Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 17


__ADS_3

" Aku tidak pernah berjanji akan apapun. "


Setelah mengatakan itu, Kio mengambil amplop coklat yang ada di atas meja, tapi Kevin menahannya.


" Lepaskan. Ini bukan milikmu. Kembalikan. " Kio berusaha menarik amplop itu tapi Kevin tetap menahannya. Kio pun menendang Kevin, tapi Kevin memegang amplop itu.


" Kio, amplop apa ini? Daftar apa yang kau maksud? " Kevin masih memegang amplop itu di tangannya.


" Kau tidak perlu tau. " Kio masih berusaha mengambilnya tapi Kevin tidak memberikannya.


Kio menendang Kevin hingga amplop itu lepas dari tangan Kevin. Kio pun memungutnya tapi Kevin masih saja menahannya. Kio pun menarik kerah baju Kevin, mendorong Kevin hingga kearah dinding dan menodongkan pistolnya. Tapi karena begitu juga amplop itu berada ditangan Kevin lagi.


" Kio katakan padaku, daftar apa ini? Kalau kamu tak mengatakannya, aku tak akan memberikannya padamu! " Kevin sedikit bergetar sambil menahan amplop itu sementara Kio masih menodongkan pistolnya.


" Heh... Memang apa yang akan kau lakukan dengan daftar itu? Bahkan daftar itu sepertinya tidak akan berguna untukmu. " Kio mengejek Kevin yang gemetar didepannya.


" Kio, bukankah kita adalah saudara kembar? Kenapa kamu melakukan ini padaku? Apa aku ada salah padamu? " Kevin melontarkan pertanyaan yang membuat Kio masih menodongkan pistolnya.


" Saudara kembar? Orang sepertimu tidak pantas untuk menjadi saudara kembarku. " Kio memukuli Kevin lagi, membuat darah keluar dari bibir Kevin akibat dipukul oleh Kio.


" Kio, apa yang terjadi padamu? " Kevin masih berusaha supaya Kio mau mendengarkannya, tapi Kio hanya mendorong dan menahan Kevin di dinding sambil menodongkan pistolnya lagi.


" Sekali lagi kau menyebut namaku, aku tak akan segan untuk membunuhmu. "


Aku terkejut mendengar ancaman Kio itu, tapi aku lebih terkejut karena jawaban Kevin yang sangat tidak terduga.


" Kalau begitu tembak saja. Asalkan kamu beritahu aku, daftar apa ini, di mana kamu tinggal, apa yang terjadi padamu selama ini, dan kembali ke ayah dan ibu. "


Kio dan aku terkejut mendengar jawaban dari Kevin.


" Tembak saja. Tapi aku mohon beritahu aku- Ah tidak, tolong beritahu aku apa yang kamu alami, apa yang selama ini terjadi padamu. "


Kulihat Kevin masih memegang amplop itu dan bersiap untuk jawaban dari Kio. Tapi Kio menurunkan pistolnya.


" Aku lepaskan kau. Lagipula tanpa aku menembak mu, kau juga akan segera mati. "


Setelah mengatakan itu Kio memukul Kevin lagi hingga Kevin jatuh dan tidak bisa bangun lagi dan mengambil amplop itu.


" Kio, apa kamu mengingat apa yang aku ingat? Apakah alasanmu membunuh Ezra Dimas Saputra dan Wijayanto Atmajaya untuk membalas dendam? Kamu mau balas dendam kepada mereka bertiga kan?


Kio pun berbalik setelah mendengar perkataan Kevin.

__ADS_1


" Kau, apa yang kau ingat? "


Kio berbalik dan menendang Kevin lagi, tapi tiba-tiba ponselnya berdering.


" Halo? " Kio teralihkan perhatiannya. Seketika Kio melihat kearah Kevin tapi akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.


...*****...


Keesokan harinya


" Ra!! "


Rangga, Miftah, Ayu, Syahrin, dan Sherly memanggilku.


" Apaan sih, Yu. Gak usah teriak-teriak deh. " Aku melihat Ayu hanya cemberut, sementara yang lain duduk di kursi yang ada di depanku.


" Liburan bareng sekolah seminggu lagi. " Rangga berbicara sambil memainkan bakso yang ia pesan.


" Hah?! Yang bener Rang?! "


Aku sedikit terkejut, seingat ku dua minggu lagi deh.


" Iyaa, banyak yang ikut sih. Dan yang ku baca Kevin juga ikut. " Miftah hanya sedikit melirik ku.


" Bukan baca, cuma liat. "


Dengan santainya Miftah menjawab sambil membaca bukunya.


" Itu sih baca, bodoh! " Rangga menyenggol Miftah sambil sedikit mendorongnya. Ya beginilah jika teman-temanku bersama.


" Ra, lo ikut kan? " Sherly berhasil menyadarkan ku dari lamunanku.


" Iya gue ikut. " ucapku sambil meminum minuman milik Rangga, iseng.


" Rara kamu kok jahat banget sih?! Itu milikku!! " Rangga yang sadar minumannya sudah ku minum langsung protes.


" Biarin, biasanya kamu juga gini. "


Dan dengan jahilnya Tegar yang tiba-tiba muncul langsung memakan bakso milik Rangga.


" Gar!! Lo ini ya!! " Rangga terlihat frustasi karena keusilan kami. Biarin, biasanya dia juga begitu.

__ADS_1


" Hehehe laper. " Tegar dengan sedikit menjulurkan lidahnya lanjut memakan baksonya.


Seminggu kemudian


Tidak terasa sudah hari senin lagi, dan kali ini aku dan seluruh murid di sekolahku ke Depok. Bagiku ini seperti pulang lagi, kembali ke tempat dimana dulu aku pernah tinggal. Aku datang ke sekolah pagi-pagi dan terlihat sudah ada beberapa bis yang terparkir dihalaman luar sekolah beserta murid-murid dan para guru yang mengatur.


Kelasku kebagian bis paling tengah. Sementara bis Kevin adalah bis paling terakhir. Semua membawa tasnya masing-masing, yah hanya dua minggu di Depok. Tidak buruk, anggap saja pulang tetapi harus kembali bersekolah dua minggu lagi. Kebetulan aku, Ayu, Sherly, Syahrin, Tegar, Miftah dan Rangga duduk paling belakang jadi bisa rame-rame duduknya.


Di bis semua bersorak-sorai sambil bernyanyi, beberapa sedang tertidur, dan beberapa menonton dari TV kecil yang biasanya ada di bagian atas bis itu, menonton konser BTS. Syahrin masih sambil mendengarkan musik bersama Sherly, Tegar membaca peta, tempat mana saja yang akan sekolah kami kunjungi, Miftah tentu saja membaca buku Harry Potter kesukaannya, aku heran bukunya gak pernah tamat tamat deh. Perasaan udah dari SD baca itu terus, sedangkan aku dan Rangga? Rangga membawa gitarnya, memainkan gitarnya.


Sedangkan aku hanya menatap kearah jendela sambil menikmati perjalananku.


*Ra, kamu lagi apa?


Kulihat pesan singkat yang dikirim oleh Kevin. Dari bis yang ada di belakangku.


^^^*Gak sih. Kamu sendiri?^^^


*Hehehe lagi mikirin kamu disini


Sontak aku terkejut dengan pesan Kevin. Tapi aku tetap menjawab.


^^^*Ish bisa aja kamu ini. Dah sana, main gitar.^^^


Aku menyudahi obrolan kami sambil mendengarkan lagu milik Linkin Park sambil melihat cuaca yang hujan cukup deras diluar.


Sore harinya kami sampai di Depok. Dan tugu batu yang sama seperti dulu, telah menyambut kami. Mungkin kami menuju tempat penginapan, tapi kenapa arahnya menuju Sawangan Village? Rumah lamaku? Seingat ku tidak ada penginapan di sana. Tapi yang benar saja, bis menuju ke Sawangan Village, rumah lamaku.



...Tugu Batu Sawangan...



...Sawangan Village, Bedahan Depok...


" Ra, ini rumah lama kamu kan? " Rangga menyadarkan ku dari lamunanku.


" Iya. " Aku hanya bisa menjawab begitu.


Bis masuk ke dalam dan berhenti di cluster citronella, setelah pak guru berbicara sebentar dengan pak rt di sana, pak guru menyuruh kami keluar dengan membawa barang masing-masing.

__ADS_1


" Baiklah, karena disekitar sini tidak ada penginapan, jadi kita akan menginap disini. Tepatnya di cluster palmarosa. Satu rumah satu kelompok. Satu kelompok terdiri dari tujuh orang, campur perempuan dan laki-laki! Teman sekelompok bebas, cari teman sekelompok dalam 5 menit!! "


Begitulah yang pak guru katakan. Kami sih pas, tak usah terlalu cari teman lagi. Ada aku, Ayu, Syahrin, Sherly, Tegar, Miftah dan Rangga. Pas, tujuh orang. Dan sungguh kebetulan kelompok ku kebagian rumah yang..... Rumahku yang dulu!!


__ADS_2