Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 1


__ADS_3

Hai namaku Rara, aku masih SMP. Aku akan bercerita tentang kehidupanku selama di Bandung. Aku bersekolah di salah satu SMP yang ada di Bandung. Yaitu SMP Negeri 13 Bandung. Dan suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang membuat kehidupanku berubah. Bukan hanya seorang, tapi banyak orang.


Suatu hari


Hari pertama ku sekolah, aku sangat deg-degan karena sebelumnya aku bersekolah di Depok, Sawangan. Aku jalan kaki dari rumah. Dan saat itu aku bertemu dengan dia, si anak nakal yang sok manis.


Saat aku berjalan menuju gerbang sekolah, angin dingin mulai bertiup. Beberapa anak lain juga berjalan kaki, beberapa membawa motor. Lalu tiba-tiba aku merasa ada motor yang melambatkan lajunya sehingga sejajar denganku.


" Hey, kamu Rara kan? "


Seorang anak laki-laki yang menaiki motor itu menatapku sembari tersenyum manis.


" Iya. "


Aku menjawab dengan sedikit curiga. Siapa dia? Apa teman sekelas? Bagaimana dia bisa tau namaku padahal ini hari pertama?


" Mau ikut? "


Laki-laki itu menawarkan tumpangan kepadaku sembari menoleh ke jok belakang nya sesaat.


" Enggak, makasih. Udah deket kok. "


Aku tersenyum dan lanjut berjalan sembari berusaha mengabaikan nya.


" Okay, kalo gitu sampai ketemu lagi ya. Aku yakin kita bakal sering ketemu, " ucapnya sembari tersenyum lagi, aku menoleh kearah laki-laki itu dan dia mulai menyalakan mesin motornya kemudian langsung melajukan motornya, meninggalkan ku di belakang.


Di kelas


Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya aku sampai dikelas. Kelas yang lumayan luas, dengan kursi dan meja yang berbaris rapi nampak indah. Jendela dengan tirai yang tertiup angin sepoi-sepoi juga menyejukkan ruangan itu.


Tanpa kuduga, sahabatku yang bernama Sherly menepuk cukup kencang bahu ku.


"Ketemu lagi nih kita! "


Sherly adalah sahabat terbaikku saat SD. Dia juga masuk ke sekolah ini karena tau kalau aku daftar kesini.


" Hahaha iya ya. "


Bel masuk berbunyi


Aku duduk bersama Sherly, setelah pak guru masuk kelas seketika sunyi, memperhatikan penjelasan pak guru dengan cermat. Angin dingin lagi-lagi masuk kedalam ruang kelas membuatku merinding lagi dan lagi.


Jam pelajaran olahraga, semua berkumpul di lapangan sekolah. Saat itulah aku melihat laki-laki yang tadi pagi menyapaku. Dan sangat terlihat jelas kalau dia melihat kearah ku terus menerus.


" Dia liat kearah kamu terus tuh. "


Sherly berbisik kepadaku sembari tersenyum tak jelas.


" Biarin aja. Nanti juga liat ke yang lain. Lagipula mungkin dia liat yang lain, cuma yang dia liat ada di arah sini jadi liatnya kesini. "


Aku berusaha untuk tidak peduli. Lagipula apa hubungannya dia melihatku atau enggak?


Tepat setelah itu, guru olahraga, Pak Wahyu datang. Kami bermain basket, benar-benar menyenangkan bagi ku. Setelah giliran ku selesai, saatnya giliran para laki-laki. Termasuk laki-laki yang tadi pagi.


" Eh kamu tau gak siapa nama cowok itu? "

__ADS_1


Aku bertanya ke Sherly seraya berbisik pelan.


" Hah? Yang mana? "


Sherly yang bingung siapa cowok yang aku maksud menatap dan mencari-cari cowok yang aku maksud.


" Yang itu lho, yang pake jaket itu. "


Aku mengarahkan pandangan Sherly kearah cowok yang memakai jaket itu. Sangat mencolok karena hanya dia yang menggunakan jaket saat pelajaran olahraga.


" Ah yang itu... "


Sherly menganggukkan kepalanya, kemudian menatap cowok itu lagi.


" Kamu tau? "


Aku bertanya lagi, karena sepertinya Sherly tau dia.


" Yap, dia terkenal di satu sekolah ini tau. "


Aku terkejut, kalau gitu kenapa aku tak tau?


" Kok aku gak tau? "


Aku menatap heran cowok itu, sedangkan Sherly hanya melihatku dan menjawab.


" Kemarin pas pengenalan lingkungan sekolah, kamu kan izin sakit. "


Sherly menjawab sambil menggelengkan kepalanya.


" Hehehe waktu itu kan aku emang sakit. "


Saat kami sibuk mengobrol, tim cowok itupun langsung mencetak angka, anak perempuan pun langsung bersorak sorak kegirangan.


" Emangnya dia terkenal kenapa sih? "


Aku heran kenapa dia bisa terkenal? Dia masuk lewat jalur prestasi?


" Dia waktu itu ngelawan perintah kakak OSIS. Dia juga bandel, jadi nya susah diatur pas hari pertama. Apalagi seterusnya... "


Sherly menatapku sekilas, setidaknya aku tau seperti apa cowok tadi pagi.


pulang sekolah


" Kamu dijemput kakak kamu? "


Sherly biasanya pulang jalan kaki, dulu pas SD aku diantar jemput oleh kakakku. Sekarang.. Terkadang ya, terkadang gak.


" Gak lah, kan rumah deket. "


Aku dan keluargaku tinggal di rumah kakek dan nenek. Dan rumahku dekat dari sekolah, masa diantar jemput? Apa-apaan itu...


" Oh iya ya, rumah kamu kan deket.. "


Sherly menjulurkan lidahnya dan tersenyum kikuk.

__ADS_1


" Udahlah, aku duluan. "


Aku pergi dan melambaikan tanganku kepada Sherly yang ikut melambaikan tangan kearah ku.


Udara di Bandung sangat dingin. Aku berjalan dan menikmati pemandangan sore Bandung. Saat sampai di rumah, aku melihat ayahku sedang duduk di teras, dengan segelas kopi di sebelahnya. Orang tuaku bekerja di rumah, berjualan mainan dan kue.


Aku masuk kedalam kamarku. Berganti baju dan menaruh tasku kemudian berbaring di atas kasur ku yang empuk. Tidak terasa hari sudah hampir malam. Aku pergi untuk melaksanakan shalat maghrib lalu pergi makan. Tiba-tiba ayahku memanggil.


" Kak, ada yang nyariin nih! "


Ayahku berseru, aku langsung keluar dari kamarku dan menuju ruang depan tempat ayah dan bundaku berada sekarang.


" Siapa dek? "


Aku bertanya pada adikku yang terlihat sedikit frustasi dengan lose streak nya.


" Gak tau, ah.... Adek hampir kalah nih! "


Karena tak ingin membuat nya lebih frustasi lagi, aku langsung keluar menuju pagar dan melihat cowok tadi pagi berada tepat di depanku.


" Bener ya, ini rumah kamu. "


Cowok itu melepas helm yang terkait di kepalanya sembari menatap rumahku dari luar. Aku lihat-lihat, seragam sekolah masih melekat di tubuhnya.


" Ada apa ya...? Emm... "


Aku berhenti berbicara karena aku tidak tau namanya. Sherly tak menyebutkan namanya dan sedikit memalukan ketika ia tertawa melihatku begitu.


" Hahahaha, kenalin aku Kevin Alexa Putra. "


Dia tertawa lagi setelah mengatakan namanya kemudian mengulurkan tangannya yang memegang erat sebuah daun.


" Oh hai Kevin. "


Aku menunduk kebawah sembari menggenggam pelan daun yang Kevin pegang. Sebagai jabatan tanda perkenalan.


" Oh ya, aku ada informasi. Besok itu hari selasa. "


Hah? Aku bingung dengan perkataannya. Ada apa dengan hari selasa?


"Ada apa memangnya ?"


Aku benar-benar tidak paham dengan apa yang dia katakan. Memang sudah jelas kan kalau besok selasa?


" Udah tau kan? Kalo gitu aku pulang. "


Kevin menaiki motornya seraya mengenakan helm nya lagi.


" Tunggu, apaan? "


Aku masih bingung, jujur. Dan ia langsung pergi begitu aja??


" Hahahaha aku cuma pengen kasih tau kamu kalo besok hari selasa, pelajarannya Bu Gita. "


Cowok itu tersenyum hingga memperlihatkan giginya kemudian menyalakan motornya.

__ADS_1


" Sampai ketemu besok Rara, aku duluan ya. Assalamu'alaikum. "


Cowok itu melajukan motornya kemudian perlahan menjauhi rumahku.


__ADS_2