alarain harus pergi menjelaskan pada guru-guru di sekolah. Penemuan yang ia lakukan saat masih kecil, ternyata adalah sebuah harta tak terduga.
Ruang pertemuan menampilkan hasil penemuannya di layar proyektor. Dari mulai perhitungan, analisis, sebab dan akibat, serta hasil. Itu sangat menjelaskan dengan detail yang lengkap.
Untuk sejenak Alarain tercenung. Apakah salah jika hal ini tersebar? Karena saat ini para profesor pengajar kelas multi menatap lapar padanya.
"Apakah ini benar hasil yang gadis ini ciptakan?" Pria tua dengan kacamata nya menatap tajam Alarain. Ia meragukan potensi gadis kecil tersebut. Berapa memangnya umur Alarain? Tujuh belas?
__ADS_1
"Saya tidak membutuhkan kepercayaan anda!" suara dingin Alarain menggugahkan pikiran mereka. Alarain berani melawan ucapan profesor Andrew dengan tajam. Alarain. Gadis kecil ini terlalu berani, pikir yang lain.
Profesor Andrew sendiri merupakan ketua penelitian dan orang yang memiliki akses tertinggi di laboratorium sekolah. Karena Profesor Andrew bagian dari Tim Peneliti Negara atau yang di sebut TPN. TPN merupakan tahta tertinggi yang ada di negara dalam dunia kepenelitian. Maka siapapun orang yang akan menjadi anggota TPN merupakan anesti tertinggi dan dianggap mulia.
"Masih kecil sudah sesombong ini." Profesor Andrew berdecih pelan. Ia mengalihkan pandangannya pada kepala sekolah yang ketar-ketir di tempat karena kelakuan Alarain. "Tidak sejenius yang ku pikirkan!"
"Prof...!" Kata kepala sekolah terhenti. Ia menatap Alarain yang masih santai duduk dikursinya. Bahkan pak Andhi selaku mantan wali kelasnya ikut terdiam. Kepala sekolah hanya tahu, bahwa gadis Alarain yang membuat penemuan ini. Hal baru dalam dunia biologi. Dan yang terkesan aneh.
"Aku memang tidak jenius tapi aku akan memperlihatkan padamu bukti teori nyata, hari ini juga!"
Alarain mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah keresk hitam ukuran kecil dengan kota besi yang ada di dalamnya.
Nafas semua orang tercekat kala melihatnya. Benar dunia biologi akan diguncangkan dengan hasil ini.
"Ini..." sama dengan yang lain. Nafas profesor Andrew tercekat. Namun sebelum ucapannya berlanjut. Sebuah suara decitan meja menarik perhatian semua orang yang hadir.
"Saya mengundurkan diri dari penelitian!" suara tua menenggelamkan pikiran Alarain. Baru hari ini ada orang yang tidak tertarik dengan penemuannya.
"Dan aku harus bangga terhadap cicak yang punya sayap? Maaf tidak terimakasih." ucapnya remeh. "Saya permisi."
Profesor Firman merupakan profesor tertua yang selalu setia pada lembaga sekolah untuk penelitian. Beliau hanyalah anggota biasa namun diakui kehebatannya. Bahkan seluruh warga Sekolah sengat menghormati pria tua itu.
Profesor Firman berlaru dan Alarain memperhatikan sikapnya. Alarain tidak terkejut. Melainkan ia sangat berhadapan akan sikap ini. Kemudian ia menatap kotak kaca yang berisi cicak bersayap. Itu adalah penemuannya. Hasil dari kawin persilangan antar hewan, cobak dan kecoak.
"Saya juga mengundurkan diri." Lain dengan profesor Firman. Orang yang angkat bicara merupakan pria muda yang Alasan terka berusia tiga puluh tahunan. "Saya tidak ingin menguji monster."
Alarain berdecih dalam hati. Ia tak mengatakan apapun. Namun orang lain menganggap profesor Firman, dan pria muda bername tag, Tanu sangat bodoh. Dunia biologi kini terguncang. Bukan hal aneh jika perkawinan antar hewan berbeda berjenis, tapi yang menjadi kenyataan seperti yang Alarain bawa hari ini benar-benar hanya sedikit persen yang ada. Banyak hewan-hewan tersakit, gagal, menyebabkan kuman, bakteri baru. Tapi, dengan teori yang Alarain kemukakan dengan teori yang Alarian buat. Akhirnya Kecik -kecoak cicak, berhasil diadakan.
Alarain merasa ini tidak istimewa. Karena yang ia lalukan hanyalah mencampur berbagai hal.
__ADS_1
Sederhana. Tapi, menurut sebagian orang penggila penelitaian, ini sangat berharga.
Alarain tahu ini. Tapi demi memasuki kelas multi. Hal yang Alarain coba tutupi, perlahan akan segera terbuka. Identitasnya. Dan semuanya tentang Alarain.
"Ini sangat sederhana. Dalam seminggu anda-anda semua akan melihat kecik ini ada."
Tatapan lapar para peneliti ingin segara membuka kotaknya. Alarain memberikan hal itu pada profesor Andrew, "Apakah anda masih ingin meneliti"? Tanya Alarain menantang.
Siapa orang yang berani mengganggunya, Alarain ganggu balik. Sekalipun kamu memiliki tahta tertinggi.
****
Hari itu, siang itu. Alarain memasuki kelas multi sangat mengejutkan semua angkatan kelas dua belas. Bukan hanya karena dipindahkan tapi, karena nilai rata-rata yang ia dapatkan mampu menggeser posisi pertama kelas multi, Erisa Niera Pradipta. Ratu kelas multi.
Wajah Alarain yang pongah memasuki kelas ekstrim itu. Alarain sangat penasaran ada hal apa yang menantikan nya di kelas multi?
"Saya Alarain Jayden. Salam kenal." Alarain malas. Malas menatap orang-orang ini. Mereka diam tidak mengacuhkannya. Begitu juga Alarain. Ia tak peduli sekalipun ia tak memiliki kenalan di kelas ini. Alarain butuh kesendirian.
Erisa Niera Pradipta. Menatap gadis modis yang cantik tanpa kaca mata tersebut. Yang biasa Erisa lihat adalah wajah kutu buku dengan kaca matanya. Tapi sekarang? Apakah Alarain berniat menggoda Ares?
Ares Pratama. Gadis yang pernah ia kagumi berada di kelas yang sama dengannya. Harusnya ia bahagia. Harusnya Ares senang. Tapi, perkataan kakenya waktu itu membungkam rasa Ares pada Alarain.
"Kamu bisa duduk di mana saja!"
Ruangan Kelas multi bahkan lebih luas dari kelas nya sebelumnya. Apalagi terasa luas jika yang menempatinya hanya enam belas orang. Termasuk Alarain.
"Gawat lab komputer dan kimia terjadi kebakaran!"
Itu adalah suara lantang dari seorang siswa yang tengah berlari.
__ADS_1
Di sidut, Alarain tersenyum simpul dan Erisa memperhatikan begitu pula dengan Ares.
"Tidak heran jika keluarga nya pembunuh!"