ALARAIN : Big Identity

ALARAIN : Big Identity
14. Ada yang aneh dengan kelas multi


__ADS_3

Call Me Rain


***TYPO***


Dan benar menurut dugaan Alarain, untuk perlombaan berkelompok fisika ia diganti dengan seseorang dari kelas Multi. Karena kelas Multi disebut kelas Jenius, maka tidak aneh jika mereka diberikan sesuatu yang mendadak. Erisa Niera Pradipta. Salah satu gadis yang masuk ke kelas multi. Cantik dan berbakat. Juga salah satu pemenang juara olimpiade Fisika Pribadi tahun lalu.


Nama Erisa terkenal di SMA nya, bukan hanya kepintaran juga kecantikannya, ia juga terkenal karena latar belakangnya. Maka dari itu banyak orang yang segan padanya. Karena dia punya kekuasaan. Ayahnya merupakan pemilik jurus seni bela diri terbesar di Indonesia serta pamannya merupakan Ketua Polisi RI. Bukan hanya itu, kerabat-kerabatnya yang lain juga menduduki kursi pemerintahan.


Meski dia pintar dan cantik. Sifat sombongnya dan angkuh juga menjadi garda terdepan diantara profil tentangnya. Maka tidak heran jika banyak orang yang membencinya.


Alarain tahu orang itu. Dia telah mendengar tentangnya selama sekolah disini. Ratusan orang dan ratusan kali memasuki gendang telinganya. Dia tidak merasa aneh karena Erisa memang pintar. Kenyataan tidak bisa dipungkiri bukan?


Mengenai kelas multi, tidak ada yang tahu apa isi dari kelas tersebut, kecuali, kelas ini tidak sama dengan kelas lain. Tidak hanya lebih sedikit orang yang masuk ke kelas ini, kelas jenius ini sangat istimewa. Dimulai dari fasilitas serta kelengkapan siswa seperti lab dan lainnya, akses untuk kelas multi tidak terbatas.


"Erisa Niera Pradipta." Alarain menatap informasi yang terlampir di laptopnya. File ini berisi beberapa halaman dengan informasi Erisa di halaman pertama.


Erisa Niera Pradipta.


Terlampir  :


Jenius, siswa kelas multi, dukungan terbesar keluarga Pradipta.


Selain menceritakan kelebihannya file ini juga menceritakan kekurangan Erisa. Alarain tahu ini.Beralih ke halaman lain, kata 'Genta Hissdan' bercetak tebal sangat menonjol.


Selain kedua nama ini beberapa juga terdapat nama familiar. Buka kah nama-nama ini merupakan nama murid kelas multi peringkat sepuluh teratas?


Tapi, kenapa informasi yang didapat menyangkut pautkan dengan kelas multi?


Ini aneh.


Alarain menghubungi nomor yang dimaksud. Dalam satu panggilan itu tersambung. "Informasi dari kota Tasikmalaya apakah benar-ben seperti ini?"


"Sebagaimana mestinya memang begitu. Pencarian skala besar waktu itu menunjukan ada yang aneh di kelas Multi."


Alarain terdiam, "Ada petunjuk lain?"


"Arah yang kita ambil sekarang berada di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal yang lebih membingungkan adalah, petunjuk mengarah ke Papua. "jawab pihak lain lemah.

__ADS_1


"Bagaiman yang lain?"


"Datangnya pewaris Morenza Grup kali ini membuat ribut beberapa bos besar asia. Bukan hanya beritanya yang menyebar kabar burung kematiannya pun ikut tersebar luas dengan cepat."


Alarain mematikan sambungan telponnya.   Kemudian ia melihat jam pagi.  Alarain malas sekolah. Tapi ia telah mengambil cuti sangat sering.


Dengan wajah suntuk ia keluar dari apartemennya.


****


"Taik lo anjing! Resi balikin hape gue!" Sera berteriak kesal tercampur marah saat temannya itu dengab tidak sopan membawa hapenya. Yang menjadi permasalahannya adalah ia membuka hal pribadinya. Whatsapp nya!!! Chat-anya. Resi Goblok.


Resi berlari dengan indah mengelilingi setiap bangku untuk menghindari temanya itu. "Ayang. Njir Ser lo gak bagi-bagi tau kite lu punya ayang. Bener gak ji?" tanya nya seraya melihat Jia yang tengah fokus dengan buku fisikanya.


"Balikin gak Resiiiiii!" Teriak Sera sangat-sangat kesal.


"Gak mau sebelum lo jujur sama gue! Lo jadian kan sama si Ilham? Bener kan kelas Multi itu? Ngaku lo?"


"Kagak Resi, Ya Tuhan!" geram Sera. Ia lantas duduk di kursinya alih-alih mengejar Resi yang cengengesan dengan hapenya. Sera Mmerajuk.


"Baperan lu ah gak seru!" Resi mencebikan mulutnya, tapi meski melihat Sera merajuk ia masih setia meng-kepo isi dari hape temannya, lebih tepat isi kontak nya. Seperti itu.


Sera berbalik Resi berada di belakangnya. Dengan cepat, ia menyambar hapenya dari tangan Resi, "gini-gini tuh, hape gue mahal ya!" Serunya sok pamer.


"Kayak kulkas nyolok ae!" Timpal Resi sekenanya.


"Sirik. Tanda orang yang tidak mampu!" Sera sok bijak.


"Ampe ngedrop loh Ser. Makanya sebelum berangkat sekokah tuh charge dulu." Resi yang telah duduk di Samping Sera menggelengkan kepalanya.


"Gue lupa!" Sera cengengesan.


"Ada gosip terbaru gaiss!" Jia datang wajah kelelahan, mungkin ia habis berlari untuk masuk ke kelas.


"Apa?" Tanya Sera penasaran. "Gosip apa?"


"He'em!" seru Resi.

__ADS_1


"Kalian fans Alden juga kan? Udah tahu dia hiatus?" tanya nya heboh.


"Ah masa!" Resi berseru tiba-tiba, ia tau percaya akan omongan Jia. "Kagak ada pemberitahuan kok!"


"Masa hiatus sih!" timpal Sera.


"Kagak percaya si gak papa. Tapi liat vidio ini!" Ujar Jia seraya memperlihatkan sebuah vidio rekam layar yang tentu saja berisi sebuah pemberitahuan Alden untuk hiatus.


Resi menatap Sera begitu juga sebaliknya. Ia secara bersamaan menatap Jia, "Bohong kan ini?" Ujar mereka berdua.


"Alden gue masa hiatus!" Sera bersedih hati. "Ini juga kapan live nya! Sumpah baru tau sekarang!"


"Gue juga baru tau tadi. Trending ke lima di toktok. Kaget gue anjay." Jia juga merasa sedih.


Resi diam. Yang ia tanyakan di isi kepalanya adalah, 'kenapa Alarain Jayden memilih Hiatus? Atau gara-gara waktu itu kah? Masa iya si, kan cuman mintol doang. Hiks Alarain!'


Sera dan Jia masih mendiskusikan Alden hiatus. Bukan hanya sekedar konten yang mereka tonton. Tapi, mungkin Alden sudah mendarah daging di kehidupan mereka. "Gue gak bisa copy paste gambarnya lagi anjay!" Ujar Jia.


"Apalagi gue!" Resi menimpali. Kemudian ia menoleh ke bangku Alarain. Gadis itu tidak masuk sekolah dengan alasan untuk mengunjungi pemakaman kerabatnya di Bandung. Tapi,


"Alara, kata pak Budi di suruh ke kantornya!" Alarain yang siap memasuki kelasnya pun berhenti saat seorang gadis berkaca mata memanggilnya.


"Iya!" kemudian ia melangkah memasuki kelas. Tatapan semua orang kelas sangat intens. Tapi Alarain tak peduli.


"Eh Al, dari mana aja?" Tanya Resi sok ramah. Misi untuk menjadikan Alarain teman adalah misi tersulit.


"Pulang kampung!" jawabnya asal.


"Tapi Al gue mau tanya. Lo..."


Sebelum perkataannya usai Alarain yang sudah duduk itu menatap Resi tajam dengan jari telunjuk didepan bibirnya. "Syut!"


Jia pun memandang Alarain. "Al katanya grup lomba Fisika di ganti ya? Kok?"


Tahu yang dimaksud Jia Alarain menjawab dengan sabar. "Kata pak Budi."


Mulut Jia berbentuk huruf o lebar. "Tapi kan..." Jia tak melanjutkan saat ia melihat Alarain menelungkupkan kepalanya di atas meja. 'kok harus Erisa?'

__ADS_1


Sera memandang kedua temannya yang sok dekat dengan Alarain. Ia masih ada dendam pada gadis itu, "udah biarin 'napa. Kalian sok deket banget."


***


__ADS_2