
Seseorang berjalan ke sebuah rumah, terlihat bahwa orang itu berlumuran darah. Saat orang itu hendak membuka pintu, dia pun pingsan....
Disekolah
" Rara!! "
Aku menoleh kebelakang lalu melihat Ayu, Syahrin, dan Sherly merangkul ku.
" Eh aku dengar nanti kita bakal jalan-jalan bareng sekolah lho! " Ayu masih merangkul ku, sambil bercerita.
" Jalan kemana? Dan kapan? " Syahrin melihat kearah Ayu, Ayu hanya menggelengkan kepala, tidak tau.
Saat aku masuk kelas, aku melihat Kio yang berpura-pura menjadi Kevin itu melambaikan tangannya padaku.
" Kok cuek banget sih? " Kio menarik kursiku supaya aku bisa duduk.
" Makasih. " Aku berterima kasih lalu meletakkan tas ku.
" Karena kamu udah tau identitas ku, kamu jadi menghindari ku, ya? " Kio tersenyum lalu mengeluarkan bukunya. Kio pun memberikan sebuah buku tulis dan menyodorkan nya padaku.
" Apaan? " Aku menoleh kearah Kio. Kio langsung menulis dibuku itu.
* Ini ada sedikit tulisan font sebagai gambaran tulisan mereka, jika tak terbaca atau tidak muncul, sudah di tuliskan isinya di bagian bawah font *
๐๐ฎ๐ท๐ช๐น๐ช ๐ผ๐ฎ๐ท๐ผ๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฏ ๐ซ๐ช๐ท๐ฐ๐ฎ๐ฝ ๐ผ๐ฒ๐ฑ...? ๐ข๐ช๐ช๐ฝ ๐ฒ๐ผ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ช๐ฑ๐ช๐ฝ ๐ท๐ช๐ท๐ฝ๐ฒ, ๐ฒ๐ด๐พ๐ฝ ๐ช๐ด๐พ ๐ด๐ฎ ๐ด๐ช๐ท๐ฝ๐ฒ๐ท. ๐๐ด๐พ ๐ถ๐ช๐พ ๐ซ๐ฒ๐ฌ๐ช๐ป๐ช ๐ผ๐ช๐ถ๐ช ๐ด๐ช๐ถ๐พ.
(Kenapa sensitif banget sih? Saat istirahat nanti, ikut aku ke kantin. Aku mau bicara sama kamu)
Begitulah bunyi catatan Kio.
" Kenapa gak sekarang aja? " Aku berusaha untuk terlihat cuek. Dan kulihat Kio seperti berusaha menahan tawa. Aku yang kesal sendiri, langsung menulis dibuku milik Kio itu.
๐ด๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐? ๐ฐ๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐? ๐บ๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐? ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐?
(Emangnya kenapa sih? Ada yang lucu? Kamu nyebelin, kenapa gak ngomong aja? Terus kenapa gak bilang sekarang aja daripada bilang nanti?)
Aku menyodorkan buku itu. Kesal sendiri, aku sambil menatap jendela menunggu apa yang akan dia tulis.
๐ฆ๐ธ๐ ๐๐ธ๐, ๐ผ๐ช๐ฝ๐พ-๐ผ๐ช๐ฝ๐พ ๐ญ๐ธ๐ท๐ฐ ๐ท๐ช๐ท๐๐ช๐ท๐๐ช. ๐๐ด๐ฎ ๐ฐ๐ช๐ด ๐ช๐ญ๐ช ๐๐ช๐ท๐ฐ ๐ต๐พ๐ฌ๐พ. ๐๐ด๐พ ๐ถ๐ฎ๐ถ๐ช๐ท๐ฐ ๐ถ๐ฎ๐ท๐๐ฎ๐ซ๐ช๐ต๐ด๐ช๐ท, ๐ฝ๐ช๐ด๐ญ๐ฒ๐ป. ๐๐ช๐ต๐ฎ๐ผ ๐ท๐ฐ๐ธ๐ถ๐ธ๐ท๐ฐ. ๐๐ฎ๐ท๐ฝ๐ช๐ป ๐ต๐ช๐ฐ๐ฒ ๐ซ๐ฎ๐ต, ๐ณ๐ช๐ญ๐ฒ ๐น๐ช๐ผ ๐ฒ๐ผ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ช๐ฑ๐ช๐ฝ ๐ช๐ณ๐ช.
(Wow wow, satu-satu dong nanyanya. Oke gak ada yang lucu. Aku memang menyebalkan, takdir. Males ngomong. Bentar lagi bel, jadi pas istirahat aja)
Kio memberikan bukunya lagi lalu menatap kearah pintu. Setelah itu pelajaran dimulai.
๐๐๐๐ถ๐ฟ๐ฎ๐ต๐ฎ๐
" Rara, ayo sini!! "
__ADS_1
Tegar, Miftah, Rangga, Ayu, Syahrin, dan Sherly memanggilku. Aku melirik kearah Kio. Kemudian Kio menulis sesuatu di kertas robekan lalu memberikannya padaku.
๐ข๐ช๐ท๐ช ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ช๐ต๐ช๐พ ๐พ๐ญ๐ช๐ฑ ๐ผ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ผ๐ช๐ฒ ๐ฝ๐ฎ๐ถ๐พ๐ฒ ๐ช๐ด๐พ ๐ญ๐ฒ ๐ด๐ช๐ท๐ฝ๐ฒ๐ท. ๐๐ฎ๐ซ๐ฒ๐ฑ ๐ฝ๐ฎ๐น๐ช๐ฝ๐ท๐๐ช ๐ฝ๐ช๐ถ๐ช๐ท ๐๐ช๐ท๐ฐ ๐ช๐ญ๐ช ๐ญ๐ฒ๐ซ๐ฎ๐ต๐ช๐ด๐ช๐ท๐ฐ ๐ด๐ช๐ท๐ฝ๐ฒ๐ท. ๐๐พ๐ฝ๐พ๐ท๐ฐ๐ฐ๐พ.
(Sana aja. Kalau udah selesai temui aku di kantin. Lebih tepatnya taman yang ada dibelakang kantin. Kutunggu)
Setelah itu Kio keluar dari kelas.
" Ada apa? " Aku menghampiri para sahabatku itu.
" Ini Ra, sekolah bakal mengajak murid-murid jalan-jalan, nah jalan-jalannya ke Depok. Dan pak guru bilang kamu, aku, Rangga, Miftah, Sherly dan Syahrin wajib ikut. Tapi salah satu gak ikut juga gak apa-apa. Nah tolong bagiin formulir ini buat persetujuan jalan-jalan bareng sekolah. Kamu juga isi ya! "
Tegar menerangkan panjang lebar. Aku, Tegar, Miftah, Rangga, Sherly, Syahrin, dan Ayu membagikan formulir itu ke setiap meja.
Setelah itu aku izin ke sahabat-sahabatku untuk menemui Kevin yang sebenarnya adalah Kio. Saat aku menuju taman dibelakang kantin itu, aku lihat Kio sedang duduk di sana. Aku pun berjalan menghampiri Kio.
" Ada apa? " Aku duduk di kursi sebelah Kio. Kio hanya sedikit menghela nafas dan menatap ku.
" Haah... Kau ingat saat kau bilang lebih baik menceritakannya kepada orang lain, kan? "
Entah mengapa disaat seperti ini, Kio terlihat benar-benar berbeda dari biasanya.
" Mungkin aku bisa cerita sedikit sih. Sebenarnya... Aku benci Kevin. Karena dia yang lebih disayang oleh kedua orang tua kami. Padahal Kevin lebih cenderung malas, pemberontak, susah diatur. Sedangkan aku, cenderung lebih penurut. Aku disuruh belajar aku turuti. Semua keinginan kedua orang tua kami, aku yang penuhi. Kupikir dengan begitu aku bisa disayang setara dengan Kevin. Tapi ternyata tidak. Walaupun aku sudah menurut pada mereka, tapi orang tua kami hanya menyayangi Kevin. "
Aku terkejut mendengar cerita Kio. Sangat terbalik dengan cerita dari sudut pandang Kevin.
" Dan apa kau tau? Aku dan Kevin adalah sebuah ๐๐ก๐ค๐ฃ๐๐ฃ๐. "
Krrriinggg!!!
Bel masuk pun berbunyi. Kio langsung menarik tanganku.
" Ayo, nanti telat lho. " Kio tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi.
" Iya. " Aku dan Kio pun menuju sekolah.
Saat dikelas, lagi-lagi Kio menyodorkan buku miliknya dan menulis disitu.
๐๐ช๐ท๐ฐ๐ช๐ท ๐ซ๐ฎ๐ท๐ฐ๐ธ๐ท๐ฐ ๐ญ๐ธ๐ท๐ฐ.
(Jangan bengong dong)
Aku melirik kearah Kio yang sedang tersenyum kepadaku.
๐ฐ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐. ๐น๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐.
(Aku gak bengong tuh. Jangan main tulisan gini dong.)
__ADS_1
๐ข๐พ๐ด๐ช-๐ผ๐พ๐ด๐ช ๐ช๐ด๐พ.
(Suka-suka aku)
Rasanya kesel banget!! Kio hanya tersenyum lalu memalingkan wajahnya.
๐ฃ๐๐น๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ธ๐ผ๐น๐ฎ๐ต
Aku pulang ditemani oleh Kio. Para sahabatku melambaikan tangannya lalu berjalan pulang. Dan sepanjang perjalanan, aku dan Kio hanya bisa diam.
" Ikut aku sebentar ya. "
Kio menggenggam tanganku lalu berjalan menuju masjid mujahidin, tempat aku dan Kevin mulai dekat pertama kali.
" Ngapain kita kesini? "
Pertanyaanku tidak dijawab. Kio seketika memberikan sebungkus cireng bumbu kepadaku.
" Tenang aja, aku traktir. "
Setelah mengatakan itu, Kio duduk di sampingku.
" Kio... "
Aku masih bingung, apa maksudnya bahwa dia dan Kevin adalah kloning? Bukannya kloning hanya ada di film-film sci-fi? Dan kalau memang benar bahwa mereka berdua adalah kloning, kloning siapa? Saat aku melihat ayahnya Kevin waktu itu sangat tidak mirip. Ibunya? Juga tidak mungkin.
" Apa? " Kio yang sedang mengunyah cireng miliknya kini menatap ku.
" Maaf jika tak sopan, tapi apa maksudmu bahwa kamu dan Kevin adalah kloning? Dan kalau memang begitu, kalian kloning siapa? Dan siapa yang menciptakan kalian? Kloning buatan manusia, kan? Jika kalian diciptakan oleh orang tua kalian, apa orang tua kalian adalah dokter? Atau ilmuwan? "
Aku sadar aku sudah keterlaluan. Tapi aku benar-benar penasaran.
" Heh... Kamu penasaran? " Kio tersenyum, membuatku kesal sendiri lalu Kio menjawab.
" Kamu tau kalau kloning adalah tiruan kan? Aku dan Kevin, adalah tiruan manusia. Kalau kloning siapa, aku juga belum tau. Yang menciptakan aku dan Kevin adalah orang tua kami. Ayah dan ibu kami adalah seorang dokter. "
Kio menjelaskan sambil memainkan cireng miliknya. Lalu menyodorkan cireng nya padaku.
" Bagaimana kamu bisa tau? Apa orang tua kalian yang memberitahu? " Aku lanjut bertanya sambil menerima cireng miliknya yang ia berikan kepadaku.
" Enggak. Orang tua kami tak pernah memberitahu, hanya saja... Aku mengetahuinya. " Kio mengeluarkan sebuah buku. Dan memberikannya padaku.
" Apa lagi nih? "
Aku membuka buku itu. Aku terkejut bahwa didalam buku itu adalah informasi yang saling berkaitan dengan kloning, Kio dan Kevin.
๐๐ต๐ธ๐ท๐ฒ๐ท๐ฐ ๐ถ๐ช๐ท๐พ๐ผ๐ฒ๐ช ๐น๐ฎ๐ป๐ฝ๐ช๐ถ๐ช ๐ด๐ช๐ต๐ฒ ๐ญ๐ฒ๐ซ๐พ๐ช๐ฝ ๐ญ๐ฒ ๐น๐ฎ๐ป๐พ๐ผ๐ช๐ฑ๐ช๐ช๐ท ๐ก๐ฎ๐ผ๐ฒ๐ญ๐ฎ๐ท๐ฌ๐ฎ. ๐๐ธ๐ด๐ฝ๐ฎ๐ป ๐๐ช๐ท๐ฐ ๐ถ๐ฎ๐ถ๐ซ๐พ๐ช๐ฝ ๐ด๐ต๐ธ๐ท๐ฒ๐ท๐ฐ๐ช๐ท ๐ฒ๐ฝ๐พ ๐ช๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ฑ ๐๐ธ๐ด๐ฝ๐ฎ๐ป ๐ก๐ฒ๐๐ด๐ฒ ๐๐ต๐ฎ๐๐ช ๐ญ๐ฒ๐ซ๐ช๐ท๐ฝ๐พ ๐ญ๐ฎ๐ท๐ฐ๐ช๐ท ๐ฒ๐ผ๐ฝ๐ป๐ฒ๐ท๐๐ช ๐ญ๐ธ๐ด๐ฝ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ต๐ฒ๐ผ๐ช ๐๐พ๐ฝ๐ป๐ฒ.
__ADS_1
(Kloning manusia pertama kali dibuat di perusahaan Residence. Dokter yang membuat kloningan itu adalah Dokter Rizki Alexa dibantu dengan istrinya Dokter Melisa Putri)
" A-Apa ini?! " Aku terkejut melihat isi buku tersebut.