Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 12


__ADS_3

Sebuah rumah di tengah hutan. Terlihat seseorang yang mirip dengan Kevin sedang mengambil air minum. Bagaimana, apa yang akan kamu lakukan,


" Kio? " Seorang pria sedang berhadapan dengannya.


" Haish... Bukankah sudah kubilang untuk jangan datang tiba-tiba? Kamu membuatku merasa diawasi. " Kio, tersenyum sinis lalu meminum air putihnya.


" Heh... Sudah kuduga... " Pria itu tersenyum lalu mengambil minumannya. Kio mengambil ponselnya.


" Apa rencanamu selanjutnya? " Pria itu bertanya kepada Kio, dan ternyata dia adalah Steven, orang yang mengaku sebagai pacar Rara itu.


" Bukannya itu bukan urusanmu? " Kio tersenyum sinis setelah mendengar jawaban dari Steven.


" Ya kalau kamu memberitahu ku, aku akan membantumu sebisa mungkin. " Steven duduk di sofa sambil menjelaskan.


" Tapi... Saudara kembarmu, yang kamu bilang namanya Kevin itu lebih lemah darimu ya? " Steven mengingat kembali saat dia bertengkar dengan Kevin di sekolahnya Rara. Sementara Kio tidak berkata apapun. Steven pun melanjutkan.


" Kau ingat saat boss mempertemukan kita? Saat itu kita bertengkar bukan? Dan saat itu kau menang melawan ku. " Steven membuka bajunya dan terlihat ada sebuah luka tusuk yang sudah hampir sembuh.


" Haah.. Sudah kubilang dia bukan saudara kembar ku. " Kio memalingkan wajahnya.


" Iya sih. " Steven menurunkan bajunya lagi.


...*****...


Beberapa tahun yang lalu


Kio yang saat itu berada di sebuah ruangan, seperti kamar rumah sakit itu sedang menatap keluar jendela. Lalu tiba-tiba seorang pria masuk lalu menarik Kio secara paksa sampai diikat menggunakan tali.


" Siapa kamu?! Lepaskan aku!! " Kio memberontak, berusaha melepaskan diri dari ikatannya. Tapi pria itu malah mencekiknya menggunakan tali cadangan yang dia bawa.


" Jangan melawan, dan patuh saja. " Pria itu semakin mencekik Kio.


Sampai di sebuah ruangan yang cukup besar, Kio didudukkan di sebuah kursi yang berada di depannya lalu diikat beserta di tutup mulutnya menggunakan lakban. Seorang wanita pun masuk dan berdiri didepan Kio.


" Kamu.. Kiora Alexa Putra kan? " Wanita itu memberi isyarat supaya pria yang tadi memaksa Kio untuk mengikutinya itu membuka lakban yang ada di mulut Kio.


" Haah.... Siapa kamu? Dan buat apa aku mengatakan siapa namaku? " Kio melihat wanita itu dengan tatapan yang cukup dingin.


" Hmm... Aku adalah anak direktur perusahaan ini. Anak direktur Perusahaan Residence. " Wanita itu lalu duduk dihadapan Kio.


" Apa? " Kio tidak percaya yang ada dihadapannya adalah anak dari perusahaan tempat kerja orang tuanya sekaligus penjara bagi Kio.


" Ayahmu itu dokter bedah disini kan? Dan ibumu yang membantu Ayahku, benar? Ayahku adalah direktur sekaligus pendiri perusahaan ini. " Wanita itu masih menjelaskan.


" Lalu? Apa yang kau ingin lakukan dengan bertemu denganku? " Kio melihat kearah wanita itu dengan tatapan curiga.


" Ayahmu mengurung mu disini bukan? Kalau begitu aku akan melepaskan mu. " Wanita itu tersenyum kepada Kio.


" Heh.. Bagaimana caranya? " Kio yang mendengar penjelasan dari wanita itu terkekeh.


" Kalau begitu apa kamu mau balas dendam??? "


Kio langsung berhenti terkekeh, lalu menatap wanita itu lagi. Tidak percaya.


" Tentu saja aku akan membantumu. Rumah, mobil, segala yang kamu inginkan akan aku bantu. Tapi tentu ada syaratnya. Syaratnya adalah... Jatuhkan kakakku dari posisinya yang sekarang. " Wanita itu tersenyum lalu kembali berkata.

__ADS_1


" Kudengar karena kamu dijadikan objek percobaan dari ayahmu itu, organ mu menjadi rusak kan? Ayahmu membuat obat penyembuhannya tapi tidak diberikan padamu. Aku mempunyai nya. Akan kuberikan itu juga. Bagaimana? Kamu mau membantuku? " Wanita itu tersenyum sinis.


" Baiklah. Akan kulakukan. " Kio menyetujuinya.


" Baguslah, tapi aku ingin lihat seberapa hebat kamu dalam bertarung. Steven, masuk! "


Lalu Steven masuk ke ruangan itu.


" Lepaskan dia. " Wanita itu menyuruh pria itu untuk melepaskan tali yang mengikat Kio.


" Bertarung lah, asal kamu tau Steven pandai dalam hal bertarung. Jika kamu ingin menyerah, silakan. "


Kio pun berhasil terlepas dari ikatan tali itu.


" Aku gak akan mengalah padamu lho... " Steven menyombongkan dirinya sendiri. Lalu mereka pun mulai bertarung.


Kio memiliki kecepatan, ketangkasan dan kekuatan yang lebih daripada Steven. Kio membanting Steven, dan Steven mengeluarkan pisau yang dia simpan di jaketnya. Kio dengan cepat mengambil pisau itu lalu menusukkan nya ke perutnya.


" Waw, kamu benar-benar kuat. " Wanita itu pun bertepuk tangan.


" Kalau begitu, Steven kamu akan satu tim dengan Kio. "


Steven dan Kio hanya bisa melirik satu sama lain.


...*****...


Dan begitulah yang terjadi. Karena itu Kio menjadi seperti ini, dan bersama dengan Steven.


" Yah kamu tau, aku senang bisa mengenalmu, Kio. " Steven menepuk bahu Kio.


Beberapa hari kemudian


Setelah kejadian kemarin, aku kembali ke sekolah.


" Tumben banget Kevin belum datang. " Aku menunggu Kevin didepan rumahku, karena kemarin Kevin bilang akan menjemput ku.


...SNS...


^^^*Vin, kamu dimana? ^^^


*Maaf Ra, aku gak jadi jemput. Aku ada urusan, aku mau menyelidiki tentang Kio dulu. Maaf banget ya Ra.


^^^*Gak apa-apa kok, semangat ya.^^^


^^^*Tapi kamu udah izin ke guru kan? ^^^


*Udah kok


*Makasih ya Ra, kamu juga semangat.


SNS kami berakhir. Aku pun berangkat ke sekolah sendiri. Saat di kelas...


" Anak-anak, mulai hari ini akan ada murid pindah kelas. Masuklah! " Pak guru mempersilahkan murid yang pindah kelas itu masuk. Dan yang masuk adalah Kevin?!


" Haah... Kevin, bapak bosan melihatmu terus berulah dan jadi pindah kelas. Ini sudah ke berapa kalinya kamu pindah kelas? "

__ADS_1


Terlihat bahwa pak guru sangat marah padanya.


" Maafkan saya pak, saya tidak akan melakukannya lagi. " Kevin tersenyum, menjawab kekesalan pak guru.


" Haah sudahlah... Rara, biarkan Kevin duduk disebelah mu ya? " Pak guru menunjuk ku lalu menyuruh Kevin untuk duduk di sampingku. Setelah Kevin duduk, pak guru langsung memulai pelajarannya.


...*****...


Saat istirahat, di kantin


Aku melirik kearah Kevin yang sedang serius membaca.


" Vin, bukannya kamu bilang kalau kamu izin gak masuk karena ada urusan ya? " Aku memberanikan diri untuk bertanya. Kevin melirik ke arahku.


" Iya, aku bohong. Karena aku tau kalau Kio bisa-bisa menyadap ponselku. Jadi aku berbohong. " Kevin tersenyum.


" Oh gitu ya. " Aku berusaha mencernanya.


" Vin, aku ke toilet dulu ya, nanti aku kembali lagi. " Aku berdiri lalu menuju ke toilet tapi aku kembali lagi dan bersembunyi dibalik tembok kantin. Aku mencoba untuk mengirim pesan pada Kevin. Aku sedikit curiga bahwa dia bukanlah Kevin yang asli.


...SNS...


^^^*Vin, kamu dimana?^^^


*Eh? Aku sedang di rumah. Ini baru selesai makan, dan mau cari tau tentang Kio. Ada apa Ra?


^^^*Enggak, enggak apa-apa. Semangat ya.^^^


*Oke makasih


Aku mengakhiri SNS ku dengannya. Aku pun mencoba untuk meneleponnya.


Tut.... Tut... Tut...


Dan tidak terjawab. Aku melihat bahwa Kevin yang ada di kantin tidak menjawab telepon ku. Lalu tiba-tiba dijawab...


" Rara? Ada apa? " Kevin menyahut dari seberang sana, dan aku melihat bahwa Kevin yang ada di kantin itu tidak menjawab atau bahkan mengangkat teleponnya.


" Enggak. Aku tutup ya Vin. Maaf... " Aku meminta maaf lalu menutup teleponnya. Aku jadi ingat Kevin pernah bilang padaku cara untuk membedakan antara Kevin dengan Kio adalah dari gantungan kuncinya.


Jika Kevin, gantungan kuncinya berbentuk huruf K. Jika Kio, gantungan kuncinya berbentuk huruf K dan I. Aku pun kembali ke kantin, menuju Kevin. Aku pun melihat kearah tempat yang bisa ditaruh gantungan kunci.


Aku lihat gantungan kunci itu tergantung di ritsleting jaketnya. Lalu kulihat gantungan kuncinya berbentuk huruf KI. Atau yang berarti dia adalah Kio.


" Vin, ikut aku yuk. " Aku menarik tangan Kevin menuju pinggir lapangan.


" Kamu... Sebenarnya Kio kan? " Aku langsung mengatakannya. Kevin yang ada di hadapanku tersenyum, lalu melihat ke langit.


" Haah... Bagaimana kamu bisa tau? " Kio yang ada di hadapanku langsung merapikan rambutnya, menjadi gaya rambutnya sendiri. Kio tersenyum sinis lalu menyudutkan ku ke sisi tembok.


" Ah.. Karena gantungan ini ya? " Kio semakin tersenyum dan semakin menyudutkan ku.


" Lo, mau ngapain? " Aku berusaha untuk kabur, tapi Kio lebih pintar dan langsung menahan tanganku.


" Gua mau ngapain ya? " Kio mencengkram tanganku cukup kencang hingga seolah-olah dia bisa mematahkan tanganku.

__ADS_1


Dengan cepat Kio mengeluarkan sebuah sapu tangan lalu menempelkan nya hingga menutup hidung dan mulutku. Dan setelah itu benar-benar gelap.


__ADS_2