Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
Chapter 49 Aji Ayah Intan Intana Dan Juga Alia.


__ADS_3

Alia masih memperhatikan siapa yang berada di mobil itu. Alia tak tahu, bila yang berada di mobil itu adalah Aji Ayah Alia.


Aji, membuka pintu mobilnya. Alia masih memperhatikan siapa itu?. Alia tersenyum saat tahu, siapa yang di lihatnya itu.


"Ayah" panggil Alia, berlari menghampiri Ayahnya.


Aji begitu senang menyambut putrinya itu. Putri kanfungnya, yang jarang sekali Aji temui. Sudah tiga bulan ini, Aji baru datang lagi mengunjungi Alia.


Alia memeluk ayahnya itu, sebuah pelukan hangat dari seorang anak perempuan kepada Ayahnya yang jarang sekali di temuinya. Aji membalas pelukan Alia dengan begitu gembira.


Sinta terharu melihat pemandangan itu, antara Ayah dan anak. Sinta merasakan kekosongan itu, kekosongan tanpa keluarga sempurna. Alia harus berpisah dengan Ayah Kandungnya. Dan Sinta tak bisa lepas dari bayang bayang masa lalu menyakitkan itu.


Harusnya, Sinta sudah menjadi Ibu untuk Alia. Menjadikan keluarga sempurna. Namun itu, hanya mimpi yang tak akan pernah jadi nyata. Sebuah angan angan yang tak seharusnya, Sinta mimpikan.


Sinta, meneteskan air matanya. Namun segera di hapusnya kembali. Sinta tak ingin ada yang melihat kalau Sinta menangis.


Cris dan Bela bersama hantu hantu di rumah Alia, memperhatikan Sinta.


"Kak, kasihan yah, Mamahnya Alia!" seru Bela. Melihat rasa sakit itu di matanya. Matanya sudah menjelaskan semua tentang penderitaanya selama ini.


"Tante Sinta, sudah memilih ini, memilih jalannya sendiri. Karena tak bisa lepas dari bayang bayang masa lalu, jadilah begini jalan yang dia pilih" tutur Cris. Melihat Sinta yang tersakiti seperti itu, oleh Aji-Ayah dari Alia.

__ADS_1


Alia, begitu bahagia melihat Aji. Begitu juga Aji. Seperti biasa Aji sekali datang dengan supirnya. Orang yang Aji percaya. Selalu mengantarkan uang dan keperluan Alia tepat pada waktunya.


Aji terkejut melihat rumah uang di tinggali Alia sudah hancur dan bangunan roboh di mana mana. Sebenarnya, Aji datang kali ini. Karena, begitu merindukan Alia. Selama tiga bulan terakhir, Aji begitu sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Aji sedang mengurus proyek baru di luar Negri. Baru beres, langsung datang menemui Alia. Tanpa pulang ke rumahnya dulu.


Karena, saat Aji pulang ke rumah. Aji tak bisa keluar lagi, kedua anak kembarnya itu selalu menempel ke manapun Aji pergi.


Intan dan Intana dua anak kembar dari pasangan Aji dan Eva ini. Begitu dekat dengan Aji. Mereka selalu bersikap manja pada Aji sebagai Ayah mereka.


Aji masih belum bisa jujur pada Intan dan Intana tentang Alia. Sudah hampir tiga belas tahun, Aji masih belum siap untuk menjelaskan pada fua putrinya itu. Bila Ayahnya punya putri lain dari wanita lain.


Sikap Eva masih dingin sampai sekarang pada Aji. Eva begitu sakit hati karena, pengjianatan Aji. Eva bersikap baik dan manja bila di depan Intan dan Intan. Menjadi Ibu yang sempurna bagi kedua putri kembar mereka.


Namun di balik itu, Eva bersikap dingin. Bahkan mereka sudah tak pernah behubungan suami istri sama sekali dari hari itu. Di mana Eva datang ke rumah Sinta untuk melabrak Sinta.


Aji tahu itu, Aji juga sudah memiliki kekasih yang sudah lima tahun yang lalu mereka telah bersama. Dengan janda bernama Lisna. Suami Lisna meninggal karena kecelakaan satu tahu setelah mereka menikah. Baru setelah dua tahun ditinggal suaminya. Lisna mau menjadi simpanan Aji.


Lisna, wanita yang menurut Aji baik. Lisna tak pernag menuntut apapun. Aji sudsh menceritakan semuanya pada Lisna. Tentang Sinta dan juga Eva padanya. Berawal dari curhat malah jadi kekasih.


Lisna sendiri, skretaris Aji. Aji dan Lisna pandai menyembunyikan hubungan mereka sampai tak ada yang tahu tentang hubungan mereka.


Aji, selalu bersikap profesional, tak mwncampuri urusan kerjaan dan pribadinya. Lisna juga bersikap biasa, saat di kantor di hadapan teman teman kantornya. Baik Aji atau Lisna, sudah menjadi Aktor dan Aktris yang hebat. Bila mereka terkenal, mungkin akan mendapat piala oskar karena akting mereka yang begitu luar biasa. Selama lima tahun tak ada yang tahu tentang hubungan mereka.

__ADS_1


Mungkin hanya Eva yang tahu. Sudah beberapa kali Eva dan Aji double daye. Aji dan Eva jadi Ibu sempurna di depan Intan dan Intana tak ada kesalahan sedikit pun, sampai Intan dan Intana tak tahu keadaan yang sebenarnya.


Aji dan Eva masih bersama karena, Intan dan Intan. Padahal Jaka kekasih Eva sudah ingin menikah dengan Eva. Tapi tak bisa karena Eva masih jadi istri syah Aji.


Eva sendiri, tak ingin bercerai dengan Aji. Karena Intan dan Intana. Yah, lagi lagi karena dua gadis kembar itu. Aji dan Eva masih bertahan.


Aji dan Eva pandai bersandiwara di deoan Intan dan Intana. Eva tak ingin, Intan dan Intana tumbuh besar karena, kurang kasih sayang. Eva sudah berkorban banyak. Berkorban untuk Aji, namun Aji yang mulai dengan kekacauan rumah tangga mereka.


Aji sudah meminta Sinta untuk kembali padanya. Sinta berkali kali menolak karena, Eva. Eva sudah meninggalkan Aji. Sinta tetap tak ingin bersama Aji. Hingga Aji memilih Lisna.


Rasa cinta Aji pada Lisna sudah tak bisa di lukis lagi. Hatinya bahagia saat bersama Lisna. Aji merasa nyaman saat bersama Lisna. Aji sudah tak ada perasaan lagi pada Sinta seiring dari perjalanan waktu yang sudah mereka lalui.


Sinta sudah nyaman seperti ini. Hidup dari bayang bayang masa lalu. Sinta tak bisa memaafkan Aji. Karena, kebihongannya. Sinta tak bisa menerima Alia. Karena, Alia anak Aji.


Berkali kali Sinta mencoba bunuh diri. Selalu dicegah Alia. Sinta jadi tak waras karena Aji. aji bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Sinta.


Sinta sudah tak bisa jadi wanita normal lagi. Sinta depresi berat. Jafi gila, itu pilihan Sinta. Sinta tak ingin pada dunianya. Sinta sudah nyaman dengan dunianya. Karena, tak ada yang menyakiti Sinta. Di dunia ciotaan Sinta sendiri.


Sinta memang tak gila. Sinta waras 100 persen. Sinta tak ingin menerima kenyataan Aji meninggalkannya karena Eva. Sinta tak ingin menerima Alia. Atas rasa sakitnya, begitu dalam Aji menorehkan luka di hati Sinta. Sampai Sinta, tak ingin menerima kenyataan. Kenyataan yang menurut Sinta, begitu menyakitkan.


Padahal bila Sinta menrrima kenyataan itu, Sinta bisa hidup bahagia dengan Aji. Eva sudah meninggalkan Aji untuk Sinta. Sinta tak mengambil jalan itu. Sinta memilih jalanya sendiri. Yang menurut Sinta, ini yang terbaik.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like dan komen tinggalkan jejak biar semangat up ceritanya


__ADS_2