Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 19


__ADS_3

Setelah beberapa hari aku, Kevin, Tegar, Miftah, Rangga, Ayu, Sherly dan Syahrin beserta teman-teman satu sekolah pun pulang ke Bandung. Saat bis kami sampai disekolah para murid langsung diperbolehkan untuk pulang. Tapi Kevin menarik tanganku ketempat parkiran motor.


" Ra, ikut aku sebentar. Sebentar saja, setelah itu aku akan antar kamu pulang, aku ingin kamu menemaniku ke suatu tempat. Ayo naik. "


Kevin menyerahkan sebuah helm lalu aku memakainya dan menaiki motor milik Kevin.


" Eh sebelum pergi aku chat orang tuaku dulu. Aku takut mereka menungguku tapi aku lama. Bentar Vin! "


Aku mengambil ponselku yang ada disaku celanaku. Setelah itu aku chat Bundaku lalu memasukkan ponselku kembali kedalam saku celana ku.


" Sudah? Cepet banget. " Kevin bertanya lalu menyalakan motornya.


" Udah. Ayo. "


Motor pun menjauh dari SMP 13. Saat kulihat jam ku, masih jam 8 pagi. Yah sudah tidak sedingin tadi pagi udaranya, tapi tetap saja... Setelah kembali dari Depok rasanya dingin sekali di Bandung. Padahal saat liburan di Depok kemarin rasanya panas sekali.


Kevin pun memberhentikan motornya dipinggir jalan lalu berjalan ke sebuah bangunan yang ada didepan kami. Kevin berjongkok lalu mengambil kunci yang ada dibawah karpet (keset) lalu membuka pintunya. Sembari menunggu, aku bertanya pada Kevin,


" Bangunan apa ini? " Aku iseng bertanya, Kevin masih sibuk berusaha membuka pintunya sambil menjawab.


" Entahlah, aku juga tak tau. Cuma, pas liburan kemarin, aku tiba-tiba keinget kalau aku pernah beberapa kali masuk ke dalam bangunan ini. Ingatanku hilang sebagian dan kebanyakan momen-momen saat aku masih kecil. Nah terbuka, ayo kita coba masuk! "


Kevin memegang tanganku dan kami pun masuk kedalam bersama. Didalam lumayan rapi, dan terlihat seperti tempat tinggal? Tempat tinggal yang cukup rapi, sedikit sempit tapi lumayan kan?


Ada dua buah kursi dan meja, di atas meja itu terlihat banyak sekali koran-koran berserakan, lalu ada juga sebuah kasur, masih rapi. Ada dapur kecil juga yang kulihat peralatan masak dan peralatan makan lumayan lengkap. Dan ada sesuatu didekat dinding yang tertutup dengan kain putih.


Kevin berjalan menuju kearah sana dan menyibak kain putih itu, kain itu menutupi gabus/styrofoam yang di lekatkan di dinding. Kami terkejut saat melihat berkas-berkas yang tertempel berisi tentang klon.


Dan aku semakin terkejut karena seingat ku, Kio bilang kalau Kevin tidak tau bahwa dia dan Kio adalah kloning. Terlihat beberapa guntingan dari koran tentang kloning juga, dan ada sebuah foto yang tertempel juga di sana. Kalau dari bajunya, dia terlihat seperti dokter.


Ada juga beberapa potongan koran tentang berita kloning pertama yang dibuat yaitu Kiora dan Kevin yang diciptakan oleh dokter Rizki Alexa, persis seperti yang pernah Kio tunjukkan padaku.


Lalu tiba-tiba Kevin terjatuh, terduduk. Aku langsung membantu Kevin untuk berdiri lalu duduk di kasur miliknya.


" Aku inget sekarang. Aku inget semua. Bahkan bangunan ini. " Kevin menatap kebawah lalu lanjut berkata,


" Aku dan Kio, adalah kloningan dari seorang dokter. Hanya saja dokter itu sudah meninggal. Aku kehilangan ingatanku karena Kio. Kio membawaku ke rumahnya lalu menyuntikkan sesuatu padaku, membuatku tidak sadar dan melupakan apa yang terjadi dan saat terbangun aku berada di kamarku. "


Kevin masih menunduk, aku mengambil air putih untuk Kevin dan langsung dihabiskan oleh Kevin.


" Kamu adalah, kloning dari seorang dokter? "


Aneh.. Apa Kio sudah mengetahui hal ini? Karena saat aku berada di rumah Kio, Kio tidak mengatakannya padaku bahwa ia dan Kevin adalah kloning dari seorang dokter.


" Iya, kalau gak salah namanya Dokter Rizal Alexa. Dan dia merupakan kakak dari ayahku... "

__ADS_1


Aku kaget. Kevin dan Kio adalah kloningan dari kakaknya ayah Kevin dan Kio? Tunggu, tadi Kevin bilang kalau dokter itu sudah meninggal?


Apa mungkin ayahnya Kevin menciptakan Kevin dan Kio untuk merasa seolah-olah kakaknya masih hidup? Atau ada alasan lain? Satu-satunya alasan yang terpikirkan olehku baru itu.


" Dokter itu, adalah kakak dari ayahmu? Kamu tadi bilang kalau dokter itu sudah meninggal.. Meninggal karena apa? "


Aku bertanya sambil memikirkan apa yang akan Kio lakukan selanjutnya.


" Kalau beritanya sih bunuh diri. Tapi aku gak yakin, jadi pada tahun 2014 aku mencari tau tentang kloning, dan dokter itu. Dan aku menemukan rekaman CCTV di rumah sakit atau biasa disebut perusahaan Residence, tempat ayah dan ibuku bekerja dulu. "


" Dan dari CCTV itu terlihat saat dokter itu keluar dari ruangannya ada 3 pasien sepertinya membekap mulut dokter itu, lalu saat dokter itu tidak sadar mereka membawanya ke suatu tempat, tapi tidak terekam oleh CCTV. Lalu saat aku menyelidikinya, aku mengetahui bahwa ketiga pasien yang membekap dokter Rizal itu merasa kalau dokter Rizal tidak memperlakukan mereka layaknya manusia, jadi setelah mereka membekap dokter Rizal, mereka membawa dokter Rizal ke ruang operasi. "


" Saat dokter Rizal sudah sadar, mereka membelah dada dokter Rizal dalam keadaan sadar lalu mengambil organ-organnya. Kemudian organ-organnya ditransplantasikan ke beberapa orang. Dan mayatnya disimpan disebuah peti yang ada dibawah tanah rumah sakit Residence itu sampai sekarang. "


Kevin menjelaskan panjang lebar, ia murung tapi langsung bersemangat.


" Aku tak tau apa yang terjadi pada Kio. Tapi, aku akan mencoba memintanya untuk kembali. Ayo, kita ke rumah Kio. Aku masih ingat rumahnya. Ayo kita pergi sekarang. "


Kevin berdiri lalu tiba-tiba Kevin terjatuh dan mengerang.


" Akhh!! "


Kevin masih terduduk di lantai sambil memegangi kepalanya. Aku langsung menghampiri Kevin dan membawa gelas minum.


" Kevin kamu gak apa-apa?! Ini, minum dulu! " Aku dengan panik langsung melakukan apapun yang ku bisa.


" Kamu udah gak apa-apa kan? Aku khawatir pas nanti naik motor kamu tiba-tiba jatuh kayak gini lagi. "


Aku menatap Kevin, sementara Kevin hanya tertawa mendengar kekhawatiranku padanya.


" Ih aku serius tau! Jangan diketawain!! " Aku langsung melihat kalau Kevin langsung diam dan meminta maaf.


" Hehehe maaf deh ya. Ayo berangkat. Aku khawatir kamu bakal pulang lebih lama, dan aku udah gak apa-apa, jadi jangan khawatir ya. "


Kevin berdiri dan berjalan menuju pintu. Aku langsung mengikuti di belakang.


...*****...


Sementara itu Kio


Kio sedang berjalan turun ke bawah tanah rumahnya dan terlihat Kirana berada di kasur yang berada di ruang bawah tanah itu, tertidur akibat obat tidur yang diminum kan oleh Kio dan karena infus yang berada ditangannya.


Lalu saat Kio mendekat, Kirana pun terbangun tapi sayangnya dia tidak tau bahwa yang berada didepannya adalah Kio, bukan Kevin.


" Bang Kevin, ini dimana? " Kirana dengan lemas bertanya kepada Kio, sedangkan Kio hanya diam.

__ADS_1


" Di rumah sakit. Kamu dan Bang Jefri kecelakaan. " Kio berbohong kepada Kirana, dan Kirana bertanya lagi.


" Bang, Bang Jefri dimana? Kirana takut.. "


Kirana melihat sekeliling, dan Kio langsung mengambil obat bius yang ada di meja yang berada didekatnya. Kio mengambil satu dan menusukkan nya kedalam kantong infus Kirana.


" Sudahlah, kamu tidur aja. Nanti juga Bang Jefri datang. Sampai saat itu datang, kamu tidur dulu.. "


Kirana pun kembali tertidur karena obat bius yang dimasukkan oleh Kio. Setelah itu Kio pun beranjak keatas.


Sesampainya di atas, terlihat Steven sedang bermain game di ponselnya.


" Haah.... Kau ini, kenapa malah main game? " Kio berjalan mendekat, Steven pun melirik Kio lalu tidak lama langsung memainkan gamenya lagi.


" Suka-suka dong. Oh iya sepupu lo gimana? Udah dikasih obat bius kah? " Steven mengalihkan perhatian sambil terus memainkan gamenya.


" Udah. Kenapa dari tadi kau bertanya tentang hal itu terus menerus? Apa kau merahasiakan sesuatu? "


Kio menatap Steven dengan tatapan tajam serta aura membunuh. Seketika Steven langsung berhenti bermain.


" Kan cuma penasaran. Emangnya gak boleh? Lo pelit banget. " Steven berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba tidak enak.


Kemarin Malam


Steven pergi menggunakan mobilnya ke suatu tempat. Lalu Steven menepikan mobilnya dipinggir pantai, terlihat ada sebuah mobil berwarna hitam telah menunggu di sana.


Steven keluar dari mobilnya dan melihat pengemudi mobil itu sedang berdiri diluar mobil dan langsung memperbolehkan Steven untuk masuk kedalam. Steven masuk ke kursi samping pengemudi lalu langsung duduk.


" Apa ada yang ingin anda bicarakan, ketua? "


Steven melirik jam tangannya lalu melirik orang yang berada di kursi belakang itu melalui kaca spion. (Ketua adalah orang yang mencekik dan memaksa Kio untuk mengikutinya) (Baca eps 12).


" Bawa Kirana Gafrilia. Dan bawa ketempat ku, tanpa ketahuan. " Ketua langsung mengatakan intinya.


" Kirana Gafrilia, sepupu Kiora dan Kevin bukan? Tapi bagaimana aku bisa menculiknya? "


Steven sempat terkejut karena diperintahkan untuk membawa sepupu rekannya.


" Aku akan menyuruh Kiora Alexa untuk menculiknya, setelah itu kau bawa Kirana Gafrilia. Jangan sampai Kiora Alexa tau rencana ini. Sudahlah, hanya itu yang ingin kukatakan, kau bisa pergi. "


Ketua mengingatkan Steven lagi saat Steven hendak membuka pintu.


" Ingat, jangan sampai Kiora Alexa tau. Jika dia mengetahuinya, maka aku akan menghabisi pacar mu beserta keluargamu. "


Steven pun keluar, lalu si pengemudi mobil milik Ketua itu pun masuk kedalam mobil dan mobil milik Ketua pun pergi meninggalkan Steven dan mobilnya di sana.

__ADS_1


Steven masuk kedalam mobilnya dan mengingat kembali apa yang sudah pacar aslinya (Bukan Rara) dan keluarganya alami.


" Sial... Menyebalkan! Kiora Alexa dan Kevin Alexa, akan ku habisi kalian berdua!! "


__ADS_2