
Siska masih terus menuduh Alia yang melakukan itu. Membuat buku PR milik Anita sobek karena basah. Anita masih berakting kalau ia benar benar korban. Sampai Mila datang.
Siska melihat Mila, heran. Anak ini, tak pernah berbicara pada siapapun. Dan untuk apa Mila ke sini.
"Kamu jangan nyalahin Alia terus. Alia tak bersalah" Ucap Mila tiba tiba.
"Darimana kamu tahu, kalau Alia gak bersalah? Emang kamu punya bukti?" Bentak Siska. Mulai emosi karena tak ada hujan tak ada angin. Anak ini datang datang memberitahukan kalau Alia tak bersalah. Sudah jelas jelas Alia sengaja membuat buku Anita sobek karena basah.
"Aku melihat langsung. Kalau Anita sendiri yang menumpahkan jus alpukat itu kebukunya sendiri" Ucap Mila.
Anita terdiam berpikir sejenak. Bagaimana mungkin gadis ini tahu, kalau aku sengaja. Wajah Anita mulai pucat takut ketahuan oleh anak anak kalau Anita sengaja menjebak Alia.
Alia terdiam. Memperhatikan Mila. Selama ini, Alia tak pernah memperhatikan Mila. "Terlihat Mila mempunyai Aura yang tak jelas. Alia tak tahu. Mila orang baik atau orang jahat. Benar benar tak bisa terlihat. Apa mungkin Mila sama kaya aku". itu yang di pikirkan Alia. Masih melihat Mila dan menyembunyikan rasa terkejut nya.
"Kalau kamu gak percaya sama aku. Kamu lihat di kolong meja. Pasti cup sisa jus alpukat itu." Ucap Mila menunjuk ke kolong meja. Tempat Anita menyimpan barang bukti. Kalau Alia memang bukan pelakunya.
Anita pucat pasi sekarang. Anita tak mengira ada yang membela Alia. Setahunya semua siswa dan guru di sini. Sudah terkena pengaruh sihir Anita. Tapi kenapa anak ini, tak berpengaruh. Itu yang dipikirkan Anita sekarang. Karena bila ada yang tak suka dengan Anita maka sihir itu tak ada artinya.
"Hemm, Siska udahlah gak perlu di perpanjang. Aku bisa menyalin PR aku di buku lain" Ucap Anita berdalih agar Siska tak mendapatkan barang bukti itu. yang belum Anita buang. Akhh, Anita bisa ceroboh sekarang. Dalam pikirannya. Terus berpikir sebisa mungkin menyingkirkan barang bukti itu.
"Kamu, jangan terlalu baik Nita. Aku percaya kamu gak bohong. Aku akan periksa kolong meja inim aku tahu, ini cuman akal akalan Mila sama Alia. Biar tak di salahkan" Ucap Siska memeriksa kolong meja Anita.
Alia terdiam. Masih memikirkan Mila. Yang tiba tiba saja membelanya. Alia masih tak bisa senang dulu. Alia harus tetap waspada.
Siska, merogoh tangannya masuk ke kolong meja Anita. Siska menemukan sesuatu. Dan siska berjongkok. Melihat benda yang ditemukannya. Ternyata memang ada bekas cup jus alpukat di kolong meja itu. Bahkan masih ada sisa sisa jus alpukat yang menempel di kolong meja itu membuat kolong meja jadi lengket dan bau.
Siska pun mengambil cup itu. Melihat wajah Anita yang sudah pucat dan panik
"Aku, kecewa sama kamu Nit. Aku kira kamu gak seperti ini. Ternyata selama ini. Kamu bohongi aku. Jadi bukan Alia yang jahat. Tapi kamu yang jahat karena udah manfaatin aku untuk benci Alia" Ucap Siska merasa kecewa bahkan sangat kecewa kali ini.
__ADS_1
"Sis, dengerin aku. Aku di jebak. Alia memang pelakunya" Seru Anita tetap berdalih.
"Aku udah gak percaya sama kamu. Alia maafkan aku yang selalu menuduh kamu yang berbuat jahat. Aku salah" Ucap Siska ngerasa bersalah.
Alia tersenyum penuh kemenangan. Terlihat Anita begitu marah. Anita akan balas Mila. Karena sudah membantu Alia. Anita pun pergi untuk membuat siasat baru.
"La, makasih yah. Aku gak nyangka kamu bantu aku." Ucap Alia tulus.
"Aku gak bantu kamu. Aku gak suka sama Anita".
"Apa kamu, sama kaya aku?" Tanya Alia penuh selidiki.
Mila tersenyum. Namun senyum itu. Membuat Alia penasaran. Antara iya dan tidak. Alia tak melihat apapun di sekeliling Mila.
"Aku gak sama kaya kamu. Tapi teman kamu yang memberitahu aku tentang ini" Bisik Mila.
"Aku gak bisa melihat mereka seperti kamu. Tapi aku bisa merasakan mendengar tentang mereka. Dan aku yakin Anita bukan orang baik" Bisik Mila lagi.
"Harusnya kamu gak bantu aku. Anita nekat, pasti dia balas kamu"
"Aku tahu"
"Terus kenapa kamu nantangi Dia"
"Aku ingin lihat seberapa hebatnya dia. Apa karena Dia panglima Ratu Yasmin. Makanya dia merasa paling kuat"
Alia mengerutkan keningnya. Mila sudah tahu banyak. Namun Alia masih belum mengetahui bagaimana sifat Mila.
"Aku Ranti. Mantan panglima Ratu Yasmin. Aku masuk tubuh Mila. Karena jiwa Mila di ambil alih oleh 2 Genderewo kembar milik Ibu Siwi. Kemampuanku hilang. Saat aku masuk tubuh Mila. Aku hanya bisa merasakan dan mendengar mereka tapi tak bisa melihat mereka" Ucap Mila.
__ADS_1
Alia berpikir sejenak. Pantas saja auranya tak terlihat. Karena tubuh itu bukan miliknya.
"Berarti kamu sama seperti Ratu Yasmin?"
"Yah, Aku bangsa Kuntilanak yang tak punya Raga. Aku lahir dari perkawinan bangsa Kuntilanak dan bangsa Siluman air di kerajaan yang jauh dari sini. Aku mengabdi sampai ratusan tahun tapi hanya karena anak manusia yang serakah. Aku disingkirkan dan kemampuanku di ambil oleh Anita" Tutur Mila menjelaskan.
Alia melihat kesekeliling. Takut ada yang mendengar percakapan mereka.
"Kamu tenang saja, Alia. Mereka tak bisa mendengar obrolan kita"
Alia menghembuskan nafas yang begitu lega. Karena akan terdengar aneh kalau mereka para manusia mendengar obrolan Alia dan Mila.
"Apa Bu Siwi juga, ada hubungannya dengan Ratu Yasmin?"
"Iya, Siwi meminta bantuan Ratu Yasmin. Karena Siwi juga anak indigo sama sperti kamu"
Alia terkejut dengan apa yang di dengarnya. Begitu banyak anak yang sama seperti Alia. Alia tak menyangka ada anak lain yang sama dengan dirinya di sekolah ini.
"Dimana Bu Siwi sekarang?" Tanya Alia.
"Aku tak tahu. Mungkin di kediaman 2 Genderewo kembar itu. Siwi sudah membuat perjanjian dengan Ratu Yasmin dan menukar jiwanya pada Genderewo kembar itu. Untuk menahan jiwa Bagus agar tetap di dunia ini" Ucap Mila.
Alia terdiam lagi. Begitu banyak hal yang tak masik akal yang di lakukan manusia. Siwi ingin menahan Bagus laki laki yang dicintainya agar tak pergi dari dunia ini. Sedangkan Anita atau Suci ingin menjadi yang paling kuat di jagat raya ini. Benar benar melawan takdir mereka sendiri.
Alia hanya ingin hidup normal tak ingin selalu berurusan dengan mahkluk mahkluk ini. Karena mereka membuat Alia pusing. Harus terlibat dalam masalah mereka yang tak Alia mengerti. Namun tetap saja Alia harus menerima takdirnya sendiri.
Tentang kemampuan ini. Anugrah yang di ciptakan tuhan untuk dirinya. Agar menjafi anak yang spesial di antara manusia lainya.
Bersambung...
__ADS_1