ALARAIN : Big Identity

ALARAIN : Big Identity
25. Saya kecewa dengan diri saya, jika...


__ADS_3

Call me Rain


***TYPO***


Alarain memasuki kelasnya dengan santai. Tatapan tajam semua orang yang hadir bagaikan ingin menyayatnya. Alarain mengangkat alis sebelah, ia pun tidak bertanya lebih lanjut. Memilih menyibukkan diri dengan dunianya, Alarain membuka buku biologi dengan tenang.


Erisa berdiri. Gadis dengan tubuh modis itu berjalan menuju bangku belakang milik Alarain. Tangannya terulur untuk merebut buku Alarain dan dengan serakah membulak-balik buku tersebut. "Katakan dari mana asal kecik berada?"


Erisa tidak percaya kutu buku ini begitu jenius. Keberadaan kecik menjadi bumerang bagi kelas multi. Yang jenius berlomba-lomba menjadi yang terbaik di kelas ini.


Alarain berdecih. Ia tak bergerak untuk mengambil bukunya. Tapi tawa renyah keluar dari mulut datar itu. "Maaf kapasitas otak mu tidak bisa memenuhi standar ku untuk menjelaskan."


Erisa terbiasa di atas? Lalu bagaimana jika ia berada di bawah? Lalu apa jika dia anak kaya raya? Takut?


"Lo!"


Buku tebal tentang ilmu biologi itu menghantam meja dengan keras. Alarain mengusap-usap buku itu dengan santai. Tahukah Erisa? Bahwa buku ini sangat susah untuk di dapat?


Erisa terdiam melihat kelakuan Alarain. "Awas lo Al!"


Sementara itu yang lain hanya menyaksikan dengan tenang.  Termasuk Ares Pratama.


***


"Bangsat."

__ADS_1


Dengan motor yang melaju cepat Alarain diiringi dengan arak-arakan penuh intimidasi. Tubuh Alarain dingin. Matanya tajam dan sangat kelam. Sepulang sekolah Alarain menerima kabar bahwa mamanya menghilang dari RSJ atmofa. Seberapa banyak musuhnya? Alarain mengerang. Bahkan dalam keadaan gila pun nyawa Felistyn menjadi incaran. Apakah bernafas di bumi ini sangat susah didapatkan? Mungkin.


Alarain tak pernah menangis. Tapi ia menangis. Alarain menampik setiap kelemahan pada dirinya. Alarain ingin selalu terlihat kuat, tapi mamanya kelemahan dari segala rencananya. Tahukah betapa lemahnya Alarain?


Kedua motor di belakangnya senantiasa mengikuti sang tuan. Intruksi dingin datang dari earpods yang mereka gunakan.


"Bakar hotel lovered!"


Informasi kehilangan mamanya dari rumah sakit itu memicu ketenangan Alarain. Dengan kekuatannya akhirnya mamanya ditemukan di daerah terpencil di Tasikmalaya. Tepat berada di daerah ketika Alarain menemukan kotak dengan kunci.


Hotel Lovered, hotel ternama yang berada di Jakarta milik keluarga Pratama. Hotel bintang lima yang sangat termasyhur itu akan dimusnahkan malam ini juga. Jadi, salah siapa? Alarain yang memerintahkan membakar. Atau? Mereka menyentuhnya? Yang pasti bisnis rantai keluarga Pratama akan hancur. Mengganggu mamanya sama dengan menghancurkan diri mereka sendiri.


Motor itu melaju sangat cepat. Ekspresi dingin Alarain membelah jalan dengan sempurna. "Putuskan rantai saham keluarga Pratama!"


***


Lelaki tua menghampiri tuan Fahrudin yang setia menyesap kopi di sore hari cerah ini. Wajahnya menunjukan ketakutan luar biasa. Namun lelaki tua dengan nama lengkap Hunan berkata dengan mantap meski penuh ketakutan, "Maaf tuan. Para investor berbondong-bondong untuk membatalkan perjanjian."


Keluarga Pratama berbisnis dibidang perhotelan khususnya. Hotel-hotel terknal dengan nama Lovered merupakan bisnis terbesar yang mereka miliki.  Namun setalah lama berkecimpung di Industri, lima tahun ke belakang keluarga Paratama ikut andil dibidang properti dan proyek. Melesat dan melambung dalam lima tahhn terakhir dan tidak pernah terdapat masalah. Keluarga Pratama bagai air tenang..


Tuan Fahrudin menjingkat, ia melirik orang kepercayaannya dengan melotot. Apa-apaan! Tapi ia berusaha menenangkan dirinya, "lanjutkan!"


"Badan Penyelidik Negara menyita properti dan perusahaan, karena tuduhan pemalsuan pembayaran pajak. Berita menyebar dengan cepat sehingga para investor yang bekerja sama dengan kita memutuskan kontrak mereka."


Dengan seiring mendengar tuturan dari sang bawahan. Tuan Fahrudin, memegang dadanya, kesakitan. "Si-siapa yang melakukannya?" Hanya pertanyaan itu yang terhinggap di pemikirannya.

__ADS_1


"Maaf tuan. Kami masih sedang mencari tahu!" Hunan berkata dengan serius. Bagaimana ia bisa mengatakan bahwa orang yang bekerja di perusahaan merkea tiba-tiba mengundurkan diri! Atau bagaimana ia harus mengatakan bahwa sepuluh hotel Lovered terbakar?


***


"Dengan ini menyatakan bahwa Atlantic Group secara terbuka mengumumkan kerja sama dengan pihak sebagaimana terlampir dalam surat..."


Pengumuman terbuka dari Atlantic Group bagi perusahaan kecil di industri properti membuat taruhan kecil-kecilan. Siapakah atau perusahaan manakah yang dapat berkerja sama dengan Atlantic group? Jika Morenza grup terbesar di Asia maka Atlantic grup terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan baru yang menetes tujuh tahun lalu menggeserkan posisi lama sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Dengan berpusat di Indonesia, pengumuman perusahaan ini mengguncang industri.


Kerja sama yang akan dilasanakan Atlantic Grup meliputi, Asrsitekur kebutuhan untuk membangun hotel cabang baru yang bertempat di Kalimantan, beserta proposal pembangunan yang berhubungan dengan perencanaan situasi yang akan dilaksanakan. Pelelangan kerja sama terbuka ini membuat para usahawan berbondong-bondong menyiapkan proposal mereka. Para investor pun ikut serta untuk dalam kebutuhan industri ini.


Dari awal muncul ke permukaan industri, baik properti dan hiburan, Atlantic grup mampu menyaingi dan menyamai perusahaan lain. Tujuh tahun waktu singkat untuk naik ke tingkat tinggi dan memberikan perbedaan garis besar pada perusahaan lain. Raja bisnis Asia Tenggara itu senantiasa ikut andil dalam industri yang ada. Bukan hanya properti dan hiburan saja, industri perhotelan, makanan, serta mampu bekerja sama dengan Laboratorium Kimia Asia. Makanya orang berpendapat, salah satu pencapaian terbesar perusahaan itu adalah mampunya bekerja sama dengan Lab Kimia Asia yang berpusat di China. Masuknya ke bidang farmasi sangat dihormati meski tanpa penghormatan.


Kabar mengenai terbukanya kerja sama dengan Atlantic grup menimbulkan sensasi tinggi di Indonesia dalam seminggu. Begitu juga kabar mengenai gulung tikar -nya usaha keluarga Pratama dan jatuhnya keluarga tersebut.


Kebakaran besar-besaran di hotel Lovered, menimbulkan opini publik masyarakat. Siapa gerangan yang membuat hal ini terjadi?


Salah siapa. Semua orang tak tahu. Yang pasti saat ini Alarain menelusuri halaman  hitam dengan cepat. Matanya mengkilat dengan beribu informasi yang dengan cermat diserap oleh otak jeniusnya. Suara ketukan datang dari komputer yang menjadi satu-satunya cahaya di tengah malam yang sesak dalam gelap.


Nafas Alarain mencekam saat menyerap informasi yang ada. Matanya perih tiba-tiba beserta lolosnya air bening rapuh yang jatuh ke bumi. Alarain mengais.


Tangan hangat menutupi area matanya. Air mata itu membasahi tangan hangat tersebut. Suara magnetis bahasa indonesia dengan aksen anehnya memenuhi gendang telinga Alarain.


"Saya pernah bilang ke kamu, Ra, jika ada apa-apa katakan pada saya. Jika kamu kecewa karena dunia, maka saya lebih kecewa pada diri saya karena membiarkan kamu menangis."


Justine Hurrendt membiarkan Alarain menangis. Tidak ada suara isakan, hanya basah di telapak tangannya yang menbuktikan bahwa Alarain menangis. Tubuh gadis itu kecil dan rapuh.  Tapi, seberapa kuat ia bisa menahan sesak akibat menangis? Delapan belas tahun. Bukankah dia terlalu dewasa dengan kehidupannya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2