Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 2


__ADS_3

Keesokan harinya


Aku kembali ke sekolah. Hari ini pelajarannya Bu Gita, guru IPS yang galaknya minta ampun. Saat sampai di kelas, keadaan di dalam kelas sangat ramai layaknya pasar.


" Eh ada apaan nih? "


Aku bertanya pada sahabatku yang nampak sedang serius membaca buku, yaitu Syahrin.


" Katanya ada yang berantem. "


Syahrin menjawab sambil menutup bukunya, kemudian menatap kearah pintu, tepat setelah itu ketua kelasku datang.


" Haah, susah diatur banget.... "


Ketua kelasku Tegar Rizal Satria datang sambil mengeluh setelah duduk di sebelahku.


" Emangnya siapa yang berantem, Gar? "


Aku bertanya pada Tegar. Aku dan Tegar sudah best friend dari SD jadi lumayan dekat aku dengannya.


" Anak kelas sebelah sih, cuma Pak Wahyu suruh aku yang pisahin mereka. "


Tegar bercerita sembari menggebrak meja, saking emosinya.


" Ahaha.. "


Aku dan Syahrin tertawa canggung supaya Tegar tidak emosi.


" Siapa yang berantem? "


Sherly yang baru datang langsung bertanya kepada kami bertiga sembari mengunyah cilok miliknya.


" Anak kelas sebelah, Kevin dan Ryo.. "


Tegar langsung memberi tau. Dan aku terkejut mendengar nama Kevin disebut.


" Kevin ?"


Aku terkejut, apa dia emang nakal? Tiba-tiba, tanpa aba-aba kaca jendela kelasku seketika pecah. Padahal kelasku dilantai 2. Kemudian, dari luar gerbang ada beberapa orang yang melemparkan batu ke halaman sekolah.


" Woy, Kevin!! Dimana lo !! "


Salah satu dari mereka berteriak mencari-cari seseorang bernama Kevin. Para guru berdatangan dan berusaha menghentikan mereka.


Dan yang aku bingung adalah, kenapa satu sekolahan jadi berkumpul di lapangan? Kemudian tidak sengaja aku melihat Pak Adam menahan Kevin dan membawa cowok bernama Kevin itu ke gerbang.


" Masalah kalian urus saja sendiri. Jangan bawa-bawa sekolah ini. Nih Kevin. "


Pak Adam mendorong Kevin hingga tersungkur, tak di pedulikan rintihan pelan dari mulut Kevin.


" Bagus. Sini lo! "


Murid dari sekolah lain itu menendang nendang Kevin. Dan beberapa teman Kevin sepertinya, menolong Kevin.


" Ryo, bantuin! "


Salah satu dari mereka berteriak. Kevin terlihat terluka luka dan lemas.


Beberapa jam kemudian


Setelah kejadian menegangkan itu, teman-teman Kevin dan Kevin sendiri dipanggil ke ruang guru. Di kelas, semua membicarakan Kevin dan yang lain.


" Ra, jangan deket sama Kevin deh. "


Rangga best friend ku juga, langsung mengatakan itu sehingga membuatku sedikit terkejut.


" Apaan sih, Rang. Kok kamu mikir gitu sih? "


Sekejap Syahrin, Sherly dan Tegar melirik kearah ku. Pintu kelas terbuka membuat satu kelas terkejut, khawatir itu guru tapi ternyata...


" Ra, aku telat gak sih? "

__ADS_1


Best friend ku, Ayu datang sembari berusaha mengatur nafasnya.


" Ish bikin kaget tau, belum. "


Aku kaget karena melihat Ayu tiba-tiba datang.


Saat istirahat


" Ra, mau ke kantin gak? "


Sherly yang sudah berdiri di ambang pintu, berseru memanggilku yang masih duduk di kursi ku.


" Nanti aku susul, duluan aja. "


Setelah itu sahabat-sahabatku pergi menuju kantin. Setelah kelas sepi, aku langsung keluar kelas. Tapi tiba-tiba seseorang menabrak ku hingga aku hampir terjatuh.


" Maaf, kamu gak apa-apa? "


Cowok yang tadi tabrakan denganku, menarik tanganku sehingga membuatku tertahan dan tidak terjatuh.


" Eh... Iya. "


Aku menjawab, dan meminta cowok itu untuk melepaskan pegangan tangannya.


" Oh iya... "


Cowok itu langsung menarik tangannya ke dalam saku celananya.


" Aku Baim Aprilio. Kamu? "


Cowok itu memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangannya.


" Aku Rara. Omong-omong, kamu kenal Kevin? "


Aku menduga kalo dia kenal Kevin karena dia menuju kearah lorong ruang guru.


" Iya, kamu juga? Ah, udah dulu ya, Kevin udah keluar. Btw ini nomor ku, save ya. "


Pulang sekolah


Aku berjalan dengan sahabat-sahabatku, Tegar, Rangga, dan Miftah. Karena kami berempat rumahnya berdekatan.


" Rang, " Aku memanggil Rangga pelan.


" Kenapa Ra? "


Rangga bingung karena biasanya aku jarang bicara dengannya.


" Gak ada apa apa sih. Cuma kamu kenal yang namanya Baim? "


Entah kenapa, aku kepikiran cowok yang bernama Baim itu.


" Hmm Baim itu juara kelas di kelas 1E, " Miftah, yang paling pendiam diantara kami kini bicara.


" Gitu ya.... Oke thanks. "


Di rumah ku


" Kakak pulang, " aku masuk kedalam dan melepas sepatuku, benar-benar lelah...


Malam harinya hujan sangat lebat. Aku hanya melihat keluar jendela, melamun. Lalu ponselku bergetar, setelah kulihat sebuah nomor menelepon ku.


" Siapa nih, perasaan aku udah save semua nomor deh.. "


Aku memutuskan untuk mengangkat telepon itu. Catatan * artinya telepon atau pesan ya.


^^^*Halo?^^^


*Rara?


^^^*Siapa ya?^^^

__ADS_1


*Ini aku, Kevin.


Aku terkejut mengetahui bahwa yang menelepon ku adalah Kevin. Lagipula dapat nomorku darimana? Dan saat itulah aku mendengar suara hujan yang deras dari seberang telepon.


^^^*Kamu dimana? ^^^


*Khawatir padaku nih?


^^^*Gak jadi.^^^


*Hahahaha iya deh. Aku lagi diluar angkasa.


^^^*Jangan bercanda.^^^


*Serius.


^^^*Gak percaya.^^^


*Yaudah.


*Aku punya cara supaya kamu tidur.


^^^*Pfft... Apaan coba?^^^


Entah mengapa aku senang mengobrol begini dengannya.


*Tidur.


^^^*Gak berhasil tuh....^^^


*Wah hebat.


^^^*Apanya?^^^


*Mantra ku gak mempan sama kamu.


^^^*Dih mantra apaan?^^^


*Hahahaha yaudah aku tutup ya, eh iya save nomor aku ya. Namenya Kevin Ganteng.


^^^*Dih gak ah...^^^


*Hahahaha yaudah aku tutup ya, selamat malam. Sampai bertemu besok.


Telepon berakhir.


" Dapet nomorku darimana ya...? Ah pasti si Ayu tuh. Awas aja besok, " aku pun berbaring dan tertidur.


Pagi harinya


Aku berangkat seperti biasa, tetapi aku tidak melihat Kevin. Saat aku memasuki gerbang sekolah aku melihat beberapa orang kakak kelas mendorong jatuh sebuah motor. Aku ingat kalau motor itu adalah milik Kevin. Lalu tiba-tiba ada suara teriakan Kevin.


" Lo semua ngapain jatohin motor orang?! "


Teriakan Kevin yang tiba-tiba membuat para kakak kelas itu terkejut.


" Oh elu Vin... "


Keliatannya kakak kelas itu punya dendam terhadap Kevin entah apapun dendamnya ke Kevin.


" Gue tanya, elu elu semua ngapain jatohin motor Gue...?! " Teriak Kevin, emosi. Benar-benar emosi.


" Jangan emosi dong, Kevin... "


Kakak kelas itu pun berusaha menenangkan Kevin sembari ketawa mengejek.


" Jawab gak...?! Kalo lo punya dendam sama gue, ayo sini!! " Kevin langsung bersiap.


" Lo yang minta!! "


Kakak kelas itu pun langsung menendang dan memukuli Kevin. Yang membuatku terkejut adalah saat Kevin dipukuli oleh para kakak kelas itu, Kevin melirik kearah ku.

__ADS_1


__ADS_2