Alexa'S Twins : Different World

Alexa'S Twins : Different World
Episode 7


__ADS_3

Makan malam pertamaku bersama Kevin, Kirana dan Kak Jefri.


Kak Jefri orangnya menyenangkan, suka bercanda dan jago berpura-pura. Kirana juga menyenangkan, dia lucu dan terkadang melakukan hal konyol bersama Kevin. Makan malam berjalan dengan baik, aku senang. Dan saatnya aku pulang.


" Oke, Jefri, Kirana, aku pamit dulu mau antar Rara pulang, " ucap Kevin yang sudah berdiri dan mengambil kunci motornya.


" Dah, Kirana, Kak Jefri, makasih ya. "


Aku pamit lalu keluar dari halaman rumah Kak Jefri. Aku dan Kevin pun pergi meninggalkan halaman rumah itu.


Malam itu sangat dingin, dan Bandung masih saja ramai. Akhirnya kami sampai didepan rumahku.


" Oh iya Ra, besok hari minggu. Mau ke alun-alun gak? "


" Hmmm boleh tuh, jam berapa? " Aku menyetujui perkataan Kevin, nampak Kevin sedang menimbang-nimbang.


" Hmm jam 7 gimana? "


" Oke jam 7. "


" Jam 7 malam! " seru Kevin sembari tertawa, setelah itu Kevin pergi.


...****************...


Kevin mengemudikan motornya menuju suatu tempat. Saat Kevin masuk ke tempat itu, terlihat teman-temannya berkumpul di sana.


" Eh elo Kev... Mau minum apa lo? Kali ini Rafa yang traktir, " ucap Ryo seraya menyodorkan minuman kerasnya kearah Kevin.


" Enggak usah, gue gak mau. "


Ryo dan teman-temannya seketika menatap Kevin heran. Padahal Kevin yang mereka tau adalah orang yang suka minum-minum, tapi kenapa kali ini dia menolak? Padahal dia gak pernah mabuk atau yang lain.


" Lo kenapa? " Erwin yang sedang membaca buku itu mendekati Kevin dan duduk di sebelah nya.


" Gak apa-apa, gue lagi gak mau. "


" Lo ada masalah? " Ryo bertanya sambil menenggak minumannya.


" Gak, gak ada. Gue balik dulu. Bye, " ucap Kevin singkat dan menggunakan jaketnya kemudian berjalan keluar.


" Eh? Lo baru datang udah mau balik aja? "


" Gak apa-apa kan? Kayaknya ada yang bakal datang ke rumah gue. Jadi gue balik duluan. "


...*****...


Hari minggu pagi, aku sedang menyisir rambutku. Nenekku dan kakekku sedang memasak di dapur. Ayah dan bundaku sedang duduk santai di depan, sedangkan adikku bermain game. Lalu....

__ADS_1


...Kevin...


[Hey.]


[Aku udah dijalan ya... ]


[Udah mandi kan? ]


^^^[Yaudah lah, gimana sih ]^^^


[Jangan marah dong. ]


^^^[Hahahaha]^^^


[Oke aku lanjut jalan lagi ya. ]


^^^[Oke, hati-hati. ]^^^


Lalu suara motor terdengar mendekat ke rumahku.


" Assalamu'alaikum.. "


Terdengar suara Kevin yang lembut menyahut dari luar.


" Waalaikumsalam, " ucapku sambil keluar menuju pagar.


" Hey, " ucap Kevin menyapaku.


" Hey juga. "


Aku langsung naik ke atas motornya Kevin, lalu Kevin langsung mengemudikan motornya. Dan motornya menuju ke masjid Mujahidin yang di seberang lapangan lodaya. Lalu Kevin menghentikan motornya.


" Eh kita ngapain? "


Aku heran karena Kevin turun dari motornya.


" Jajan dulu, ayo. "


Kevin merangkul ku dan berjalan menuju tukang cireng bumbu. Setelah itu Kevin duduk di sebelahku, dan memberikan cireng milikku.


" Oh iya kamu itu dari Depok kan ya? " Kevin tiba-tiba bertanya sembari menatapku.


" Iya. Kenapa? "


" Gak, nanya aja. Ini namanya cireng, " ucap Kevin sambil menunjuk cireng yang dia makan.


" Ini bumbu kacang, " ucap Kevin melanjutkan sambil menunjuk bumbu cireng itu.

__ADS_1


" Hahahaha makasih udah kasih tau. " Aku tertawa melihat Kevin yang seolah olah seperti memberitahuku bahwa itu cireng.


" Itu pohon, " ucap Kevin lagi sambil menunjuk banyak pohon yang berada di seberang kami.


" Pohon apa? " Aku bertanya, ingin tau apakah dia bisa menjawabnya.


" Gak tau, kan aku bukan orang tua pohon itu... "


Aku tertawa lagi, aku tak menduga kalau Kevin bisa menghindar dari pertanyaan ku. Kalau bareng Kak Deva, saat aku mau bercanda dia serius terus, tapi Kevin disaat aku bercanda dia bisa bercanda, saat aku serius dia juga bisa serius.


" Kamu pernah kesini? " Aku bertanya kepada Kevin sambil melahap cireng milikku.


" Iya, dari dulu aku selalu jajan kesini. Kamu gimana? "


" Aku cuma tiap hari minggu aja kesini bareng ayah, ibu dan adikku. "


" Nanti gak apa-apa kan aku ajak kamu ke alun-alun? "


" Gak apa-apa kok. "


" Sekalian ada yang mau aku ceritakan, " ucap Kevin sambil menatapku dengan senyumannya yang khas.


...*****...


Kami menyusuri jalan asia afrika yang ramai. Akhirnya kami sampai di alun-alun kota Bandung, dan mendapatkan tempat yang cukup sepi.


" Ra, keluargamu seperti apa? "


Entah mengapa aku memperhatikan kalau hari ini Kevin seperti berusaha untuk menghindari kontak mata denganku.


" Yah gitu-gitu aja sih. "


" Begitu ya. Aku iri padamu... "


Aku menoleh dan melihat Kevin terlihat sedih walaupun dia tidak memperlihatkannya.


" Kamu kenapa? " Aku bertanya sambil menepuk punggung Kevin.


" Ra, aku mau cerita. Tapi aku mohon setelah ini tolong jangan menjauh dariku. " ucap Kevin yang masih menundukkan kepalanya.


" Iya, janji. "


" Oke.... Jadi, keluargaku sebenarnya harmonis. Aku punya ayah yang baik dan berani, ibu yang pengertian dan pintar, juga.. Saudara kembar yang pintar. "


" Kamu punya saudara kembar? "


" Iya, namanya Kiora Alexa Putra. Dia yang paling muda, beda 1 menit dari aku. Kio dan aku punya sifat yang sangat berbeda. Kio itu lebih pendiam, pintar, tampan, baik hati, pengertian, dan suka menolong. Sedangkan aku lebih nakal, tidak sepintar Kio, yah hanya itu sih yang beda... Tapi karena itu juga Kio lebih disayang dan diperhatikan oleh orang tuaku. Aku selalu dimarahi karena nilai ku tidak bagus, walaupun begitu Kio peduli padaku. Dia pernah sampai harus mengatakan kalau nilai raporku tertukar dengan nilai rapor nya. Karena itu aku iri padanya. Tapi semenjak kejadian itu, keluargaku hancur berantakan. "

__ADS_1


__ADS_2