
Steven pun datang, dan melihat Kio yang mengenakan jubah mandi.
" Sudah datang? " Kio berjalan menuju meja miliknya.
" Iya, kau cepat sembuh ya. Padahal sebelum aku pergi kau terlihat seperti orang sekarat. Proses penyembuhan mu cepat juga. "
Steven duduk di sofa sambil memainkan kunci mobil yang ia pegang.
" Yah Ketua dan nona Riska ingin menemui mu. Karena itu aku datang. "
Steven masih berbicara sedangkan Kio melirik kearah pintu depan yang terlihat banyak sekali pengawas. Dan Kio (Kevin) terkejut saat melihat laptop milik Kio merekam bagian ruang bawah tanah dan terlihat Kio yang asli terbaring di sana.
*Apa yang harus kulakukan? * Batin Kio (Kevin).
Saat Steven beranjak dan menuju dapur yang ada di belakang Kio, Kio dengan cepat mematikan laptopnya.
" Apa yang kau lakukan?! " Kio berpura-pura marah, sementara Steven kembali duduk.
" Astaga sifatmu buruk sekali Kiora Alexa Putra. "
...****************...
Sementara itu Rara
Aku berdiri di belakang pintu yang mengarah menuju bagian dekat dapur, khawatir Steven akan melihatku. Sementara Kio masih pingsan dibawah. Aku hanya bisa mendengar obrolan mereka dari sini sedikit. Aku memberanikan diri mengintip sedikit dan terlihat Kevin yang memerankan Kio sedang mengobrol dengan Steven di ruang tengah. Dan.... Apa?! Kevin dibawa keluar oleh Steven?!
**Kembali ke Kevin
Beberapa saat yang lalu**...
" Dimana Kirana? " Kio duduk sambil membawakan minum untuk mereka berdua.
" Tunggu, Kirana? Sejak kapan kalian jadi akrab begitu? "
Steven bingung karena Kio (yang asli) biasanya memanggil Kirana dengan nama panjang, Kirana Gafrilia. Tapi reaksi Kio benar-benar tidak terduga, Kio menggebrak meja. Dengan tatapan marah Kio menatap Steven.
" Suka-suka aku!! Sekarang katakan, dimana Kirana Gafrilia!! "
Steven hanya berdecak sedikit lalu menjawab.
" Dia bersama ketua. Karena itu ikut denganku.. "
Steven mengeluarkan kunci mobilnya.
*Tenang, aku hanya perlu berpura-pura sebentar lagi.. * Batin Kio. Dan dengan gaya dingin Kio menolak. Steven langsung terkejut dan menasihati Kio.
" Kiora Alexa sadarlah!! Yang menentukan semua ini bukanlah kau, tapi ketua dan nona Riska!! Kamu sadar gak sih kalau kamu selama ini gak bertanggung jawab?! "
Steven bangkit dan menatap Kio. Lalu Kio berdiri dan menuju kearah ruang ganti.
" Baiklah terserah kau. Aku akan ganti baju dulu, lagipula walaupun aku tak mau, tapi aku yakin kau pasti akan menyeret ku. " Kio pun masuk ke ruang ganti dan menyisakan Steven yang masih berdiri di ruang tengah.
__ADS_1
Ruang ganti...
" Arrrggghhh!! Siapa itu ketua? Dan siapa nona Riska? "
Kevin kebingungan, lalu Kevin berusaha menenangkan dirinya dan meyakinkan dirinya.
" Aku akan berpura-pura sedikit lagi. Dengan begitu aku bisa menyelamatkan Kirana dan membawanya pulang. "
Kevin mengambil salah satu kemeja putih lalu mencocokkan nya sambil melihat penampilannya dari cermin. Dan saat itu Kevin tersenyum sinis.
" Rara, untung kau sudah memberikanku ini. "
Kevin meraba saku celananya dan tangannya kini sedang memegang sebuah ponsel dan pistol.
" Pistolnya juga sudah terisi penuh. Kio, kau rajin sekali mengisi pelurunya ya.. " Kevin merapikan rambutnya lagi, bersiap untuk berakting menjadi Kio lagi.
Kio pun keluar dan terlihat Steven sudah menunggunya dengan bosan sampai satu botol minuman milik Kio habis tak tersisa.
" Lama sekali kau, ah sudahlah ayo pergi. Dari tadi aku di teror ketua tau!! Ayo... " Steven dan Kio pun pergi.
Setelah Kio dan Steven pergi aku pun membuka pintu, melihat sekeliling.
*Semoga kamu baik-baik saja, Kevin.. * Aku berucap dalam hati, saat aku menuju ruang tengah aku tidak sengaja melihat meja milik Kio. Dan di bawah laptopnya ada sebuah foto.
...Foto yang kulihat...
Aku melihat foto itu, dan ada catatan dibawahnya.
Aku teringat bahwa Kio dan Kevin dilahirkan tahun 1990 (liat eps 15), berarti foto ini diambil lima tahun setelah Kevin dan Kio dilahirkan?
...****************...
Aku masih melihat foto kedua anak laki-laki yang kembar itu sampai sebuah suara mengagetkan ku.
Brraaakk!!!
Aku langsung menaruh foto itu kembali ke tempatnya dan waspada.
Bagaimana dengan Kio?
Kio sudah sadar dan langsung bangun, mengakibatkan peralatan operasi yang tadi digunakan Kevin saat merawat luka Kio terjatuh dan berserakan.
" Ukh, menyebalkan. Apa yang terjadi? Akhh.. " Kio bangun sambil memegang lukanya.
" Ck, dimana pistol dan ponselku?Jangan-jangan Kevin... "
Kio beranjak menuju ruang tengah. Aku duduk diruang tengah dan tiba-tiba...
__ADS_1
" Jangan bergerak jika tak ingin ku goreskan pisau ini di lehermu. "
Aku melirik kebelakang, dan ternyata Kio.
" Kio.. Plis lepasin.. "
Aku berusaha melepaskan tangannya yang menahan diriku, sambil menahan sebelah tangan Kio yang masih memegang pisau bedah.
" Akan aku lepas jika kau memberitahuku apa yang terjadi. "
Kio melepaskan ku saat aku bilang aku akan mengatakannya. Dan sekarang setelah aku menceritakan semua yang terjadi kepada Kio, Kio hanya diam.
" Jadi intinya si Kevin menyamar sebagai aku untuk menyelamatkan Kirana Gafrilia, supaya tidak ketahuan dia menusuk perutnya sendiri dan bahkan membawa pistol serta ponselku?? "
Kio memegang dagunya sambil menyebutkan poin-poin yang dia tangkap dari ceritaku barusan.
" Emm sebenarnya aku yang memberikan pistol dan ponselmu ke Kevin. " Aku memberitahu yang sebenarnya, tapi dia mengabaikan aku?!
" Kevin dan Steven pergi ke tempat ketua, dan lukaku... " Kio masih menyebutkan poin-poinnya.
" Ah kalau lukamu sudah diobati oleh Kevin. Saat aku dan Kevin datang kita liat kamu pingsan di koridor bawah tanah. Jadi- "
Belum menyelesaikan cerita ku, tanpa pemberitahuan apapun Kio langsung bangun dan menuju mejanya, mengambil sebuah kunci.
" Kamu mau kemana? " Aku menahan tangan Kio yang hendak membuka pintu.
" Aku ada urusan, kamu tetaplah disini. " Kio berkata sambil mengenakan jaket hitam miliknya, walaupun begitu aku masih menahan tangannya.
" Aku ikut denganmu!! "
Kio melepaskan tanganku dari tangannya dengan mudah dan menatapku sinis.
" Kau tetap disini, lebih aman jika kau disini. Jadi tetaplah disini. "
Aku masih berusaha menahan Kio, dan pada akhirnya aku ikut dengan Kio dengan syarat aku hanya diam di mobil.
...****************...
Aku pun bersiap dan keluar rumah, menuju mobil. Terlihat Kio sudah menungguku di dalam mobil.
" Apa memang semua perempuan selalu lama? Ayo masuk. " Kio membuka pintu untukku lalu menjalankan mobilnya.
" Kita mau kemana? " Aku curiga dia akan membawaku ke suatu tempat lagi.
" Curigaan banget sih, ke rumah sakit. "
Kio menjawab, walaupun nada bicaranya dingin tapi aku bisa mendengar nada bercanda di kata-katanya.
" Ada yang sakit? " Aku melihat ke luar jendela mobil sambil menunggu jawabannya.
" Heh, lebih tepatnya akan ada yang meninggal. " Kio menggumamkan kata itu, tapi aku gak yakin.
__ADS_1
" Apa? " Aku berusaha untuk bertanya balik, memperjelas apa yang Kio katakan tadi.
" Iya, ada yang sakit. " Kio tersenyum, tapi matanya menunjukkan kemarahan yang besar.