
Pagi harinya aku bangun dengan sedikit mengantuk.
" Rara. Ayo bangun, sekolah. Aku dengar suara Kevin dan langsung terbangun.
Kevin!!! "
Aku bangun, terkejut melihat Kevin tiba-tiba ada di sampingku. Bersandar di pinggir kasur.
" Hahahaha, udah ayo mandi, makan dan berangkat. " Kevin mengajakku.
Setelah mandi dan makan, aku dan Kevin pun berangkat ke sekolah. Saat disekolah semua murid langsung meminta contekan kepada teman yang lain. Contekan matematika.
" Rara! "
Saat aku masuk kedalam kelas, aku langsung disambut Tegar, Miftah, Rangga, Syahrin, Sherly dan Ayu.
" Kamu udah mengerjakan tugas matematika?? " Tegar melihatku sambil bertanya.
" Udah sih, emang kenapa? " Aku menaruh tas ku dan duduk.
" Gak sih, kalau kamu belum aku kasih contekan. " Tegar tersenyum. Inilah yang membuatku dibenci anak perempuan yang lain.
Saat bel istirahat berbunyi, Kevin mengajakku ke atap sekolah.
" Kenapa kita ke sini? "
Setelah sampai di atap sekolah, Kevin menatapku.
" Ra, aku mau cerita. " Kevin langsung menatap langit. Mengalihkan matanya dariku.
" Cerita apa? " Aku heran sambil melirik kearah Kevin.
" Aku... Kemarin aku ketemu Kio. " Kevin masih menatap langit sambil berbicara.
" Gimana bisa? " Aku terkejut mendengar Kio masih hidup.
" Jadi... " Kevin lagi-lagi masih menatap langit lalu mulai bercerita.
Kemarin malam.
(Anggaplah ini Kevin yang sedang bercerita)
Aku baru pulang setelah kumpul dengan teman-temanku.
" Vin!! " Ryo memanggilku. Aku menoleh dan melihat Ryo, dia sepertinya mabuk.
" Hey Ryo, sudah kita bilang jangan minum banyak-banyak. Lagipula Erwin ditantang, kamu sendiri juga tau kalau Erwin kuat minum sampai gak mabuk!! " Indra, mulai mengoceh, marah-marah sambil menggandeng tangan Ryo.
" Udahlah, gue pulang duluan. " Aku langsung mengambil kunci motorku dan keluar dari bar itu.
" Lah, lo jahat banget ninggalin gua sama Ryo ini!! " Indra berteriak kepadaku.
" Gue gak peduli, kan itu urusan lo. "
Erwin dan Davin menyusul ku sambil mengejek Indra.
" Woy kalian gak setia banget sih!! "
Diluar bar.
__ADS_1
" Gue pulang duluan. " Aku menaiki motorku lalu menyalakan nya.
" Yoi, sampai jumpa besok Vin. "
Aku dan Erwin tos, lalu aku pulang. Aku pun menuju rumah sakit dan menjenguk ibuku. Setelah itu, karena dokter menyuruhku untuk keluar supaya dia bisa merawat ibuku, aku keluar dan duduk di kursi taman rumah sakit itu.
Lalu aku melihat seseorang. Karena dia mencurigakan bagiku, aku mengikuti dia sampai ke suatu gang. Lalu dia berkata.
" Hey Vin. "
Aku terkejut dia tau namaku. Lalu aku menanyakan siapa dia sebenarnya, dan yah. Dia tidak menjawab๐
Dan tanpa diduga dia tiba-tiba memukul dan menendang ku. Setelah beberapa lama, aku berhasil menarik jaket hoodie nya dan aku terkejut bahwa orang yang ada di hadapanku adalah saudara kembarku Kio.
...Kiora Alexa Putra...
" Kio? " Aku semakin terkejut melihat bahwa Kio sudah banyak berubah. Kio hanya tersenyum sinis kepadaku.
" Heh.. Lama tak bertemu, Kevin. "
Malam itu, pertama kalinya aku melihat Kio tersenyum sinis.
" Apa yang kau lakukan disini? Ah.. Pasti kau disini untuk menjenguk perempuan itu ya? "
Aku benar-benar tidak percaya bahwa Kio sudah benar-benar berubah. Bahkan dia memanggil ibunya sendiri dengan panggilan 'perempuan itu'?!
" Kio.. Kamu.. "
Saat aku berusaha mendekatinya, Kio mengeluarkan sebuah pistol dari saku jaketnya dan menodongkan nya kepadaku.
" Aku harap kau tidak akan menghalangiku untuk membunuh mereka. Jika kau menghalangiku ya tidak ada cara lain.. " Kio masih menodongkan pistolnya padaku.
Saat itu aku hanya berharap bahwa 'mereka' yang disebut Kio, bukan ayah dan ibu. Walaupun aku benci ayahku.
" Siapa? Tentu saja orang tuamu. " Kio masih menodongkan pistolnya sambil tersenyum sinis kepadaku.
" Lagipula aku belum membalas budi pada mereka... Yang telah memaksaku dan mengekang ku. "
Karena aku dan Kio kembar, entah mengapa aku bisa merasakan emosinya, terhadap ibu dan ayah.
" Kio, aku mohon jangan lakukan sesuatu pada ayah dan ibu!! " Aku berusaha mencegah keinginannya itu. Kio melangkah dan menepuk bahuku.
" Kevin, aku harap kamu tidak akan menggangguku, lagipula bukannya mereka pantas mendapatkannya? Mereka mengekang ku, memaksa keinginan mereka kepadaku, dan pada akhirnya keluarga kita yang dulu hancur. Ayah selingkuh, dan ibu menjadi tidak waras sehingga dia tinggal di rumah sakit ini... "
Aku melirik dan kami saling berkontak mata, dan yang membuatku lebih tidak percaya adalah terlihat di matanya kebencian, kemarahan dan dendam di dalam matanya.
" Kio, apa maksudmu, mereka itu menyayangimu, lebih daripada aku! " Aku berusaha untuk menahan tangannya yang dari tadi memegang pistol supaya dia tidak bisa menodongkan pistolnya kepadaku lagi.
" Heh... Kamu gak akan ngerti, Kevin. Karena kamu adalah Anak kesayangan ayah ibu!! "
Aku semakin heran. Apa maksudnya? Sudah jelas anak kesayangan ayah dan ibu adalah dia... Kenapa dia malah mengatakan hal yang sebaliknya?
" Aku tidak ingin bertarung denganmu, karena itu aku akan langsung pergi. "
Kio menjauh, lalu dia berbalik lagi menghadap ku.
" Dan satu lagi, aku bukan lagi Kiora Alexa Putra aku juga bukan lagi keluargamu apalagi saudara kembarmu, kalian juga bukan lagi keluargaku. Yah sepertinya kita akan sering bertemu, sampai ketemu lagi, Kevin Alexa. "
__ADS_1
Dan Kio pun pergi, meninggalkanku di sana.
...Gambaran Karakter :...
...Kevin Alexa Putra...
...(Umur 12 tahun, kelas 1 SMP)...
...Kiora Alexa Putra...
...(Umur 12 tahun, tidak sekolah)...
...Ryo Ramadhan...
...(Umur 12 tahun, kelas 1 SMP)...
...Baim Aprilio...
...(Umur 11 tahun, kelas 1 SMP)...
...Erlangga Satya (Rangga)...
...(Umur 12 tahun, kelas 1 SMP)...
...Tegar Rizal Satria...
...(Umur 13 tahun, kelas 1 SMP)...
...Satrio Miftahul Aditya...
...(Umur 13 tahun, kelas 1 SMP)...
...Kak Deva (Devandra Adrian Pratama)...
...(Umur 14 tahun, kelas 3 SMA)...
...Rizki Alexa (Ayahnya Kevin dan Kio)...
...(Umur 40 tahun, pekerjaan dokter)...
__ADS_1
...Melisa Putri (Ibunya Kevin dan Kio)...
...(Umur 40 tahun, pekerjaan perawat)...