Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 11


__ADS_3

" Jadi ya gitu sih intinya.. "


Kevin mengakhiri ceritanya sambil melihat jamnya.


" Waduh, waktu istirahat tinggal 20 menit lagi. Maaf ya Ra, waktu istirahat kamu jadi kurang karena dengerin cerita aku... " Kevin meminta maaf dan menundukkan kepalanya.


" Udah sih gak apa-apa, lagipula aku juga penasaran kok. Santai aja... " Aku tersenyum dan Kevin juga tersenyum.


" Oh iya, pas pulang nanti mau gak mampir ke rumahku dulu? Dan Kak Deva bilang dia udah ke rumah sakit muhammadiyah, dan dokternya bilang kamu udah boleh pulang, cuma masih harus diawasi. Jadi setelah ke rumahku, aku antar kamu ke rumahmu. Gimana mau gak? "


Kevin berbicara panjang lebar sehingga membuatku tertawa.


" Oke, pulang sekolah.. " Aku mengangkat tanganku untuk tos dengannya.


" Pulang sekolah. "


Kevin dan aku pun tos. Setelah itu kami pergi ke kelas masing-masing.


Bel pulang berbunyi


Aku menunggu Kevin didekat lapangan, sambil melihat Tegar, Miftah dan Rangga latihan basket. Lalu tiba-tiba seseorang menutup mataku.


" Hey Kevin, aku tau ini kamu.. " Aku tersenyum dan melepas tangannya lalu menoleh kebelakang, dan benar dia adalah Kevin.


" Hehehe ayo. " Kevin menggenggam tanganku dan menuju ke parkiran.


Bandung benar-benar dingin saat itu, tapi aku menikmatinya. Dan motor pun belok kearah Riung Bandung.


" Rumah kamu di Riung juga? Seingat ku, rumah yang di Riung itu rumahnya Kak Jefri dan Kirana. "


" Iya, cuma beda blok. " Kevin mengemudikan motornya terus.


Kami berhenti di sebuah rumah yang cukup luas dengan taman kecil dihalaman depannya, pagar nya berwarna putih dan di samping pagar (di bagian luar) terparkir sebuah mobil sedan berwarna hitam. Setelah melihat mobil itu, Kevin langsung menarik ku kedalam rumahnya.


Kulihat Kevin tiba-tiba seperti marah, tapi aku gak tau apakah benar. Kevin membuka pintunya lalu terlihat seorang pria yang berdiri membelakangi kami. Pria tinggi itupun menoleh kearah kami.


" Kevin... "

__ADS_1


Pria itu tinggi, gaya rambutnya mirip dengan Kevin, dan mengenakan jas.


" Kenapa kamu disini? " Kevin bertanya kulihat wajahnya sangat datar. Kevin pun melanjutkan.


" Apa kamu kesini untuk mengambil barangmu? " Kevin tersenyum sinis.


" Kevin.. Ayah minta maaf... " Pria itu yang merupakan ayahnya Kevin, menundukkan kepalanya.


" Hah.. Kenapa kamu minta maaf? Karena telah meninggalkan keluarga ini? Karena sudah membuat ibu menjadi tidak waras? Karena menelantarkan aku?! " Kevin mengepalkan tangannya.


" Iya Vin, ayah minta maaf atas semua yang ayah lakukan dulu.. " Ayahnya Kevin pun masih meminta maaf.


" Hahaha... Mana istri baru ayah? "


Kudengar Kevin sedikit menekankan kata istri baru.


" Dia sudah meninggal karena kecelakaan. " Ayahnya langsung memberitahu.


" Karena itu ayah kembali lagi ya? " Kevin masih mengepalkan tangannya sehingga kulihat tangannya merah. Aku langsung memegang tangan Kevin, mencegah kemarahannya.


" Baiklah.. Kuberi kau kesempatan. " Kevin masih menatap ayahnya dengan tatapan matanya yang dingin, seolah-olah tidak peduli apa yang terjadi nanti.


" Terima kasih, Vin.. Kevin, bisakah kamu antarkan ayah ke tempat ibu? " Ayahnya Kevin pun meminta tolong kepada Kevin.


" Baiklah. Ayo. "


Setelah mengucapkan itu, Kevin menarik tanganku dan menuju motornya.


...*****...


Kami berhenti di rumah sakit itu, Kevin menarik tanganku supaya masuk kesana bersama.


Tok.... Tok.... Tok....


Kami pun masuk, dan terlihat ibunya Kevin sedang menatap kearah jendela.


" Ibu.. " Kevin memanggilnya, lalu ibunya pun melirik.

__ADS_1


" Kio, kamu sudah pulang? "


Terlihat jelas bahwa ibunya senang dengan kedatangan Kevin.


" Ibu, ini ada yang mencari ibu... " Kevin menoleh kearah ayahnya yang masih berdiri dibelakangnya.


" Kio, siapa dia? " Ibunya pun langsung merasa takut (Sepertinya).


" Dia ayah, bu... " Kevin mengucapkan kata-kata itu tanpa ekspresi diwajahnya.


" Melisa.. " Ayahnya Kevin langsung memeluk ibunya Kevin yang terkejut.


" Rizki? " Ibunya Kevin pun membalas pelukan dari suaminya itu.


Dokter datang, sambil mengatakan bahwa ingatan ibunya Kevin sudah pulih, dan ibunya Kevin bisa pulang malam ini. Berita itu sungguh membuat ayahnya dan juga Kevin bahagia.


" Kevin? "


Saat Kevin sedikit menangis, ibunya pun memanggil namanya. Bukan Kio, tapi Kevin namanya sendiri. Kevin pun berpelukan dengan kedua orang tuanya.


" Kevin, dan temannya, tunggu diluar sebentar saja ya. Banyak yang mau ayah bicarakan dengan ibumu, setelah itu kita pulang. " Ayahnya Kevin masih memeluk istrinya dan juga Kevin.


" Iya ayah. Rara, ayo. " Kevin mengajakku ke taman rumah sakit.


" Makasih ya Ra. " Kevin memegang tanganku sambil berterima kasih kepadaku.


" Untuk? " Aku heran, padahal aku tidak membantu apa-apa.


" Untuk segalanya. Terima kasih kamu sudah menyatukan keluargaku lagi. Terima kasih kamu selalu ada di sisiku saat aku kesal dan menyendiri. Terima kasih juga karena kamu mau menjadi temanku. " Kevin menatapku.


" Aku kan gak bantu banyak Vin. Aku seneng bisa liat keluarga kamu bersatu lagi. " Aku tersenyum kepadanya.


...*****...


Di suatu tempat


Sebuah mobil melaju menuju hutan, dan berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar di tengah hutan. Pria itupun turun dari mobilnya kemudian masuk kedalam rumah itu. Pria itu melemparkan topi yang dipakainya dan melepaskan jaket yang dia pakai. Dan pria itu sangat mirip dengan Kevin.

__ADS_1


__ADS_2