
Call me Rain
***TYPO***
Kemunculan arak-arakan gang motor kerap kali meresahkan. Tak ayal begitu pula bagi White Lotus. Tidak sedikit orang atau lapisan masyarakat yang tidak menyukai gang motor yang meresahkan dan membuat onar. Nama gang motor dicap buruk oleh masyarakat. Yang dimana salah terdapat salah satu kasus dimana gang motor telah membuat kerusakan pedagang di Tasikmalaya. Tak hanya itu bahkan gang motor banyak telah melakukan hal di luar norma dan menghilang kesejahteraan. Inilah salah satu alasan mengapa Alarain dan gang nya sangat susah memasuki Tasikmalaya kala itu. Dan harus menjadi sangat low profile.
Tasikmalaya, kota kecil namun terlindungi. Ini seperti permata dalam lautan. Kebagusannya tertutupi dengan keganasan.
Berbeda dengan situasi jika datang ke Tasikmalaya kala itu, White Lotus harus bersikap rendah, tidak boleh menonjolkan diri. Sikap yang ditunjukkan secara terang-terangan sekarang yang lebih bersemangat. Adanya gang motor ini memasuki kawasan Jawa tidak diketahui apa motifnya. Yang pasti White Lotus tidak akan membuat kerusakan karena gang motor ini sangat menaati peraturan, meski ada beberapa hal yanng harus dilakukan dengan paksaan.
Menguasai area pulau Jawa, ketenaran ini tidak diragukan. Lagi pula banyak orang yang segan pada White Lotus. Pimpinan dengan nama samaran Ra tidak terkalahkan di dunia pertarungan dan pertempuran antar gang.
***
Untuk segala hal yang senantiasa hadir yang penuh dengan drama dan penuh dengan maya. Untuk segala hal yang senantiasa hadir dalam kehidupan kacau yang penuh dengan wajah munafik yang penuh dengan wajah so suci dan dengan dihadapkan oleh kenyataan pahit. Terkadang hal yang tidak ingin dilakukan terpaksa harus dilakukan entah itu karena kebutuhan atau memang keharusan.
Hidup memang penuh kebohongan, tidak ada yang benar-benar sesuai yang kamu inginkan. Jika kamu menginginkan sesuatu, maka kamu harus berusaha sebisa mungkin, maka kamu harus berusaha dengan tangan kamu sendiri. Dan hidup terkadang membohongi dirimu sendiri maka dari itu mempercayai diri sendiri adalah jalan yang terbaik begitu pula yang dilakukan Alarain.
__ADS_1
Ia sering berbohong pada diri sendiri bahwa ia tak butih sesuatu. Ia sering berbohong pada diri sendiri bahwa kasih sayang yang selalu mengabaikannya tak ia butuhkan. Andai Alarain sedikit menyadari bahwa perhatian kecil dari orang sekitarnya kadang membuatnya bahagia. Membuatnya serasa diperhatikan. Membuatnya serasa ia memang ada di dunia.
"Bagaimana kau bisa seperti ini?"
Melihat kecemasan Resi yang menurutnya berlebihan Alarain tidak menanggapi. "Lo emang bodoh, Al!" lanjutnya. Ingin rasanya Resi mengeluarkan kata-kata kotor dan berusaha mengabsen jenis binatang yang ia ketahui. Tapi, dihadapannya ini Alarain gadis yang selalu nampak tidak peduli. Resi menghela nafas dengan telaten ia membalut tangan Alarain yang terluka parah.
Resi sangat menyayangkan tangan indah yang selalu dipuji banyak orang kini terluka dan terkoyak. "Lo pernah peduli gak sih sama diri lo?" Tanya nya lagi. Kali ini ia menatap Alarain dengan tatapan tak bersahabat.
"Lutut lecet, kening robek, punggung lo banyak cambuk," Resi mulai mengabsen luka yang selalu ada di Alarain yang ia ketahui, "Dan sekarang ini Al, gue bukan so mau peduli. Gue juga gak tahu masalah lo. Gue juga gak tahu keluarga lo yang dikatain orang-orang kayak gimana. Tapi seenggaknya lo harus sayang ke diri lo, seharusnya lo lebih hati-hati dan jaga diri lo dengan baik!"
Alarain tak menanggapi. Jujur ia pertama kali diperlakukan baik sedetail ini menurut ingatannya.
Resi berkata panjang lebar. Setelah selesai mengobati luka tangan kanan Alarain ia kemudian meninggalkan tempat ini. "Jaga diri baik! Papa gue gak akan marah!"
Mungkin Alarain butuh waktu sendiri seperti biasanya. Resi pergi. Alarain menatap balutan rapih di telapak tangannya. Kemudian ia alihkan ke arah di mana Resi keluar dari apartemen ini.
Jujur juga, Alarain tidak tahu apa yang dilakukan anak pebisnis itu di Jawa Tengah ini. Tapi yang Alarain tahu, ketika ia telah berkelahi dengan beberapa geng motor lain, Resi yang saat itu terkejut melihat darah telapak tangannya segera menariknya ke tempat ini, apartemen Resi.
__ADS_1
Pertemuan yang tidak disengaja ini membuat Alarain harus memikirkan kembali rencananya dengan matang. Akibat tangannya terluka dan mungkin membutuhkan lebih dari dua minggu untuk sembuh, Alarain mulai menghubungi bawahannya.
Mengenai ia dan Resi. Alarain tak tahu harus berkata apa tentang gadis itu.
"Ada kabar dari Bagas?" Tanya nya sambil melirik-lirik balutan tangannya.
"Karena apa yang terjadi pada mu. Orang yang melakukan penyerangan depan itu adalah Bagas sendiri! Dan ia masih di Purwokerto."
"Baiklah!"
Inilah yang tidak diketahui setiap Orang White Lotus dengan pimpinan Ra memiliki orang mereka disetiap daerah yang tersebar luas di pulau Jawa. Bagas selaku wakil ketua pemimpin maka ia berhak menjadi penggnati Alarain dikala ia tidk ada.
Jika bukan kelengahannya waktu bertempur dengan musuh. Alarain tidak akan memelakai tangannya. Tapi waktu itu, musuh yang menyerang secara membabi buta hampir menusukan pisaunya ke perutnya Alarain yang lengah tidak sempat menghindar namun yang bisa ia lakukan hanyalah menahannga dengan tangan.
Dan saat itulah ia melihat Resi yang berjalan di tengah malam di halte bus. Melihatnya yang bertengkar dengan orang lain menggunakan stelan serba putihnya. Orang itu pergi karena kehobohan Resi yang meminta tolong. Dan jadilah ia di sini, di apartemen gadis itu.
Setelah membagi-bagi tugas masing-masing anggotanya, Alarain hanya berniat memantau tanpa bertempur. Dengan laporan di tangannya Alarain bisa mengendalikan semuanya dalam jarak jauh. Menurut informasi yang didapat di Tasikmalaya, kunci untuk membuka kotak kayu kala itu. Dan juga lainnya.
__ADS_1
Menurut pemantauan Alarian selama ini, mamanya pernah tinggal di Semarang. Tapi ia belum pasti tahu dimana letaknya. Maka dari itu perjalanannya bukan hanya untuk membuka kotak itu tapi untuk mamanya. Semuanya.