
Aku tersenyum melihat nama dilayar ponselku. Aku langsung masuk kedalam rumahku dan duduk sambil menatap ponselku.
...Kevin...
[Heyy.... ]
^^^[Heyy... ]^^^
[Sekolahnya udah? ]
^^^[Belum ]^^^
[Lho, kok belum? ]
^^^[Lagian percaya.. ]^^^
[Hehehehe ]
[Oh iya, besok kamu sekolah gak? ]
^^^[Enggak ]^^^
[Boong.]
[Oh iya, besok hari jumat. ]
^^^[Iya? ]^^^
[Hehehehe, ah udah dulu ya. ]
[Bye. ]
Aku rasanya gila karena tersenyum seorang diri. Aku akhirnya masuk ke kamarku, menutup pintu dan mendengarkan musik milik Backstreet Boys.
Keesokan harinya
Aku bangun lebih pagi dan langsung pergi mandi. Setelah itu aku pergi sarapan kemudian mengambil tasku sambil memakai sepatuku.
" Ayah, bunda, kakak berangkat ya, " ucapku dan langsung pergi keluar membuka pagar dan menoleh ke belakang, sontak aku terkejut melihat Tegar, Miftah, Rangga, Ayu, Syahrin dan Sherly menungguku didepan rumahku.
" Lho kalian kenapa disini? "
Tanya ku heran, kalau mereka mau berangkat ke sekolah bersamaku mereka tidak bawa tas..
" Ini Ra, tadi kita udah disekolah. Cuma disekolah ada masalah. " Ayu menjelaskan kepadaku sembari menatap kelima sahabatku.
" Masalah apaan? " Aku semakin bingung, masalah apa coba yang ada disekolah. Palingan tauran.
" Gini Ra, tadi disekolah ada yang datang tanyain dimana kelas kamu, dan dia bilang kalau dia itu adalah pacarmu. "
Miftah langsung mengatakan ke intinya, aku terkejut. Hah? Nanya di mana kelasku dan ngaku-ngaku kalau dia pacar aku?? Aku gak percaya, siapa yang melakukan itu?! Jangan bilang, dia?
" Terus? Kalian jawab? "
Aku semakin penasaran sekaligus bingung, khawatir keenam sahabat ku itu mengatakan yang sejujurnya.
" Kita bilang lo itu kelas 7A, di deket kantin. " Syahrin menjawab, di deket kantin? Itu kan ruang OSIS...
" Udah deh, mending lo ikut ke sekolah juga. " Ayu menarik tanganku dan kami pun berjalan menuju sekolah.
__ADS_1
Saat sampai disekolah
Kami masih menuju gerbang, tapi di sana banyak sekali kerumunan. Kami mendekat kearah lapangan itu, dan Tegar bertanya.
" Eh Put, ada apa ini? "
Fun fact nya, Tegar terkenal dengan wajahnya yang ganteng dan jago main basket, disaat seperti ini dia pasti akan memanfaatkan kepopuleran dia diantara para wanita.
" Eh Tegar, ini ada yang berantem. "
Keliatan banget, Putri dari kelas 7A ini suka sama Tegar. Padahal baru ditanya, mukanya udah merah aja, gimana pas diajak bercanda dan ngobrol sama Tegar tiap hari?? Pasti meledak duluan....
" Oke, thanks Put. "
Tegar berjalan kearah kami kemudian melipat tangannya di dada sembari menunjuk kearah lapang yang di padati kerumunan.
" Ada yang berantem. "
Sesaat setelah Tegar menunjuk kearah lapang, tiba-tiba ada seorang murid, yang kalau dari suara nya sepertinya Ryo, berteriak dan menyebut-nyebut nama Kevin.
" Hajar, Kev. Hajar!! "
Ryo mengacungkan tangannya, memberi semangat. Kami langsung berjalan menuju yang paling depan sehingga terlihat dan aku benar-benar terkejut melihat Kevin bertarung dengan orang yang ngaku ngaku sebagai pacarku, Steven?!
" Maju sini lo! "
Steven maju dan memukul Kevin, nampak perkelahian hebat dan sengit itu baru saja terjadi. Seragam yang Kevin pakai nampak berantakan akibat pukulan Steven.
" Brengsek lo! "
Kevin bangun lalu menendang kaki Steven sehingga Steven terjatuh.
Steven mengarahkan tinjunya kearah Kevin, dan Kevin juga mengarahkan tinjunya kearah Steven. Secara tak sadar aku melangkahkan kakiku dan berlari ke tengah lapangan, dan berdiri di antara Kevin dan Steven.
" Rara?! "
Terdengar dari suara kedua cowok itu kalau mereka berdua terkejut. Aku hanya memejamkan mataku, dan sekilas aku mendengar bisikan suara Kevin.
" Jangan takut, ada aku disini. "
Aku membuka mataku dan saat kulihat, Kevin mendorong ku ke samping, menghindarkan diriku dari pukulan Kevin dan Steven. Sementara Miftah menarik tanganku agar menjauh dari lapangan dan Tegar juga Rangga menahan tubuhku sehingga aku tidak terjatuh.
" Mif, Rang, Gar.. "
Aku terkejut karena mereka langsung siap melindungi ku begini. Aku yakin dalam 30 menit, pasti akan ada gosip tentang aku, Miftah, Rangga, Tegar dan Kevin. Tak lama setelah itupun guru datang.
" Kevin, apa-apaan kamu, dia hanya mengunjungi sekolah ini. Kenapa kamu pukul dia.? "
Bu Ani, guru PPKN yang sangat mengerti tentang murid-muridnya langsung menasehati Kevin saat mendapati Kevin yang sudah terlihat berantakan sembari membawa Kevin ke ruang guru.
Saat istirahat
Aku tidak melihat Kevin, aku benar-benar khawatir padanya. Saat aku sedang mencari keberadaan Kevin, tiba-tiba..
" Hey beb, " ucap Steven seraya mendekatiku.
" Lo ngapain disini? "
" Kan gue pacar lo, " ucap Steven sembari perlahan menyudutkan ku ke dinding.
__ADS_1
" Kan cuma lo yang anggep gue pacar lo, emang gue anggep lo pacar gue? Gak. Gue gak punya pacar kayak lo. "
Aku berusaha mencari celah untuk keluar, tapi Steven masih menyudutkan ku. Tapi tak ku sangka tiba-tiba Steven didorong oleh seseorang hingga terjatuh, lalu aku ditarik menjauhi Steven.
...~~ ***** ~~...
Aku ditarik hingga sampai di dekat tangga, cowok itu berbalik sembari membersihkan seragam ku yang sedikit kotor.
" Kamu gak apa-apa, kan....? " ucapnya singkat.
Saat aku mendongak melihat siapa yang menyelamatkan diriku, kupikir yang menyelamatkanku adalah Tegar, Miftah, Rangga atau yang lain tapi, keliatannya dia bukan anak kelas 1 deh. Dia lebih kayak anak SMA. Kenapa disini??
" Iya kak, aku baik-baik saja, " ucapku sembari menunduk kebawah dan mengucapkan terima kasih.
" Makasih kak, udah tolongin aku.. "
" Iya, sama-sama. Lain kali kalau dia gitu lagi teriak minta tolong aja, biar nanti ada yang tolong kamu. " ucap nya lagi, kakak itu tersenyum. Sesaat senyumannya mengingatkan ku pada Kevin.
" Ah kalau gitu, aku pergi dulu ya. Lain kali hati-hati ya.. "
Kakak itu melambaikan tangannya dan berjalan menjauh. Kemudian Tegar, Miftah dan Rangga datang.
" Ra, ikut kita yuk. " ucap Tegar yang keliatannya sedikit cemas + khawatir langsung menarik tanganku pelan.
" Kemana? "
Aku bertanya sambil ikut berjalan di samping Tegar.
" UKS. "
Hanya sepatah kata yang dikatakan oleh Tegar, aku tidak lanjut bertanya lagi karena Tegar sudah mode serius.
...~~ ***** ~~...
Saat sampai di UKS, aku melihat Kevin bersama teman-teman se-geng nya sedang berkumpul di sana.
" Ah kamu kesini Ra. Maaf tadi aku dorong kamu, kamu gak luka kan? "
Kevin menatapku dengan tatapan menyesal, why? Kenapa dia yang menyesal?
" Aku gak apa-apa kok, harusnya aku yang tanya gitu ke kamu. "
" Aku gak apa-apa kok, cuma lecet aja, " ucap Kevin dan tersenyum manis ke arah ku.
" Ah sok kuat lo, Kev. "
Ryo langsung bicara sembari memukul pelan bahu temannya itu.
" Sok tau lo, Yo. "
Kevin menjulurkan lidahnya seraya menahan tangan Ryo supaya tak memukulinya lagi.
" Lo Yo. Wkwkwkwk.. "
Se-geng Kevin langsung tertawa, aku, Tegar, Miftah dan Rangga juga ikut tertawa.
Setelah beberapa menit berlalu, pintu UKS terbuka dan memperlihatkan seorang perempuan membuka pintu UKS.
" Kak Kevin!! "
__ADS_1