Alia Gadis Indigo

Alia Gadis Indigo
Chapter 38 PAK RIZAL


__ADS_3

Masalah Zidan sudah beres. Semua sudah di selesaikan oleh Zidan sendiri. Hari ini, panas begitu terik. Anak anak sudah selesai olahraga. Semuanya sedang istirahat, di tempat yang teduh.


"Alia" panggil Zidan. Melambaikan tangan sambil membawa dua minuman dingin.


Namun Alia, tak melihat Zidan. Pandangannya teralihkam saat Alia melihat, Guru bahasa inggris Pak Rizal. Ada sesuatu yang aneh dengan Guru bahasa inggris nya itu.


Zidan menghampiri Alia.


"Alia" panggil Zidan lagi.


Namun Alia masih memperhatikan Pak Rizal. Sama sekali tak mendengar panggilan Zidan.


"Alia!!" Seru Zidan sambil menepuk punggung Alia membuat Alia tersadar.


"Eh iya, ada apa?" Tanya Alia. Namun perhatian nya masih tertuju pada Pak Rizal.


"Alia" panggil kembali Zidan. Merasa kesal karena Alia tak menghiraukan Zidan.


Alia menoleh.


"Kamu, lagi lihat apa sih?" Tanya Zidan lagi. Sambil melihat ke arah yang Alia lihat.


"Astagfirullah" gumam Zidan terkejut dengan apa yang di lihatnya. Pak Rizal sedang di ikuti oleh seorang siswi SMA yang berkulit pucat. Dan ada noda darah di seragamnya.


"Dari tadi kamu lihatin ini Alia?" Tanya Zidan lagi. Masih terkejut dengan apa yang di lihatnya itu.


Alia mengangguk.


Zidan melihat, Pak Rizal mukanya begitu kusut, dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Seperti kurang tidur, dan wajahnya terlihat begitu stres.


Alia mencoba melihat, dengan mata batinnya. Apa yang terjadi dengan Pak Rizal. Gadis itu bernama Risa. Risa kekasih Pak Rizal. Pak Rizal membunuh Risa dengan pisau dapur di kontrakan nya, Risa meminta pertanggung jawaban atas bayi yang di kandung Risa, Yang sudah menginjak 2 bulan. Pak Rizal belum siap untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Dan mayat Risa di kubur di kebun belakang dekat kontrakan Pak Rizal.


Alia tersadar kembali. Di lihatnya Nadia dan Zidan sudah ada di depan Alia.

__ADS_1


"Kita harus menemui Pak Rizal!" Seru Alia bergegas melangkah pergi.


"Alia kamu tahu sesuatu?" Tanya Zidan penasaran.


Zidan hanya bisa melihat hantu, namun Zidan tak memiliki kemampuan seperti Alia. Yang bisa melihat kilasan masa lalu, orang yang di lihatnya. Itu perbedaan Alia dan Zidan.


Alia mengangguk, sambil terus melangkah di ikuti Nadia dan Zidan.


"Sebenarnya ada apa sih?" Tanya Nadia bingung dengan sikap Alia dan Zidan.


Namun baik Alia atau Zidan, tak ada yang menjawab pertanyaan Nadia. Membuat Nadia jadi cemberut karena, di cuekin dua temannya ini.


Zidan melihat Alia dengan serius. Zidan hanya bisa melihat mahkluk lain. Tak seperti Alia, yang bisa melihat sesuatu yang lain. Membuat Alia selalu terlibat masalah. Namun Alia juga, tak bisa bersikap cuek dan tak peduli begitu saja. Ini tentang keadilan, keadilan yang harus di tegakkan selama Alia bisa. Alia akan bantu, walau pun itu bakal mengancam nyawa nya.


Alia masih mencari Pak Rizal, laki laki yang masih berusia 23 tahum. Dan baru saja di angkat jadi Guru. Namun kelakuannya sangat kejam, Alia melihat kesedihan di wajah gadis itu.


Anak SMA yang sepertinya sangat mencintai Pak Rizal itu. Makanya Risa, rela memberikan segalanya untuk Pak Rizal. Tapi sangat di sayangkan, balasan Pak Rizak sungguh biadab.


Alia tahu, Pak Rizal juga tertekan. Dia juga menyesal terlihat dari wajahnya. Kalau Risa sering mengganggu nya untuk meminta pertanggung jawaban atas perbuatanya.


"Aww, Alia kenapa kamu berhenti mendadak" gerutu Nadia yang telah duduk di lantai karena tertabrak Zidan.


Tanpa menjawab, Alia masih terdiam. Memikirkan dan mencari lewat mata batinya. Dimana keberadaan Pak Rizal itu.


Alia masih duduk di lantai, bersama Zidan. Sedangkan Nadia langsung berdiri. Alia terlihat serius, sedangkan Zidan terus menerus melihat Alia. Membuat Nadia yakin, kalau Zidan menyukai Alia.


Nadia sedikit kecewa, karena begitu banyak yang menyukai Alia. Tapi Alia masih terlihat cuek pada semuanya. entah siapa yang Alia suka, Nadia yang gampang jatuh cinta memang menyukai Zidan. Namun berbeda dengan Zidan, Zidan seperti nya menyukai Alia. Dari cara Zidan melihat Alia, sudah jelas kalau Zidan benar benar menyukai Alia.


Alia, mencari Pak Rizal. Tapi memang tak ada Pak Rizal di sekolah ini. Di mana Pak Rizal berada. Sampai Alia melihat, Pak Rizal kini sudah ada di hadapannya.


"Alia, Zidan kenapa kalian duduk di lantai?" Tanya Pak Rizal membuat Alia terkejut mendengar suara Pak Rizal.


Alia dan Zidan pun beranjak dan berdiri seketika. Alia melihat Risa begitu jelas. Anak SMA itu, terlihat sendu. Risa melihat Alia, dan mulai mendekati Alia.

__ADS_1


Alia berjalan mundur, selangkah demi selangkah. Karena Risa, terus mendekati Alia. Zidan hanya bisa melihat Alia, bingung harus berbuat apa.


Nadia semakin bingung melihat Alia. Pak Rizal hanya terdiam, saat Risa mendekati Alia. Yah, Pak Rizal bisa melihat Risa, Karena Risa menginginkan itu.


"Jangan ganggu muridku" gumam Pak Rizal setengah berteriak.


Risa menoleh ke arah Pak Rizal.


"Anak ini, bisa melihat aku. Dia juga bisa bantu aku" timpal Risa.


Alia berhenti mundur.


"Apa yang bisa aku bantu?" Tanya Alia.


"Aku ingin Dia, (sambil menunjuk Pak Rizal) bertanggung jawab sama perbuatan nya" gumam Risa setengah berteriak.


Pak Rizal, langsung jongkok dan menangis.


"Maafkan aku Risa!" Seru Pak Rizal merasa bersalah.


"Minta maaf saja tak cukup" bentak Risa murka.


Karena apa yang telah di perbuat Pak Rizal padanya, sungguh kejam.


Nadia dan Zidan, hanya terdiam. Mereka berdua yang menyaksikan itu, tak mengerti. Apalagi Nadia, benar benar tak mengerti.


Sedangkan Zidan, yang bisa melihat dan mendengar Risa. Hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Zidan tak menyangka, Guru yang terlihat baik bisa melakukan perbuatan sekeji dan sehina itu.


Zidan masih melihat Risa. Gadis itu, sudah menjadi hantu yang gentayangan kemana mana. Meminta pertanggung jawaban. Karena, laki laki seperti Pak Rizal.


Sosok Guru yang melekat dalam diri Pak Rizal, yang harusnya jadi panutan. Kini malah mencoreng, nama baik sebagai Guru itu sendiri. Pak Rizal masih menangis, menyadari kesalahanya. Yang begitu tega, menghabisi nyawa pelajar yang masih duduk di bangku SMA.


Semua karena emosi semata, Pak Rizal tega berbuat seperti itu. Padahal dia yang berbuat, kenapa dia sendiri yang tak mau bertanggung jawab?. Lihat perbuatan nya sekarang, telah menghancurkan segalanya. Yang susah payah Pak Rizal dapatkan hanya karena ingin menikmati kesenangan sesaat, malah membawanya kebalik jeruji. Karena sudah menghilangkan nyawa anak di bawah umur, yang sedang hamil muda. Kasihan sekali kamu Risa, di usiamu yang masih belia, harus menjadi hantu gentayangan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2