
Saat aku terbangun, aku melihat ada seseorang yang turun dari sebuah tangga dan menghampiriku. Dan setelah kulihat lagi, dia adalah Kio.
Aku ingin sekali bergerak, memukulnya dan kembali kepada Kevin. Tapi gak bisa, aku diikat. Sangat sangat kencang. Saat aku sudah punya tenaga untuk berbicara, aku pun langsung mengatakannya.
" Kio, lepaskan aku!! " Aku benar-benar tidak bisa bergerak.
Kio langsung menghampiriku dan berdiri di samping kasurku. Dan dia tersenyum sinis.
" Bagaimana rasanya? Diikat disini sendirian, dan perkataanmu tidak didengarkan? " Kio tersenyum sinis lalu duduk di kursi yang berada di samping kasur ku itu.
" Apa maksudmu? " Aku berusaha untuk bangun lalu bertanya.
" Haah... Kamu tidak akan mengerti. Karena kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan. Sejujurnya aku tidak ingin menculik mu, tapi kamu yang paling dekat dengan Kevin. " Kio pun pergi menuju tangga.
" Kenapa karena Kevin? "
Aku benar-benar penasaran, apa yang membuat Kio menjadi membenci Kevin?
" Karena... Dia telah menghancurkan hidupku juga. " Kio berbalik lalu tersenyum sinis lagi.
" Karena itu, aku akan menghancurkan hidupnya. " Kio berjalan ke tangga lalu mematikan lampu di ruangan itu.
...*****...
Aku terbangun, lalu berusaha melepaskan ikatan talinya. Dan berhasil. Aku menaiki tangga itu lalu sampai di sebuah lorong. Aku maju lalu melihat Kio sedang berdiri di sana, beruntungnya dia tidak sadar bahwa aku ada di sana.
Dia sedang menelepon seseorang, lalu tiba-tiba Kio melemparkan ponselnya, terlihat bahwa dia sedang marah.
" Menyebalkan!! "
Kio berteriak marah, lalu menuju ke sebuah lemari minuman. Dan dia menuangkannya satu botol. Lalu tanpa kuduga, Kio mengambil pistolnya lalu berbalik dan menodongkan pistolnya ke arahku.
" Kio. " Aku terkejut karena dia tau bahwa aku ada di sana.
" Kau... Siapa bilang kau boleh berkeliaran tanpa izin ku? " Kio masih menodongkan pistolnya.
__ADS_1
" Haah... " Kio menurunkan pistolnya, lalu berbalik menuju sofa.
" Kemari lah. "
Kio mengajakku. Aku dengan sedikit takut langsung duduk di sofa sebelah Kio.
" Dengar... Aku melakukan ini hanya karena Kevin. Haah... Kamu hanya perlu menuruti ku, lalu aku janji aku tidak akan melukaimu. Kau tau, aku bisa saja membunuhmu. " Kio meminum minumannya sambil tersenyum sinis.
" Dimana aku? "
Aku berusaha untuk terlihat biasa saja, tapi sulit.
" Kenapa? Kau takut? " Kio berjalan menuju sebuah meja lalu mengeluarkan sesuatu.
" Kau di rumahku. Santai saja. "
Kio mengeluarkan sesuatu seperti suntikan? Lalu menyuntikkan nya ke tangannya sendiri.
" Gimana bisa aku santai di tempat seseorang yang berniat melukai sahabatku dan menculik ku? " ucapku, melantur.
Aku meraba saku rok sekolah ku, mencari ponselku. Dan tidak ada.
Kio duduk di sebuah kursi, dan aku melihat dia sedikit meringis. Entah mengapa aku teringat tentang bagaimana keluarganya Kevin. Dan aku ingat bahwa orang jahat adalah orang baik yang tersakiti. Mungkin aku bisa membuat Kio menjadi baik lagi dan kembali ke keluarganya?
" Kio, mungkin ini tidak akan membantu tapi... Bisakah kamu cerita kepadaku apa yang terjadi? Kamu tau, walaupun aku hanya mendengarkan kamu tapi setidaknya kamu akan merasa sedikit lega.. "
Aku menunduk, terserah dia mau menodongkan pistolnya ke arahku atau gimana. Aku hanya melihat Kio bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju ke sebuah rak.
" Heh... Walaupun begitu aku tetap tak mau bercerita pada siapapun lagi. Aku tak percaya lagi pada orang lain. "
Kio berjalan menuju cermin. Dia tersenyum didepan cermin itu. Tapi sepertinya ada yang aneh... Tapi apa?
" Sudahlah, kembalilah ke tempat tidurmu. " Kio memegang tanganku lalu membawaku ke ruang bawah tanah itu lagi.
Aku disuruh berbaring lalu dia mengeluarkan semacam suntikan dan menyuntikkan nya kepadaku. Setelah itu aku tidak sadar lagi.
__ADS_1
Sementara Kevin...
Diluar hujan, Kevin mengendarai motornya menuju sekolah. Motor berhenti dan terlihat bahwa sekolah sudah cukup kosong.
" Dimana Rara? " Kevin bergumam, lalu dibelakangnya terlihat sesosok bayangan sedang mengangkat kayu dan memukul kepala Kevin hingga Kevin terjatuh.
Kevin dibawa ke sebuah gedung tua yang tidak terawat lagi. Kevin diikat di sebuah kursi di sana. Lalu Kevin tersadar....
" Dimana aku? " Kevin tersadar, kemudian di hadapan Kevin, terlihat seseorang sedang menatapnya. Seseorang itu berdiri di bayangan.
" Sudah sadar? Cepat sekali... " Seseorang itu melangkah menuju Kevin.
" Kio?! " Kevin terkejut melihat kembarannya itu berada dihadapannya.
" Haah... Kamu benar-benar menyusahkan ya... Menyebalkan... " Kio berdecak sambil memegang pistolnya.
" Kamu... Ini dimana? Lepaskan aku, Kio! " Kevin berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat dia saat ini sambil mengalihkan perhatian Kio supaya Kio tidak sadar bahwa Kevin sudah lepas dari ikatannya dengan cepat.
" Untuk apa aku melepaskan mu? Toh aku melepaskan mu atau tidak sama saja... "
Kio tersenyum sinis kemudian menarik tangan Kevin sehingga terlihat bahwa Kevin sudah melepaskan diri.
" Kio, lepaskan aku... "
Kevin berusaha melepaskan tangannya yang dipegang oleh Kio, tetapi sayangnya Kio lebih kuat dari Kevin sehingga Kevin didorong jatuh oleh Kio. Kio langsung mengambil tali lalu mencekik leher Kevin.
" Akhh... Kio... Lepaskan!! " Kevin meronta - ronta, berusaha melepaskan cekikan Kio.
" Apa? Kenapa aku harus melepaskan mu? " Kio semakin mencekik leher Kevin lalu mendudukkan Kevin kembali ke kursi lalu mengikatnya lagi.
" Aku mohon lepaskan aku, Kio. "
Kevin mengambil napas dalam-dalam. Berusaha bernafas setelah dicekik oleh Kio.
" Heh... Siapa kau, berani menyuruhku? " Kio mengisi peluru pistolnya lalu menodongkan pistolnya kearah Kevin.
__ADS_1
" Kio... " Kevin berusaha untuk membuat Kio supaya tidak menembaknya.
...Dorr!!! Dorr!!! Dorr!!!...