Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 14


__ADS_3

Seseorang berjalan ke sebuah rumah, terlihat bahwa orang itu berlumuran darah. Saat orang itu hendak membuka pintu, dia pun pingsan....


Disekolah


" Rara!! "


Aku menoleh kebelakang lalu melihat Ayu, Syahrin, dan Sherly merangkul ku.


" Eh aku dengar nanti kita bakal jalan-jalan bareng sekolah lho! " Ayu masih merangkul ku, sambil bercerita.


" Jalan kemana? Dan kapan? " Syahrin melihat kearah Ayu, Ayu hanya menggelengkan kepala, tidak tau.


Saat aku masuk kelas, aku melihat Kio yang berpura-pura menjadi Kevin itu melambaikan tangannya padaku.


" Kok cuek banget sih? " Kio menarik kursiku supaya aku bisa duduk.


" Makasih. " Aku berterima kasih lalu meletakkan tas ku.


" Karena kamu udah tau identitas ku, kamu jadi menghindari ku, ya? " Kio tersenyum lalu mengeluarkan bukunya. Kio pun memberikan sebuah buku tulis dan menyodorkan nya padaku.


" Apaan? " Aku menoleh kearah Kio. Kio langsung menulis dibuku itu.


* Ini ada sedikit tulisan font sebagai gambaran tulisan mereka, jika tak terbaca atau tidak muncul, sudah di tuliskan isinya di bagian bawah font *


๐“š๐“ฎ๐“ท๐“ช๐“น๐“ช ๐“ผ๐“ฎ๐“ท๐“ผ๐“ฒ๐“ฝ๐“ฒ๐“ฏ ๐“ซ๐“ช๐“ท๐“ฐ๐“ฎ๐“ฝ ๐“ผ๐“ฒ๐“ฑ...? ๐“ข๐“ช๐“ช๐“ฝ ๐“ฒ๐“ผ๐“ฝ๐“ฒ๐“ป๐“ช๐“ฑ๐“ช๐“ฝ ๐“ท๐“ช๐“ท๐“ฝ๐“ฒ, ๐“ฒ๐“ด๐“พ๐“ฝ ๐“ช๐“ด๐“พ ๐“ด๐“ฎ ๐“ด๐“ช๐“ท๐“ฝ๐“ฒ๐“ท. ๐“๐“ด๐“พ ๐“ถ๐“ช๐“พ ๐“ซ๐“ฒ๐“ฌ๐“ช๐“ป๐“ช ๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ช ๐“ด๐“ช๐“ถ๐“พ.


(Kenapa sensitif banget sih? Saat istirahat nanti, ikut aku ke kantin. Aku mau bicara sama kamu)


Begitulah bunyi catatan Kio.


" Kenapa gak sekarang aja? " Aku berusaha untuk terlihat cuek. Dan kulihat Kio seperti berusaha menahan tawa. Aku yang kesal sendiri, langsung menulis dibuku milik Kio itu.


๐™ด๐š–๐šŠ๐š—๐š๐š—๐šข๐šŠ ๐š”๐šŽ๐š—๐šŠ๐š™๐šŠ ๐šœ๐š’๐š‘? ๐™ฐ๐š๐šŠ ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š•๐šž๐šŒ๐šž? ๐™บ๐šŠ๐š–๐šž ๐š—๐šข๐šŽ๐š‹๐šŽ๐š•๐š’๐š—, ๐š”๐šŽ๐š—๐šŠ๐š™๐šŠ ๐š๐šŠ๐š” ๐š—๐š๐š˜๐š–๐š˜๐š—๐š ๐šŠ๐š“๐šŠ? ๐šƒ๐šŽ๐š›๐šž๐šœ ๐š”๐šŽ๐š—๐šŠ๐š™๐šŠ ๐š๐šŠ๐š” ๐š‹๐š’๐š•๐šŠ๐š—๐š ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŠ๐š›๐šŠ๐š—๐š ๐šŠ๐š“๐šŠ ๐š๐šŠ๐š›๐š’๐š™๐šŠ๐š๐šŠ ๐š‹๐š’๐š•๐šŠ๐š—๐š ๐š—๐šŠ๐š—๐š๐š’?


(Emangnya kenapa sih? Ada yang lucu? Kamu nyebelin, kenapa gak ngomong aja? Terus kenapa gak bilang sekarang aja daripada bilang nanti?)


Aku menyodorkan buku itu. Kesal sendiri, aku sambil menatap jendela menunggu apa yang akan dia tulis.


๐“ฆ๐“ธ๐”€ ๐”€๐“ธ๐”€, ๐“ผ๐“ช๐“ฝ๐“พ-๐“ผ๐“ช๐“ฝ๐“พ ๐“ญ๐“ธ๐“ท๐“ฐ ๐“ท๐“ช๐“ท๐”‚๐“ช๐“ท๐”‚๐“ช. ๐“ž๐“ด๐“ฎ ๐“ฐ๐“ช๐“ด ๐“ช๐“ญ๐“ช ๐”‚๐“ช๐“ท๐“ฐ ๐“ต๐“พ๐“ฌ๐“พ. ๐“๐“ด๐“พ ๐“ถ๐“ฎ๐“ถ๐“ช๐“ท๐“ฐ ๐“ถ๐“ฎ๐“ท๐”‚๐“ฎ๐“ซ๐“ช๐“ต๐“ด๐“ช๐“ท, ๐“ฝ๐“ช๐“ด๐“ญ๐“ฒ๐“ป. ๐“œ๐“ช๐“ต๐“ฎ๐“ผ ๐“ท๐“ฐ๐“ธ๐“ถ๐“ธ๐“ท๐“ฐ. ๐“‘๐“ฎ๐“ท๐“ฝ๐“ช๐“ป ๐“ต๐“ช๐“ฐ๐“ฒ ๐“ซ๐“ฎ๐“ต, ๐“ณ๐“ช๐“ญ๐“ฒ ๐“น๐“ช๐“ผ ๐“ฒ๐“ผ๐“ฝ๐“ฒ๐“ป๐“ช๐“ฑ๐“ช๐“ฝ ๐“ช๐“ณ๐“ช.


(Wow wow, satu-satu dong nanyanya. Oke gak ada yang lucu. Aku memang menyebalkan, takdir. Males ngomong. Bentar lagi bel, jadi pas istirahat aja)


Kio memberikan bukunya lagi lalu menatap kearah pintu. Setelah itu pelajaran dimulai.


๐—œ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜


" Rara, ayo sini!! "

__ADS_1


Tegar, Miftah, Rangga, Ayu, Syahrin, dan Sherly memanggilku. Aku melirik kearah Kio. Kemudian Kio menulis sesuatu di kertas robekan lalu memberikannya padaku.


๐“ข๐“ช๐“ท๐“ช ๐“ช๐“ณ๐“ช. ๐“š๐“ช๐“ต๐“ช๐“พ ๐“พ๐“ญ๐“ช๐“ฑ ๐“ผ๐“ฎ๐“ต๐“ฎ๐“ผ๐“ช๐“ฒ ๐“ฝ๐“ฎ๐“ถ๐“พ๐“ฒ ๐“ช๐“ด๐“พ ๐“ญ๐“ฒ ๐“ด๐“ช๐“ท๐“ฝ๐“ฒ๐“ท. ๐“›๐“ฎ๐“ซ๐“ฒ๐“ฑ ๐“ฝ๐“ฎ๐“น๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช ๐“ฝ๐“ช๐“ถ๐“ช๐“ท ๐”‚๐“ช๐“ท๐“ฐ ๐“ช๐“ญ๐“ช ๐“ญ๐“ฒ๐“ซ๐“ฎ๐“ต๐“ช๐“ด๐“ช๐“ท๐“ฐ ๐“ด๐“ช๐“ท๐“ฝ๐“ฒ๐“ท. ๐“š๐“พ๐“ฝ๐“พ๐“ท๐“ฐ๐“ฐ๐“พ.


(Sana aja. Kalau udah selesai temui aku di kantin. Lebih tepatnya taman yang ada dibelakang kantin. Kutunggu)


Setelah itu Kio keluar dari kelas.


" Ada apa? " Aku menghampiri para sahabatku itu.


" Ini Ra, sekolah bakal mengajak murid-murid jalan-jalan, nah jalan-jalannya ke Depok. Dan pak guru bilang kamu, aku, Rangga, Miftah, Sherly dan Syahrin wajib ikut. Tapi salah satu gak ikut juga gak apa-apa. Nah tolong bagiin formulir ini buat persetujuan jalan-jalan bareng sekolah. Kamu juga isi ya! "


Tegar menerangkan panjang lebar. Aku, Tegar, Miftah, Rangga, Sherly, Syahrin, dan Ayu membagikan formulir itu ke setiap meja.


Setelah itu aku izin ke sahabat-sahabatku untuk menemui Kevin yang sebenarnya adalah Kio. Saat aku menuju taman dibelakang kantin itu, aku lihat Kio sedang duduk di sana. Aku pun berjalan menghampiri Kio.


" Ada apa? " Aku duduk di kursi sebelah Kio. Kio hanya sedikit menghela nafas dan menatap ku.


" Haah... Kau ingat saat kau bilang lebih baik menceritakannya kepada orang lain, kan? "


Entah mengapa disaat seperti ini, Kio terlihat benar-benar berbeda dari biasanya.


" Mungkin aku bisa cerita sedikit sih. Sebenarnya... Aku benci Kevin. Karena dia yang lebih disayang oleh kedua orang tua kami. Padahal Kevin lebih cenderung malas, pemberontak, susah diatur. Sedangkan aku, cenderung lebih penurut. Aku disuruh belajar aku turuti. Semua keinginan kedua orang tua kami, aku yang penuhi. Kupikir dengan begitu aku bisa disayang setara dengan Kevin. Tapi ternyata tidak. Walaupun aku sudah menurut pada mereka, tapi orang tua kami hanya menyayangi Kevin. "


Aku terkejut mendengar cerita Kio. Sangat terbalik dengan cerita dari sudut pandang Kevin.


" Dan apa kau tau? Aku dan Kevin adalah sebuah ๐™†๐™ก๐™ค๐™ฃ๐™ž๐™ฃ๐™œ. "


Krrriinggg!!!


Bel masuk pun berbunyi. Kio langsung menarik tanganku.


" Ayo, nanti telat lho. " Kio tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi.


" Iya. " Aku dan Kio pun menuju sekolah.


Saat dikelas, lagi-lagi Kio menyodorkan buku miliknya dan menulis disitu.


๐“™๐“ช๐“ท๐“ฐ๐“ช๐“ท ๐“ซ๐“ฎ๐“ท๐“ฐ๐“ธ๐“ท๐“ฐ ๐“ญ๐“ธ๐“ท๐“ฐ.


(Jangan bengong dong)


Aku melirik kearah Kio yang sedang tersenyum kepadaku.


๐™ฐ๐š”๐šž ๐š๐šŠ๐š” ๐š‹๐šŽ๐š—๐š๐š˜๐š—๐š ๐š๐šž๐š‘. ๐™น๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐š–๐šŠ๐š’๐š— ๐š๐šž๐š•๐š’๐šœ๐šŠ๐š— ๐š๐š’๐š—๐š’ ๐š๐š˜๐š—๐š.


(Aku gak bengong tuh. Jangan main tulisan gini dong.)

__ADS_1


๐“ข๐“พ๐“ด๐“ช-๐“ผ๐“พ๐“ด๐“ช ๐“ช๐“ด๐“พ.


(Suka-suka aku)


Rasanya kesel banget!! Kio hanya tersenyum lalu memalingkan wajahnya.


๐—ฃ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต


Aku pulang ditemani oleh Kio. Para sahabatku melambaikan tangannya lalu berjalan pulang. Dan sepanjang perjalanan, aku dan Kio hanya bisa diam.


" Ikut aku sebentar ya. "


Kio menggenggam tanganku lalu berjalan menuju masjid mujahidin, tempat aku dan Kevin mulai dekat pertama kali.


" Ngapain kita kesini? "


Pertanyaanku tidak dijawab. Kio seketika memberikan sebungkus cireng bumbu kepadaku.


" Tenang aja, aku traktir. "


Setelah mengatakan itu, Kio duduk di sampingku.


" Kio... "


Aku masih bingung, apa maksudnya bahwa dia dan Kevin adalah kloning? Bukannya kloning hanya ada di film-film sci-fi? Dan kalau memang benar bahwa mereka berdua adalah kloning, kloning siapa? Saat aku melihat ayahnya Kevin waktu itu sangat tidak mirip. Ibunya? Juga tidak mungkin.


" Apa? " Kio yang sedang mengunyah cireng miliknya kini menatap ku.


" Maaf jika tak sopan, tapi apa maksudmu bahwa kamu dan Kevin adalah kloning? Dan kalau memang begitu, kalian kloning siapa? Dan siapa yang menciptakan kalian? Kloning buatan manusia, kan? Jika kalian diciptakan oleh orang tua kalian, apa orang tua kalian adalah dokter? Atau ilmuwan? "


Aku sadar aku sudah keterlaluan. Tapi aku benar-benar penasaran.


" Heh... Kamu penasaran? " Kio tersenyum, membuatku kesal sendiri lalu Kio menjawab.


" Kamu tau kalau kloning adalah tiruan kan? Aku dan Kevin, adalah tiruan manusia. Kalau kloning siapa, aku juga belum tau. Yang menciptakan aku dan Kevin adalah orang tua kami. Ayah dan ibu kami adalah seorang dokter. "


Kio menjelaskan sambil memainkan cireng miliknya. Lalu menyodorkan cireng nya padaku.


" Bagaimana kamu bisa tau? Apa orang tua kalian yang memberitahu? " Aku lanjut bertanya sambil menerima cireng miliknya yang ia berikan kepadaku.


" Enggak. Orang tua kami tak pernah memberitahu, hanya saja... Aku mengetahuinya. " Kio mengeluarkan sebuah buku. Dan memberikannya padaku.


" Apa lagi nih? "


Aku membuka buku itu. Aku terkejut bahwa didalam buku itu adalah informasi yang saling berkaitan dengan kloning, Kio dan Kevin.


๐“š๐“ต๐“ธ๐“ท๐“ฒ๐“ท๐“ฐ ๐“ถ๐“ช๐“ท๐“พ๐“ผ๐“ฒ๐“ช ๐“น๐“ฎ๐“ป๐“ฝ๐“ช๐“ถ๐“ช ๐“ด๐“ช๐“ต๐“ฒ ๐“ญ๐“ฒ๐“ซ๐“พ๐“ช๐“ฝ ๐“ญ๐“ฒ ๐“น๐“ฎ๐“ป๐“พ๐“ผ๐“ช๐“ฑ๐“ช๐“ช๐“ท ๐“ก๐“ฎ๐“ผ๐“ฒ๐“ญ๐“ฎ๐“ท๐“ฌ๐“ฎ. ๐““๐“ธ๐“ด๐“ฝ๐“ฎ๐“ป ๐”‚๐“ช๐“ท๐“ฐ ๐“ถ๐“ฎ๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ช๐“ฝ ๐“ด๐“ต๐“ธ๐“ท๐“ฒ๐“ท๐“ฐ๐“ช๐“ท ๐“ฒ๐“ฝ๐“พ ๐“ช๐“ญ๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฑ ๐““๐“ธ๐“ด๐“ฝ๐“ฎ๐“ป ๐“ก๐“ฒ๐”ƒ๐“ด๐“ฒ ๐“๐“ต๐“ฎ๐”๐“ช ๐“ญ๐“ฒ๐“ซ๐“ช๐“ท๐“ฝ๐“พ ๐“ญ๐“ฎ๐“ท๐“ฐ๐“ช๐“ท ๐“ฒ๐“ผ๐“ฝ๐“ป๐“ฒ๐“ท๐”‚๐“ช ๐“ญ๐“ธ๐“ด๐“ฝ๐“ฎ๐“ป ๐“œ๐“ฎ๐“ต๐“ฒ๐“ผ๐“ช ๐“Ÿ๐“พ๐“ฝ๐“ป๐“ฒ.

__ADS_1


(Kloning manusia pertama kali dibuat di perusahaan Residence. Dokter yang membuat kloningan itu adalah Dokter Rizki Alexa dibantu dengan istrinya Dokter Melisa Putri)


" A-Apa ini?! " Aku terkejut melihat isi buku tersebut.


__ADS_2