Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 6


__ADS_3

Pintu UKS terbuka dan memperlihatkan seorang perempuan membuka pintu UKS.


" Kak Kevin!! "


Perempuan itu mendekati Kevin dan memeluknya. Sontak membuat semua yang ada di dalam UKS menatap heran.


" Kirana? Kenapa kamu disini? "


Kevin terlihat bingung. Semua juga bingung, siapakah perempuan yang memeluk Kevin itu?


" Psst.... Gar, Mif, Rang, kalian tau gak siapa cewek itu? " Aku berbisik, penasaran siapa gerangan cewek yang memeluk Kevin saat ini.


" Kalau gak salah, namanya Kirana Gafrilia. Sepupu Kevin kalau gak salah. " Miftah memberitahu sambil ikut berbisik.


" Sepupu Kevin? " Rangga semakin bingung dan hanya menatap Miftah.


" Iya, " ucap Miftah sambil mengangguk pelan.


" Kirana, kok kamu disini? Bang Jefri mana? "


Kevin mengelus puncak kepala cewek di depannya itu dan celingak celinguk, mencari keberadaan seseorang.


" Oh bang Jefri ada didepan, bentar lagi kesini kok. "


Baru di bicarakan, pintu terbuka memperlihatkan seorang laki-laki berdiri tegak dengan masih memakai seragam SMA dan dia adalah orang yang menolongku tadi!!!


" Tuh bang Jefri. " Kirana menunjuk kearah cowok yang baru saja masuk itu.


" Kev, Kev, lo ini ya cari masalah aja. "


Cowok itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan mencubit pipi Kevin.


" Maaf deh bang. Lagian kenapa bang Jefri kesini? "


Kevin tersenyum sambil menjulurkan lidahnya dan mengelus pipi nya yang telah di cubit.


" Gak sih, awalnya gue mau jemput Kirana terus pulang, cuma guru lo Bu Ani bilang kamu ada di UKS, jadi yaudah gue sama Kirana kesini, " ucap cowok yang dipanggil Bang Jefri itu, menjelaskan.


" Hahaha gitu ya? "


" Udah deh, gue sama Kirana pulang dulu. Inget lo jangan pulang ke sorean loh, awas aja, " ucap Bang Jefri dan mengajak Kirana pergi.


" Bang, tunggu dulu ih. Kirana masih mau sama bang Kevin. "


Kirana merajuk, nampak masih ingin bersama Kevin walau Bang Jefri melarangnya.


" Kiran, bang Kevin harus istirahat dulu. Nanti kan bang Kevin juga pulang. " bujuk Bang Jefri dan mengajak Kirana yang cemberut itu pergi.


" Oke deh, dah bang Kevin. "


Kirana pergi sembari melambaikan tangannya, mengikuti Bang Jefri keluar UKS.


" Dah Kirana, bye Jef.. "


Kevin ikut melambaikan tangannya kearah Kirana dan bang Jefri.


...~~ ***** ~~...


Saat pulang, aku menunggu Tegar, Miftah, Rangga, Ayu, Sherly, dan Syahrin yang kebagian piket bareng-bareng. Dan secara tiba-tiba, tas ku serasa ada yang menariknya. Akhirnya aku menoleh ke belakang.


" Hai, kakak itu kakak perempuan yang tadi di UKS kan? "


Saat kulihat ternyata Kirana, cewek yang ada di UKS tadi.


" Eh iya, " ucapku mengiyakan.

__ADS_1


" Salam kenal kak, namaku Kirana Gafrilia Cantika, sepupunya bang Kevin. Kakak panggil aku Kirana ya, " ucap Kirana sambil mengulurkan tangannya, aku menjabat tangannya juga.


" Salam kenal juga Kirana, panggil aja Rara, " ucapku singkat, Kirana terlihat senang melihatku menjabat tangannya.


" Iya kak. Oh iya kakak sekelas sama bang Kevin? " Kirana menatapku, menunggu jawaban dariku.


" Enggak, Kevin kelas 1C, kalau kakak kelas 1B, " ucapku sambil tersenyum.


" Oh gitu ya. " Kirana sedikit cemberut, hingga ia menatapku lagi.


" Oh iya kak. Emm boleh minta tolong gak? Itu jangan biarin bang Kevin pulang sendiri. Kalau bisa kakak temenin bang Kevin, " ucap Kirana malu-malu sambil menatap kebawah.


" Emang kenapa? "


" Itu keliatannya bang Kevin lagi banyak masalah, kalau bang Kevin banyak masalah biasanya bang Kevin pulang malem. Kirana gak mau bang Kevin sakit. "


Keliatan banget Kirana khawatir dengan Kevin.


" Oke, kakak bakal temenin bang Kevin pulang kok, " ucapku sambil tersenyum dan mengangkat tanganku mengajak high five.


" Makasih kak.... "


Kirana membalas high five ku sembari tersenyum, menampakkan gigi putih mungil nya. Kemudian bang Jefri datang mengajak Kirana untuk pulang.


" Kak Rara, Kirana pulang ya, " ucap Kirana sambil melambaikan tangannya.


" Iya. Hati-hati.. "


...~~ ***** ~~...


Saat sudah jam 4, aku belum melihat Kevin. Aku memutuskan untuk ke UKS. Dan ternyata Kevin masih duduk di sana.


" Eh kamu belum pulang, Ra? "


" Vin, pulang bareng yuk? "


Aku merasa aneh saat mengatakan itu, kupikir Kevin akan menolak, tapi keadaan malah sebaliknya, Kevin mengiyakan ajakan ku.


" Ayo, " ucap Kevin seraya mengulurkan tangannya. Kami menyusuri tempat parkir sekolah.


" Nih helmnya. "


Kevin menyodorkan sebuah helm kepadaku sembari menyalakan motornya.


" Emm aku mau ke suatu tempat dulu, gak apa-apa? " ucap Kevin sambil melirik ke belakang.


" Gak apa-apa. Ayo! "


Motor melaju menyusuri Bandung. Lalu motor berhenti di sebuah rumah kosong. Kevin pun turun dari motor.


" Aku mau kesini, kamu tetap disini aja. "


Saat Kevin berbalik aku memegang jaketnya, sehingga Kevin melirik ke arahku.


" Aku ikut, gak apa-apa kan? " Aku masih memegang jaketnya, tak mau ditinggal di sana sendiri.


" Boleh kok, ayo. "


Kevin memegang tanganku dan kami masuk kedalam rumah kosong itu. Di dalam sangat berantakan, di mana-mana berserakan pecahan kaca, rumput sudah mulai tumbuh di beberapa sisi rumah, banyak jaring laba laba disisi rumah yang lain, dan cat dinding yang mengelupas.


" Eits, awas, " ucap Kevin yang langsung menarik ku hingga aku dapat mendengar detak jantungnya.


" Banyak pecahan kaca dimana-mana, hati-hati. "


" Iya, makasih Kevin. "

__ADS_1


Kevin lanjut berjalan kearah tangga, sedangkan aku masih dibawah. Saat aku mulai menaiki tangga aku melihat sebuah foto yang berada dalam pigura foto.


Terlihat sebuah keluarga yang sedang tersenyum, sepertinya mereka sedang merayakan hari ulang tahun anak mereka. Terlihat seorang suami istri dibelakang kedua anak lelaki mereka, dan aku lihat kedua anak itu sepertinya kembar.


Anak di sebelah kiri sedang bertepuk tangan, dan yang disebelah kanan sedang meniup lilin kue ulang tahun mereka.


Baru saja aku mau menatap lebih lama foto itu, Kevin memanggilku dari atas.


" Ra, keatas sini, " ucapnya. Aku langsung menjawab, takut Kevin akan curiga.


" Oke Kev, aku ke sana. "


Aku mengeluarkan ponselku dan memotret foto keluarga itu. Setelah itu aku taruh di tempat semula.


Saat sudah hampir malam, Kevin mengajakku makan malam di rumah salah satu keluarga nya.


" Oke kita sampai. "


Motor pun berhenti di sebuah rumah dengan pagar berwarna putih.


" Rumah siapa? "


" Sepupuku, Kirana dan Jefri. Yang tadi siang ke UKS. "


Kevin langsung masuk ke rumah Kirana dan Jefri, lalu bersembunyi dibalik mobil berwarna putih.


" Kamu sedang apa? "


" Aku tau tiap jam segini Jefri pasti keluar, jadi aku mau kagetin dia. "


Kevin tersenyum kecil lalu bersembunyi. Saat pintu terbuka terlihat Kak Jefri keluar dari pintu, menuju tempat Kevin bersembunyi lalu...


" Dorr!! " ucap Kevin seraya maju. Membuat Kak Jefri melompat terkejut.


" Astaga Kevin!! "


Kevin keluar dari balik mobil dan tersenyum, memperlihatkan giginya yang rapi.


" Hahahaha.. Kena deh!! "


" Hush udah deh, Kirana lagi tidur. Diem lo. "


Kak Jefri mengingatkan sambil menahan senyum atas kelakuan Kevin.


" Oh oke oke. "


" Kalian ngapain kesini? " Kak Jefri melihatku, aku hanya menganggukkan kepala dan melirik Kevin.


" Gue mau numpang makan. "


Dengan serius, Kevin mengatakan hal itu dan membuat Kak Jefri kaget. Sontak aku menahan senyumku.


" Hah?! Lo ini, emangnya di rumah lo gak ada makanan?! Numpang numpang.... Bayar! "


Kak Jefri pura-pura marah, membuatku tidak bisa menahan senyumku. Ada-ada aja kelakuan mereka berdua.


" Lah kok? Kok bayar sih?? Gratis dong.. "


Kevin nampak berpura-pura bingung, aku lihat Kak Jefri masih juga pura-pura marah.


" Lah kok nanya? Di warteg, kamu makan nasi aja, makan kuah aja, makan kerupuk aja bayar, ya disini bayar lah!! "


Akhirnya aku, Kevin dan Kak Jefri langsung tertawa.


" Yaudah ayo masuk, " ucap Kak Jefri sembari merangkul Kevin dan aku. Dan kami makan malam bersama.

__ADS_1


__ADS_2